
Shaletta langsung mundur. Ia tahu apa yang akan dilihatnya di dalam, jadi sebisa mungkin mentalnya harus dipersiapkan terlebih dahulu.
"Ger, lo aja deh yang jalan depan! gue jaga-jaga dibelakang."
"Jaga-jaga atau lo takut?" Gerald menatap gadis itu datar.
"Kalau ada yang nyerang dari belakang gimana? lo mau mati muda?" elaknya.
"Iya-iya lo yang paling betul."
Gerald berjalan paling depan memasuki gubuk tua tersebut. Sementara, Shaletta mengekorinya dari belakang sambil was-was melihat kiri dan kanan. Jaga-jaga saja jika sesuatu yang tak diinginkan malah terjadi.
"Teman lo yang prik itu kok lama banget sih datang?"
Cowok itu menoleh kebelakang lalu mengendikkan bahunya. Ia kembali
ke posisinya semula namun secara mendadak ia berhenti.
"Napa berhenti?"
"Jangan jalan dulu!"
"Lo ngerasain hawa dingin nggak Ger? kayak nggak nyaman gitu," ucap Shaletta namun tidak digubris sama sekali oleh lawan bicaranya.
Hihihihihi!
Tawa seseorang dengan suara melengkingnya yang menggema di seluruh ruangan.
"Wah, lihat! ada tamu yang datang."
Shaletta tambah merasa waspada, tubuhnya sudah merinding saat ini. Gerald juga begitu, tapi ia menantang rasa takutnya.
"Maaf ya siapapun yang ada di dalam, kami bukan dayang tapi kami hanya singgah," jawabnya membuat Gerald menyentil dahinya. Shaletta langsung menggosok sasaran tangan Gerald itu dengan tangannya.
"Heh! kalau muka gue sampai merah, lo harus tanggung jawab!" ancam Shaletta menatap tajam Gerald yang bertampang seperti tidak melakukan kesalahan saja.
"Itu aja manja, lagian lo kalau bicara jangan konyol! pikir dulu!"
Hantu itu malah kembali cekikan yang membuat keduanya mencari sumber suara.
"Hihihi! kalian manis sekali."
"Tunggu! bukannya kau sudah ku kalahkan?" tanya Shaletta heran setelah kembali menelisik suara itu.
"Hahaha! jangan kau samakan aku dengan wanita lemah itu!"
"Tapi bukannya kalian sama ya? kan sama-sama hantu," ucapnya kembali dengan sepolos-polosnya.
Gerald menganga, ia tak percaya seorang cewek bar-bar yang pintar malah bicara sekonyol itu.
"Heh! mulut lo bisa nggak diam? kalau lo nyerocos terus, lo akan membahayakan diri lo sendiri," bisik Gerald ditelinga gadis itu.
Hihihihihi!
"Aduh maaf banget ya mbak! itu mbak nggak pernah mandi-mandi ya? bau banget sih," ujar Shaletta sambil menutup hidungnya.
Wanita tersebut langsung melotot. Matanya menyemburkan darah.
"BERANI-BERANINYA KAU MENGHINAKU," dia malah menjadi marah karena merasa terhina.
"Wee kok dianya marah sih? apa gue salah bicara?" tanya Shaletta pada Gerald yang tengah memegang kepalanya.
"Lo jangan bertingkah konyol juga disaat seperti ini!"
"Dasar sialan!" umpat hantu tersebut.
__ADS_1
Wanita gubuk itu menyerang Gerald dan Shaletta yang berada dihadapannya.
Karena terlambat mengelak, cewek itu terkena goresan oleh serangannya.
"Hadeh, main serang aja nih si mbak," ucapnya jijik. Ia jadi tidak fokus karena merinding melihat hantu didepannya.
Mata yang hampir keluar, tulang pipi yang terlihat, rambut yang sangat berantakan dengan banyak belatung yang hinggap, serta bagian perut yang bolong.
Gerald melindungi temannya itu dengan menangkis semua serangan yang dilontarkan wanita itu.
Ia membawa Shaletta ke belakangnya. Namun, Shaletta tidak ingin dianggap seperti pengecut jadi ia lebih memilih untuk menyerang hantu tersebut.
Ia melancarkan pukulannya pada wajah lawannya hingga hantu tadi memegang wajahnya yang sudah berdarah.
"Pantas kau banyak diincar, tapi aku tidak akan membiarkanmu jatuh KE TANGAN SIAPAPUN," teriaknya.
Wanita tersebut berlari kearah Shaletta sambil menyiapkan pukulan. Bagi orang biasa mungkin mereka akan pingsan karena hantu tersebut berlari dengan kaki yang tidak menyentuh lantai. Ia hanya berada
di awang-awang saja.
Yang diserang menghindar dengan sangat lincah. Kemampuannya dalam bela diri memang tidak perlu diragukan lagi. Sampai-sampai itu menjadi kejutan bagi Gerald.
"Hihihi! kau lincah juga ya? tapi itu tidak akan membantumu untuk lepas dari sini," ucapnya yang selalu saja banyak bicara.
"Hadeh! nih hantu cerewet juga ya?" gumam cewek itu.
Merasa dirinya direndahkan, dia malah menyerang Shaletta bertubi-tubi hingga membuat Shaletta jadi kewalahan.
