Menjadi Istri Ketiga Juragan

Menjadi Istri Ketiga Juragan
Rahasia Yang Terkuak


__ADS_3

"Gading, hubungi kedua detektif itu. Katakan kalau aku ingin bertemu mereka sekarang juga." Kata Wisnu setelah ia melihat video yang merupakan adegan ciuman Regina dengan dokter Reno di depan sebuah kamar hotel. Jika dilihat dari tanggal pengambilan video itu, kejadiannya sudah beberapa minggu yang lalu.


"Baiklah tuan." Kata Gading dan segera menelepon kedua detektif itu.


Sesampainya di rumah, Wisnu memilih berdiam di ruangannya. Ia jadi ingat apa yang dikatakan Naura saat giliran Regina tiba dan Wisnu akan ke kota. Naura meminta Wisnu agar tak menyentuh Regina. Apakah karena Naura sudah tahu dengan perselingkuhan Regina? Lalu kenapa Naura tak mengatakannya secara langsung? Bukankah ia punya bukti hasil rekaman ini? Apa yang menyebabkan Naura menyimpannya? Apakah karena Naura juga berselingkuh?


Memikirkan hal itu, kepala Wisnu bertambah sakit. Bukan karena perselingkuhan Regina melainkan saat memikirkan kalau Naura akan berselingkuh darinya.


Satria adalah pria yang usianya hanya beda 2 atau 3 tahun dari Naura. Keduanya sudah lama saling memendam rasa dan saling jatuh cinta. Naura sendiri pernah mengatakan kalau ia masih mencintai Satria. Apalagi Satria adalah seorang lelaki tampan dan memiliki profesi sebagai seorang dokter dan dari keluarga yang terkenal juga. Perempuan mana yang sanggup.menolaknya?


Wisnu memijit pangkal hidungnya. Ia semalam hanya bisa tidur selama 2 jam saja dan sejak pagi sampai sore ia dan Gading terus mencari Naura.


"Tuan, kedua detektif sudah ada." Kata Gading."


"Persilahkan mereka untuk masuk!"


Dua detektif itu masuk. Yang menyelidiki Regina bernama Santoso dan yang mengikuti Indira bernama Jestro.


Santoso langsung mengeluarkan beberapa lembar foto yang sudah diambilnya untuk menunjukan bukti dari apa yang dilakukan oleh Regina.


"Beberapa hari yang lalu, istri tuan pergi ke sebuah apartemen. Apartemen itu berada di sebuah kawasan apartemen yang mewah dan agak ketat penjagaan nya. Saya tidak bisa masuk ke dalam untuk menyelidikinya. Istri tuan berada di apartemen itu dari jam setengah sepuluh malam sampai jam 4 subuh. Saya mencoba meretas nama-nama penghuni apartemen itu dan ini hasilnya. Ada 30 penghuni di gedung A."


Wisnu membaca nama-nama itu satu persatu. Ia langsung mendapatkan nama Reno Adiputra. Tak salah lagi, Regina pasti menghabiskan malamnya bersama Reno. Entah mengapa perasaan Wisnu biasa-biasa saja saat mengetahuinya.


"Ini ada foto-foto nyonya Regina saat masuk ke apartemen itu dan ini ada foto saat ia keluar lagi pada jam 4 subuh." Kata Santoso dengan wajah sedikit bingung melihat ekspresi sang juragan yang terlihat biasa saja.


Kini Jestro memberikan hasil pengamatannya selama beberapa hari ini.


"Nyonya Indira bertemu dengan seseorang di hotel Mandala. Saya berhasil mengambil foto lelaki yang datang ke kamar itu setelah nyonya Indira sampai sekitar 5 menit lebih awal. Nama lelaki itu adalah Hartono. Dia adalah kepala desa tempat tuan tinggal."


"Hartono dan Indira?"


"Iya. Menurut data yang akhirnya bisa aku dapatkan di hotel itu, keduanya sudah dua kali menginap di sana." Ujar Jestro lalu memberikan beberapa foto dari CCTV hotel yang didapatkannya dengan menyogok salah satu petugas di ruangan kontrol.


