Menjadi Istri Ketiga Juragan

Menjadi Istri Ketiga Juragan
Rencana Bulan Madu


__ADS_3

kalau mau gabung di grup chat mudah saja.


follow akun aku atau mba nonik nanti kirim nomor hp nya di chat pribadi atau langsung di grup chat NT.


*********


"Selamat pagi, sayang." Kata Wisnu sambil mencium pipi Naura.


Naura membuka matanya perlahan. Ia tersenyum menatap suaminya yang sudah mandi.


"Jam berapa ini?" tanya Naura.


"Jam 10."


"Apa? Sudah hampir siang ya?"


Wisnu memegang pipi istrinya. "Apakah kamu kelelahan?"


"Sedikit. Kita tidurnya sudah hampir jam 3." Naura bangun sambil menahan selimut di dadanya lalu bersandar di kepala ranjang.


"Aku lapar."


"Aku sudah pesan layanan kamar." ujar Wisnu sambil menunjuk ke arah ruangan sebelah dimana terdapat meja makan.


Naura tersenyum. Ia mencium pipi Wisnu. "Terima kasih, sayang."


"Sama-sama."


"Aku mau mandi dulu ya?"


"Ok. Mandilah."


Naura menatap Wisnu yang masih duduk dipinggir kasur. "Mengapa masih di sini?"


"Memangnya kenapa aku di sini?"


"Mas....., aku kan nggak pakai baju."


"Memangnya kenapa kalau tak pakai baju?"


"Mas Wisnu.....!" Naura melotot dengan wajah cemberut.


Wisnu tertawa lalu meringis karena Naura mencubit pinggangnya. Ia akhirnya berdiri saat wajah Naura terlihat cemberut. Naura pun turun dari tempat tidur lalu mengambil gaun tidurnya mengenakannya lagi secara cepat dan segera ke kamar mandi.


Sementara itu di kamar sebelah, Jeslin pun masih tertidur lelap sedangkan Gading sudah memesan layanan kamar untuk sarapan mereka.


Setelah semuanya siap, Gading mengambil setangkai bunga mawar dan membawanya ke tempat tidur.


"Hei istri cantikku, ayo bangun! Nanti kita terlambat ke bandara." kata Gading sambil menepuk pipi Jeslin pelan.


"Sedikit lagi, mas. Aku masih mengantuk." rengek Jeslin sambil menarik selimut dan menutup sampai kepala.


"Memangnya kamu ingin bulan madunya si tunda?"


"Bulan madu?" tanya Jeslin sambil membuka matanya. Ia bangun dan segera duduk. Tak peduli dengan selimut yang sudah melorot sehingga dada putihnya terekspos dengan beberapa tanda merah di sana.


"Memangnya kamu lupa kalau kita baru saja menikah kemarin? Bulan madu ini adalah hadiah dari tuan Wisnu untuk kita." Gading menyentuh wajah istrinya.


Jeslin tersenyum manis. Ia pun memegang wajah suaminya. "Mana mungkin aku lupa? Pagi ini sebenarnya aku masih ngantuk. Semalam kam kita tidur sudah jam 3 subuh."


"Salahmu sendiri. Setiap kali aku tanya, masih boleh nggak? Kamu jawabnya boleh dong sayang."


"Ini kan malam pengantin kita. Aku ingin sesuatu yang istimewa. Sesuatu yang akan kita kenang sampai kita tua nanti."


Hati Gading terasa berbunga-bunga. Ia memberikan setangkai bunga mawar itu. "Untukmu, sebagai tanda cintaku."


Jeslin menerima bunga itu. Ia mencium harumnya lalu menatap suaminya dengan intens. "Mas Gading, kamu benar-benar mencintai aku?"

__ADS_1


"Apakah kamu masih meragukannya?"


Jeslin menggeleng. "Aku melihat cinta di matamu. Semoga tatapan itu hanya untuk aku. Tak akan pernah berubah."


"Ya. Aku janji sayang. Sekarang mandilah. Karena Yunani sudah menunggu kita."


Mata Jeslin terbelalak. "Yunani? Maksudnya?"


"Kita akan bulan madu ke sana, sayang."


"Benarkah? Ah, andai saja Naura boleh ikut. Dulu aku dan dia pernah janjian untuk liburan ke Yunani dan terus ke Turki. Naura sangat suka dengan cowok Turki. Eh, siapa yang sangka ia menikah dengan mas Wisnu yang masih keturunan Turki"


"Kita memang tak akan pernah tahu bagaimana takdir yang sudah Tuhan tuliskan untuk kita."


"Dan aku sangat beruntung karena ternyata jodohku adalah mas Gading."


Gading memeluk Jeslin dan mencium dahi istrinya itu. "Aku juga bahagia bisa berjodoh denganmu, sayang."


"Jam berapa kita akan berangkat?"


"Jam 2 Siang"


"Baju-bajuku? Aku datang ke hotel ini hanya membawa 3 potong baju."


Gading tersenyum. "Koper kita pasti sekarang sudah ada di lobby hotel. Aku membeli baju, sepatu dan tas yang akan kau pakai selama kita bulan madu."


"Sungguh?"


"Ya."


Jeslin langsung menarik Gading sehingga cowok itu tidur terlentang di atas kasur.