Melihat tenaga temannya yang semakin berkurang, Gerald menabrak sosok tersebut.
"HAAAA! KAU JANGAN IKUT CAMPUR!" teriaknya kemudian malah beralih menyerang oranh yang menganggu pertarungannya.
Shaletta yang melihat kesempatan emas tersebut langsung duduk terlebih dahulu. Ia terlalu lelah untuk bertarung. Mungkin kini saatnya untuk santai?
Saking kuatnya, secara tidak sengaja ia menabrak Shaletta yang sedang duduk melamun.
"Astaghfirullaah!" Kata-kata itu spontan keluar dari mulut Shaletta.
Hantu itu langsung tertawa. Ia berpikir saat ini ia bisa membawa mangsanya pergi bersamanya.
"Hihihi! kau akan kubawa pergi," ujarnya kemudian memegang lengan tangan Shaletta dengan kuat.
"Haaaaa! lo jangan sentuh-sentuh gue sundel bolong!"
Shaletta refleks memberikan tendangan T
secara mendadak pada wajah lawannya hingga membuat lawannya menjadi marah.
"Kurang ajar kau!"
Gadis itu kembali berkonsentrasi dan menenangkan hati serta pikirannya sambil menutup mata.
Ia kembali teringat jalan keluar ketika ia berada pada keadaan yang sama.
Mendadak tubuh Shaletta bercahaya, menerangi seluruh penjuru. Semua yang ada disana jadi terkejut.
"Kenapa kau terpana begitu makhluk Tuhanku?" tanyanya dengan suara yang berbeda 360 derajat.
"Hihihi! berarti benar kau gadis itu!" dia semakin yakin dengan sasarannya.
Sssshhhhh!
Wanita gubuk melontarkan serangan laser pada Shaletta dengan matanya. Namun nahas, serangan itu malah memantul balik pada si empu. Hantu itu teriak kesakitan karena tubuhnya terbakar.
Shaletta mendekatinya tapi lebih dulu dicegat oleh cowok yang bersamanya.
__ADS_1
"Jangan dekati dia!"
Shaletta tidak mengacuhkan ucapan Gerald dan terus menghampiri hantu gubuk itu kemudian jongkok didekat sosok yang telah terkapar.
"Kenapa kau berbuat seperti itu?"
sosok itu mendongak menatap Shaletta. Secara tidak sadar air mata menetes di pipinya.
Hantu itu kembali berubah seperti waktu dia masih seperti manusia.
Tubuhnya dibalut dengan baju kurung, serta rambut yang disanggul. Ia memandang Shaletta dengan senyuman yang tulus.
"Terima kasih kau menyadarkanku."
"Jangan berterima kasih padaku, tapi bersyukurlah pada yang di atas! hanya karena-Nya semua ini bisa terjadi."
"Kau sangat berbeda, jaga selalu dirinya!" pinta wanita itu pada Gerald yang disambut dengan anggukan.
Setelah jin itu menghilang, Shaletta merasa pusing dan langsung tak sadarkan diri yang membuat Gerald terkejut.
***
"Hah...huh...hah...huh... apa kami terlambat?"
tanya Vincent dengan tampang watados.
Gibran yang langsung melihat Shaletta pingsan itu menatap Gerald dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Gue bukan cowok brengsek. Jangan berpikiran buruk sama gue!"
"Jadi gimana caranya bawa cewek prik ini keluar dari sini?" tanya Vincent yang sudah memikirkan itu saat melihat Shaletta.
"Gue yang akan bawa dia," ucap Gerald yang membuat duo prik menatap tak percaya. Apa ini benar-benar Gerald?
"Ngapain natap gue kayak gitu?" Gerald menjadi risih saat ditatap intograsi seperti itu.
"Apa lo kerasukan hantu disini?" tanya Vincent yang membuat Gerald menatapnya datar.
"Kita harus cepat keluar dari sini! kita tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya."
Mereka bergegas keluar dari gubuk itu dan untung saja mereka tidak terlambat. Pintu dan jendela tertutup dengan sangat keras padahal tidak ada seorang pun manusia
di dalamnya.
"Untung lo nyuruh kita keluar. Gue nggak tau apa yang akan terjadi jika wajah gue yang ganteng ini sampai jadi rusak gara-gara bertarung terus di dalam sana," Vincent malah ngoceh sepanjang jalan.
Sementara, Gerald masih di sana untuk membereskan sesuatu. Dia sengaja menyuruh temannya lebih dulu.
Tanpa aba-aba, dia mengangkat Shaletta dan bergegas membawanya ke ruang UKS.
15 menit kemudian...
"Kalau lo udah sadar kita harus cepat cabut dari sini," ucap Gerald yang sepertinya menyadari bahwa Shaletta sudah sadar. Walaupun tangannya memegang hp, tapi sudut matanya itu tajam melihat keadaan sekitar.
"Kenapa gue ada di sini?"
"Nggak usah banyak tanya! kita harus pergi!"
...Bersambung......
...Terus baca ceritanya dan tunggu kelanjutannya ya!...
...Jangan lupa tinggalkan jejak dengan cara like, vote, coment dan kasih bintang 5!...
...Thanks...
__ADS_1