Menjadi Istri Ketiga Juragan

Menjadi Istri Ketiga Juragan
Gading Yang Istimewa


__ADS_3

Rasanya waktu 45 menit cepat sekali berlalu. Keduanya belum merasa cukup untuk saling melepaskan rindu setelah 8 hari secara terpaksa dipisahkan oleh mamanya Jeslin.


Walaupun acara saling melepaskan rindu ini hanya sekedar pelukan dan ciuman saja karena Jeslin ternyata baru kedatangan tamu bulannya tadi pagi. Keduanya nampak kecewa namun ada rasa syukur juga karena tak tenggelam dalam balutan gairah yang membawa dosa.


Ponsel Naura berbunyi. Nyonya Elsa menelepon. Ia sebentar lagi akan sampai di lobby apartemen. Naura dan Wisnu bergegas ke kamar. Tanpa mengetuk pintu, Naura langsung membukanya.


Wisnu dan Naura kaget melihat Gading dan Jeslin hanya duduk di sofa sambil berpelukan dan tempat tidur nampak masih rapih.


"Cepat banget? Atau kalian melakukannya di sofa?" tanya Wisnu membuat wajah Gading dan Jeslin sama-sama menjadi merah.


"Kami hanya menikmati kebersamaan ini dengan duduk seperti ini, tuan. Karena Jeslin sedang kedatangan tamu." Jawab Gading malu-malu. Dia dan Wisnu memang tak ada rahasia.


"Mas.....!" Jeslin mencubit pinggang Gading membuat pria itu hanya terkekeh.


"Ternyata nasib kita sama." Kata Wisnu nyaris tak terdengar namun bisa ditangkap oleh pendengaran Naura yang berdiri tepat di sampingnya.


"Mama Elsa bentar lagi tiba. Ayo kita turun!"


Jeslin mengangguk. Ia mengambil tangan Gading dan mencium punggung tangan pria itu. "Aku pergi dulu ya mas." pamitnya.


"Sebentar!" Gading mengambil sesuatu dari atas meja. Ternyata sebuah ponsel. "Ini ponsel baru untukmu. Hanya ada nomorku, tuan Wisnu dan nyonya Naura di dalamnya. Aku akan menghubungimu, jika kau yang menghubungi aku lebih dulu."


Jeslin mengangguk. Ia memasukan ponsel itu ke dalam tas selempang yang dibawahnya.


Setelah itu Jeslin dan Naura turun ke lobby sambil membawa tas berisi barang-barang Naura.


"Naura, mau kemana? Lebih baik kami antar saja." Elsa menawarkan bantuan. Ia memang menyayangi Naura.


"Aku menunggu jemputan mas Wisnu, tante. Terima kasih."


Elsa mengangguk. Jeslin memeluk Naura sebelum masuk ke dalam mobil mamanya. Mobil mewah itu pun pergi meninggalkan kompleks apartemen itu. Tak sampai 2 menit, Gading dan Wisnu sudah keluar.


"Terima kasih ya tuan, nyonya. Aku bahagia bisa bertemu Jeslin hari ini." kata Gading saat mereka meninggalkan kompleks apartemen.


"Aku tahu kalau kalian sudah saling mencintai.Berjuanglah untuk cinta kalian."


Wisnu tersenyum mendengar kata-kata Naura. "Aku juga harus berjuang untuk mendapatkan hatimu?" bisik Wisnu.


"Juragan!" Naura menatap tajam ke arah Wisnu. Gading yang sedang menyetir langsung tertawa. Ia tak bisa membayangkan betapa sabarnya Wisnu menghadapi istrinya yang sangat keras kepala itu.


*********


Setelah pertemuan di apartemen Wisnu, Jeslin semakin meyakini bahwa dia mencintai Gading. Pria itu memberikan warna lain dalam hatinya dengan cara dia mencintai Jeslin.


Seperti hari ini, Jeslin baru saja selesai konsultasi dengan dosen pembimbingnya dan ia sedang menunggu jemputan nyonya Elsa di depan kampusnya.


Tiba-tiba sebuah mobil yang sangat dikenal oleh Jeslin berhenti.


"Yuda? Ngapain loe di sini?" tanya Jeslin melihat pria itu turun dengan tampang kusut, sedikit brewokan karena tak bercukur selama beberapa minggu.


"Jeslin, ayo kita bicara!"


"Mau bicara apa lagi? Diantara kita sudah selesai. Kita sudah finish!"


