
Braak
Wanita pengganggu itu kembali terpelanting ke belakang. Kali ini ia tak sanggup untuk berdiri karena tenaga Ila tersebut sangat kuat.
Ila tak mau melewatkan kesempatan ini. Dengan secepat kilat, ia mencari paku yang terlihat di dekat jatuhnya kuntilanak lalu Ila menusuk kepala Kunti tersebut.
"Aku denger dari orang-orang jika kepala Kunti ditusuk pakai sepaku maka dia akan berubah jadi manusia cantik. Aku akan membuktikannya!"
"Akkkkhhhhh!!"
Wah, rupanya benar. Saking berhasilnya wanita penggelak itu malah bertambah mengerikan. Dari kepalanya bercucuran darah yang merembes dan membasahi tanah.
"Ndeh, jujur kamu jadi tambah jelek mbak. Rupa kamu tuh sangat buruk. Tapi aku tau kok kalau di alam gaib kamu pasti cantik." Ucap Ila yang memang sejujur-jujurnya.
"Kamu menghinaku hah?!" teriaknya memenuhi ruangan sampai-sampai gendang telinga Ila menjadi sakit. Suara yang didengarnya itu kategori ultrasonic. Tak baik bagi pendengaran manusia.
"Biar aku buktikan kalau ucapanku tak salah."
"Aduh kaca, dimana kau kaca?" gumam Ila memeriksa cermin di dalam tas.
"Manusia l4knat! kau mempermainkan ku!" emosinya dan kini ia memakai jurus baru.
Kunti memakai rambut panjangnya sebagai senjata. Itu adalah hal baru yang dilihat Ila. Sejauh ini, dimana-mana serangan kuntilanak hanyalah serangan laser, cekikan, datang mendadak bagaikan cahaya serta terbang.
"Nih, aku pakai kamera aja." Ujar Ila yang membuat hantu tersebut bungkam. Ia tampak berpikir dengan yang diucapkan Ila.
__ADS_1
Apa betul aku sejelek itu? nggak lucu kan dari yang tadinya sangat cantik tiba disini malah jadi kebalikan. Di kampungnya aja dia jadi bunga kembang desa, masa buruk jadi idola?
Setelah menuruti kata Ila, hantu itu malah bertambah marah. Ia merasa dipermainkan.
Tidak ada sedikitpun wajahnya terlihat di hp itu.
"Kamu membohongiku?" teriaknya balik.
Ila menepuk jidatnya karena apa yang dikatakan lawannya itu memang benar. Ila memutar otaknya dengan cepat, mencari solusi untuk masalah ini. Ia sama sekali tak mau memperpanjang masalah kecil.
"Tunggu dulu! kamu berdiri di sana! biar aku fotoin."
"Kau pikir aku ini apa hah?!"
Braaaak
Tak punya pilihan lain lagi. Ila harus bertindak tegas terhadap makhluk halus yang berani berbuat semena-mena di alam lain. Ini adalah alam manusia dan mereka juga memiliki alam sendiri.
"Hahaha! jangan besar omongan anak muda! kau jangan sombong dulu!" remeh wanita itu pada Ila. Ia melarang Ila untuk sombong, tapi ia sendiri bersikap sombong.
"Oke, kita lihat! kau atau aku yang benar." Ucap Ila yakin dan menunjukkan smirknya.
Kuncian yang selalu Ila pakai ketika bertemu dengan setan-setan yang susah untuk dikalahkan. Memang kelihatannya mudah, tapi jika Ila sampai salah dalam melakukannya maka itu akan berakibat fatal pada dirinya sendiri.
Sebagai umat Islam, nabi Muhammad telah mengajarkan pada umatnya untuk selalu meminta perlindungan kepada Allah SWT. Baik itu dari azabnya, musibah maupun godaan setan.
__ADS_1
"Let's begin!"
Dengan memfokuskan dirinya pada titik terdalam dalam hatinya, ia membaca dengan penuh konsentrasi. Sebisa mungkin ia mengabaikan godaan-godaan disekitarnya.
"A'uudzubillaahi minassyaithaanirrajiim.
Bismillaahirrahmaanirraahim.
Allaahu laa ilaaha illaa huw, al-hkayyul-qayyuum, la ta khuzuhuu sinatuw wa laa naum, lahuu maa fis-samaawaati wa maa fil-ard, man zallazii yasyfa’u ‘indahuu illaa
bi ‘iznih, ya’lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum, wa la yuhiituuna bisyai’ im min ilmihii illaa bimaa syaa,
wasi’a kursiyyuhus-samaawaati wal-ard, wa laa ya’uuduhuu hifzuhumaa,
wa huwal-aliyyul-aziim.”
Bersambung...
Terus baca ceritanya dan tunggu kelanjutannya ya!
Jangan lupa untuk tekan tombol like, beri vote and coment serta kasih bintang 5 ya!
Ouh ya, jangan lupa untuk mampir ke novel dan chat story aku yang lain!
Judulnya:-Karin the Mafia Girl
__ADS_1
-Kisahku di pesantren
Thank you