Menjadi Istri Ketiga Juragan

Menjadi Istri Ketiga Juragan
Sisi Lain Kehidupan Naura


__ADS_3

Sang pemilik pelabuhan pribadi itu sangat kaget karena orang yang menyewa pelabuhan sekaligus dengan kapal nya itu ternyata seorang penjahat. Sayangnya, orang itu sudah mati.


Ada 10 orang laki-laki yang bertugas di kapal itu. 6 diantaranya meninggal dan 4 orang mengalami luka bakar yang cukup serius. Polisi mengenali mereka sebagai kelompok penjahat bersenjata yang sering melakukan perampokan dan pembunuhan.


"Kami akan mengusut kasus ini secara tuntas, tuan Furkan. Semoga 4 orang yang selamat itu bisa memberikan keterangan yang baik. Mobil yang mereka pakai untuk menangkap istri anda adalah mobil curian yang dikabarkan hilang 2 hari yang lalu."


"Terima kasih." Kata Wisnu lalu segera menoleh ke arah Naura yang masih nampak kedinginan karena pakaian yang dikenakannya masih basah.


"Ayo kita pergi!" ajak Wisnu sambil menarik tangan Naura.


"Tunggu!" panggil Satria.


Wisnu menoleh dengan tajam ke arah Satria namun suaranya dibuat setenang mungkin karena bagaimanapun Satria telah menolong istrinya.


"Di mobilku ada baju ganti para gadis. Naura sebaiknya ganti baju dulu sebelum pulang. Nanti masuk angin." Ujar Satria.


"Ok, kak. Aku memang sangat kedinginan."


Satria mengambil beberapa tas para gadis yang ternyata juga tas Naura ada di sana. Setelah Naura mengganti pakaiannya di dalam mobil Wisnu, ia keluar lagi.


"Makasi kak. Kalau bukan karena tas ini, kakak pasti tak akan kembali dan melihat kejadian itu." Kata Naura dengan penuh ketulusan.


Satria hanya tersenyum. "Pergilah! Sampai di rumah jangan lupa minum air hangat dan mandi dengan air hangat. Jika kau merasa demam, teleponlah aku, nanti akan kuberikan resep obat untukmu."


Naura hanya mengangguk. Ia kembali masuk ke dalam mobil, dimana Wisnu dan Gading sudah menunggu. Mobil itu pun perlahan bergerak meninggalkan lokasi itu.


Sepanjang perjalanan, Naura memilih diam. Ia bahkan merasa mengantuk. Wisnu juga tak bicara. Pikirannya terus berputar ingin segera mencari tahu siapa yang ingin menculik Naura.


"Gading, kita kembali ke rumah desa saja." Kata Wisnu. Ia menoleh ke arah Naura yang sepertinya sudah tertidur. Wisnu melingkarkan tangannya di bahu Naura, dan secara perlahan Naura mendekatkan dirinya pada Wisnu lalu membaringkan kepalanya di bahu kekar suaminya itu.


**********


Setelah tiba di desa, Wisnu tak mengijinkan Naura untuk pergi ke villa. Naura menurut. Ia mandi air panas dan meminum minuman hangat yang disiapkan oleh Saima juga menikmati makan malam. Setelah itu ia kembali naik ke kamarnya dan tidur.


Wisnu berbincang dengan Gading. Ia juga memberi peringatan kepada para bodyguard. Sambil meminta Gading untuk memanggil orang-orang mereka dan menyelidiki kejadian ini.


Setelah itu Wisnu pun naik ke kamarnya. Ada rasa lega saat melihat Naura yang nampak terlelap sambil memeluk guling. Wisnu pun mengganti bajunya dengan piyama tidurnya. Ia naik ke atas tempat tidur, dan berbaring di belakang Naura. Perlahan ia memeluk tubuh Naura dari belakang sambil mencium rambut Naura, menikmati harum rambut hitam itu.


Mereka berdua belum saling bicara sejak kejadian itu. Wisnu masih menyimpan rasa marah dan cemburu saat melihat tangan Satria yang melingkar di bahu Naura. Ia tahu kalau Naura kedinginan sampai Satria memeluknya seperti itu. Namun tetap saja Wisnu tak rela. Rasa posesifnya semakin besar pada istri ketiganya ini. Wisnu tak akan pernah bisa menerima ada pria lain yang menyentuh Naura apalagi jika itu Satria. Pria yang masih disukai Naura sampai akhir ini.


