Misteri Buku Tua

Misteri Buku Tua
Lapar


__ADS_3

"Pokoknya lo harus fokus! jangan memikirkan hal lain!"


Ila terus berjalan dan berjalan. Ia berusaha sekuat tenaga untuk menahan rasa lapar yang menyerang.


"Ini demi hidup lo La! kalau nggak juga ketemu makanan bisa dead diriku yang manis, imut, berharga ini."


"Huaaaaaaa!!" rengek Ila dengan kaki yang tetap melangkah tanpa berhenti sedikitpun.


Bicara boleh tapi jangan pekerjaan sampai terhenti. Yang bekerja itu kan tangan dan kaki bukan mulut. Lagi pula yang bicara itukan mulut nggak kaki.


10 menit kemudian...


"Alhamdulillaah ya Allah, akhirnya engkau mengabulkan doaku,"


"Wah, ini yang the best. Mana buahnya besar-besar dan matang lagi,"


"Huaaaa, aku terharu!!"


Ila menghampiri sebuah pohon besar yang buahnya adalah jambu air yang sangat manis.


Merahnya warna tersebut sangatlah menggugah selera. Apalagi hari ini cuacanya memang panas. Husst, sangat nikmat tentunya.


Ila berusaha keras memanjat batang besar itu. Dengan lihainya Ila menggelayutkan tangannya untuk memegang dahan dan menaikkan badannya dengan kaki diletakkan terlebih dahulu di dahan tersebut.


Sebenarnya Ila sendiri juga tidak menyangka kalau ia akan pandai dalam hal memanjat. Karena biasanya ketika ingin memakan buah maka Ila hanya tinggal mengambilnya diatas meja makan yang telah tersedia dengan rapi.


Hal ini diluar logika. Tapi yang namanya sudah sangat lapar, maka orang akan melakukan apa saja supaya perutnya terisi.


Hssssshhhh ccmmm


Sungguh enak sekali. Terlihat jelas dari cara Ila makan. Sangat cepat sehingga ia seperti orang yang belum makan selama setahun.

__ADS_1


Setelah dirasa cukup, Ila langsung tersandar pada batangnya sembari melepas semua lelah yang telah ia rasakan.


"Langit, bisakah kau turunkan hujan? aku rindu dengan suasana itu." Ujar Ila kembali seperti sound yang lagi tren di tik tok.


Aaarrggghhhhh


Erangan sesuatu membuat Ila menoleh ke sekelilingnya. Bisa-bisa ada bahaya nanti kalau ia mengabaikannya.


Aaarrggghhhhh


Suara itu kembali terdengar. Membuat Ila menjadi tambah waspada dan rasa kenyang diperutnya tadi hilang begitu saja.


Aaarrggghhhhh


dan Lagi, bunyi itu. Bukan, sepertinya itu bunyi erangan hewan buas. Menjadikan tingkat kewaspadaan Ila sangat tinggi.


"Siapa yang telah berani masuk ke daerah kekuasaan ku?" tanya seseorang yang memancing Ila untuk turun ke bawah.


"Ndak ado yang buliah masuak ka daerah ko!" Ucapnya namun masih bel menampakkan dirinya sehingga terlihat lebih misterius lagi.


(Tidak ada yang boleh berada disini!)


"Siapa kau?" tanya Ila lagi dengan suara yang lebih kuat.


Kali ini mata Ila tiba-tiba menajam dengan sendirinya. Ia berusaha menangkap asal suara itu.


Ggggggg


Tangan Ila berhasil dicakar olehnya.


"Akkkkhhh!" teriak Ila dan reflek memegang tangan itu yang rasa pedihnya minta ampun.

__ADS_1


Apalagi belum pernah Ila rasakan sebelumnya.


"Ku tanya sekali lagi, siapa kau? mengapa kau melukai ku?" tanya Ila lagi dan kemudian


Ia lepaskan tangannya dari jejak itu. Ternyata tidaklah sedikit, tapi bekas itu panjangnya tak main-main. setengah dari siku Ila.


"Alah dikecekkan, den rajo tampek ko. Ndak ado nan buliah masuak ka mari. Sia nan


malangga nyo, inyo surang nan ka manangguang akibaik nyo."


(Sudah ku katakan, aku adalah penguasa tempat ini. Tidak ada yang boleh masuk ke daerah ini. Siapa yang melanggarnya akan menanggung konsekuensinya.)


Tiba-tiba mata Ila tertuju pada tempat gelap yang dihalangi oleh dedaunan. Disana terlihat seseorang yang sedang berdiri dengan tegap.


"Siapa kau? keluar!"


Bersambung...


Terus baca ceritanya dan tunggu kelanjutannya ya!


Jangan lupa untuk tekan tombol like, beri vote and coment serta kasih bintang 5 ya!


Ouh ya, jangan lupa untuk mampir ke novel dan chat story aku yang lain!


Judulnya:-Karin the Mafia Girl


-kisahku di pesantren


Dibulan yang penuh berkah ini kita diwajibkan untuk melaksanakan puasa dan disunnahkan mengerjakan shalat tarawih.


Selamat menunaikan ibadah puasa 1443 H🙏

__ADS_1


And thank so much


__ADS_2