"2 hari yang lalu, saat kami meminta untuk bertemu dengan tuan, sebenarnya kami ada di California Hotel. Kami melihat kalau sejak jam 8 pagi nyonya Regina dan nyonya Indira sudah ada di sana bersama dengan lelaki bernama Hartono dan Jupri." kata Jestro membuat jantung Wisnu rasanya bagaikan berhenti berdetak.


"Mereka ada di hotel itu? Apakah itu berarti kalau mereka memang menjebak Satria dan Naura?" tanya Wisnu dengan dada yang terasa sesak.


"Kami tidak melihat nyonya Naura masuk. Namun kami melihat kedatangan dokter Satria. Ia turun dengan wajah cemas. Ia bahkan setengah berlari masuk ke dalam lift. 1 jam kemudian, kami melihat kedatangan mobil tuan." Sambung Santoso.


"Ah.....sial.....!" Wisnu menampar meja yang ada di depannya. Ia kini ingat semua kata-kata kasar yang diucapkannya pada Naura. Dia ingat bagaimana tatapan benci yang diberikan Naura padanya.


"Gading, segera hubungi penyidik yang menangani kasus penculikan Naura. Bawa serta bukti-bukti ini. Aku ingin Hartono dan Jupri segera ditangkap." Kata Wisnu dengan rasa geram dan marah yang besar terhadap Regina, Indira dan Hartono.

__ADS_1


"Baik, tuan." kata Gading dan segera mengajak kedua detektif itu untuk segera keluar.


Wisnu memegang ponsel Naura di tangannya. Ia membuka galeri ponsel Naura dan melihat foto-foto istrinya di sana "Sayang......! Maafkan aku. Aku sungguh bodoh! Sangat bodoh!"


Tanpa sadar Wisnu menangis meratapi kebodohannya.


**********


Naura berusaha konsentrasi membaca skripsinya. Besok ia akan ujian dan ia tak mau gagal hanya karena memikirkan juragan Wisnu.


"Na, tadi gue mampir sebentar ke kampus setelah mengantarkan kembali mobil Satria. Gue melihat Gading dan Wisnu ada di sana dengan kedua bodyguard nya. Mereka sepertinya sedang mencari loe. Mungkin juga mereka sudah mendapatkan informasi tentang jadwal ujian loe besok pagi." Kata Jeslin yang baru saja tiba. "Mereka bahkan ke rumahku untuk mencari loe."


"Kenapa harus dicari? Malas gue! Gimana caranya ya agar gue lepas dari Wisnu?"


"Loe dapat menunda waktu ujian dengan memberikan surat keterangan sakit. Kita dapat meminta kak Satria untuk mengurusnya."


"Tapi gue harus ujian kapan?"


"Hari terakhir, ujian dilaksanakan mulai siang jam 2. Peserta ujiannya hanya 8 orang jadi bisa ditambah dengan loe. Nanti gue akan menyogok bagian administrasi untuk mengurusnya. Loe mau?"


Naura diam sejenak. Jika ia menunda waktu ujian nya, itu berarti masih 3 hari lagi baru dia akan ujian. Namun jika harus ketemu Wisnu, rasanya Naura enggan.


Tapi, sampai kapan Naura harus menghindar? Rasanya tak mungkin selamanya akan sembunyi. Bagaimana pun Wisnu pasti akan menemukannya.


"Biar saja gue ujian besok. Kehadirannya sama sekali nggak akan mempengaruhi gue."


"Tentu saja boleh."


Naura kemudian meminjam ponsel Jeslin. Ia menghubungi Kumala dan memohon doa dari ibunya itu. Kumala sempat menangis dan meminta Naura untuk segera pulang. Namun jawaban Naura membuat Kumala semakin bersedih.


"Aku mau cerai dari mas Wisnu, bu."


***********


Tak ada selera bagi Wisnu untuk menikmati makan makanya. Ia juga belum ingin bertemu dengan Regina dan Indira hari ini. Tadi, kedua istrinya itu datang namun Wisnu meminta satpam untuk tak mengijinkan mereka datang.


"Juragan, di depan pagar ada bibi Aisa dan ibu Nur. Mereka ingin bertemu dengan juragan." Ujar Gading yang sudah kembali dari kantor polisi.


"Ijinkan mereka masuk." Ujar Wisnu.


Aisa dan Nurlela masuk. Mereka menemui Wisnu di ruangan tamu.


