
"Menyinari dunia dari Hongkong, membuat kelam dunia kali," cibir Ila.
"Oh ya, lo ngapain disini?"
"Emangnya nggak boleh? kan nggak lo yang punya tempat ini," jawab Ila secara berani.
"Tempat ini memang bukan milik Tegar tapi ini tempatnya punya gue," ujar seseorang dengan suara berat dari belakang Ila.
"Gar, kok tiba-tiba tengkuk gue merinding ya?" tanya Ila sambil mengusap tengkuk dengan tangannya.
"O-o i-itu Aa-ada," ujar Tegar gagap dengan ekspresi panik.
"Ih bicara nggak jelas banget, emang ada ap..."
Pembicaraan Ila terhenti ketika ia melihat seorang cowok berwajah tampan namun memiliki gigi taring yang panjang dari orang biasa. Dan umumnya orang memanggilnya vampir.
"Haaaa ya ampun, mimpi apa gue semalam," ucap Ila dengan wajah kaget.
"Hahaha," tawanya dengan deras.
"Waw, fantastis. Lo emang benar dracula asli kan? nggak typo kan?" ujar Ila dengan wajahnya yang ceria seketika.
Bahkan, dengan beraninya ia mencubit pipi vampir tersebut dengan gemas.
"Anjir, nggak usah sentuh gue! mau gue hisap darah lo?" ucapnya kesal dan penuh ancaman.
Bukannya takut, Ila tambah gemas dengan makhluk tersebut. Ia bahkan ingin rasanya kembali mencubit namun tangannya telah ditepis terlebih dahulu.
"Haaaa, lo juga bisa bahasa gaul mirip si dukun milineal itu? apa lo ini vampir modern?" tanya Ila dengan wajahnya yang polos.
"Meskipun gue ini vampir, tapi gue ini makhluk yang modern tahu!" ucapnya dengan sombong.
"Ck, uuuuuu sombong!" sorak Tegar.
"Wawwwwww, ini benar-benar keren. Dua makhluk jadul jadi gaul seketika, hoh nggak bisa dibiarin nih! harus gue upload ke sosmed,"
ucap Ila riang.
"Jangan!" henti Tegar.
"Napa?"
"Karena gue nggak mau ketampanan gue yang luar biasa ini dilihat oleh kaum hawa selain elo, eaaaaa!"
"Dih, najong!"
"Gantengan Rendra kali!" gumam Ila.
"Apa?"
"Nggak ada,"
"Haaa, kan gara-gara lo gue jadi lupa ama dracula ori tadi," ucap gadis tersebut histeris.
"Siapa nama lo?"
__ADS_1
"Lo bisa manggil gue Marvel,"
"Marvel, mara bahaya datang karena adanya vel, hahaha! nama kalian kok ngakak banget sih?" cibir Ila tertawa terpingkal-pingkal sembari memegang perutnya.
"Sue lo, beraninya lo mengejek seorang pangeran vampir yang paling ditakuti..." ujar Marvel terhenti karena dipotong terlebih dahulu oleh Ila.
"Iya iya gue tahu, yang paling ditakuti di dunia gaib, kan? eiitt, tapi jangan sombong dulu! masih ada jin pembangkang yang bernama iblis yang lebih hebat dari lo! saking hebatnya, dia membangkang perintah Allah SWT," ucap Ila panjang lebar.
"Woy! kok jadi ceramah sih? niru-niru ustazd idola gue lagi," jawab Tegar.
"What? sang Tegar seorang dukun milineal kok tiba-tiba jadi fans gilanya seorang ustadz? gue kepo ama lo bro," ucap Marvel histeris sambil memukul pundaknya Tegar.
"Siape ustadz yang jadi idola lo?"
"Tentunyalah UAS, singkatan dari ustazd Abdul Somad," jawab Tegar menirukan irama ucapan Google.
"Kece lo bro, diam-diam sih gue juga fans beratnya UAS," ucap Marvel.
"Hoy! pasti kerja kalian keluar masuk zaman dan ruang waktu,kan? bagaimana mungkin orang zaman ini bisa sangat gaul dan tahu perkembangan modern," ujar Ila tak kalah histerisnya dari Marvel yang tadi histeris.
"Pasti, dan gue juga punya hp incaran para insan di jaman now," ucap Tegar kemudian mengeluarkan hp iPhone 12 pro max dari saku celananya.
"Wadepuk! njir, kok lo nggak ngajak-ngajak gue bro?" ucap Marvel.
Sungguh duo laki konyol dan silau harta itu malah memperdebatkan hp iPhone terbaru jaman now dan mengabaikan Ila yang tengah berdiri didekat mereka.
"Woy!" teriak Ila membuat mereka berdua melihatnya.
"Jika kalian berdua aja, maka gue jadi orang ketiga dong, alias setan," ucap Ila.