"Nggak, Jes. Gue nggak bisa tanpa loe. Kalau loe mau, gue akan ceraikan bini gue sekarang juga." Yuda memohon. Matanya bahkan sudah berkaca-kaca dan Jeslin dapat mencium bau alkohol di sana.

__ADS_1


"Loe mabuk? Nggak sadar juga gara-gara minuman hubungan kita jadi begini? Seharusnya loe berubah, Yuda. Usia loe sudah 26 tahun. Loe bukan lagi ABG yang harus hura-hura. Dan asal loe tahu ya, kalau gue dan mas Gading akan segera menikah."


"Nggak! Gue nggak akan ijinkan." Yuda menarik tangan Jeslin. " Gading pasti hanya pelampiasan bagimu kan?"


"Lepaskan!" teriak Jeslin namun Yuda begitu kuat memenang tangannya.


Ia memanggil dua orang anak buahnya yang ada dalam mobil. Mereka bertiga menarik paksa Jeslin untuk masuk ke dalam mobil. Suasana kampus yang sunyi di sore itu membuat tak ada yang menolong Jeslin.


"Lho, itu kan Jeslin? Dan itu Yuda? Pak Mul, tolong ikuti mereka." Nyonya Elsa yang datang menjemput Jeslin langsung panik melihat anaknya diseret masuk ke dalam mobil. Ia mengambil ponselnya dan segera menelepon suaminya.


"Hallo tante, ada apa?"


"Mengapa tante menelpon kamu ya Naura? Tapi tolong tante, nak. Yuda menculik Jeslin. Nih Tante sementara mengikuti mobil mereka. Lho pak Mul, kemana mobil Yuda?"


"Mobil itu menerobos lampu merah, nyonya." kata Pak Mul, sang sopir yang berusia sekitar 50 tahun.


"Cepat cari pak Mul. Aku nggak mau kalau Yuda sampai mempermainkan anakku. Apalagi mencelakainya."


Naura yang mendengar dari seberang langsung ikut panik juga. Saat sambungan telepon dengan Elsa terputus, Naura langsung menghubungi Wisnu dan Gading.


*********


Jeslin yang sedang di sekap dalam sebuah gudang milik keluarga Yuda yang letaknya di pinggiran kota, berusaha membuka tali yang mengikat tangannya. Yuda sedang keluar dan kedua orang yang menjaganya sedang asyik bermain game di hp mereka masing-masing.


Berulang kali Jeslin mencoba membukanya namun ia tak bisa. Ia bahkan mulai merasakan kelelahan.


"Mas Gading.....!" Jeslin menyebutkan nama Gading. Ia berharap kalau lelaki itu bisa datang dan menyelamatkannya.


Pintu gudang terbuka. Yuda masuk bersama 3 orang lelaki.


"Tidak sayang! Malam ini kita berdua akan berangkat ke Kalimantan dengan pesawat yang ku sewa."


"Loe gila, Yuda."


"Ya. Gue memang sudah gila. Gue nggak bisa melihat loe dengan orang lain." Teriak Yuda histeris.


"Terimalah kenyataannya kalau kita tak berjodoh."


Yuda menggeleng. "Apapun keadaannya, loe akan tetap menjadi milik gue."


Jeslin kini merasa takut dengan Yuda. Lelaki itu terlihat kacau. Ia sangat frustasi karena kehilangan Jeslin dan tak lagi memakai akal sehatnya.


Tak jauh dari situ sudah ada Wisnu, Gading, Naura, Elsa dan suaminya Surya. Gading bisa melacak GPS ponsel yang diberikannya pada Jeslin. Mereka juga sudah menghubungi orang tua Yuda dan sebentar lagi orang tua Yuda akan datang. Mereka memohon agar jangan melibatkan polisi.


Tak lama kemudian, orang tua Yuda datang. Mereka pun mendekati gudang itu. Tepat di saat itu Jeslin sementara ditarik keluar untuk masuk ke sebuah mobil yang sudah menunggu mereka.


"Yuda, lepaskan putri ku!" teriak Elsa yang sudah tak tahan mendengar teriakan putrinya.


Yuda langsung mengambil pistol yang ada di balik kaosnya dan menodongkannya di kepala Jeslin.


"Hei nyonya Elsa, putrimu sudah menjadi milikku seutuhnya. Akulah lelaki pertama yang merenggut kesuciannya. Akulah lelaki yang sudah berkali-kali meniduri putrimu. Kau pikir aku akan melepaskannya untuk di miliki oleh asisten juragan itu? Aku lebih muda dan lebih tampan darinya. Aku lebih baik melihatnya mati dari pada membiarkannya dimiliki oleh orang lain." Kata Yuda.