"Kita masih punya waktu. 1 ronde." bisik Jeslin.


Gading menatap arlojinya. "Dua ronde."


********


Naura keluar dari kamar mandi dan melihat ada celana jeans dan kemeja putih. Wisnu pun sudah memakai baju yang sama.


"Memangnya ada apa sampai memakai baju couple kayak gini?" tanya Naura pada Wisnu yang sementara menyisir rambutnya di depan kaca.


Wisnu mengambil ponselnya dan membuka aplikasi tempat ia memesan tiket. "Bacalah."


"Ke Yunani? Maksud mas kita berdua?"


"Ya. Ke Yunani dan setelah itu ke Turki."


"Ah, mas Wisnu. Aku senang sekali." Naura langsung memeluk Wisnu dan mencium pipi suaminya itu secara bertubi-tubi.


"Sudah, Ra. Nanti kamu terlambat ganti baju dan nggak sempat sarapan." Wisnu menjauh sedikit. "Kamu tahu kan betapa kuatnya pesona tubuhmu ini? Aku jadi tak bisa menahan diri setiap kali kita berdekatan."


Naura tertawa. Ia pun segera memakai baju yang sudah Wisnu siapkan.


"Mas, kita kan nggak bawa baju."


"Koper kita sudah menunggu di bandara."


"Kau sengaja ingin membuat aku terkejut ya?"


"Masih ada satu kejutan lagi. Cepatlah ganti pakaian dan kita sarapan. Sebenarnya hampir makan siang karena ini sudah hampir jam 11."


Naura menggunakan make up natural lalu segera ke ruang makan. Ia duduk di hadapan Wisnu. "Andai Jeslin bisa ikut. Pasti sangat menyenangkan. Kami pernah janjian akan pergi liburan ke Yunani dan terus ke Turki. Aku suka cowok-cowok Turki."


"Oh ya? Kenapa kamu belum juga suka padaku ya?"


Naura menatap Wisnu. "Aku suka." katanya pelan.

__ADS_1


"Kamu bilang apa?" Wisnu penasaran. Sebenarnya ia mendengar apa yang Naura katakan namun ia ingin memastikannya.


"Aku bilang sangat suka dengan masakan ini." Naura menahan tawa lalu memasukan satu suapan ke mulutnya.


"Ra...., kamu ngomong apa?"


"Aku suka baju ini. Terima kasih ya, mas Wisnu."


"Ih....Ra, kamu suka sekali membuat aku penasaran."


'Nikmati saja sarapannya, mas."


"Kamu bilang suka kan, Ra?"


"Suka kan dapat berarti apa saja, mas. Suka bajunya, suka makanannya, suka hotelnya."


"Dan suka orangnya."


Naura hanya tertawa. "Rasa suka atau rasa cinta itu tak perlu diungkapkan, mas. Cukup lewat sikap saja."


Wisnu menatap Naura. Selama beberapa minggu ini, hatinya selalu mengatakan kalau Naura mencintainya juga. Namun keraguan selalu ada karena istrinya itu tak pernah mengatakannya. Ternyata pria juga butuh pengakuan.


*********


Jeslin menggandeng tangan Gading saat dilihatnya dua orang gadis menatap Gading sambil tersenyum dan saling berbisik. Ia baru menyadari bahwa Gading memang menarik perhatian kaum hawa. Bukan hanya soal wajahnya namun juga tubuh atletis suaminya itu pasti membuat para wanita ingin bersandar di lengan kokohnya itu.


"Ada apa, sayang?" tanya Gading yang baru saja selesai mengirim pesan. Ia kaget karena Jeslin nampak begitu posesif memeluk lengannya.


"Hanya ingin menunjukkan bagi para wanita-wanita yang melirik mu dengan penuh kekaguman bahwa mereka semua sudah kalah. Karena aku yang memilikimu."


"Waw....tersanjung aku kalau kamu begitu posesif menjagaku."


"Mas nggak suka?" tanya Jeslin takut jika hal ini membuat Gading menjauh.


"Lakukan apapun yang kamu mau pada diriku. Karena aku memang adalah milikmu!" bisik Gading lalu mencium pipi istrinya. Wajah Jeslin langsung bersemu gembira.


"Ayo masuk, mas." ajak Jeslin.


"Tunggu sebentar. Nah, itu mereka datang."


Jeslin menoleh ke arah telunjuk Gading.


"Naura dan juragan?"


Naura pun juga terkejut melihat Jeslin dan Gading ada di sana.


"Kalian bukannya sudah berangkat untuk bulan madu?" tanya Naura saat mereka sudah saling berdekatan.


"Baru saja mau berangkat." jawab Jeslin. "Kalian mau kemana?"


Naura menatap Wisnu. "Kami mau liburan."


"Bulan madu, sayang." rakat Wisnu.


"Kemana?" tanya Jeslin penasaran.


"Yunani dan setelah itu ke Turki."


"Kok sama?" Jeslin mengerutkan dahinya.


"Kalian suka? Kita akan ke Yunani secara bersama-sama." ujar Wisnu membuat Naura dan Jeslin saling berpelukan senang.


*********


Bagaimana bulan madu bareng mereka?


Bagaimana cara Naura mengungkapkan perasaannya?

__ADS_1


next episode ya...


__ADS_2