Mengejar Mantan

Mengejar Mantan
Trio Handsome


__ADS_3

Pagi ini Nia bangun dengan semangat, dan memulai rutinitasnya seperti biasa, memasak sarapan pagi untuk Reyhan, nasi goreng seafood merupakan sarapan pagi favorit Reyhan sejak pertama kali makan nasi goreng, sewaktu Nia masak di tempat Monica.


"Sudah berapa persen persiapan event kamu Ni?" Tanya Reyhan yang membuat Nia agak heran, karena Nia tidak tahu kalau perusahaan tempat Nia magang, merupakan salah satu perusahaan milik keluarga Reyhan.


"Itu kan perusahaan aku juga." Kata Reyhan yang melihat ekspresi penuh tanya di wajah Nia.


"Perusahaan mas toh, ujung-ujungnya tetap magang di perusahaan mas, padahal aku udah nolak, nggak mau ada kesan nepotisme. hmm untuk persiapan sudah 98%, 2% lagi itu tinggal display beberapa produk client yang belum di pajang aja. Hari ini rencananya." Terang Nia.


"Baguslah. Mas lihat konsep event kamu keren, dapat ide dari mana?" Tanya Reyhan penasaran.


"Ide dari hoby aku yang suka baca informasi, jadi aku gabungkan aja." Jawab Nia.


"Kamu berapa tahun lagi tamat?" Tanya Reyhan lagi


"Setengah tahun." Kata Nia yang membuat Reyhan terkejut dan tersedak salivanya sendiri.


"Kok bisa keselek sih mas? Kata-kata aku ada yang salah?" Tanya Nia sambil menepuk pelan punggung Reyhan dan memberinya minum.


"Kok cepat amat selesainya? bukannya tahun ini masuk tahun ke tiga?" Tanya Reyhan.


"ngambil SP waktu libur, jadi aku bisa lebih cepat dibandingkan mahasiswa normal." Jawab Nia yang membuat Reyhan hanya ber oh saja.


"Udah mulai pembuatan skripsi dong." kata Reyhan


"Alhamdulillah udah siap malah. Waktu itu aku ambil studi kasus di kantornya papa, sudah di ajukan dan bimbingan juga. Tinggal nunggu jadwal sidang ntar abis magang." Jawab Nia lagi.


"Nggak nyangka mas kamu sesmart itu." Kata Reyhan setelah menyelesaikan sarapan paginya.


Seperti biasa Nia ke tempat magang di antar Leo dan Rani, karena Reyhan harus segera ke kantor pusat karena ada janji dengan client.


Pagi ini Semua team event mengadakan rapat untuk memastikan persiapan event yang akan dilakukan besok.


Nita melaporkan setiap detail persiapan event dengan sangat baik, bahkan lebih baik dari pada team Reno. Karena sejak membantu team Nita, Nia menjadi sangat sibuk, sehingga tidak sempat untuk menyampaikan solusi atau ide yang dibutuhkan Dian.


Pak Yoga sangat puas sekali dengan kinerja yang ditunjukkan oleh team Nita, karena bisa memberikan laporan secara detail, dan itu sangat tidak di sukai oleh team Reno yang biasanya selalu menjadi pusat perhatian.


"Oh iya, untuk event besok, yang di PCW, pak Reyhan langsung yang mengadakan pembukaan. Tadi pagi sekretaris beliau sudah konfirmasi ke saya." kata Yoga yang membuat team Reno semakin tidak suka.


Setelah selesai memberikan laporan progres masing-masing, mereka semuapun kembali ke ruang kerja masing-masing.


"Wah, pasti keren nih event kita. Secara big boss langsung yang turun kaki." Kata Rama senang, sewaktu berada di ruangan mereka.


"Turun tangan kali bang." Protes Nia.


"Udah biasa. Lagian tangankan di atas, kaki di bawah, jadi yang benar itu turun kaki, kalau turun tangan, ntar kayak orang utan dong." Kata Rama sambil tertawa.

__ADS_1


"Tumben abang pintar." remeh Nia.


"Itu karena abang ikutin saran kamu Ni, beli otak Seconde di pasar bawah. Kayaknya abang dapat otaknya Columbus deh." Kata Rama yang membuat Nia heran.


