Misteri Buku Tua

Misteri Buku Tua
Rindu


__ADS_3

Terima kasih. Kata itulah yang keluar dari mulut Ila saat ia merasakan tubuhnya melayang diangkat seseorang. Setidaknya dirinya tak jadi dibawa oleh makhluk jelek yang tak berperikemanusiaan.


***


6 jam sudah Ila masih setia dengan pingsannya. Belum ada ia membuka matanya itu sedikitpun. Keadaannya begitu mengkhawatirkan. Energinya terkuras begitu banyak hingga ia tak lagi bisa menahan beban tubuhnya sendiri.


Perlahan gadis itu membuka kelopak matanya. Ada sesosok wajah tampan yang terlihat sedang duduk di dekatnya.


"Dimana aku?" tanya Ila berusaha untuk duduk dengan suara yang masih terdengar lemah.


"Kalo ga bisa duduk ya udah, ga usah dipaksain." Jawab seseorang dengan suara khas yang telah lama dirindukan Ila.


"Suara itu..." Ila tidak bisa menahan rasa sakit di dadanya. Ia bukan orang munafik yang memungkiri kalau dia sendiri merindukan sosok itu.


Gadis tersebut menggerakkan tangannya untuk bisa membuat orang dihadapannya menghadap ke arahnya.


"Udah gue bilang, kalo lo ga bisa bergerak ga usah dipaksa, ga usah sok kuat jadi orang." Cowok itu membalikkan tubuhnya menghadap Ila yang terbaring.


Mata Ila berkaca-kaca dengan bibirnya yang bergetar. Dadanya berdegup begitu kencang dengan nafas yang tak beraturan. Ia bangkit dari tidurnya dan duduk. Wajahnya tak berani menatap.


"Apa lo ga rindu gue?" ujarnya membuat Ila melihatnya.


"Sama sekali ga. Ngapain gue kangenin cowok kayak lo RENDRA."


Rendra memperlihatkan senyum manisnya. Ia juga memamerkan gingsulnya yang membuat kadar ketampanannya bertambah.


"Yakin dek?" Rendra menaikkan alisnya menggoda Ila. Sudah lama ia tak dapat menjahilinya.


"Akhhh! Lo kemana aja Rend? Udah lama gue tunggu elo masuk ke sini untuk nyelamatin gue." Ila memukul dada bidang Rendra. Tak disangka air matanya jatuh.


Rendra menyentuh dagu Ila hingga kini mereka sama-sama saling menatap. Tersirat rasa rindu yang mendalam di mata mereka berdua.


"Lo tau nggak? Gue juga kangen ama lo Kila." Panggilan itu membuat Ila merasa pusing. Ingatannya berputar-putar hingga ia kembali teduduk sambil memegang kepalanya.


Flashback

__ADS_1


"Kila! Kila!" Panggil mereka serentak.


"Iya, tunggu dulu!" Kila lupa dengan pesan ibunya karena melihat teman-temannya itu.


Ia membuka pintu rumahnya.


"Hai Kila, main yok!"


"Kemana?"


"Main keluar, sebentar aja kok." Jawab Hali yang diangguki oleh Kila.


Mereka berkejar-kejaran sampai-sampai tak menyadari bahwa mereka telah jauh dari rumah.


"Varel, Hali tungggu! kalian berhenti dulu!" ujar Kila dengan nafas tersengal-sengal.


"Jika kamu bisa coba kejar kami!" teriak Varel namun tak diiyakan oleh Kila. Ia berhenti.


"Aku nggak mau main sama kalian." Jawabnya merajuk.


Hali dan Varel menoleh kebelakang, mendadak ada seorang laki-laki berumur yang berusaha menggendong Kila.


"Hei, lepaskan temanku!" dua anak cowok itu membentak. Tapi percuma, ucapan mereka sama sekali tidak digubris.


Di gudang yang gelap dan sepi...


"Akhhhh!" erang Kila. Ia melihat sekeliling yang tidak dikenal tempatnya tersebut.


"Dimana aku? kenapa aku ada disini?".


Terdengarlah suara seseorang membuka pintu.


"Hai gadis manis! apa kabarmu?" ujarnya menyeringai.


"Paman siapa? kenapa paman menangkapku?"

__ADS_1


"Ouh, kalau itu kamu tanyain jawabannya sederhana saja, kamu hanya perlu menyerahkan kekuatanmu itu!"


"Kekuatan apa maksud paman?" tanya Kila bingung, ia sama sekali tidak mengerti apa yang diucapkan laki laki tersebut.


"Jangan pura pura tidak tahu! kau harus menyerahkan kekuatanmu itu padaku!" nadanya naik satu oktaf.


"Tapi, aku sama sekali tidak mengerti paman."


Sosok itu mendorong tubuh Kila sampai terjungkal kebelakang.


"Cepat serahkan kekuatanmu itu sekarang!"


namun, entah apa yang terjadi Kila hanya diam tak bergeming.


"Apa kau tuli? cepat serahkan kekuatanmu itu!"


Kila masih diam, tiba-tiba tubuhnya itu berdiri dan sepertinya Kila berada diluar kesadarannya. Rantai yang begitu kuat terlepas dengan sendirinya membuat sosok tersebut kaget.


"Jika kau macam-macam, kau akan kubunuh!"


ancamnya.


Cahaya keluar dari tubuh Kila. Mendadak ada 2 ekor harimau putih yang muncul.


Dengan menggerakkan telunjuk pada laki-laki itu, harimau tersebut menyerang orang yang telah menculik tuannya.


Karena panik, ia tidak sempat lagi menghindar yang mengakibatkan dirinya habis dikeroyok oleh sang khodam penjaga.


Disaat yang bersamaan Mardi muncul didepan pintu. Betapa kagetnya ia melihat ketika seorang laki laki babak belur terbaring dilantai. Dan yang membuatnya lebih terkejut ialah cucu kesayangannya itu sedang berada diluar kendali.


Agar tidak terjadi pertumpahan darah, ia menghipnotis pria itu dengan kata kata.


"Pergilah kamu dari sini dan jangan pernah menculik cucuku lagi!" Ucap Mardi dan dituruti oleh sosok tersebut.


...Bersambung......

__ADS_1


Maaf udah lama ga update, soalnya aku sibuk banget. Tetap dukung aku ya!


...Thanks...


__ADS_2