
Sudah satu jam menunggu, ibunya belum juga pulang. Ia merasa cemas saat ini.
"Bunda mana ya? kok belum pulang juga? apa aku telfon aja ya?" pikir Shaletta sambil menghubungi nomor ibunya. Sudah 3 kali ia mencoba menelepon ibunya namun belum juga diangkat.
"Kok belum diangkat bunda? apa terjadi sesuatu sama bunda? lebih baik aku telfon aja sekali lagi!" batin gadis itu cemas.
Tidak sia-sia ia mencoba untuk menghubungi kembali nomor ibunya.
"Assalamualaikum bunda."
"..."
"Bunda lagi dimana?"
"..."
"Jam berapa bunda pulang?"
"..."
"Kok lama bun?"
"..."
"Nggak."
"..."
"Oh ya, apa Sha boleh ikut nongkrong ama teman dekat danau bun? ga lama-lama kok, cuma bentar aja."
"..."
Wajah Shaletta langsung berseri mendengar ucapan ibunya.
"Makasih bun, semangat meetingnya ya!"
"..."
"Assalamualaikum."
"..."
Setelah telepon ditutup, gadis tersebut langsung mengabari para TGS bahwa ia akan ikut nongkrong bersama mereka.
Shaletta tengah berdandan didepan cermin. Ia memakai setelan pakaian hitam. Mulai dari baju kaos hitam, celana corduroy hitam dan jilbab pashmina hitam. Tak lupa ia juga memakai jaket levis abu-abu yang membuat penampilannya terkesan tomboy.
Cewek itu sekarang sedang berada di ruang tamu, ia sedang memakai sepatu sneakers hitam yang menambah kesan mamba.
Tiba-tiba hpnya berbunyi. Ia melihat dan ternyata yang meneleponnya adalah Gema.
"..."
"Salam kek dulu."
"..."
"Oke-oke, gue keluar sekarang," ujar Shaletta lalu menekan tombol merah yang bergambar telepon.
Ia bergegas pergi keluar, sebelum itu semua pintu dan jendela sudah dikuncinya terlebih dahulu.
Ternyata benar, Gema tidaklah
membohonginya. Tampak mobil Toyota Calya hitam berada di tepi jalan. Tanpa pikir panjang Shaletta langsung naik dan duduk di bangku depan.
"Dimana?" tanya Shaletta to the point.
"Taplau, tapi jalannya agak mutar-mutar gitu."
"Oh. Lo tau jalan ke sana kan?" tanya gadis itu kembali memastikan.
"Nggak,"
"Kalau lo aja ga tau jalan ke sana gimana bisa nyampenya?" ucap Shaletta langsung main gas.
"Sabar bro! kalo gue ga tau tempatnya ga mungkin juga akan ajak ke sana."
"Zal, kita serasa jadi kursi aja di belakang ya?" ucap Adam mendramastis.
"Hah, sejak kapan kalian ada di sana?" Shaletta terkejut dengan kehadiran mereka yang terlalu mendadak.
"Sejak bokapnya Gema beli mobil ini," jawab Rizal seenak jidat.
"Dam, kalau lo jadi kursi gue akan selalu dudukin elo deh. Tenang! gue gak akan berkhianat kok."
Ucapan Gema membuat Adam melotot. Enak aja nih anak ngomong!
"Enak aja lo! lebih baik lo fokus aja tuh nyetirnya!"
"*Astaghfirullah, ada apa sih dengan gue? Lebih baik gue lupain aja mimpi it*u," pikir Shaletta sambil terbayang wajah mereka.
Shaletta heran mengapa Gema berhenti. Padahal kan rasanya belum sampai.
"Oh, ternyata jemput Arya toh?"
Di perjalanan, suasana mobil hening tak bersuara sama sekali. Ini merupakan kejadian langka yang jarang terjadi. Sampai gadis itu membuka suara.
"Gue boleh nanya ga?" Shaletta sebenarnya malas untuk menanyakan hal ini, namun hatinya selalu memaksa dia untuk mengetahui alasan tersebut.
__ADS_1
"Untuk lo apa sih yang ga?" ucap Rizal benar-benar garing.
"Kok kalian masih mau berteman sama gue? secara gue kan dituduh sebagai psychopath lah."
Gema yang tadinya hanya fokus menyetir pun langsung menoleh ke samping.
"Sha apa lo pikir kita mudah percaya dengan yang kayak gitu?" tanya Gema balik.
Shaletta menggelengkan kepalanya.
