Menjadi Istri Ketiga Juragan

Menjadi Istri Ketiga Juragan
Hanya Ada Satu Cinta


__ADS_3

Untuk yang kedua kalinya, Wisnu ada di rumah sakit ini, menanti kelahiran anaknya yang menurut hasil USG beberapa bulan yang lalu berjenis kelamin laki-laki.


Tak sampai 15 menit, terdengarlah suara tangisan bayi. Walaupun ini yang kedua kalinya bagi Wisnu, tetap saja ia merasa sangat gembira. Kakinya bahkan sampai gemetar saat mendengar suara tangisan anaknya.


Kumala yang juga ikut menemani terlihat sangat bahagia. Ia akan memiliki 4 orang cucu sekarang. Walaupun ia tahu kalau Lisa bukanlah darah daging Wisnu dan Naura namun Kumala juga menaruh kasih yang sama terhadap Lisa apalagi saat dilihatnya Naura tak pernah membedakan antara Lisa dan si kembar.


Wisnu pun dipanggil untuk mengazani anaknya. Pria itu tak dapat menahan air matanya saat melihat wajah tampan anaknya dengan pipi yang sangat gembul. Wajar saja, karena putranya ini lahir dengan berat badan 4,2 kg. Naura memang tak mengalami masa ngidam yang sulit seperti saat kehamilan pertamanya. Kali ini, Naura memakan semua makanan yang disiapkan untuknya.


"Ku berikan kau nama Daffa Aakil Furkan. Artinya lelaki cerdas yang kuat. Semoga Allah menjadikanmu anak yang soleh. Amin."


"Amin....!" sambut Naura dengan perasaan bahagia.


Setelah Wisnu memberikan anaknya kembali pada suster untuk diletakan di kamar bayi, Wisnu pun mendekati istrinya yang sudah siap di pindahkan ke kamar perawatannya.


"Naura, istriku. Aku tak tahu lagi harus bagaimana mengungkapkan rasa bahagiaku. Aku kini punya 2 putra dan 2 putri."


"Kau orang baik, mas. Semua penduduk desa mendoakan keluarga kita karena mas sudah membawa banyak perubahan bagi penduduk desa permai."


Wisnu membelai wajah istrinya. "Aku bisa jadi seperti ini karena Allah memberikan aku seorang istri yang luar biasa."


"Aku mencintaimu mas. Sangat mencintaimu." kata Naura dengan mata yang berbinar.


"Aku lebih mencintaimu, sayang."


Lalu Wisnu menunduk dan mengecup bibir Naura dengan luapan rasa cinta yang sangat besar.


Kumala yang melihat itu dari cela pintu yang terbuka turut merasakan kebahagiaan. Dina, kau bisa tenang di alam sana. Lelaki yang kau cintai sudah mendapatkan kebahagiaan yang sejati. Dia adalah adik mu. Ibu pun tak kesepian lagi karena Wisnu dan Naura sangat menyayangi ibu.


*********


5 tahun kemudian


Si kembar Elmira dan Erdana kini sudah berusia 9 tahun. Keduanya bersekolah di kota di SD yang ada di desa. Wisnu mendatangkan guru les dari kota untuk mengajar tambahan bagi anak-anaknya. Mereka les piano, gitar. Ada juga guru les khusus pelajaran bahasa Inggris, Arab dan Mandarin. Guru les matematika dan ilmu pengetahuan alam lainnya. Makanya jangan heran, anak-anak Wisnu memiliki IQ yang sangat tinggi. Si tampan Erdana pun sudah beberapa kali memenangkan lomba pidato bahasa Inggris. Dia juga sangat pintar membaca Alquran.


Elmira lebih tertarik pada dunia seni peran. Sebagaimana Naura dulu sangat menyukai teater, Elmira sejak berusia 5 tahun sudah membintangi beberapa iklan. Ia bahkan sudah memainkan 2 film. Kalau untuk sinetron, Wisnu tak mengijinkan karena akan sangat menyita waktu Elmira untuk belajar dan bermain.


Si kecil Daffa telah menunjukan bakatnya di bidang pertanian. Daffa yang kini berusia 5 tahun, senang sekali jika Wisnu mengajaknya ke ladang. Ia sama sekali tak takut memegang cacing. Wisnu kini tahu kalau anaknya itu dapat meneruskan pekerjaannya di desa ini.


Gading dan Jeslin sudah pindah ke kota. Karena ayah Jeslin sudah meninggal makanya Jeslin kini tinggal bersama ibunya.


Anak-anak itu pun jarang bertemu, sampai suatu hari, mereka diundang oleh Satria untuk merayakan hari ulang tahun putri keduanya yang bernama Chakira Yasmin. Gadis itu berusia 7 tahun saat ini.


Mereka bagaikan reuni kembali. Apalagi Jeslin dan Naura. Kesibukan Jeslin yang kini bekerja di perusahaan orang tuanya membuat ia jarang ketemu dengan Naura. Karena Naura juga sibuk dengan semua pekerjaannya di desa sebagai pendamping Wisnu yang tetap dipilih masyarakat untuk menjadi kepala desa di periode yang kedua.


