Misteri Buku Tua

Misteri Buku Tua
SMK (Salah Masuk Kamar)


__ADS_3

Hahahaha, lawak banget jadi orang. Tadi niatnya lain sekarang lain pula. Sungguh TERLALU!


"Gue harus cepat-cepat keluar sebelum urusannya jadi panjang. Bukannya jadi plong, tapi bisa-bisa keluar nih isi kepala."


Dengan ligat , Ila membuka hijabnya, melipat tangan baju dan kaki celananya. Satu kata saat ini, "SIGAP!"


Setelah selesai berwudhu, ia masuk ke dalam masjid yang bisa dibilang mewah pada zaman itu. Walaupun di tempatnya Ila ada yang jauh lebih mewah, namun ini benar-benar lumayan. Toh, masjid kerajaan.


Bak punya kantong Doraemon, semua barang yang dibutuhkan tiba-tiba ada saja muncul dalam tas sekolah Ila. Bahkan mukena pun ada didalamnya.


Meski orang-orang pada heran melihatnya, karena mukena zaman dulu begitu berbeda dengan punyanya tapi Ila sama sekali tidak peduli. Ya, biarin aja.


Iqamah telah dikumandangkan dan imam maju untuk memimpin shalat. Semuanya berjalan dengan kusyuk.


Hanya saja, bukan Ila namanya kalau tak membuat orang pening kepala dibuatnya. Pangeran Alfa celingukan sana-sini mencari keberadaan anak resek plus gombal plus bikin rusuh dan plus lainnya.


*****


"Weh, alamakjang, enak tenan ya hidup jadi anggota kerajaan. Mana semuanya mewah lagi, ya walaupun nggak semewah zaman now tapi ini benar-benar membuatku terkesan deh."


Dasar! orang tengah sibuk mencarinya, dia malah enak-enakan di kolam dekat istana. Bikin sakit kepala aja tuh anak!


Namun, sesaat kemudian Ila baru teringat sesuatu. Ia menepuk jidatnya karena kelupaan.


"Aduh, bisa-bisa mati aku! bagaimana aku bisa lupa dengan pangeran Alfa! pasti dia mencari ku!" pikir gadis itu frustasi sambil berlari balik ke masjid tadi. Ia benar-benar kelupaan.


Akan tetapi, orang yang dikejarnya malah tidak ada di TKP. Ila benar-benar merutuk dalam hati, ia sangat kesal.


"Huft! nggak Alfa nggak Rendra sama aja! bikin gue kesel tiap waktu." ujarnya sambil memanyunkan bibirnya.


Lah? kok jadinya sama Rendra sih? atau, memang rindu ya?


Dengan berat hati, gadis itu kembali lagi menuju istana. Ya, mana tahuan pangeran ada di sana.


Flashback


"Ila mana ya? kok dia nggak kelihatan?" batin pangeran saat ia tidak melihat Ila di dalam masjid.


"Apa dia udah duluan ya? lebih baik aku bergegas ke istana."


Pangeran dan rombongannya langsung ke istana. Lagian dia juga harus menghadiri rapat yang disampaikan padanya.


*Flashback off


"Dari pada pusing mulu dari tadi, lebih baik aku pergi ke kamar itu. Hitung-hitung buat istirahat*." Ila mulai ngawur dengan pikirannya.


Tapi rencananya tak sesuai dengan realita. Ia malah SMK, alias SALAH MASUK KAMAR. Yes, Ila si gadis akuan itu nyelonong masuk ke dalam kamar pangeran Alfa.

__ADS_1


"Aaaaa!" teriak Ila kaget.


Bukan hanya Ila, pangeran Alfa juga tak kalah kaget.


Ila melotot sejadi-jadinya pada pangeran Alfa.


"Pangeran ngapain disini?" tanya Ila dengan tak tau malunya.


Pangeran membulatkan matanya.


"Lah, seharusnya saya yang menanyakan hal itu. Kamu ngapain disini? pasti mau tidur lagi." Tebaknya tepat di tengah-tengah dart board.


Ila memperlihatkan gigi putihnya yang tersusun rapi, jangan lupa gigi taringnya yang menawan.


"Hehehe, boleh ya? pangeran itu kan baik hati, tidak sombong, dermawan, suka menabung masa nggak memperbolehkan gadis manis kaya aku ini tidur di atas kasur?" ucap Ila dengan memuji-muji.


Pangeran Alfa menaikkan sebelah alisnya. Nih anak kesambet apa ya? tiba-tiba jadi aneh gini?


