
Dengan langkah gontai pangeran Alfa kembali menuju istana. Laki-laki itu kelihatan begitu lelah namun tak mengurangi guratan tampan diwajahnya.
..."Angek bana hari ko, sahinggonyo basah baju yang bapakai. Bantuaknyo lamak ko baranang, mandi-mandi kini ko. Jikok paralu minum aia dingin gai." Keluh pangeran Alfa dan memikirkan apa yang akan ia lakukan saat sampai istana nanti....
...(Panas sekali hari ini, saking panasnya baju yang ku pakai jadi basah. Sepertinya sangat enak kalau aku berenang, mandi-mandi di saat hari sedang terik macam kini. Kalau perlu aku juga akan minum air dingin.)...
..."Maaf baitu pangeran. Ambo ingin manyampaian pasan dari yang mulia baraso pangeran harus tibo di istana sabalun zuhua." Ucapnya sambil menunduk seperti tata krama yang telah ada di istana itu....
...(Maaf dulu pangeran. Hamba ingin menyampaikan pesan dari yang mulia kalau pangeran harus tiba di istana sebelum waktu dzuhur datang.)...
..."Emang ado apo ko lah ayah manyuruah mu untuak manyampaian pasan tu?" tanya sang pangeran yang heran....
...(Emang ada apa ayahku menyuruhmu untuk menyampaikan pesan itu?)...
..."Maaf pangeran ambo pun juo ndak tau." Jawabnya yang masih menunduk....
...(Maaf pangeran hamba pun juga tidak tau.)...
__ADS_1
..."Kalau mangecek tu ijan manunduak da. Ambo tuh ketek jadi ndak patuik kalau ambo manggadang disiko walaupun ambo ko adolah pangeran." Ucap pangeran yang memberi tahu isi hatinya bahwa ia tidak suka dihargai terlalu berlebihan....
...(Kalau berbicara janganlah kamu menunduk bang. Saya itu kecil dari kalian jadi tidak pantaslah bagiku untuk gila hormat walaupun saya sendiri adalah seorang pangeran.)...
..."Baik pangeran." Jawab lima orang pengawal dengan serentak bak grup yang sedang melakukan paduan suara....
***
Karena sebuah pesan yang sudah sampai ke telinganya, pangeran Alfa menurut saja tanpa membantah. Entah mengapa ia sangat yakin yang akan dibahas itu palingan masalah acaranya. Bagaimana meriahnya dan hal-hal apa saja yang diperlukan.
Entah mengapa pangeran Alfa antara pasrah dan berjuang untuk pernikahan tersebut. Pasrah karena tidak punya kekuatan untuk berbuat apapun dan berjuang untuk menyatakan kebenaran yang ada bahwa ia ingin menikah dengan gadis pujaannya dan menjadikan putri Rose sebagai alasannya yaitu gadis itu bukanlah gadis baik buktinya ia masih berpacaran dengan cowok lain meski telah bertunangan.
Desain kerajaan istano basa termasuk megah di masa itu.
Dengan segera pangeran berjalan ke arah kamarnya untuk membersihkan diri lalu melaksanakan shalat Dzuhur.
Namun tiba-tiba ada seorang perempuan seperti mengendap-endap berjalan bagaikan pencuri yang takut ketahuan oleh warga hingga ia harus sembunyi.
__ADS_1
Semakin lama ia mendekat dengan cepat dan akhirnya menabrak dada bidang sang pangeran.
Braaakkkk
Kedua-duanya sempat bertatapan satu sama lain. Namun, tak lama kemudian pangeran Alfa hampir berteriak tapi dengan secepat kilat gadis itu menutup mulut Alfa dan membawanya ke tempat yang aman.
***
Setelah dilihat-lihat dan tak lagi ada orang, barulah Ila dapat bernafas lega. Entah mengapa ada-ada saja yang mengganjal dihatinya hingga mendorong matanya untuk melihat siapa cowok yang telah dibawanya.
Ila membalikkan badannya dan tiba-tiba netranya membulat setelah tahu siapa laki-laki tersebut.
..."Kau?!" reaksi 2 orang tersebut saling menunjuk....
Bersambung...
...Terus baca ceritanya dan tunggu kelanjutannya ya!...
__ADS_1
...Jangan lupa untuk tekan tombol like, beri vote and coment serta kasih bintang 5!...
...And thank so much...