"Kita tahu siapa elo walaupun mungkin hanya sedikit," ucap Rizal menambahkan membuat Shaletta bernafas lega.
"Gue bersyukur setidaknya masih ada juga yang mau berteman dengan gue."
"Tapi lo ga usah terlalu dekat sama orang kalau pada akhirnya lo ngerasa dikhianati," ujar Ryan.
Mereka semua telah sampai ditempat tujuan.
Tempat yang indah dan tentunya berdamage bagi anak-anak tongkrongan.
Shaletta melihat sekeliling. Banyak para pengunjung karena ini adalah malam Minggu. Penjual makanan juga banyak berada di sana.
"Zal, lo dari dari mana lo tau tempat ini?" tanya Shaletta dan Rizal langsung membanggakan dirinya.
"Rizal nih boss."
"Eleh, nyombong teros!" ucap Gema sinis.
"Biarin."
"Tapi gue akui hebat juga lo milih tempat nongkrongnya Zal, gue beri A+ untuk lo," ujar Adam.
Mereka hanya membahas persoalan tentang berita viral di sekolah, orang terpopuler dan intinya semua yang hits disekolah mereka bicarakan sambil ditemani oleh makanan dan minuman yang berada didepan mereka.
Bintang dan bulan yang menghiasi langit malam menambah kesempurnaan indahnya alam walaupun di malam hari.
"Dam, lo nggak capek apa bicara aja terus dari tadi? mulut lo tuh bisa berhenti nggak?"
"Lo aja yang diam Ren! gue belum selesai ceritanya main lo potong aja," solot Adam.
"Guys, pulang yuk! takut malah kemalaman," ucap Shaletta menghentikan pertengkaran itu.
"Cepat habisin makanan lo Dam!" suruh Gema.
"Iya-iya sabar napa sih? ga usah kayak gitu amat."
"Itu makanya, lo bicara juga dari tadi. Kami aja udah siap."
"Iya sabar ah!"
"Woy, mana uang kalian?" tagih Arya.
"Nggak usah! kali ini gue yang traktir kalian semua," ujar Gema membuat mata Rizal dan Adam membulat seketika.
"Beneran? lo nggak bohong kan? emang lo kawan sejati Gem!"
"Bagus! puji aja teros biar lo selalu ditraktirin sama Gema!" ucap Reno sinis.
"Thanks Gem!"
***
Di perjalanan, mereka hanya ribut tak menentu. Sampai mereka saat ini ada
di rumah Shaletta.
"Thanks semua!"
"Kami balik."
Saat ini Shaletta benar-benar mengantuk. Sampai di kama, ia bergegas mengganti pakaian lalu langsung merebahkan tubuhnya di atas king bed yang empuk.
......................
Mentari pagi bersinar sangat terang. Langit biru dan cuaca sangatlah cerah. Seorang gadis melangkahkan kakinya masuk ke dalam kelas.
"Assalamualaikum," ucapnya dalam batin. Ia terus berjalan ke arah tempat duduknya. Saat matanya dan Sinta bertemu, ia langsung senyum.
"Hai Ta!"
Namun sayang, Sinta langsung berpaling dan tidak menganggap keberadaan orang yang dulu adalah sahabatnya.
Sinta langsung saja mengajak Jennifer keluar. Melihat itu, batinnya sedikit tertekan.
Ia tak menyangka kalau temannya itu lebih mudah percaya terhadap berita yang lagi viral ketimbang ucapan sahabatnya sendiri. Ia berpikir mengapa para TGS percaya penuh padanya sedangkan Sinta tidak percaya kepadanya. Namun, bukan Shaletta namanya kalau mau ambil pusing terhadap perkataan orang.
"Dipanggil Shaletta ke kantor!! sekali lagi dipanggil Shaletta ke kantor!"
Merasa dipanggil, ia segera ke kantor mendengar pemberitahuan tersebut.
Sampai di kantor...
"Silahkan masuk!" ucap kepala sekolah.
__ADS_1
"Ada apa ya bu?" tanya Shaletta heran.
"Apa semua ini?" ibu kepada sekolah tersebut menunjukkan video yang sempat viral Minggu lalu. Shaletta menunjukkan ekspresi cemas tanda tak bersalah.
"Bu, saya nggak mungkin ngelakuin itu!"
"Buktinya ini! kamu udah nyakitin anak tak berdosa, kamu mau lukain diakan? ibu nggak nyangka kamu bisa berbuat sampai seperti ini!" ibu itu menghela napasnya.
