
"Bodo gue dengerin dia, padahal google maps uda tersedia di hp." Rutuk Ila dan baru menyadari kebodohan yang ia lakukan.
"Da lah, gue mo pergi dulu, bye!" pamitnya meninggalkan mereka begitu saja. Tentunya ia tak lagi mengajak duo tersebut.
Ila berjalan dengan santuynya karena ia merasa sangat terbantu dengan kompas yang ada. Ia jadi tahu dengan lokasi yang ada walaupun sinyal di tempat itu cukup buruk namun setidaknya masih bisa digunakan untuk berkomunikasi dan sebagai petunjuk.
Nggak mungkinkan kalau hp mahal dengan sinyal 5G punya sinyal yang lelet?
***
Karena sudah agak lelah, Ila memutuskan untuk berhenti sejenak tapi ada sesuatu yang mengganjal dihatinya.
"Perasaan ada yang hilang dah, tapi apa ya? nggak mungkinkan barang-barangku yang tertinggal?"
"Atau jangan-jangan..." Ila membulatkan kedua matanya. Ia baru sadar apa yang hilang padanya.
Ia mengambil langkah seribu dalam pencarian ini. Masa orang baik gitu malah ditinggalin? emang ia orang yang tak tahu diuntung?
"Kok air susu dibalas sama air tuba seh?"
"Aduh, mana aku nggak tahu lagi dimana Arilla berada. Kalau gini ceritanya gimana bisa nemuin dia?"
"Akkhhh!! tau ah!"
__ADS_1
Ila memegang kepalanya frustasi. Ia terjebak dalam kesendirian di tengah hutan yang sama sekali tidak pernah ia jelajahi. Mana hutannya serem lagi. Isinya cuma makhluk halus.
Gadis yang terkenal pemberani tersebut hanya bisa diam dan pura-pura tidak peka dengan keadaan disekitarnya. Ia harus bisa bertahan sampai keluar dari sana.
"Aduuuh, kok matanya melotot gitu seh? ya Allah apakah dosaku begitu banyak sehingga aku punya Indra keenam ini?" keluhnya sambil curi pandang dengan makhluk-makhluk yang berada di samping dan belakangnya.
Dan...
Buusshh
Dengan kekuatannya secepat kilat dan biasa digunakan untuk menakut-nakuti manusia, ia menghalangi jalan Ila hingga dia menjadi terhenti.
Ia mengumpulkan segenap tenaganya untuk melihat wajah makhluk halus itu. Sungguh itu membutuhkan mental yang kuat agar iman tidak turun lemah secara drastis.
"Hahaha, besar juga nyalimu anak muda." Ujar wanita dengan gelak yang membuat semua makhluk hidup berhamburan pergi.
"Hmmmh, kau meremehkanku?" tanya Ila lagi dengan senyum misterinya.
"Dasar kau gadis sombong!" berangnya namun tak juga beranjak dari hadapan Ila.
"3 hitungan dan dirimu akan ku kirim ketempat yang seharusnya." Ancam Ila tapi tak juga membuat lawannya itu gentar. Mungkin karena dia adalah hantu.
"Gadis belagu!" teriak wanita tersebut dan kemudian melontarkan serangan laser dari matanya. Ia menyerang Ila begitu saja padahal sudah diperingatkan sebelumnya agar tidak bertindak.
__ADS_1
Gadis itu dengan cekatan menghindar. Walaupun serangan itu sudah biasa dilontarkan pada Ila, tetapi tetap saja berbahaya jika mengenai tubuh. Sebab bisa saja tubuh terluka dan sulit diobati secara medis, membutuhkan keahlian khusus dan tentu itu dibidang perdukunan.
"Kau yang memulainya, jadi jangan salahkan aku yang nantinya kejam padamu!" ujar Ila dan sesat kemudian ia menendang si Kunti bertubi-tubi dan tendangan terakhir adalah tendangan andalannya.
"Sialan!" umpat lawannya yang membuat Ila menjadi tersenyum. Salahnya sendiri yang sudah diperingati tapi masih saja keras kepala.
"Bukankah sudah kukatakan tadi tentang ini?"
"Aku tak pernah main-main dengan ucapan ku.
CAMKAN ITU!" Tekan Ila dan mendului serangan Kunti yang akan menyerangnya.
Bersambung...
Terus baca ceritanya dan tunggu kelanjutannya ya!
Jangan lupa untuk tekan tombol like, beri vote and coment serta kasih bintang 5 ya!
Ouh ya, jangan lupa untuk mampir ke novel dan chat story aku yang lain!
Judulnya:-Karin the Mafia Girl
-Kisahku di pesantren
__ADS_1
And thank so much