Mengejar Mantan

Mengejar Mantan
First Kiss


__ADS_3

Sekitar jam 4 sore, Monica datang bersama Sarah, sambil membawa gaun yang akan dikenakan Nia.


"Sorry gue agak telat. Untuk kebaya atau gaun yang benar-benar ketutup nggak ada Ni yang warnanya serasi dengan jas si Reyhantu, Lo pakai ini aja ya, bagian bahunya kebuka, tapi nggak rendah banget kok." terang Monica sambil memperlihatkan gaun yang akan digunakan Nia.


"Its ok mbak. Makasih ya." Kata Nia sambil tersenyum.


"Udah muncul aja Lo." Kata Reyhan yang baru keluar dari kamar mandi.


"acara resepsi lo jam 7 kan?" Tanya Monica memastikan.


"Iya. Tapi ada rencana yang berubah, nanti tidak ada pesta dansa." jawab Reyhan lalu memutuskan duduk di bangku yang mengahadap balkon.


"Oh iya, gue mau lo dandani Nia seperti Els biasa dandan." Ucapa Reyhan yang membuat Monica ingin protes tetapi di cegah oleh Nia.


"Its ok mbak." Kata Nia sambil tersenyum untuk membuat monica tenang.


Monica meminta asistennya Sarah untuk mendandani Nia sesuai dengan permintaan Reyhan. Karena Nia sudah berwudhu dan tetap melaksanakan sholat magrib, walaupun sudah di makeupin.


Resepsi akan diadakan tepat pukul 7 malam, dan Sarah telah menyelesaikan kegiatannya mendandani Nia.


Nia melihat pantulan dirinya di cermin dengan wajah sedih. Walau terlihat sangat cantik, tapi itu bukannya gaya Nia. Itu gaya Elsa sesuai permintaan Reyhan.


"Sudah siap Ni......." ucapa Monica yang melihat Nia memalingkan wajahnya ke arah Monica.


Monica selalu terpana melihat Nia, apalagi ekspresi sedih dengan wajah yang terlihat cantik dan glamour, membuat Nia benar-benar berbeda.


"Mbak?" Kata Nia sambil mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Monica.


"Eh.. i iya." jawab Monica gagap.


"Ada yang salah dengan wajah aku?" Tanya Nia heran.


"Nggak. Lo cantik banget. Lo bisa di kloning nggak sih Ni?" Tanya Monica gemas.


"Nggak bisa. Aku limited edition tau." kata Nia sambil tertawa, yang membuat hati Monica terasa hangat.


Nia segera mengganti bajunya dengan gaun yang sudah disiapkan Monica, dan Monica melakukan finishing agar penampilan Nia sempurna.


Reyhan menunggu Nia di sofa yang ada di kamar hotel, karena kamar yang dipesan Reyhan type president suite, Sehingga kamar tersebut seperti rumah yang memiliki kamar, dapur dan ruang tamu.


Monica meminta Sarah untuk membantu Nia mengganti pakaiannya, sementara itu Monica memilih keluar kamar dan menunggu Nia, duduk di sofa bersama Reyhan.


"Lo ingat kata-kata gue Rey. Gue tahu lo terpaksa menikahi Nia. Walau begitu jangan coba-coba lo sakitin dia. Sekali aja gue lihat Nia nangis akibat ulah Lo, gue nggak akan maafin lo." Ancam Monica yang membuat Reyhan semakin tidak menyukai Nia.

__ADS_1


"Ceklek" suara pintu terbuka, lalu terlihat Nia yang berjalan dengan anggun diikuti oleh Sarah dibelakangnya.


"Ini heels nya nggak ada yang 3 atau 7 cm gitu mbak?" Tanya Nia karena Nia merasa tidak nyaman menggunakan heels 11 cm dengan hak runcing.


"Lo itu imut, pendek, beda noh sama si Reyhantu yang tinggi besar. Ntar dikira si Reyhantu nikahin bocah lagi." Terang Monica.


"Oh. Ya udah. Ayok mbak." Kata Nia lalu menggandeng Sarah, sementara Reyhan masih diam mematung karena masih tidak menyangka kalau Nia akan secantik itu.


"Lo mau gue gantikan?" Tanya Monica yang membuat Reyhan kembali ke alam sadarnya, lalu segera menyusul Nia dan Sarah yang sudah berjalan terlebih dahulu.


Sesampainya di depan pintu ballroom, seperti yang sudah di atur, pengantin akan berjalan menuju pelaminan.


