
Malam harinya Deon berencana untuk mengajak Nisa ke suatu tempat , tepatnya di balkon rumah karena ia ingin sekali mengungkapkan perasaannya pada Nisa tetapi ia tidak jadi dan mengurungkan niatnya di kala ia melihat Nisa sedang melihat lihat desain gambar miliknya yang akan ia buat besok bersama karyawan lainnya untuk model baju pakain, gaun dress dan jas, bahkan kemeja .
" asyik banget kayaknya kamu lihat gambar desain aku hmm" tanya Deon di belakang Nisa saat ia melihat Nisa sedang Asyik dengan gambar gambar tersebut
" ishh ngagetin tahu, besok sih maunya aku kerjain kemeja yang ini sama karyawan lain tapi gaun yang ini juga kayaknya sih bagus " jawab Nisa sambil terus melihat lihat gambar desain Deon yang akan ia buat untuk besok
" hahh sebenarnya akun mau ajak kanu ke balkon rumah tapi sayangnya kamu sibuk mulu gak jadi deh " ucap Deon sambil menghela nafas panjang
" ngapain ke balkon ada yang mau kamu omongin ke aku Deon, " tanya Nisa pada Deon seraya ia menghentikan aktivitas nya dan berjalan ke luar ke arah sofa ruang tengah sambil menyalakan TV yang sebelumnya ia berada di ruang kerja atau ruangan khusus ia menjahit saat di rumah
" ya tadinya tapi lihat kamu asyik sama gambar gambar itu ya gak jadi " ucap jujur Deon , ia mengikuti Nisa dari ruang kerja khusu menjahit itu sampai duduk di sofa tua g tengah sambil nonton siaran TV yang di nyalakan oleh Nisa
" hmm bicara aja di sini aku dengerin kok kamu mau ngomong apa sama aku "
" enggak ahh besok aja "
" Deon sekali lagi aku suruh kamu bicara kalo gk aku gk mau dengerin lagi " ucap Nisa dengan nada kesal dan tidak suka karena bangunya saat Deon ingin membicarakan sesuatu atu harus segera di bicarakan kalo tidak maka sampai besok belum tentu Deon akan membicarakan masalahnya itu atau apapun yang ingin Deon bicarakan
" hmmm baiklah baiklah tuan putri, aku hanya ingin... eee.. hanya ingin kamu tahu kalo aku sayang sama kamu, aku cinta dan suka sama kamu sejak awal kita ketemu di kedai kopi kamu di pinggir jalan waktu itu " jawab Deon dengan suara pelan namun terdengar tulus di telinga Nisa ia baru menyadari bahawa selama ini Deon menyimpan perasaannya pada dirinya, dia juga sempat berpikiran kalo dia juga suka dan cinta sama Deon setelah apa yang Deon lakukan padanya sejak awal mereka bertemu, ia merasa rasa itu hanya rasa terimaksih dan ingin balas budi tetapi beberapa hari terakhir ini ia menyadari bahwa perasaanya lebih dari kata itu ia menyimpan rasa yang sama dengan Deon, maka saat Deon mengatakn perasaannya pada dirinya, ia merasa terharu dan senang
sampai ia mengeluarkan air matanya karena bahagia dan perasannya terbalaskan dengan pernyataan cinta Deon saat ini
" ehh kamu kenapa nangis, jangan dong, saya sedih kalo kamu nangis Nisa " ucap Deon lembut pada Nisa
" maaf, Deon aku hanya terlalu senang, kamu omong nya dadakan begini lagi, " ucap Nisa dengan nada yang sedikit ia buat datar sambil mengisap air matanya
" maksud kamu "
" ma maksud aku, ya sebenarnya sih aku juga punya rasa sama kamu tapi aku kira rasa itu hanya rasa kagum atau rasa terimaksih atau bersalah tapi semakin hari rasa itu semakin kuat dan akhirnya aku sadar bahwa aku telah jatuh cinta sama kamu, " ucap Nisa dengan menundukkan kepalanya malu saat ia mengucapkan perasaannya dengan jujur pada Deon
__ADS_1
" benarkah jadi... "
" ya apa yang kamu pikirkan sekarang itulah jawaban ku, tapi kamu perlu tahu asal usul ku Deon " ucap Nisa pada Deon
" lalu ceritakan dirimu pada ku Nisa " ucap Deon pada Nisa
" aku akan ceritakan semuanya , aku udah gk punya ayah saat aku kecil karena ia sudah tiada, dan saat SMP ibuku juga tiada dan aku di asuh oleh paman dan bibiku tapi mereka selalu tidak menyukai ku da selalu menyuruhku ini dan itu jika tidak terpenuhi mereka akan makn tangan, dan tuanya mereka akan selalu meminta bayaran , ya ibaratnya mereka mengontrak rumah mereka untuk ku, dan setelah lulus SMA aku belajar untuk menjahit dan setelah selesai aku berjualan kopi tapi tak ada satu bulan dan hanya bertahan satu minggu, aku ketemu sama kamu Deon dan umurku lima tahun di bawah mu bukan " jawab jujur Nisa saat ia menceritakan tentang dirinya pada Deon sambil mengusap air matanya yang mengalir saat ia menceritakan itu semua
greppp... Deon pun dengan segera menarik dan memeluk Nisa ia tak tahan saat Nisa menagis hatinya menjadi sakit saat ia melihat wanita yang biasa cintai dan sayangienagis di hadapannya .
