
Hari ini adalah hari pertama kegiatan yang akan diikuti oleh mahasiswa baru. Membuat Nia dan beberapa panitia lainnya disibukkan dengan kegiatan mahasiswa baru.
Kegiatan yang mereka lakukan yaitu kamping selama 3 hari ke daerah yang terletak dipinggir sungai dan masih sangat asri walaupun hanya berupa savana.
Reyhan mengizinkan Nia mengikuti acara kamping, dengan catatan Nia harus membawa Rani dan satu orang bodyguard cowok bernama Leo yang merupakan salah satu orang kepercayaan Reyhan, tapi penampilan mereka dibuat seperti mahasiswa pada umumnya.
Oget, Aldi dan Dian juga ikut menjadi panitia acara termasuk genk centil Cantika yang selalu saja mencari masalah dengan Nia.
Dian selalu bersama dengan Nia, sementara Rani hanya mengawasi Nia dari jauh. Banyak kegiatan yang sudah di rencanakan oleh Nia dan tim panitia acara. Mereka semua bertanggung jawab, untuk setiap kegiatan yang dilakukan.
Nia yang selalu berpenampilan culun tapi galak, menjadi salah satu panitia yang tidak disukai. Berbeda dengan Dian yang selalu terlihat cantik dan modis diberbagai kegiatan, membuat Dian selalu menjadi pusat perhatian mahasiswa baru.
Nia selalu bermain dengan Aldi dan Oget di waktu luang mereka.
Tidak terasa sudah 3 hari merka melakukan kegiatan, dan hari ini adalah hari terakhir. Walaupun genk Cantika suka mengganggu Nia, tapi karena memang Nia selalu bisa menjaga diri, membuat kejahilan Cantika tidak terlalu berpengaruh.
Dia acara malam tetakhir, mereka melakukan kegiatan api unggun, di selingi dengan kegiatan bebas dan hiburan. Cantika yang di daulat menjadi MC bermaksud mempermalukan Nia, dengan meminta Nia bernyanyi.
Nia sebenarnya malas bernyanyi, tapi karena terus dipaksa, akhirnya Nia memilih untuk bernyanyi, dan saat ingin bernyanyi, Nia teringat dengan Sean, karena setiap ada acara kamping, mereka selalu bernyanyi bersama.
Nia memutuskan menyanyikan salah satu lagu korea yang merupakan Ost, Drakor Goblin, Stay with me. Nia yang bisa bermain gitar, mulai memetik gitarnya dan bernyanyi penuh penghayatan. Banyak yang kagum dengan kemampuan Nia bermain gitar dan bernyanyi, hal itu tentu saja membuat Cantika semakin kesal.
Rani memutuskan untuk memVC Reyhan, agar Reyhan juga bisa menikmati penampilan Nia, yang memang sangat berbakat sekali.
Selesai bernyanyi banyak yang memberikan tepukan tangan yang meriah, bahkan meminta Nia untuk bernyanyi lagi. Bahkan Oget menyerahkan setangkai bunga liar yang ntah dari mana didapatnya.
"Nia, Would yo be my girl?" Kata Oget sambil berlutut, yang membuat suasana meriah tiba-tiba hening, menunggu Nia menjawab.
Nia menyerahkan gitar yang di pakainya kepada salah satu panitia yang punya gitar. Lalu berjalan ke arah Oget, mengambil bunga yang Oget berikan, lalu tersenyum memandang Oget, seraya berucap,
"Sorry. I can't. You are one of my bestfriend." Kata Nia sambil menepuk pundak Oget yang tiba-tiba wajah gantengnya menjadi sedih.
"Alah... Jelek aja belagu. Udah untung ada yang mau." Sindir Cantika, dan hanya dibalas senyuman oleh Nia karena lagi malas ribut, dan malah membuat yang lain kembali riuh dengan berbagai komentar.
__ADS_1
Setelah acara api unggun, paginya mereka semua bersiap-siap dengan membereskan peralatan dan perlengkapan yang dipakai untuk kamping. Oget yang tadi malam kelihata murung, bahkan sudah terlihat kembali ceria, seperti tidak terjadi apa-apa.
"Kok kamu mau sih Get sama Nia?" Tanya Dian penasaran, secara Dian merasa kalau dia lebih cantik dari Nia, tapi kenapa Aldi dan Oget justru malah dekat sama Nia.
"Suka aja. Udah ah, nggak usah dibahas." Protes Oget lalu meninggalkan Dian yang manyun karena tidak ditanggapi.
Reyhan menyuruh Nia untuk pulang duluan dengan menyuruh supir pribadinya menjemput Nia. Reyhan tidak bisa tidur semalaman karena pernyataan Oget yang meminta Nia untuk menjadi pacarnya Tidak tahu kenapa, dilidah selalu bilang tidak, tapi hati dan perasaan Reyhan merasa tidak suka kalau ada yang dekat Nia.
"Ayo nyonya, Pak Rusdi sudah di depan." Ajak Rani.
"Tapi mbak, kan ini belum selesai. Masa iya aku kabur di acara penutupan." Protes Nia
"Tadi saya sudah bilangin sama dosen yang bertanggung jawab, kalau penutupannya diwakilin sama yang lain." Jawab Rani.
"Aku telpon mas Rey dulu deh." Kata Nia kesal.
