Misteri Buku Tua

Misteri Buku Tua
Hah?


__ADS_3

"Baa ndak jadi mambunuah den?" tanya Ila.


(Mengapa kau tidak melanjutkan seranganmu?)


"Bagaimana aku bisa menghadapi sang Khaliq jika tanpa alasan aku membunuh hamba-nya yang patuh akan perintahnya?"


Flashback on


Di sebuah tempat yang dipenuhi oleh tumbuhan hijau,terlihat seorang gadis kecil dan dua anak laki laki.Mereka sedang bermain petak umpet.


"Baiklah,dalam hitungan ketiga aku akan membuka mata.Satu,dua,tiga.".


Gadis kecil itu membuka matanya,dia mulai mencari sosok temannya.


"Hai,dimana kalian?aku akan menemukan Kalian.".


Namun,telah sepuluh menit dia berkeliling tapi itu tidak membuahkan hasil.


"Kalian dimana?keluarlah!".


"Kalau nggak keluar,aku yang akan menarik kalian dari tempat persembunyian kalian.".


Gadis tersebut melihat daun yang bergerak.


Ia tersenyum,berpikir bahwa disana temannya bersembunyi.


"Sepertinya mereka ada disitu.".


Ia berjalan menuju dedaunan.Makin lama ia makin mendekat.


"Baaaaa..." kejutnya.


Tapi,keadaan menjadi sebaliknya.Yang malahan terkejut adalah gadis kecil tersebut.


Ternyata ia melihat sosok yang sangat menyeramkan.Sosok itu berpakaian hitam.


"Hahaha...".


"Akhirnya aku menemukan dirimu.".


Sosok tersebut menarik tangan gadis kecil itu.


"Ayo ikut denganku!".


Gadis tersebut berusaha melepaskan tangannya.


"Tidak,aku tidak mau ikut denganmu.".


"Hahaha,kau ingin melawan hmmm?".


Ditempat lain...


"Li,kamu ada nggak lihat Kila ke arah sini?".


dia menggeleng.


"Nggak Rel,sepertinya kita terlalu pintar bersembunyi sampai sampai dia nggak bisa nemuin kita.".


"Kita keluar aja sekarang yok!"ajak Varel.


"Yok,tapi nanti kitanya ketahuan.".


"Aku rasa udah cukup untuk sembunyinya.


Udah lima belas menit kita sembunyi Hali.".


"Oke.Sebenarnya aku takut kalau Kila kenapa napa.".


Sementara...


"Hahaha...".


"Masih mau melawan?".


"Kau itu hanya gadis kecil,jadi nggak usah sok berontak.".


Sosok itu tertawa jahat.


Ila benci melihat ketika dia dipaksa untuk melakukan sesuatu.

__ADS_1


Ia mempunyai ide.


Ia menggigit pergelangan tangan orang tersebut lalu menendang kakinya sekuat tenaga.


"Sialan kau."umpatnya


"Paman,aku kesakitan saat kau menggenggam tanganku.".


"Kila!"teriak dua anak laki laki.


Yang dipanggil menoleh.


"Eh,dari mana aja kalian?dari tadi aku nyariin tapi nggak ketemu ketemu.".


"Kau nggak papakan?apa kau ada disakiti?".


Kila menggeleng.


"Aku nggak papa kok,nih buktinya aku baik baik aja.".


Orang itu bangkit dan berdiri.


"Bagus,kalian telah mempermudahkan tugasku.Sekarang kalian semua akan aku serahkan pada tuan.".


"Emangnya paman ingin nyerahin kita kepada siapa?"tanya Kila dengan nada yang polos sehingga orang yang mendengar akan gemas melihatnya.


"Kalian nggak perlu tahu.".


"Hiya...".Kali ini sosok tersebut menangkap tiga anak kecil dengan kekuatan yang dimilikinya.


Hali,Varel dan Kila terkejut karena mereka tiba tiba serasa diikat dengan rantai yang sangat kuat.


"Sekarang kemana kalian akan lari?mana keberanian kalian tadi hah?!".


Beruntung kakeknya Kila sedang lewat.


Jadi,ia melihat cucu kesayangannya itu terborgol oleh kekuatan.


Hanya dengan menjentikkan jarinya.Tiga anak yang tadinya terbogol oleh besi kini telah bisa menggerakkan tubuhnya dengan bebas.


"Si siapa kau?".


"Pergilah!dan kembali kepada tuanmu itu!".


Seakan terhipnotis ia menuruti perintah Mardi.