"Nggak lawak," respon Tegar.
"Ih, nggak seru ah ama kalian! gue cabut!" kesal Ila.
"Eh, tunggu dulu wahai orang tercantik yang pernah sang dukun milineal terganteng se jagat raya! sebelum lo pergi dan takutnya nanti buat gue jadi mati penasaran, maka izinkanlah..." ucapan Tegar terhenti karena Marvel juga bicara.
"Kalau mau bicara itu langsung ke intinya aja woy! nggak usah gelay gitu! gue jijik ngeliatnya," ujar Marvel.
"Cepatlah! apa yang mau lo bilang Tegar si dukun santet!"
"Wow, sadis amat lo namain gue La," kata Tegar kemudian menghentikan dramatis karena melihat mata Ila yang menajam bagaikan elang.
"Hehe, minta no hp lo boleh nggak?"
Marvel menganga melihat tingkah sahabatnya. Bisa-bisanya Tegar meminta nomor handphone gadis yang baru ditemuinya. Apa ini karena pengaruh pergaulannya di dunia modern kali ya?
"Haaaa? buang-buang waktu aja bicara sampai sepanjang itu dan intinya hanya minta no wa,"
celoteh Ila kemudian mengambil hp Tegar.
"Hehehe, makasih darlingnya awak yang udah mau berbagi no WA dan nama Ig nya untuk nambah kontak aku," ucapnya.
"Iwww, dasar lelaki gelay," gumam Ila.
***
__ADS_1
Tak lama setelah Ila meninggalkan kamar itu, sang pangeran tampan pewaris tahta memasuki kamar tersebut.
"Entah mengapa aku ingin sekali kemari," gumam pangeran Alfa yang sekarang telah tiba di ambang pintu.
Alangkah terkejutnya ia ketika melihat kasur yang berantakan seperti ada seseorang yang telah tidur diatasnya.
"Siapa yang sudah membuat berantakan kamar ini? aku harus menyelidikinya!"
Ih! hanya kasur aja kali yang berantakan. Nggak sampai kamar yang habis diporak-porandakan.
Dengan ketelitiannya, pangeran Alfa mendapatkan beberapa petunjuk yang mungkin bisa memberi tahunya siapa yang melakukan semua ini.
Ia mengikuti aroma tubuh seseorang yang begitu familiar namun ia tak bisa mengingat dimana ia pernah mencium aroma tersebut.
Pangeran Alfa terus berjalan dan menjawab pertanyaan orang-orang istana dengan tidak benar, tidak pula salah.
"Mau kemana kau pangeran? apa yang sedang kau lakukan?" tanya sang permaisuri kerajaan yang tetap duduk di singgasananya bersama sang raja.
"Hmm, aku mau keluar sebentar untuk mencari udara segar ibu, ibu dan ayah tidak usah khawatir karena aku bisa menjaga diriku sendiri," ujar pangeran.
"Setidaknya kau harus punya pengawal untuk bisa melindungimu nak, ibu takut terjadi sesuatu padamu,"
"Ibu, aku tidak membutuhkan prajurit itu! aku bisa menjaga diriku sendiri," tegas pangeran Alfa.
"Biarkan saja! lagi pula dia sebentar lagi juga akan segera menikah, coba kau percaya padanya istriku," ujar sang raja.
"Hmmm, baiklah kau hati-hati! jaga dirimu karena kita tidak tahu siapa saja yang akan berniat jahat padamu,"
"Baik bu, aku keluar dulu,"
Setiap jalan, pangeran tidak terlalu mengacuhkan para prajurit yang menanyainya.
Toh, raja dan permaisuri aja mengizinkan. Kenapa mereka yang hanya prajurit malah mengatur dirinya.
Langkah demi langkah ia tempuh dengan mengikuti jejak yang ada yang akhirnya mengantarkan ia ke sebuah tempat yang agak sepi.
Seperti sebuah ladang yang baru saja dibersihkan seorang pekebun. Indah, sejuk, asri dan nyaman dengan warna hijau yang ada.
Bahkan, ladang itu juga mempunyai tempat duduk.
Pangeran Alfa melihat seorang gadis tengah menduduki bangku putih tersebut sambil memainkan sesuatu yang berada ditangannya. Dengan hati-hati, ia mendekati gadis tersebut.
Flashback off
"Kamu, kan yang sudah tidur didalam kamar sebelah kamarku?" tanya seseorang dengan suara bariton yang membuat aktivitas Ila menjadi terhenti.
Bersambung...
Terus baca ceritanya dan tunggu crazy up nya ya!
Jangan lupa untuk tekan tombol like, beri vote and coment serta kasih bintang 5 ya!
Ouh ya, jangan lupa untuk mampir ke novel aku yang lain!
Judulnya:-Karin the Mafia Girl
__ADS_1
-Kisahku di pesantren