Perlahan, mata Wisnu pun terpejam. Ia bahagia Naura kembali dalam pelukannya tanpa terluka. Satu lagi yang Wisnu ketahui tentang istrinya ini. Naura memiliki sisi bar-bar dalam dirinya. Namun justru itu yang membuat Naura bisa selamat.


Saat tengah malam, Wisnu kaget karena tak menemukan Naura ada di atas ranjang. Ia bangun dan sangat terkejut, melihat sosok berpakaian putih, sedang membelakanginya, sujud ke lantai.


Naura sholat?


Wisnu dapat melihat bagaimana Naura yang kini dalam posisi duduk sedang mengangkat tangannya. Entah apa yang istrinya itu ucapkan dalam sholat tahajutnya. Namun Naura terlihat menangis.


Tak lama kemudian Naura menyelesaikan sholatnya. Ia membuka mukenah lalu melipat sajadahnya. Ketika ia berdiri, Naura terkejut melihat Wisnu yang sudah duduk di atas tempat tidur.

__ADS_1


"Kau sholat?" tanya Wisnu.


"Iya."


"Tapi aku tak pernah melihat peralatan sholat mu."


"Aku menyimpannya di villa."


"Jadi kau tadi ke villa."


"Iya."


"Kenapa tak membangunkan aku?"


"Juragan terlihat sangat nyenyak. Lagi pula bodyguard juragan kan berjaga di luar."


Wisnu menarik napas lega. Naura meminum segelas air putih lalu kembali naik ke atas tempat tidur.


"Adakah sesuatu yang kau minta dalam sholat mu? Aku tak pernah melihat kau sholat tahajud."


"Ini memang sholat tahajud ku yang pertama setelah kita menikah. Aku bukan seorang muslimah yang taat. Sholat ku banyak sekali bolongnya. Namun malam ini, aku tak bisa tenang memikirkan orang-orang yang meninggal tadi karena ledakan kapal itu. Mereka pasti punya keluarga yang sedang menunggu mereka untuk pulang. Aku bisa membayangkan kesedihan para istri dan anak-anak saat tahu kalau suami dan ayah mereka sudah meninggal. Memang jalan yang mereka pilih salah. Menjadi seorang penjahat. Tapi mereka juga pantas kita doakan. Aku juga memohon Allah mengampuni ku karena sudah menyebabkan mereka seperti itu. Aku juga mendoakan keempat orang yang selamat itu agar bisa cepat pulih."


Hati Wisnu sangat tersentuh mendengar perkataan istrinya. Ia sungguh tak menyangka, dibalik sikap cuek, bar-bar dan pemberontakan yang sering Naura tunjukan, ia ternyata memiliki hati yang tulus. Ia bahkan mendoakan orang-orang yang sudah berusaha menculiknya.


Wisnu mendekat. Lalu membawa Naura dalam pelukannya. Naura tak menolak. Ia bahkan melingkarkan tangannya di pinggang suaminya.


"Terima kasih, Juragan."


"Ayo kita tidur lagi."


Wisnu berbaring dan membiarkan Naura berbaring di lengannya. Ia kembali mencium dahi istrinya. Wisnu berjanji akan menjaga Naura tanpa membiarkannya sendiri.


***********


Saat pagi menjelang, Wisnu bangun dan segera mandi. Ia kemudian turun ke bawa untuk melihat sarapan yang disiapkan oleh para pelayan. Wisnu ingin memastikan kalau sarapan yang Naura makan adalah sarapan yang bergizi. Bagaimanapun Naura baru selesai mengalami peristiwa yang buruk.


Setelah memastikan bahwa semua yang akan dimakan oleh istrinya bergizi, Wisnu pun menuju ke villa. Ia ingin memeriksa sistem keamanan di villa. Ia mengerti bahwa Naura sangat suka tinggal di villa itu makanya ia akan membuat villa itu bukan hanya sekedar nyaman untuk ditinggali tetapi juga aman.


Para bodyguard langsung mendekati Wisnu dan memberikan beberapa masukan menyangkut sistem keamanan yang ada.


