Misteri Buku Tua

Misteri Buku Tua
Suara Gaib


__ADS_3

"Dasar aneh itu anak, untung aja aku sedang sabar." Gumam sang pangeran bersiap-siap menuju ruangan rapat kerajaan.


*****


"Aduhhh, makin tere aja nih badan gue. Mana disuruh pindah-pindah lagi. Dia nggak tau gimana sakitnya tulang-tulang ku ini setelah hadir di zaman kuno?"


"Huaaaa, i miss you my room. Aku ingin kembali ya Allah, aku ingin kembali. Aku tak mau terperangkap disini selamanya. Mana ga ada teknologi canggih lagi." Rengek Ila seperti anak kecil yang tidak dibelikan mainan oleh ibunya.


Ila betul-betul sedih. Walau disini alamnya begitu bagus dan ia bisa keluar masuk kerajaan seperti penyusup, namun Ila merasa kesepian. Tidak ada orang yang mengerti bahasa gaul di daerah ini. Benar-benar hampa.


Terlintas sesuatu di otaknya yang membuat ia kembali berdiri dan keluar dari kamar tersebut. Entah apa yang merasukinya, tiba-tiba saja ia ingin menguping pembicaraan anggota keluarga kerajaan. Saat ini otaknya berkata bahwa ada sesuatu yang ganjal dalam rapat tersebut dan hatinya juga menyuruh untuk mengikuti pangeran Alfa.


Melangkah dengan pelan dan senyap membuat gadis aneh itu terlihat seperti ninja yang sudah pro. Menyusup adalah keahlian tersembunyi yang ia punya.


"Aduh, ini arahnya kemana ya? kok bisa-bisanya ada 3 arah nih? perasan gue lihat kemarin ga ada." Akila berpikir keras untuk menentukan arahnya pergi. Kalau tersesatkan bisa bahaya. Mana pengawalnya pada bolak-balik disini lagi.


"Jalanlah lurus tanpa berbelok dan janganlah melihat kebelakang."


Mendadak Ila mendengar suara gaib yang ia sendiri tidak tahu dari mana asalnya. Ini semua benar-benar ambigu. Mulai dari pikirannya yang membuat ia sendiri penasaran sampai dengan bisikan gaib.


Tapi yang jelas ia hanya mengikutinya saja. Siapa tahu benar, kan rugi kalau ga ia dengerin.


Ila berjalan dengan hati-hati dan tidak berbelok sedikitpun kebelakang. Ia jadi heran mengapa gang di daerah sini begitu sepi. Kan seram pula jadinya.


Tanpa aba-aba sesuatu mulai menganggu Ila. Ia merasakan hawa dingin menusuk bulu romanya. Ila tahu betul dengan semua ini karena ia sudah biasa merasakan hal itu didunianya. Akan tetapi, ternyata hal itu tidak hanya menakuti Ila. Ia juga menganggu Ila.


"Tap...tap...tap..."


Suara langkah kaki yang mengikutinya dibelakang memancing Ila untuk menoleh.


Rasa waspada yang begitu hebat hampir saja membuat Ila melanggar perkataan gaib tadi.

__ADS_1


"Ah, aku harus cepat keluar dari sini sebelum diriku terjebak ke alam lain. Gue ga mau lagi travelling ke dunia lain. Ribet banget!!" ujar Ila sambil berlari fokus melihat kedepan. Sudah cukup ia serasa dipermainkan di alam aneh itu. Jangan sampai ia dibawa ke alam lain lagi karena terlambat melarikan diri. Tidak etis bukan kalau itu jawabannya?


"Akhhhh!" pekikan Ila menggema di seluruh ruangan. Ia terpental dengan kuat akibat serangan mendadak dari belakang.


Gadis tersebut tidak punya pilihan lain. Mau tak mau, melanggar ataupun tidak ia harus mengalahkan orang yang telah menyerangnya. Bisa-bisa pupus harapannya untuk kembali ke dunia normal.


"Apa masalahmu hingga kau buat aku jatuh?" tanya Ila tapi yang jadi masalahnya ia tidak melihat siapapun di daerah sana.


"Kalo gue main pergi aja pasti dia bakal nyerang lagi. Bahaya kalau badan gue ga bisa digerakin. Aduh, kekuatan gue lagi melemah. Oke saatnya otak gue beraksi!"


