
..."Dalam artian pasti ada suatu masalah yang cukup rumit hingga punya pengaruh sampai pada keturunan-keturunannya. Tapi, apa hubungannya denganku? why always me? apa mungkin aku ada hubungannya dengan semua ini?"...
..."Hmmmh, mungkinkah masalahnya cukup rumit? dan yang jadi pertanyaan disini siapa yang sedang bermasalah?"...
Ila berpikir dengan keras. Ia menebak-nebak apa maksud semua ini dan konflik apa yang tengah dipikirkannya.
..."Jika mimpi itu jadi kenyataan maka bisa disebut itu sebuah pertanda. Dan kemunculanku di istana itu sudah tak asing lagi bagiku. Berarti bisa saja kan kalau aku ditujukan untuk menyelesaikan perkara di kerajaan itu?"...
..."Aku akan kembali menyelundupkan diri kesana. Mungkin saja ada petunjuk yang lebih jelas."...
Saat Ila akan pergi, mendadak sesosok jin dengan sengaja dan tenangnya menghadang jalannya. Ia tampak sangat santuy dengan tampang tak berdosa sama sekali.
Gadis itu pura-pura tak melihatnya dan sengaja menyenggol bahu lelembut tersebut hingga ia agak terdorong akibat tabrakan Ila.
..."Woy! lo tuh bisa lihat gue nggak? main bentrok aja. Mata tuh digunain untuk melihat bukan untuk yang lain." Kesalnya pada Ila....
__ADS_1
Gadis itu tersenyum namun samar untuk dilihat.
..."Nah kah pintar! terus kalau tahu itu ngapain pake ambat jalan gue segala. Huft, dasar demit aneh!" umpat Ila dalam hati. Ia masih menjalani aktingnya yang seperti orang awam tanpa Indra keenam....
..."Dasar manusia nyebelin!" Ucap demit itu yang malah kesal sendiri. Padahal memang dialah yang awalnya membuat ulah....
..."Ha, dari pada lo kesel nggak jelas lelembut, lebih baik lo bantu gue sang primadona yang manisnya nggak ketolongan ini." Ujar gadis itu menghadap jin yang sempat mengganggunya tadi....
..."Hmmmh, dah aku duga lo bisa lihat gue kan? hahaha! akhirnya ada juga manusia yang bisa lihat ketampanan gue." Sahutnya lebay....
..."Weh tenang bro! nggak usah ngegas kali. Gue kesini itu pasti punya urusan dan yang mulai duluan itu kan elo! udah tau gue punya indra keenam masih aja nekat ngalangin jalanku." balas Ila tak mau kalah. Toh, dia juga nggak bersalah dalam hal ini....
..."Iye iye gue salah, maap. Gue lagi galau karena cinta gue lagi ditolak tapi tak lama setelah itu nyatanya tuhan memberikan gue yang lebih baik. Ibarat bidadari dunia." Ucap demit itu dengan senyumannya....
..."Hahaha, demit bisa bucin juga ya? setahuku hanya manusia yang terus dilanda asmara. Diluar dugaan banget." Ejek Ila dan cukup tak mengerti apa yang dibilang lawan bicaranya....
__ADS_1
..."Tentu aja, mungkin ini balasan tuhanku atas ibadah yang ku kerjakan selama ini."...
..."Wuuuuuuu! pamer! ria woy!" sorak gadis itu....
..."Nggak papa, asalkan kamu yang dengernya aku siap kok untuk menceritakan segala seluk beluk kisah kehidupan ku yang tak ku mengerti ini. Namun setelah itu ku tahu ternyata misteri itu terjawab dengan pertemuan kita yang tentu tak kebetulan ini. Pertemuan kita ibaratkan jodoh yang telah ditakdirkan." Ujarnya bijak dan menjadi sosok yang dewasa....
..."Huhuhu, tua banget omongan kamu demit. Tapi maaf, sudah ada yang lain di hatiku ini. Jadi kau cari saja para demit yang lain ya!" pinta Ila yang menyematkan sindiran halus dan pesan disana. Ia tak sebrengsek itu untuk memberi harapan palsu pada seseorang walau orang itu tak manusia sekalipun....
Bersambung...
...Terus baca ceritanya dan tunggu kelanjutannya ya!...
...Jangan lupa untuk tekan tombol like, beri vote and coment serta kasih bintang 5!...
...THANKS...
__ADS_1