"Nyonya Furkan, kau kelihatan makin cantik saja. Aku suka gaya busana gamis mu yang modern dan tak ketinggalan zaman." puji Gayatri yang kini sudah berhijab juga.


"Kamu juga cantik Gayatri. Melahirkan dan mengurus dua anak tak membuatmu kelihatan tua. Malahan semakin muda. Kau sudah pintar berdandan juga. Dan aku sudah katakan, berhentilah memanggil aku Nyonya. Bukankah usia kita sama?"


Gayatri tersenyum. "Sudah kebiasaan, nyonya, eh Naura."


Jeslin pun datang bersama Gading. Ia terlihat sebagai wanita karir yang modern. Warna rambutnya saja sudah berubah menjadi coklat keemasan. Ia terlihat sebagai mama mudah yang sangat modern.


Kedua anak Jeslin Mentari dan Mendrika datang juga bersama mereka.


"Naura, aku sangat kangen padamu. Terakhir kita bertemu saat ulang tahun perusahaan juragan. Itu sudah 6 bulan yang lalu." Ujar Jeslin sambil memeluk sahabat karibnya itu.


"Kau terlalu sibuk sebagai wakil direktur perusahaan mu. Aku membaca di media sosial kalau kau adalah wanita karir yang sukses. Sama suksesnya dengan mas Gading yang mengolah perusahaan mas Wisnu di kota." puji Naura membuat Jeslin sedikit tersanjung.


"Asal kamu tahu aja, ya. Aku dan mas Gading pernah beberapa bersaing untuk memenangkan tender sebuah proyek. Dan mas Gading selalu mengalahkan ku. Ia terlalu setia pada juragan Wisnu sampai tak mau mengalah sedikitpun kepadaku. Akhirnya, aku menghukum dia seminggu tanpa bercinta. Eh, dianya Cuek aja. Terpaksa aku yang merayu dia duluan." kata Jeslin membuat Naura dan Gayatri tertawa. Soal yang itu, Jeslin sama sekali tak berubah.

__ADS_1


Di bagian anak-anak bermain, mentari mendekati Erdana yang nampak sedang memperhatikan saudara kembarnya bermain lompat tali.


"Hallo, Er. Apa kabar?" tanya Mentari.


"Baik. Kamu, apa kabarnya juga?"


"Baik. Seperti yang kau lihat. Kenapa nggak ikut bermain?"


"Lompat tali? Malas ah, di desa aku sudah keseringan bermain itu. Lagi pula bajunya rapih begini, bagaimana bisa aku bermain?"


'Aku tonton film terbaru Elmira. Ceritanya bagus."


"Alhamdulillah kalau banyak yang menyukainya. Ide cerita itu datangnya dari Elmira sendiri. Ia kemudian menceritakan pada Tante Ririn sebagai sutradaranya, eh langsung dibuat."


Mentari menatap Elmira yang sedang asyik bermain. "Kakak kembar mu itu memang hebat. Aku salah satu fansnya."


Erdana hanya tersenyum. Mentari menyukai senyum Erdana. Sejak kecil ia selalu menyukai cowok ini. Tak banyak bicara namun terlihat ramah dan sangat disukai oleh penduduk desa.


Daffa mendekati mereka, "Abang, tolong ambilkan aku kue ya? Mejanya terlalu tinggi."


Erdana memegang tangan adiknya setelah permisi pada Mentari. Ia memang sangat menyayangi Daffa. Ibunya selalu mengajarkan mereka untuk saling menjaga sebagai sesama keluarga.


Ketika Daffa berlari sambil membawa kue, ia tak sengaja menabrak Chakira dan membuat gaun gadis itu kotor terkena coklat dari kue yang Daffa pegang.


"Gaunku...!" Chakira hampir menangis.


"Eh, kenapa menangis sayang?" Erdana mendekat. Ia mengambil tissue lalu membersihkan gaun Chakira.


"Maafkan Daffa, ya? Ia terlalu senang mendapatkan kue yang sangat enak. Makanya ia tak melihat kalau Chakira sedang berjalan ke arahnya."


"Gaunku jadi kotor." ujar Chakira dengan wajah yang cemberut.


"Terima kasih, kak." ujarnya dan segera pergi dengan wajah gembira.


Mentari yang melihatnya menjadi cemberut. Ia segera berbalik dan hendak pergi namun ia justru menabrak Prayuda, anak dari dokter Yuda yang berusia 11 tahun.


"Mentari, ada apa?" tanya Prayuda.


"Nggak." Mentari akan pergi namun Prayuda menahan tangannya. "Nih coklat. Kamu suka coklat Swiss ini kan?"


Mata Mentari langsung berbinar melihat coklat kesukaannya itu.


"Terima kasih kak Prayuda."


