Misteri Buku Tua

Misteri Buku Tua
Menuduh?


__ADS_3

Ila melambai-lambai tangannya pada Pangeran Alfa yang kini sedang berdiri didekat raja dan permaisuri. Ia yang melihat itu menepuk jidatnya sendiri melihat tingkah konyol Ila yang ia sendiri tak tahu lagi harus diapakan anak itu.


"Nak, baa?" tanya Raja Alam basa menaikkan satu alisnya pada anaknya yang menepuk keningnya sendiri.


"Ndak."


Pangeran Alfa memandang seseorang dari kejauhan. Matanya tak lepas memandang Ila yang aneh.


Beberapa saat kemudian, seluruh undangan telah hadir di tempat. Mereka terlihat bahagia dengan makanan yang tersedia diatas meja.


Terlihat sesosok putri yang begitu cantik dengan wajahnya yang memesona. Muka itu begitu alami.


Orang tua dari mereka berdua berbincang-bincang dengan sesekali tertawa. Mereka begitu akrab dan bahagia di pesta pertunangan Pangeran Alfa dan putri Rose.


"Kini, silahkan pangeran Alfa dan putri Rose untuak batuka cincin supayo acara tunangan wak ko jadi labiah resmi." Ucap seorang pembawa acara memberikan instruksi pada pangeran Alfa.


(Sekarang, silahkan pangeran Alfa dan putri Rose melakukan pertukaran cincin supaya acara pertunangan ini menjadi resmi.)


Tiba-tiba, seorang perempuan berbaju khas kerajaan istano basa dengan jilbab pashmina mengundang perhatian semua mata anggota kerajaan istano basa dan kerajaan Shappira. Ia berjalan santai di sebuah karpet bentang berwarna merah untuk berjalan bagi para pembesar lalu berhenti didepan raja.


"Assalamualaikum. Hallo all, good night. How are you today?" tanya Ila yang sok-sokan memakai bahasa Inggris.


Tindakan gilanya itu mendapatkan tatapan nyalang dari pangeran Alfa yang kini sudah pasrah saja dengan keadaan. Tentu ia tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Siapo kau?"


(Kamu siapa?)


Ila menghadap pada raja Alam basa yang begitu tinggi kedudukannya. Ia memperlihatkan senyuman Pepsodentnya.


"Angku nan paliang terhormat, ambo iko Ila dari daerah lain yang pai manjalajah kamari."


(Yang mulia, saya adalah Ila yang berasal dari tempat lain untuk menjelajah ke daerah sini.)


"Manga kau kasiko?"


(Mengapa kamu kesini?)

__ADS_1


"Sabatuanyo ado hal tentang kerajaan Iko yang ingin ambo sampaikan kapado rajo atau labiah tapeknyo lai tentang acara tunangan iko."


(Sebenarnya ada hal mengenai kerajaan yang ingin saya sampaikan kepada yang mulia atau lebih tepatnya lagi tentang acara pertunangan ini.)


Dua Raja dan permaisuri itu hanya diam mendengarkan penjelasan Ila. Raut wajah mereka seperti penasaran dengan apa yang akan diucapkan Ila.


"Saya ingin acara pertunangan ini dibatalkan karena ada pihak lain yang berbuat sesuatu dibelakang anda yang mulia." Ucapan Ila itu membuat ekspresi putri Rose berubah. Firasatnya sudah lain.


"Apa maksudmu?" tanya Raja lagi.


Ila menatap putri Rose dengan sinis sambil seperti tak sudi melihat seorang putri kerajaan Shappira namun kelakuannya begitu menjijikkan sebagai seorang putri dan sebagai seorang perempuan.


"Asalkan anda tahu, dia putri itu entah siapalah namanya telah berani berhubungan gelap dengan tetangga kerajaannya disaat dia sendiri telah mempunyai ikatan dengan anak anda." Tunjuk Ila pada orang yang dimaksudkan dengan telunjuk yang dihadapkan pada dadanya.


Tentu saja sebagai orang tua, raja dan permaisuri Shappira tak menerima kalau anaknya dituduh melakukan hal yang tak senonoh seperti itu.


"Anda jangan asal menuduh anak saya. Dia adalah perempuan yang berpendidikan dan begitu menjaga kehormatannya sebagai wanita."


"Itu betul. Apa maksudmu menuduh saya berbuat seperti itu?" elak Rose tak mau mengakui perbuatannya.