"Demi nama baik sekolah, kamu saya DO dari SMA ini!" ujar kepala sekolah.
"Bu, saya nggak pernah ngelakuin hal itu!"
Mendadak datanglah Rizal, Reno dan juga Gema.
"Maaf bu, kami main nyelonong saja masuk ke dalam ruangan anda. Tapi kami ingin memberikan pembelaan bahwa Shaletta memanglah tidak bersalah," ucap Rizal.
"Kalian mengapa main masuk saja? kalian tidak ada urusan sama saya."
"Bu, kami mohon agar Shaletta jangan anda DO dulu dari sekolah ini!" Gema memohon dengan sepenuh hati.
"Keputusan saya tidak bisa diganggu gugat, apalagi jika kasusnya sudah seperti ini!"
"Tapi bu, saya nggak bersalah!" ucap Shaletta membela dirinya sendiri.
"Kamu tidak perlu menghindar lagi! video ini menunjukkan segalanya."
"Sekarang kalian semua keluar!" perintah bu kepsek.
Shaletta langsung keluar, sepertinya hatinya teriris mendengar ini semua. Ia di DO dari sekolah ini hanya karena salah paham. Apa yang akan dikatakan nanti sama ibu?
"Bu, kami mohon anda jangan gegabah dulu mengambil keputusan!" pinta Gema.
"Sudah saya katakan, keputusan saya tidak bisa diganggu gugat!"
"Gimana kalau gini bu. Kalau dalam seminggu ini kami bisa membuktikan bahwa Shaletta tidak bersalah, maka ibu tidak akan men DO dia tapi ibu akan men DO orang yang bersalah. Orang yang berada dibalik video itu," jelas Reno.
"Kamu nantangin saya?"
"Saya nggak nantangin ibu, hanya saja kami ingin membuktikan orang yang bersalah itu adalah dalang dari video itu bukan orang yang ibu DO."
Sang kepala sekolah tampak berfikir dengan perkataan Reno.
"Oke saya akan memberi kalian waktu untuk mencari buktinya sampai hari Sabtu. Hari itu juga kalian harus tunjukkan kepada saya bahwa Shalat itu tidak bersalah dan kalian harus bawa orang yang terlibat dengan kejadian itu serta dalang video ke hadapan saya."
"Baik bu, kami akan menunjukkannya pada ibu dalam Minggu ini. Terima kasih atas kesediaan ibu mengasih kami toleransi untuk semua ini. Baiklah kami pamit, assalamualaikum," ucap Reno.
"Waalaikumussalam."
Flashback On
"Geml, lo ada lihat Liasha nggak? tanya Reno.
"Nggak, ini gue juga lagi cari dia."
Dalam keadaan yang menegangkan seperti itu, Arya dan Ryan datang menghampiri mereka.
"Tadi gue dengar dia dipanggil ke kantor," ujar Ryan.
"Jangan jangan..."
Reno langsung berlari ke arah ruang kepala sekolah yang diikuti oleh the gengs Six.
Di sana mereka melihat pintu ruang tersebut dalam keadaan setengah terbuka. Para TGS mendengar perdebatan tersebut.
"Apa semua ini?"
"Bu, saya nggak mungkin ngelakuin itu!"
"Buktinya ini! kamu udah nyakitin anak tak berdosa, kamu mau lukain diakan? ibu nggak nyangka kamu bisa berbuat sampai seperti ini!" ibu itu menghela napasnya.
"Demi nama baik sekolah, kamu saya DO dari SMA ini!" ujar kepala sekolah.
"Bu, saya nggak pernah ngelakuin hal itu!"
Karena tidak tahan lagi Rizal, Reno dan Gema langsung nyelonong masuk ke ruangan kepala sekolah. Adam juga akan mengikuti mereka, tapi tangannya ditahan oleh Arya.
"Lo disini aja! kita lihat keadaan. Nanti jika sudah berlebihan baru kita kedalam."
Flashback Off
"Gimana?" tanya Ryan.
"Alhamdulillah, kita harus bisa nyari pelaku itu dalam Minggu ini!" jawab Reno.
"Gem, lo ahli komputer kan?"
"Hmmm."
"Apa lo pandai meretas video? lo cari tahu dari mana video itu berasal!"
Bersambung...
Terus baca ceritanya dan tunggu kelanjutannya ya!
Jangan lupa untuk tekan tombol like, beri vote and coment serta kasih bintang 5!
Thanks
__ADS_1