"Sama-sama cantik!"


Dari jauh, dokter Yuda melihat anaknya. Ada rasa bangga karena anaknya bisa dekat dengan Mentari.


"Mas, ayo duduk. Aku lapar." ajak Lusy, istri kedua Yuda. Sejak 3 tahun yang lalu, Yuda memutuskan untuk berpoligami. Istri keduanya ini seorang perawat. Mereka sudah dikaruniakan seorang putra. Semetara Bella, istri pertama Yuda menerima semuanya dengan lapang dada. Walaupun terkadang ia merasa sakit hati karena Yuda kini lebih perhatian pada istri keduanya, Bella menyibukkan diri dengan pekerjaannya.


Satria menyambut kedatangan Yuda dan Lusy dengan senyuman yang sedikit dipaksa. Ia sebenarnya tak terlalu suka jika Yuda menikah dengan Lusy yang terlihat matre itu. Namun Yuda tak mau mendengarkan nasehat sahabatnya itu.


"Di mana Bella?" tanya Satria saat Lusy meninggalkan mereka untuk mengambil makanan.


"Sibuk dengan bisnisnya."


"Kamu sengaja nggak mengajak dia kan?"


Yuda menatap sahabatnya itu. "Kamu kan tahu kalau Bella nggak mungkin ikut jika ia tahu Lusy juga ikut."

__ADS_1


"Kau ini."


Yuda menatap Jeslin yang sedang asyik bercerita dengan Gayatri dan Naura. Sangat jelas terlihat di matanya kalau ia masih merindukan Jeslin.


"Lupakan dia, Yud. Dia sudah bahagia dengan suami nya. Belajarlah untuk menerima kenyataan agar kau bahagia dengan kedua istrimu. Aku pun sudah melupakan perasaan ku pada Naura. Aku mencintai Gayatri. Ibu dari kedua anakku. Dan aku bahagia bersamanya."


Yuda menarik napas panjang. "Kau tak tahu sebesar apa cintaku pada, Jeslin. Tak akan pernah hilang walaupun aku memiliki seribu wanita di sampingku."


Satria hanya bisa menggeleng. Ia tak tahu mengapa sahabatnya itu sangat susah melupakan perasaannya pada Jeslin.


*********


Malam telah larut. Naura sudah memeriksa ketiga anaknya yang kini telah terlelap. Secara perlahan ia membuka pintu kamar dan melihat Wisnu sedang duduk sambil membaca beberapa laporan.


"Sudah malam, mas. Ayo tidur!" Kata Naura lalu mengambil kertas-kertas itu dan menyimpannya di dalam laci meja.


Wisnu tersenyum. Ia menarik Naura sehingga istrinya itu duduk di pangkuannya. "Kau cantik!" katanya sambil membelai rambut Naura yang semakin panjang.


"Aku tahu. Makanya mas Wisnu nggak mungkin melirik gadis lain kan?"


Wisnu terkekeh. "Jika aku melakukan itu, maka aku sudah gila."


Naura menatap suaminya. "Coba saja kalau berani melirik perempuan lain apalagi meminta ijin poligami. Aku akan membuat mas sengsara dengan memukul mas sampai setengah mati. Aku juga akan menghajar perempuan itu. Dan aku akan pergi meninggalkan mas Wisnu dengan membawa ketiga anakku."


Wisnu tertawa. "Wah, ancamannya sangat menakutkan. Aku mana berani?"


Naura mencium bibir suaminya. "Hanya ada aku kan, juragan?"


"Hanya ada kamu, sayangku."


Naura tersenyum bahagia. Ia tahu kalau Wisnu sudah mencintainya seutuhnya. Ia tak pernah lagi melihat Wisnu menyimpan foto Diana di lemari atau laci meja kerjanya. Yang ada kini hanya ada foto Naura, Lisa, dan ketiga anak mereka.


"Juragan!" Naura memekik kaget saat Wisnu sudah mengangkat tubuhnya.


"Sebutkan kata itu jika aku memasuki mu, ya?"


"Ih....juragan genit."


"Tapi kan genit hanya padamu, sayang. Siapa tahu kita bisa punya momongan lagi."


Naura tertawa dalam dekapan suaminya. Istri ketiga yang kini menjadi istri satu-satunya.


**********


Terima kasih sudah mengikuti cerita ini dari awal sampai akhir.


jangan lupa dukung kisah terbaru emak yang berjudul : CINTA SANG PEMILIK TAHTA


Sabar menunggu kisah anak-anak mereka ya moga-moga judulnya nggak berubah. Namun yang terlintas di kepala emak yaitu : CINTA PARA ANAK JURAGAN


jangan di unfaforit dulu ya soalnya ada pemberitahuan di sini kalau aku sudah up kisah para anak juragan


ada juragan Wisnu


ada juragan dokter (Satria dan Yuda)


dan jurangan kota si akang Gading


Love you all

__ADS_1


T. A. M. A. T


__ADS_2