Reyhan mengembangkan sikunya, sambil menatap kedepan, kemudian ia menatap Nia karena Nia hanya diam saja juga sambil menatap kedepan, menunggu aba-aba dari MC.


Reyhan yang merasa tangannya di anggurin, mengambil telapak tangan Nia dan melatakkannya di lengan Reyhan, agar mereka bergandengan.


Tangan besar dan hangat milik Reyhan membuat Nia terkejut untuk beberapa saat, dan paham kalau ini hanya sandiwara.


MC memberikan aba-aba kepada Reyhan dan Nia untuk masuk ketempat acara resepsi. Begitu pintu terbuka, semua mata tamu tertuju kepada Reyhan dan Nia. Mereka mengagumi pasangan pengantin yang berjalan dengan anggun, menunjukkan kalau mereka adalah pasangan serasi. Bahkan Nia dan Reyhan tampak tersenyum bahagia, agar orang-orang mengira kalau mereka tengah bahagia dengan pernikahannya. Semua keluarga juga terlihat bahagia, terutama Eyang Ginatri.


Begitu sampai di pelaminan, mereka duduk di kursi yang sudah di hias dengan dekorasi bunga yang sangat indah. Orang tua Reyhan serta Nia juga duduk di kursi yang berada di samping kiri dan kanan kursi pengantin.


"Kak.. eh mas. Ini acaranya cuma salam-salam aja kan?" Tanya Nia sambil berbisik kapada Reyhan.


"Apa?" Tanya Nia cepat, karena Nia tidak mau terlihat memalukan.


"Dansa." Jawab Reyhan cuek.


"Ooo.. Dans..What?!" Kata Nia yang agak sedikit terkejut. Untung saja suara penyanyi dengan alunan musik, membuat orang-orang yang berada di ruangan itu, tidak mendengarbperkataan Nia.


"Jangan khawatir. Ntar lo tinggal peluk gue aja, terus ikutin langkah gue. " Jawab Reyhan santai.


"Tapi ingat, jangan modus lo !" tambah Reyhan sinis.


"Idih. Ge er bener. Siapa coba yang mau peluk-peluk. Nggak banget." Dumel Nia dengan suara pelan, karena ia memang nggak mau mendebat Reyhan.


Para tamu yang hadir mulai ramai dan mulai memberikan ucapan satu persatu kepada pengantin. Di sela-sela menerima tamu, mereka juga melakukan kegiatan foto bersama, baik dengan keluarga maupun dengan tamu. Selain memberikan ucapan selamat, para tamu juga banyak yang berdoa agar Reyhan dan Nia segera punya momongan, dan hal itu membuat wajah Nia blushing karena malu.


Akhirnya sampai di acara dimana pengantin akan berdansa. Pertama Nia berdansa dengan papanya.


"Nia nggak bisa dansa pa." Kata Nia sewaktu menyambut tangan Bian.


"Ikutin aja langkah papa. Nia peluk papa aja, terus ikutin saja langkah dan gerakan papa." Kata Bian yang berusaha menenangkan Nia.

__ADS_1


Nia dan Bian segera menuju ke tengah ballroom yang di sulap menjadi arena dansa. Nia dan Bian menjadi perhatian ditambah ada sebuah lampu sorot yang mengarah ke Nia dan Bian.


Nia memeluk Bian dan mengikuti gerakan Bian. Bian dan Nia berdansa diiringi lagu I Loved Her First dari Heartland, yang merupakan permintaan Bian sebelum ia berdansa dengan Nia.


Nia dan Bian yang mendengar setiap bait kata yang dinyanyikan oleh wedding singer terkenal yang ada di kota B, menjadi terharu. Nia yang tadinya menyandarkan wajahnya di dada bidang Bian, mendongakkan wajahnya menatap Bian, yang matanya mulai berkaca-kaca. Bian tersenyum dan berusaha menahan agar tidak ada yang menetes dari sudut matanya. Berbeda dengan Nia, air mata terus mengalir tanpa bisa di tahannya. Nia benar-benar menghayati setiap bait kata yang dinyanyikan.


"Maafin papa. Walaupun papa tidak bisa membacakan Nia dongeng sewaktu kecil, tapi percayalah, papa akan selalu ada buat kamu sayang." Kata Bian yang akhirnya menangis, karena merasa bersalah, tidak bisa membersamai Nia sewaktu Nia kecil.