"Iya, jadinya ingin menjelajah gitu, mencari tempat-tempat baru sama mbak mu." Kata Rama lagi sambil tertawa.


Hari ini mereka semua akan ke tempat event berlangsung, memastikan semuanya akan berjalan sesuai dengan yang diinginkan besok pagi.


Nita dan anggota teamnya benar-benar bekerja keras untuk event ini, karena event ini adalah event besar yang dipercayakan kepada team mereka, karena selama ini event besar selalu di handle team Reano karena mereka memang terdiri dari orang-orang pilihan.


"Gimana Ni? sudah aman?" Tanya Nita.


"Insya Allah mbak. Yang 2% aku laporkan tadi sudah beres. Semuanya sudah display produk mereka di booth masing-masing." Jelas Nia.


"Kasi bocoran dong Ni, buat acara penutupan kita apa?, soalnya team pak Reano seperti biasa, ngundang penyanyi yang lagi viral sekarang." Kata Rama.


"Ih, kepo si abang. Insya Allah, penutupannya bakalan keren." Kata Nia sambil nyengir.


Setelah mengecek semua persiapan, dan memastikan semuanya sudah sesuai, Nita dan teamnya memutuskan untuk pulang awal, karena mereka harus mempersiapkan fisik dan mental mereka untuk pembukaan event besok.


💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚


Hari ini adalah hari yang ditunggu oleh kedua team, merek melakukan semua hal terbaik yang mereka bisa. Pembukaan event keduanyapun berjalan dengan lancar.


Seperti yang disampaikan pak Yoga, bahwa event akan dibuka langsung oleh Reyhan. Sesuai kesepakatan mereka berdua, walaupun sudah setahun lebih menikah, tapi mereka akan menjadi dua orang asing jika berada di depan umum.


Event yang direncanakan berlangsung selama seminggu, sudah berjalan selama 6 hari, sejauh ini, kedua team tidak menemukan kendala berarti, kecuali team Nita, yang jumlah pengunjung eventnya tidak terlalu banyak. Berbeda sekali dengan event yang diadakan Reano, event mereka selalu dipadati pengunjung, karena memang mereka menghadirkan beberapa penyanyi yang sedang naik daun.


"Pengunjung kita kok nggak sebanyak pengunjuang eventnya Pak Reano ya Ni?, kamu ada ide nggak biar pengunjung kita ramai." Tanya Nita.


"Mbak Nita tenang aja, keberhasilan sebuah event, bukan dari banyaknya jumlah pengunjung, tapi dari tercapai atau tidaknya target event ini diadakan." Jawab Nia sambil senyum.


"Terus untuk penutupan bagaimana?" Tanya Nita lagi.


"Nanti sekalian pas makan siang aku jelaskan semuanya." Jawab Nia lagi, yang sebenarnya membuat Nita agak khawatir karena Nia terlalu santai untuk acara penutupan yang baru dibicarakan H -1.


Sewaktu makan siang, Nia menjelaskan ide untuk penutupan eventnya. Eventnya merupakan event produk kecantikan wanita, mulai dari makeup hingga pakaian, dan segala pernak pernik wanita lainnya.


"Jadi di acara penutupan nanti akan ada runway dadakan, dimana peserta runway adalah para pengunjung wanita, dengan berbagai karakter, bentuk tubuh, penampilan,dan profesi. Karena tema acara kita every women is beautiful, jadi kita mau nunjukkan kalau semua perempuan itu cantuk. Jadi cantik itu nggak harus langsing, putih, tinggi, tapi apapun kondisi fisik wanita saat ini, mereka semua itu cantik." Terang Nia


"Wah.. kok nggak kepikir ya abang untuk buat acara penutupan seperti itu. pantesan aja kamu minta koridor jalan antar stand menggunakan karpet merah, rupanya kamu emang mau buat runway dadakan ya Ni, keren. Nanti abang ajak ayang beb Rahma biar bisa jadi model dadakan." Kata Rama antusias dan sangat menyetujui ide Nia.


Tidak hanya itu saja sebenarnya konsep acara penutupan Nia. Nia sudah menyiapkan acara kejutan lainnya, dengan meminta Monica untuk menjadi Fashion Stylist di acara penutupan. Secara Monica adalah designer, fashion stylist, dan pengamat mode terkenal bertaraf internasional. Susah payah Nia membujuk Monica untuk hadir.