"Hahaha, dasar pengecut! kalau kau tidak juga keluar maka aku akan pergi." Pancing Ila yang rupanya berhasil. Padahal dia sama sekali tidak berpikir sebelum berkata. Ila hanya berpedoman ia harus bisa tiba di ruangan rapat sebelum acara itu selesai.


"Siapa yang kau bilang pengecut?" tanya sesosok dengan suara yang membuat siapapun merinding mendengarnya.


Makhluk itu mulai menampakkan diri. Tubuh hitam yang ditutupi oleh bulu lebat, postur tubuh yang tinggi, dan mata merah seperti mau keluar.


"Njir, wowo mesum rupanya cok!" teriak gadis itu mengundang kemarahan genderuwo tersebut. Tentu saja ia marah, mana dirinya dikatakan mesum lagi.


"Akhhhh!"


"Bisa retak tulangku cok." Gadis manis tersebut berusaha untuk berdiri dan mengumpulkan semua tenaganya. Ia harus mengalahkan demit itu.


"Aku harus segera mengalahkannya atau kabur?" Ila berfikir sejenak sebelum mengambil tindakan.


Kalau ia melawannya dengan kekuatan tipis harapan untuk dia akan menang. Jangankan kekuatan, tenaga saja dia tak lagi punya banyak. Jadi, hanya satu jalan keluar dan ia harus bisa mengelabuinya dengan akal.


"Ayo Ila! Lo harus fokus! jangan terpengaruh dengan yang lain kalau ga tamat riwayat lo! lo mau bertemu dengan orang-orang yang lo sayangi bukan?" Ila berusaha meyakinkan dirinya.


Dengan sisa tenaga yang ada ia berusaha tenang, fokus dan khusyuk berdoa kepada sang pencipta. Walaupun ada yang menganggu, ia tak bisa melakukan hal lain. Itu akan membuat kekuatannya kembali hilang.


"Apa yang akan kau lakukan gadis cantik? ikutlah denganku!" ucapnya kembali dan melemparkan kilatan merah untuk menganggu konsentrasi Ila.

__ADS_1


Yang diganggu tidak peduli dengan keadaannya sekarang. Ia tahu kalau kembali diserang dan tentu saja rasa sakit itu bertambah parah. Namun apa boleh buat? sedikit lagi ia akan menyelesaikan ritualnya.


"Satu serangan lagi dan kau akan pergi bersamaku! hahaha!" tawanya dan lagi-lagi suaranya yang seram menggema di tempat tersebut.


Kali ini Ila benar-benar beruntung. Saat genderuwo itu akan menangkap Ila, kekuatannya timbul yang membuat ia bisa lari dengan cepat.


"Mau kemana kau? kau telah membuatku marah!" Makhluk itu mengejar Ila dengan cepat pula. Ia tak mau mangsa yang sudah terlihat dimatanya lepas begitu saja.


"Aku harus cepat, jangan sampai dia menangkapku. Orang-orang yang aku sayangi menanti kembali kehadiranku."


Tanpa menoleh sedikitpun Ila berlari secepat kilat. Ia mau keluar dari keadaan yang mengancam jiwanya. Dia tak mau mati dulu.


Wushhhh!!


Makhluk hitam tersebut berdiri tegap dihadapan Ila. Matanya begitu lebih merah dengan gigi taring yang sudah keluar. Ia tampak sangat marah karena Ila tak mau menuruti perintahnya.


"Mau lari kemana kau?"


Ila kebingungan mencari tempat lari. Kekuatannya telah habis total. Kali ini ia hanya bisa berdoa kepada yang maha kuasa agar dijauhkan dari makhluk jelek itu.


Genderuwo yang semakin mendekat membuat Ila terus mundur. Saat tangannya hampir dipegang, tiba-tiba seseorang menepisnya dengan kasar dan menyerang makhluk hitam itu dengan kuat sehingga tercampak kebelakang.


Ila yang tak lagi punya tenaga langsung pingsan karena energinya yang begitu terkuras. Namun, sebelum menutup matanya Ila melihat seorang laki-laki yang begitu familiar baginya.


Bersambung...


...Terus baca ceritanya dan tunggu kelanjutannya ya!...


...jangan lupa untuk tekan tombol like, beri vote and comen serta kasih bintang 5 ya!...


...THANKS...

__ADS_1


__ADS_2