"Its Ok. Pa. You are my first loved to." Kata Nia sambil tersenyum dengan air mata yang terus mengalir. Untung saja makeup yang digunakan adalah makeup yang bagus, jadi walaupun Nia menangis, tidak akan ada maskara atau bedak yang luntur atau menempel di jasnya Bian.


Pemandangan mengharukan antara Bian dan Nia membuat para tamu juga ikut terharu, merasakan apa yang Nia dan Bian rasakan. Bahkan Reyhan terus memandang Nia dan Bian yang sedang berdansa di lantai dansa.


Nia kembali memeluk Bian erat, menyandarkan kepalanya di dada Bian dan mengikuti semua gerakan Bian, karena Bian sebenarnya menggendong Nia, agar Nia tidak salah langkah dan memijak kaki Bian atau terjatuh.


Para tamu yang hadir memberikan tepuk tangan yang meriah sewaktu lagu selesai dinyanyikan.


Monica segera menghampiri Nia bersama dengan Reyhan. Monica mengusap sisa-sisa air mata dari wajah Nia menggunakan tisue yang membuat Reyhan merasa tidak suka, karena Monica sedang berpenampilan seperti pria tulen. Menggunakan jas rapi, menyisir rambutnya klimis, berjalan tegap membuat yang melihat Monica juga merasa kalau Monica sangat tampan.


Bian menyerahkan tangan Nia untuk di genggam Reyhan.


"Tolong jaga Nia baik-baik. Papa serahkan sama kamu tanggung jawab untuk membahagiakan Nia. Kalau nanti Nia melakukan kesalahan, kamu jangan sakiti Nia. Cukup kamu kembalikan Nia sama papa. Biar papa yang akan membahagiakan Nia." Ucap Bian sewaktu menyerahkan Nia kepada Reyhan.


"Iya pa." Ucap Reyhan pelan.


Reyhan meletakkan tangan Nia melingkar dilehernya, sementara kedua tangan Reyhan melingkar di pinggang Nia yang ramping, dan merapatkan tubuh mereka sewaktu terdengar lagu perfect dari Ed Sheeran mengiringi langkah Reyhan dan Nia untuk berdansa.


Nia yang baru pertama sedekat itu dan berpelukan dengan lawan jenis, membuat jantung Nia berdetak lebih cepat, dan wajahnya bersemu merah. Nia yang malu, tidak berani menatap wajah Reyhan, karena Nia takut kalau Reyhan akan salah mengertikan reaksi tubuh Nia.


Selama lagu terdengar, Reyhan terus memandang wajah Nia yang terlihat semakin cantik ketika bersemu merah. Tidak tahu kenapa ketika Nia memeluknya, Reyhan merasa perasaan nyaman dan jantungnya juga berdetak lebih cepat dari biasanya.


Reyhan yang sudah hapal lagu yang dinyanyikan, memanggil Nia ketika lagu akan berakhir, membuat Nia mendongak menatap Reyhan, karena memang Nia yang tidak begitu tinggi, hanya sekitar 155 cm sementara Reyhan memili tinggi 178 cm.


Sewaktu Nia mengangkat dagunya dan menatap Reyhan, Reyhan langsung mencium bibir Nia lembut, yang membuat Nia terkejut, tetapi hanya membiarkan saja, karena otak Nia segera merespon untuk tidak mendorong Reyhan, karena itu akan membuat banyak tanda tanya bagi tamu yang hadir.


Adegan romantis antara Nia dan Reyhan, membuat tamu undangan bertepuk tangan dengan riuh. Karena semuanya tahu bagaimana Reyhan, yang tidak pernah mengumbar kemesraan di depan publik, termasuk sewaktu bersama Elsa.


Tapi tidak tahu kenapa, rasa marah sewaktu melihat Monica mengusap air mata Nia, membuat Reyhan memutuskan untuk mencium Nia di depan publik, seolah-olah menegaskan kalau Nia adalah miliknya, yang tidak bisa diambil atau direbut oleh orang lain.


Nia menjauhkan wajahnya, tidak ingin Reyhan menempelkan bibirnya lama-lama dengan bibir Nia. Kejadian itu benar-benar membuat wajah hingga kuping Nia memerah, campuran antara malu dan entah rasa apa yang Nia rasakan dihatinya sehingga wajahnya memerah.


Reyhan menggandeng Nia untuk kembali ke pelaminan, karena Nia yang masih blank dengan kejadian barusan.


"My first kiss. Udah nggak perawan lagi bibir gue." Dumel dan sesal Nia dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2