Team Nita mulai mempersiapkan untuk acara runway dengan berkoordinasi langsung dengan semua peserta event. Dimana setiap peserta event akan mensponsori satu orang model dadakan yang bersedia menjadi model. Dan tidak lupa Nita mengeluarkan design iklan digital untuk menghadiri acara penutupan, dengan menyampaikan bahwa semua wanita cantik dan siapa saja bisa menjadi model.

__ADS_1


"Mbak, aku izin pulang duluan ya. Soalnya mau jemput bintang utama di penutupan kita besok." Izin Nia.


"Jemput siapa sih Ni? Mbak ikut dong. Mau tahu siapa bintang utamanya. Pasti artis or penyanyi terkenal ya?" Tanya Nita yang penasaran.


"Ish.. kepo. Besok juga tau. Aku duluan ya mbak. Assalamualaikum Wa Rohmatullahi Wa Barakatuh." Kata Nia lalu pergi meninggalkan Nita.


"Kita ke bandara ya bang." Kata Nia begitu masuk ke mobil.


"Sudah bilang sama tuan Rey nyonya?" Tanya Rani.


"Harus bilang ya mbak?" Tanya Nia balik, sambil nyengir, membuat Rani paham, kalau Rani sendiri yang harus melapor kepada Reyhan.


"Bilang aja mau jemput mbak Monica, terus ngantar ke hotel yang dekat PCW." tambah Nia lagi, lalu mulai sibuk dengan notebook nya.


Setelah menempuh perjalanan kurang dari satu jam, mereka sampai ke bandara, dan Nia beserta Rani menunggu Monica di ruang tunggu.


"Sibuk amat kamu Ni?" Tanya Monica yang membuat Nia memandang ke arah sumber suara, lalu tersenyum ketika melihat Monica sedang melepaskan kaca mata dan maskernya.


"Nia kira mbak masih lama sampainya." Kata Nia lalu berdiri, menjabat tangan Monica dan menciumnya sebagai bentuk rasa hormat adek ke kakaknya.


"Hi beauty. Makin cantik aja. Btw udah isi belum nih?" Tanya Dean sambil menaik turunkan alisnya menggoda Nia.


"Kak Dean sama kak Aldo datang juga. Lagi jadi pengangguran gitu, sampai-sampai punya waktu main kesini." Kata Nia sengaja mengalihkan pertanyaan Dean.


"Nggak usah mengalihkan pertanyaan deh." Kata Dean lagi.


"Kak Aldo bukannya di negara P ya? kapan balik ke sini?" Tanya Nia lagi.


"Kacang rebus, kacang goreng, kacang-kacang" Kata Dean yang mulai kesal karena Nia selalu mengalihkan pertanyaannya.


"Kak Dean alih profesi? Sekarang jadi pengusaha kacang?" Tanya Nia yang membuat Monica dan Aldo tertawa.


"Nggak Nia sayang. Kakak tuh masih jadi pengusaha tambang. Pertanyaan kakak belum kamu jawab loh." Kata Dean sambil merapatkan giginya.


"Isi apa?" Tanya Nia lagi dengan wajah lugunya, yang membuat Dean semakin gemes, pengen gigit, tapi takut Reyhan ngamuk.


"Itu perutnya udah isi belom?" Tegas Dean.


"Oh.. udah." Jawab Nia santai.


"Beneran? Bisa juga si Rey bobol gawang?" Tanya Dean tidak percaya.


"Kamu serius Ni? Beneran udah isi?" Tanya Monica juga.


"Iya. Udah Nia isi sama nasi goreng seafood tadi sebelum kesini." Kata Nia dengan wajah polosnya, membuat Aldo yang biasanya hanya senyum-senyum menjadi tertawa, dan mereka sukses menjadi pusat perhatian.

__ADS_1


"Boleh digigit nggak sih ni anak." Kesal Dean.


"Udah ah. Kak Dean gaje nih. ayok, bang Leo sudah nunggu di parkiran." Kata Nia lalu berjalan meninggalkan trio handsome dengan tingkahnya masing-masing.


__ADS_2