Air mata Jeslin mengalir. Ia tak menyangka kalau cinta Yuda kepadanya sudah menjadi suatu obsesi yang menakutkan.


Elsa terkejut mendengar pengakuan Yuda.

__ADS_1


"Lepaskan kekasih ku, Yuda." Kata Gading dengan tenang. Ia menodongkan juga sebuah pistol.


"Jangan Gading. Kau bisa membunuh putriku." Teriak Elsa namun Wisnu memberikan isyarat agar Surya menahan istrinya. Wisnu tahu kemampuan menembak Gading bahkan lebih baik dari dirinya.


"Kamu mau menjadi pahlawan kesiangan? Dengar Gading, Jeslin adalah milikku!" Yuda tersulut emosi.


Gading maju beberapa langkah. "Itu dulu. Namun setelah kau menikah, Jeslin bukan lagi milikmu. Melainkan milik ku. Aku dan Jeslin saling mencintai. Aku menerima dirinya dengan segenap hatiku walau pun kau mengatakan kalau kau sudah menidurinya berkali-kali. Bagiku Jeslin adalah wanita baik yang pantas aku miliki."


"Tidak....!"


"Jangan, nak. Sadarlah! Kau akan melakukan kesalahan." Helen, ibunya Yuda memohon kepada putranya.


"Menjauh....!" teriak Yuda ketika Gading semakin mendekat. Dan sebelum Yuda melakukan apapun, Gading dengan cepat menembak pistol yang di pegang oleh Yuda dan saat pistol itu jatuh, Wisnu berlari dan mengambil pistol itu membuat Yuda geram. Tangannya yang memegang Jeslin terlepas membuat Jeslin langsung berlari ke arah Gading dan memeluk lelaki itu sambil menangis ketakutan.


Dengan cepat, Teddy, Papanya Yuda langsung mengamankan putranya. Dan Karena Yuda dalam keadaan mabuk, ia dengan cepat dilumpuhkan.


**********


Elsa memeluk putrinya dengan erat. Mereka sudah tiba di mansion keluarga Suratinojo. Yuda sudah di bawa ke rumah keluarganya dan akan menerima perawatan sekaligus juga konsultasi dengan psikiater.


"Jes, kami mau pulang dulu ya?" pamit Naura. Wisnu dan Gading pun ikut berdiri dari tempat duduk mereka.


"Nak Gading, berapa lama kau akan menyiapkan pesta pernikahanmu dan anakku?" tanya Elsa membuat semua yang ada di ruangan itu menatap sang nyonya tak percaya.


"Nyonya menerima kami? Tentu saja aku dapat menyiapkannya secepat mungkin." Kata Gading dengan perasaan gembira.


Jeslin memeluk mamanya lagi. "Terima kasih, ma." kata Jeslin senang.


"Aku ingin seribu undangan, dengan tema negeri dongeng, bunganya harus putih semua, mas kawinnya harus satu set perhiasan yang terbuat dari berlian. Aku mau gaun pengantinnya rancangan dari perancang terkenal dan sovenirnya jangan yang murahan."


"Mama....!" Jeslin terkejut mendengar permintaan mamanya.


"Kami sanggup, nyonya." kata Wisnu sambil menepuk bahu Gading.


"Baguslah. Pernikahannya satu bulan dari sekarang."


Dasar nyonya matre. Di saat seperti ini masih saja memikirkan masalah harta. Guman Naura dalam hati.


Saat mereka akhirnya pulang, Wisnu mendapatkan SMS dari Surya Suratinojo.


Nak Wisnu, tolong katakan pada calon menantuku, untuk acara resepsinya, gaun dan lain-lain, aku yang akan membiayainya. Gading siapkan saja mas kawinnya. Ini akan menjadi rahasia aku, nak Wisnu dan nak Gading. Please jangan menolak karena aku sungguh bersyukur Jeslin mendapatkan lelaki sebaik Gading.


"Ada apa?" tanya Naura.


"Nggak ada apa-apa." Wisnu menjaga kehormatan Gading. Ia tahu untuk mas kawinnya saja Gading harus menghabiskan uang ratusan juta.


Wisnu sebenarnya ingin menawarkan bantuannya namun Surya sepertinya mengerti dengan keadaan Gading.


**********


Bagaimana acara pernikahannya ?


Tunggu kejutan yang luar biasa untuk Naura di acara pernikahan itu.


Emak besok nggak up ya...

__ADS_1


ada acara keluarga dari pagi sampai malam.


__ADS_2