"Apa anda yakin? Huh, saya sendiri saja tak yakin. Apalagi saat anda mengatakan tentu saja tidak, emang apa yang tidak untukmu my darling? senyummu bagaikan bulan purnama yang menghiasi malam sehingga hari itu menjadi indah dengan bintang-bintang yang ada. Begitu juga dengan dirimu. Kau itu seorang pelengkap dari kebahagiaan yang ku rasakan saat ini, kau menyinari hatiku yang terasa kelam saat sendirian. Bukankah itu yang kau katakan sama seorang pangeran entah dari kerajaan mana? bahkan kau sendiri mengatakan kalau untuk bisa bertemu dengannya apa yang tidak. Bukankah begitu tuan putri?" Tanya Ila sambil menekankan kata tuan putri.


Putri Rose wajahnya merah padam pada Ila yang telah berbuat lancang. Apalagi permaisuri.


Plaaaakkk


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi mulus Ila yang yang putih. Ia melihat orang yang berani menamparnya.


"Jangan sekali-kali kamu fitnah anak saya. JAGA MULUTMU ITU KALAU BICARA!" Marahnya dengan mata melotot.


Bukannya menangis ataupun terdiam. Ila malah kembali menunjukkan smirknya kemudian secepat kilat menampar pipi putri Rose sebagai bentuk balas dendam atas perbuatan ibunya tadi.


Plaaakkk


Dan terjadilah aksi tampar menampar dari ibu Rose pada Ila dan Ila pada putri Rose. Rose yang mendapat tamparan kuat itu memegang pipinya yang kemerahan karena saking kuatnya tamparan Ila.


Tentu saja hal itu mengundang perhatian seluruh mata tamu undangan. Mereka tak percaya ada seorang gadis yang berani menampar anggota kerajaan Shappira.

__ADS_1


"ANDA SEMUA JANGAN COBA-COBA IKUT CAMPUR! Ini adalah urusan saya. Jika ada seorangpun yang berani maju, maka saya akan membunuhnya pada saat itu juga." Ancam Ila yang membuat seluruhnya terdiam dan hanya memperhatikan kejadian itu.


Mata Ila memandang permaisuri Shappira lalu menunjuknya seperti ia menunjuk putrinya tadi.


"DAN ANDA! JANGAN PERNAH SALAHKAN SAYA MENAMPAR ANAK ANDA, KARENA ANDA SENDIRI TADI YANG SEENAKNYA MENAMPAR SAYA." Ila menarik napasnya.


"Sebelum anda semua menyalahkan saya yang menuduh seorang putri terhormat dari kerajaan Shappira, saya akan menunjukkan bukti yang lebih jelas lagi."


Ila mengeluarkan hpnya dan membuat mulut semua orang ternganga melihat benda persegi panjang yang begitu canggih.


Ia memutar video disaat putri Rose bersama kekasih gelapnya sedang duduk berdua saja tanpa adanya pihak ketiga disana.


Mereka semua benar-benar terkejut dengan apa yang mereka lihat apalagi dua korban tersebut. Tanpa disangka ternyata pangeran yang Ila maksud itu hadir di pesta pertunangan ini.


Dengan langkah seribu ia akan menyakiti Ila namun mendadak seorang cowok bertubuh jangkung dan atletis dengan wajah yang begitu tampan hadir menangkis serangan darinya.


"Jangan pernah coba-coba sakiti dia. sedikit Lo nyentuh dia maka saya tidak akan tinggal diam." Ujarnya dingin dengan suara yang serak-serak basah.


Ila mendongakkan kepalanya keatas dan ia melihat wajah laki-laki yang ia hindari tengah menatap tajam pangeran itu.


"Rendra?"


Rendra yang mendengar namanya di panggil menundukkan kepalanya seraya tersenyum tipis sambil menatap bola mata Ila yang berwarna cokelat. Lalu ia kembali memandang sekitar.


"Anda siapa yang ikut campur masalah saya?" tanyanya dan membuat gigi gingsul Rendra terlihat yang membuat semua mata para gadis menatapnya terpesona. Ketampanannya begitu bersinar diruangan itu yang belum ada orang yang setampan dirinya.


"Saya siapa?"


Bersambung...


Terus baca ceritanya dan tunggu kelanjutannya ya!


Jangan lupa untuk tekan tombol like, beri vote and coment serta kasih bintang 5 ya!


Ouh ya, ada kabar baru loh. Ada cerita baru yang berjudul Tragedi, jangan lupa mampir ya!


Thanks

__ADS_1


__ADS_2