
..."Apa yang kau lakukan?" tanya Ila dengan tampang watados....
Pangeran Alfa menaikkan alisnya sebelah. Nih anak betul-betul bikin ulah aja, seharusnya dialah yang ditanya, tapi malahan dia yang menanya. Dasar aneh.
..."Seharusnya aku yang bertanya, ngapain lagi kau ada di istana ku? dan lagi-lagi sepertinya kau buat ulah lagi ya di kamar itu?" pertanyaan pangeran Alfa sukses membuat Ila jadi diam dan kehabisan alasan. Apalagi yang dikatakan sang pangeran itu memang kenyataan....
..."Eh enak aja, kalau ngomong tuh suka benar ya. Tapi jangan bilang siapa-siapa ya kalau aku sudah menabrakmu!" Ila berusaha membujuk dengan awalan yang cukup payah....
..."Hah? kenapa kau malah tak mau orang tahu kalau kau sudah menabrak ku? kenapa nggak kamu yang mengendap-ngendap masuk istana seperti maling aja?"...
Memang untuk mengintograsi musuhnya pangeran Alfa patut diakui kehebatannya. Kata-katanya yang selalu tepat sasaran. Namun, mungkin kali ini Ila adalah lawan beratnya dalam adu mulut. Karena Ila juga sangat hebat dalam provokasi.
Pangeran Alfa memicingkan matanya melihat Ila seolah-olah memang seharusnya gadis itu dicurigai.
..."Apa jangan-jangan kamu masuk istana tanpa izin?"...
...Ila diserang bertubi-tubi. Tapi bukan Ila namanya jika tak dapat membuat lawannya kewalahan dan akhirnya akan bungkam. Ia adalah gadis kreatif yang punya sejuta ide berkat kepintarannya....
..."Enak aja, jangan mentang-mentang kamu itu pangeran asal-asalan aja nuduh aku. Tentu aja aku nggak sebrengsek itu." Solot Ila tak terima yang dikatakan pangeran Alfa walau itu benar....
__ADS_1
..."Kalau memang sudah diizinin, kenapa kamu seperti masuknya macam orang takut ketahuan? kalau iya, siapa yang udah izinin kamu?" tantang pangeran lagi agar Ila menjadi tersudut....
..."Siapa yang beri aku izin? ya akulah, masak orang lain. Lagian aku udah memberitahu kalau aku akan masuk. Kamar itu aja izinin aku masuk, napa kamu sih yang sewot?" sahut Ila berani tanpa rasa takut sedikitpun....
..."Njir, mulutnya lebih iblis dari pada aku seorang iblis." Ucap seorang demit tiba-tiba dan mendapatkan sambutan yang tidak baik dari keduanya....
..."Diam!" marah Ila dan pangeran Alfa bersamaan....
..."Lebih baik aku pergi sebelum duo harimau jadi mengamuk."...
..."Dah, sekarang kita fokus balik. Kenapa sih pangeran asal nuduh aku aja?" solot Ila balik....
..."Aku betul-betul salut padamu. Setelah sekian banyak orang hanya kamu saja yang berani bicara tanpa rasa segan padaku. Emang kamu tak takut jika aku akan menghukum mu?"...
Ila menggeleng dengan wajah polosnya. Ia antara mengerti dan tidak dengan ucapan Alfa.
"Aku kan nggak salah. Tapi jikalau aku berbuat salah aku siap menerima hukuman itu. Akukan orangnya sportif."
..."Emang menurut pangeran, apa yang salah pada diriku? tidak ada kan? apakah...
__ADS_1
...kesopanan ku masih jauh? atau aku gadis bar-bar tak beradab?" tanya Ila lagi dengan polos....
Sampai-sampai pangeran Alfa gemas dengan perempuan yang ada dihadapannya saat ini. Wajah polosnya dan tatapan matanya mengingatkan dia pada seseorang. Gadis yang berhasil merebut hatinya.
Cuman bedanya, gadis yang kini didekatnya lebih bar-bar dari pada gadis impiannya.
..."Kau tahu? tatapan matamu saat ini mengingatkanku pada seseorang."...
..."Yes, berarti pangeran ini tak lagi mempermasalahkan diriku dan jadi teringat seseorang melihat tampang ku yang cukup menjijikkan saat ini." batin Ila yang cukup merasa senang....
Bersambung...
...Terus baca ceritanya dan tunggu kelanjutannya ya!...
...Jangan lupa untuk tekan tombol like, beri vote and coment serta kasih bintang 5!...
...And thank...
...See you...
__ADS_1