"Minta nomor mas Rey dong mbak." Kata Nia sambil nyengir, karena baru ingat dia tidak punya nomor Reyhan, dan karena memang jarang megang hp, Nia juga sampai lupa kalau hp lamanya diganti Reyhan dengan yang baru, dimana cuma ada nomor Reyhan dan Rani saja.
"Ada di contact hp nyonya." Jawab Rani
Assalamualaikum Wa Rohmatullahi Wa Barakatuh. Mas, pulangnya nanti siang aja ya, barengan tim." Kata Nia langsung sebelum Rey menjawab salamnya.
"Kamu harus pulang sekarang. Tidak ada bantahan." Jawab Reyhan yang langsung memutuskan sambungan telponnya, yang membuat Nia memandang hpnya heran.
"Ck.. dasar, suami nggak jelas." Dumel Nia.
"Suami siapa Ni?" Tanya Aldi yang sudah berdiri disamping Nia.
"Suami orang." Jawab Nia ketus.
"Idih, kamu godain suami orang?" Tanya Aldi terkejut dengan suara besar yang membuat beberapa orang yang ada didekat mereka langsung memandang Nia dan Aldi, yang membuat Nia langsung membekap mulut Aldi dengan tangannya.
"Tangan kamu wangi." Kata Aldi yang berbicara dengan susah payah, yang membuat Nia segera melepaskan bekapan tangannya di mulut Aldi.
__ADS_1
"Mulut jaga. Ntar dikira aku beneran lagi, gangguin laki orang." Kata Nia masih ketus.
"Ya habis, kamu pagi-pagi telponan, terus bilang suami nggak jelas, aku tanya suami siapa, kamu bilang suami orang. Berarti kamu hubungi suami orang dong." Bela Aldi.
"Ya iyalah suami orang. Masa suami monyet. Nggak bisa bahasa monyet aku." Kata Nia yang membuat Aldi tertawa melihat tingkah temannya.
Nia akhirnya pulang duluan bersama Rani dan Leo, karena Reyhan menghubungi pihak kampus, dan meminta Nia untuk segera pulang.
Perjalanan dari tempat kamping ke rumah Reyhan membutuhkan waktu sekitar 2 jam, membuat Nia memutuskan untuk melepas softlensenya, melepas tanda hitam dipipinya, serta membersihkan wajahnya menggunakan cairan pembersih wajah.
Leo yang merupakan laki-laki normal, kagum melihat bareface Nia, yang membuat Rani harus berdehem agar Leo tidak terus-terusan curi-curi pandang ke Nia.
"Mbak, Nia tidur dulu ya. Nanti kalau udah sampai bangunkan aja." Kata Nia lalu bersiap-siap merebahkan sandaran kursi, agar Nia bisa istirahat selama perjalanan, karena jalan yang berbelok-belok, membuat Nia menjadi mual dan sakit kepala.
Nia yang memang kurang tidur dan sangat lelah, segera menuju alam mimpi, bahkan mungkin bermimpi indah, karena wajahnya terlihat sangat tenang ketika tidur.
"Kamu jangan berfikiran macam-macam. Kamu tahukan bagaimana posesifnya tuan?" Kata Rani memperingatkan Leo yang masih curi-curi pandang.
"Maaf." Ucap Leo, dan kembali konsentrasi menyetir.
Di jalan sebenarnya Nia tidak bisa tidur nyenyak, jalan yang kurang bagus, membuat Nia harus mengeluarkan isi lambungnya, yang belum terisi makanan.
Nia yang beberapa kali muntah saat diperjalanan, menyebabkan tubuhnya menjadi lemas, dan untuk mengusir sakit kepalanya, Nia kembali memejamkan matanya dan mulai tertidur, saat kondisi jalanan sudah mulai bagus.
Sesampainya di rumah, Reyhan yang tahu kedatangan Nia menunggu di depan pintu.
"Mana Nia?" Tanya Reyhan sama Rani yang baru turun dari mobil.
"Nyonya masih tidur tuan. Beberapa kali muntah, dan kondisinya sedikit lemas." Jelas Rani, membuat Reyhan segera menuju posisi pintu bagian Nia duduk.
Reyhan memandang Nia yang masih tertidur, karena terlihat nafasnya yang naik turun dengan teratur. Reyhan memutuskan untuk menggendong Nia ala brydal style untuk membawanya ke kamar.
Nia yang beberapa kali pernah tidak sengaja berpelukan dengan Reyhan, merasa nyaman dengan aroma tubuh Reyhan, membuat Nia semakin nyaman dengan tidurnya. Tubuh Reyhan yang lebih besar dari Nia, tentu saja, membuat Reyhan tidak kesulitan menggendong istri mungilnya menuju kamar, dan membaringkan perlahan Nia di atas tempat tidur, dan menyelimuti tubuh Nia.
__ADS_1
Reyhan sangat suka memandangi wajah Nia ketika sedang tidur. Tidak tahu kenapa, sekarang hal itu menjadi hobi baru baginya. Apalagi melihat iris emerald Nia ketika baru bangun, saat bulu mata lentiknya mengerjap naik turun untuk menormalkan pandangan.
Reyhan tersenyum memandang Nia, dan mengecup lembut bibir perempuan yang sah menyandang status istrinya, walau terpaksa.