"Maaf Juragan, saya memaksa ingin ketemu dengan juragan karena saya sudah tak tahan lagi dengan kelakuan suami saya. Selama ini saya begitu takut menceritakan tentang kelakuan jahat Hartono karena ia selalu mengancam akan memisahkan aku dengan kedua anakku. Namun, Aisa dan Kumala memberikan aku dorongan bahwa Hartono pasti akan dipenjara sangat lama makanya aku berani datang ke sini." Kata Nurlela dengan wajah yang sedikit tegang.

__ADS_1


"Aku akan menjamin keselamatan kedua anakmu bu Nur. Sekarang katakan apa yang kau ketahui tentang kejahatan suamimu?"


Nurlela pun menceritakan tentang keterlibatan suaminya dalam penculikan kedua Naura. Ia juga mendengar bahwa penculikan yang pertama adalah ide dari Regina dan Indira. Karena dalam penculikan pertama, salah satu penjahat yang dipukul Naura sampai babak belur adalah anak buahnya Hartono. Nurlela juga mengungkapkan bahwa suaminya dan Indira sudah dua kali menghabiskan malam bersama di hotel.


"Juragan, ada satu hal juga yang ingin kukatakan pada juragan. Sebenarnya sudah lama ingin aku katakan namun nyonya Naura melarangku." Kata Aisa, sedikit takut karena ia yakin kalau Wisnu pasti akan marah.


"Katakan Aisa."


"Pada saat nyonya Naura jatuh dan keguguran, sebenarnya itu bukan karena kecelakaan melainkan nyonya Regina dengan sengaja melepaskan tangan nyonya Naura."


"Apa?"


"Aku mendengar sendiri, di rumah ini kedua nyonya bercerita. Dan Nyonya Naura juga mendengarkan percakapan mereka."


Emosi Wisnu kembali tersulut. Bayangan wajah Naura yang menangis saat ia tahu kalau ia mengalami keguguran membuat Wisnu semakin ingin menemukan Naura.


"Gading, besok pagi segera bahwa bu Nurlela ke kantor polisi untuk membuat laporan. Setelah itu hubungi pengacaraku untuk mengurus perceraian ku dengan Regina dan Indira. Aku tak akan mengambil semua yang sudah kuberikan pada mereka hanya saja aku ingin hal asuh Lisa jatuh ke tanganku." Kata Wisnu sebelum naik ke lantai dua menuju ke kamarnya.


Naura, maafkan aku....


**********


Air mata Naura jatuh tanpa bisa ditahannya saat pagi-pagi sekali ia datang ke makam kedua orang tuanya dan juga makam kakek dan neneknya.


Tak ada kata yang dapat ia ucapkan hanya memanjatkan doa agar mereka yang dia kasihi akan mendapatkan tempat yang layak di sorgaNya Allah SWT.


Setelah menaburkan bunga dan mencuci nisan mereka, Naura pun meninggalkan kompleks pekuburan itu bersama Jeslin yang sudah menunggunya di dalam mobil.


Naura mendapatkan jadwal ujian pukul setengah sembilan pagi. Ia pun melangkah ke ruang ujian dengan penuh keyakinan bahwa ia akan berhasil pagi ini. Di dekat pintu masuk, Yuda dan Satria sudah menunggunya.


"Sukses ya, beb...!" Kata Yuda sambil memeluk Naura dan memberikan tepukan lembut di bahu sahabatnya itu.


"Makasih, kak."


Naura kini berhadapan dengan Satriam Ada rasa sedih di hatinya melihat wajah Satria yang nampak masih agak bengkak.


"Maafkan aku, kak. Wajahmu sampai begini."


Satria tersenyum. Ia membuka kacamata hitamnya. "It's ok, Na. Setidaknya mereka menjebak mu bersamaku dan bukan dengan lelaki lain. Aku doakan yang terbaik bagimu."


Naura memeluk Satria. "Makasih, kak." Katanya. Tanpa mereka sadari, tak jauh dari situ ada Wisnu dan Gading. Dada Wisnu terasa panas melihat Satria dan Naura saling berpelukan sambil cipika-cipiki.


Naura pun melangkah masuk ke dalam ruangan ujian. Para dosen juga ikut masuk dan duduk di depan meja penguji.

__ADS_1


***********


Bagaimana pertemuan Naura dengan Wisnu???


__ADS_2