Mata Kila berbinar melihat kehebatan kakeknya itu.


"Waw,kakek sangat hebat.Dengan kakek menatap mata orang itu saja dia langsung menuruti perintah kakek."puji Kila.


Mardi tersenyum mendengar ucapan cucunya.


"Nak,kamu nggak boleh main jauh jauh dari rumah,nanti kamu diculik lagi loh.".


"Nanti ibu kamu nyariin,mau kamu ibu kamu itu cemas?".


"Nggak kek,Kila nggak mau buat bunda khawatir.Kila nggak akan jauh jauh lagi main dari rumah kok.".


"Pintar cucu kakek.".


Mardi mengusap kepala Kila.


"Kek,yang tadi itu siapa?".Ini adalah pertanyaan yang dilontarkan oleh Hali.


"Nanti kakek ceritain ya.".


Kini Mardi juga sedang mengusap rambut Hali dan Varel.


"Nak!Kila!kamu dimana sayang?".


Kila melihat kesumber suara.


"Bunda,Kila disini!".


Ia melambaikan tangannya.


"Aduh nak,kamu kemana aja?bunda cemas loh mikirin kamu.".


"Hehehe,tadi Kila main petak umpet sama Hali dan Varel bun.".

__ADS_1


Verta melihat dua anak laki laki itu.


"Oh kalian!".


"Apa kalian udah beritahu ibu kalian kalau kalian mau main sama Kila?".


Mereka mengangguk.


"Udah tante,kami udah kasih tahu sama mama.".


"Ayah juga ada disini?".


"Iya,tadi kebetulan lewat.".


"Yok kita kerumah."ajak Verta yang disetujui oleh semuanya.


Mardi,Hali dan Akbar sedang berada di teras rumah Verta.


"Jadi,siapa paman tadi itu kek?"tanya Hali yang sudah penasaran sejak tadi.


Mardi menghela napasnya,ia bimbang untuk mengatakan ini semua kepada anak yang baru berusia enam tahun.Namun,mau tak mau ia juga harus menjelaskannya supaya mereka lebih bisa menjaga dirinya sendiri.


"Dia itu adalah suruhan seseorang untuk menculik kalian bertiga,tapi target yang sebenarnya itu adalah Kila.".


"Tapi,kenapa Kila yang jadi targetnya kek?"


tanya Varel.


"Karena dia itu berbeda.Dengan kata lain dia memiliki kelebihan yang jarang dimiliki oleh orang lain.Kemampuan yang dimilikinya itu sangat langka.".


Hali dan Varel yang mendengar penjelasan dari kakek Mardi ber"oh"ia.Mereka paham apa yang disampaikannya.


"Kalian itu juga bukan orang yang biasa.".


"Artinya kalian bertiga itu istimewa.Diberi kelebihan oleh Allah SWT.".


"Jadi,kakek minta kalian agar selalu jaga diri baik baik dan terus berdoa dimanapun kalian berada!minta selalu perlindungan dari-Nya.".


"Sekarang jujur!apa kalian tadi melaksanakan shalat Shubuh?".


"Iya kek.".


"Nah,kalau kita sebagai umat muslim itu harus selalu menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.".


"Baik kek,kami ngerti."ujar Varel.


Verta keluar menuju teras rumah.


"Apa yang sedang kalian bicarain?".


"Ini tante.Hmmm,Kilanya mana tan?".


"Dia udah tidur.".


"Ada apa ini yah?".


"Jadi gini tan,tadi Kila hampir diculik oleh paman berbaju hitam.".


"Maksud kamu gimana ni Li?".


"Tadi itu kami lagi main petak umpet,jadi gilirannya Kila yang jaga.Kami pergi sembunyi supaya Kila dia tidak menemukan kami.


Tapi,setelah lima belas menit,Kila nggak juga muncul.Kami putuskan untuk keluar dari persembunyiannya.


Tiba tiba saat kami sampai disana,dia sedang mengumpat pada Kila sambil memegang kakinya.


Varel rasa,Kila baru saja menendang kaki paman itu.".


"Terus?".


"Kami hampiri.Katanya dia nggak papa.


Namun,paman itu kembali bangkit dan mengikat kami dengan rantai tak kasat mata.".


"Hah?".


"Apa kalian terluka?".


"Nggak tan.Untung aja kakek lewat jadi ia melepaskan kami dari borgolan itu Hanya dengan menjentikkan jari.

__ADS_1


Sungguh kekuatan kakek sangat hebat.".


__ADS_2