Setelah itu, Wisnu masuk ke dalam villa, memeriksa sistem kunci pintu dan jendela. Saat ia berada di kamar Naura, Wisnu juga memeriksa semua jendela. Begitu telitinya ia memeriksa sampai tak sadar ia menyenggol tas Naura yang ada di atas meja dan membuat tas itu jatuh dan isinya juga berhamburan keluar karena tak ditutup. Wisnu memasukan lagi semua isinya sampai matanya menatap sebuah obat. Mata Wisnu langsung membulat saat membaca obat apa itu. Pil KB?


Naura mengkonsumsi ini? Tapi mengapa? Sejak kapan ia meminum ini?


Wisnu merasakan kalau hatinya sakit. Apakah Naura tak ingin hamil lagi anakku? Apa yang Naura rencanakan dengan meminum pil ini?


Pertanyaan-pertanyaan itu menggelisahkan hati Wisnu. Bahkan saat sarapan ia tak bersemangat.


"Ada apa, mas? Nggak lapar atau kurang berselera dengan menunya? Pada hal makanannya enak lho." Kata Naura setelah ia menghabiskan sarapannya dan melihat piring Wisnu yang isinya masih banyak.

__ADS_1


"Aku memang kurang berselera untuk makan pagi ini." Kata Wisnu tanpa bisa menyembunyikan keresahan hatinya. Ia ingin. langsung menanyakan perihal obat KB itu.


Tapi, sebelum Wisnu menanyakannya, terdengar suara salam dari pintu depan. Rupanya para gadis penari datang untuk mengunjungi Naura.


Naura mengajak mereka masuk dan mereka menanyakan keadaan Naura.


Diam-diam, Wisnu mengintip mereka yang nampak tertawa bersama Naura. Entah apa yang mereka bicarakan namun Naura terlihat bahagia bersama mereka.


Selama hampir satu jam Naura mengabiskan waktu bersama para gadis. Setelah itu, Naura menuju ke kamar Wisnu yang ada di lantai dua. Ia ingin mengambil ponselnya yang tertinggal di sana.


Saat ia masuk, dilihatnya Wisnu sedang berdiri membelakanginya sambil menatap keluar jendela.


"Juragan, ada apa?"


Wisnu membalikan tubuhnya. Ia menatap Naura dari ujung rambut sampai ujung kaki.


"Ada apa?" tanya Naura lagi karena ia semakin bingung dengan sikap Wisnu.


"Ra, mengapa kau menggunakan pil KB?"


Naura nampak terkejut namun ia menjawab Wisnu dengan tenang. "Karena aku belum siap hamil lagi. Aku masih trauma dengan keguguran yang baru saja aku alami."


Wisnu mendekat. Ia menaruh kedua tangannya di bahu Naura. "Aku mohon, jangan trauma untuk hamil lagi. Aku ingin memiliki anak darimu, Ra."


"Aku masih muda. Usiaku baru 20 tahun."


"Tapi usiaku sudah 30 tahun. Apakah kau tega membiarkan aku menjadi tua tanpa memiliki anak?"


"Minta saja pada istri juragan yang lain."


"Aku mau kamu!"


Naura memberanikan diri menatap mata Wisnu. "Aku mau hamil anakmu lagi, namun aku mungkin akan menjadi semakin egois. Karena aku ingin menjadi satu-satunya."


"Tapi, Ra. Kamu tahu kalau aku tak bisa begitu saja menceraikan mereka. Aku sudah berlaku tidak adil pada mereka selama ini. Bagaimana mungkin aku menyakiti mereka dengan menceraikan mereka berdua? Aku terikat janji, Ra."


Naura tersenyum. Ia melepaskan tangan Wisnu yang masih memegang bahunya.


"Kalau begitu, lupakan keinginan juragan untuk memiliki anak dariku." Lalu Naura segera berbalik, mengambil ponselnya dari atas nakas dan keluar kamat sambil membanting pintu di belakangnya.


Wisnu menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan frustasi. Ia ingin melepaskan Regina dan Indira demi Naura namun ia terikat janji dengan keduanya. Wisnu merasakan sesak di hatinya.


***********


Bagaimana kisah ini berlanjut?


Jangan lupa dukung emak ya guys....


karena episode-episode mendatang masa lalu Naura akan mulai dibuka.

__ADS_1


__ADS_2