Pangeran menghela nafasnya berat.


"Baiklah, untuk saat ini aku mengizinkanmu disana." Keputusan Alfa benar-benar membuat Ila girang bukan main. Matanya berbinar seketika.


"Makacih my..."


"Cukup!" pinta pangeran dengan tegas.


"Kamu itu perempuan! jangan bersikap seperti dihadapan laki-laki!"


"Iya iya! nggak usah galak napa sih? nanti cepat tua baru tau rasa!" lirih Ila namun masih terdengar di telinga pangeran.


"Memang saya lebih tua dari kamu! seharusnya kamu itu hargai saya! bukan nyelonong ke kamar orang tanpa izin! kamar laki-laki lagi!"


Hadeh, mulai deh ceramah anak laki-laki raja satu-satunya. Untung ganteng, kalau nggak mungkin udah di lempar ke alam atas.


"Iya mak ciak!" jawab Ila tapi malah dapat pelototan dari si empunya.


"Kok mak ciak sih? emang suku kamu tuh apa hah?"


"Hadeh, nih orang malah ngegas. Tuhan, telingaku panas dingin denger nasehat dari salah satu seorang guru." Rengeknya.


"Eh?"


"Udah-udah, nanti kalau pangeran sampai terlambat bisa-bisa dipecat jadi anak raja." Ujar Ila tanpa pikir panjang.


"Ngawur kamu!"


"Dah pergi sana! aku mau tidur." Usir gadis tersebut.

__ADS_1


Ih, tak tak tau malu! udah masuk kamar orang kaya tuyul, malah ngusir empunya lagi dengan alasan mau tidur.


"Hey! kamar yang akan kamu huni itu disebelah! bukan di kamarku."


"Aduh pangeran, aku lelah nih! mager pindah ke sebelah." Jawabnya dengan suara kantuk.


"Kalau bagiku boleh saja. Tapi, apa nanti jadinya kalau ada yang sampai melihat seorang perempuan tidur di kamarku? nggak mungkinkan jadinya begini, Hmmm seorang perempuan ditemui di kamar pangeran istano basa yang kabarnya sedang dalam masa pertunangan." Ujar pangeran Alfa yang sudah seperti para presenter berita Hots.


Ila tidak jadi mengantuk. Ia malah susah menahan tawanya karena melihat pangeran Alfa yang ngakak itu.


"Hahaha! pangeran mau jadi newsanchor ya? kayak serius aja." Tawa Ila akhirnya meledak karena tak tahan melihat adegan tersebut.


"Aku nggak peduli, pokoknya kamu tidur disebelah! bisa-bisa hancur nanti nama aku kalau orang ngelihat kamu disini!"


"Aelah, bilang aja kalau nggak ingin buruk


di mata Arilla. Ngomong itu susah banget." Celetuk Ila yang membuat wajah pangeran Alfa memerah padam.


Pangeran memalingkan wajahnya ke samping supaya tak terlihat oleh gadis bermulut ember yang sedang berdiri di depannya ini. Kan tambah gawat jadinya!


"Pokoknya aku nggak mau tau! pindah


ke sebelah atau keluar dari istana ini?"


Kedengarannya pangeran sedang serius. Ila mendongak melihat wajahnya. Wah, ndak bisa dibiarin nih!


"Oke, fine! aku pindah. Udah ah! kamu pergi gih! nanti terlambat kena hukum sama raja."


ucap Ila dengan nada terpaksa.


"Kenapa nggak dari tadi aja dia pindah?" pikir Alfa.


"Pindah ndasmu! udah ah, lebih baik gue pindah. Gue kan nggak mau waktu tidur gue kurang hanya gara-gara seorang perempuan aneh memperebutkan kasur dengan seorang pangeran tampan. Nggak lawak kan?"


Dengan malas, Ila berjalan menuju kamar sebelah dan langsung menghempaskan badan mungilnya di atas kasur.


Untung aja kasur nggak reot. Kan, kalau itu terjadi, bisa-bisa ada keributan baru di istana yang selalu aman dan tentram itu.


Bersambung...


Terus baca ceritanya dan tunggu kelanjutannya ya!


Jangan lupa untuk tekan tombol like, beri vote and coment serta kasih bintang 5!


Ouh ya, jangan lupa untuk mampir ke novel dan chat story aku yang lain!


Judulnya:-Karin the Mafia Girl

__ADS_1


-Kisahku di pesantren


...THANKS SO MUCH...


__ADS_2