" Sssttt,, udah ya tenang ya, aku gak masalah Nisa, sekarang kamu ada aku jadi gak perlu takut dan gak perlu mikirin merek oky, " Ucap Deon menenangkan Nisa yang sedikit terisak di pelukannya
" He'emm tapi... "
" Tapi apa Nisa... Udah ya sekarang kamu istirahat tidur buat model baju nya bisa kamu jahit bisa dan pikirin besok ya sekarang udah malem tidur " Potong Deon memotong perkataan Nisa
Lalu setelahnya Nisa pun pergi ke kamarnya dan tidur seperi perkataan Deon yangenyuruhnyanuntuk tidur, dan untuk Deon ia merasa bersalah sudah membahas masalalu Nisa walaupun ia tidak memintanya seharusnya ia melarang Nisa menceritakannya ia bisa mencari tahunya sendiri dengan bantuan Gilang
Tak lama setelah ia membeli semuanya dan menaranya di kulkas ia pun pergi tidur ia berencana akan membuat kue nya besok sekali sebelum Nisa bangun dari tidurnya makan dari itu ia menyalakan alarm ponselnya dengan ia bangun pada pukul 3 pagi
Setelah itu Deon pun tidur menyebrangi alam mimpinya, tidak terasa malam begitu cepat dan akhirnya alarm ponsel Deon yang biasa setel saat akan tidur tadi oun berdering
" Kring... Kring... Kring... " Suara alarm tersebut, dan membangunkan Deon yang lelap akan tidur nya, setelah Dein bangun Deon pun mematikan alarm tersebut dan buru buru mandi membersihkan dirinya , setelah itu biasa memakai pakain santainya dengan sweater hitam nya.
Kemudian ia turun ke bawah lalu membuat kue permintaan maaf untuk Nisa, Deon ingin membuat kue muffin yang di atasnya nada buah cerita yang batangnya sudah ia hilangkan dan di lumuri oleh karamel
" Bahan nya udah siap mari kita buat " Gumam Deon saat membuatnya sambil menikmati alunan musik klasik menenangkan saat pagi hari walaupun dengan volume rendah.
Sekitar satu jam berlalu kue oun jadi dan siap di sajikan ia meletakkan kue tersebut di atas meja makan bersama note kecil di atasnya yang sudah ia tulisin permintaan maaf di sana serta coklat panas, yang di atasnya terdapat marsmelo karena sebentar lagi, shubuh dan Nisa pasti akan bangun makan Deon pun pergi ke kamarnya lagi,
__ADS_1
Dan benar saja saat Deon sampai di dalam kamar ia mendengar suara adzan berkumandang, dengan cepat Deon oun menyelesaikan sholat nya lalu turun ke bawah untuk sarapan ya dia juga sudah membuat sarapan hanya saja tidak ia sajikan masih di dapur dan di atas panci kompor ung sudah mati
Setelah Sholat Nisa yang sudah bangun sejak adzan pun membersihkan dirinya dan bergantinpakaina menjadi pakain yang santai dengan kemeja lengan panjang berwarna abu abu dipadukan dengan rok panjang yang lebar sangat cantik, lalu ia pun turun dan mendapati Deon yang sedang makan dengan terburu buru
" Deon kau sudah makan " Tanya Nisa saat ia sampai di meja makan ia melihat ada satu yang masih tertutup namun tak di buka karena ia juga langsung mengambil makanan sarapan pagi sama seperti Deon
" Iya maaf aku harus cepat ke butik karena kemarin saat aku pergi ke luar aku bertemu Gilang katanya ia mau ajak teman kantornya ke butik gak papa ya " Ucap Deon dengan nada sedikit melas dan sedih yang ia buat buat
" Ya baiklah namun hati hati di sana saat jalan jangan ngebut lo ya nanti aku susul pakek taxi " Jawab Nisa sambil memakan sarapannya
" Iya ya sudah aku duluan ya ohh iya itu makanan yang masih aku tutup nanti kamu makan juga ya itu spesial aku buat untuk kamu "
Ucap Deon sambil tersenyum setelah meletakkan piring dan gelas kotor ke meja dapur dan sebelum pergi ia sempat mencium kening Nisa dan saat Deon sudah pergi Nisa pun tersadar akan keterdiamannya karena terkejut, Deon tiba-tiba saja menciumnya .
" Aihhh malu sekali, dan kenapa juga itu orang cium cium segala ihhh " Kesal Nisa sambil menepuk nepuk kan tangannya ke tas meja makan
Setelah sarapannya habis dan setelah ia selesai membereskan semuan piring dan gelas kotor nya
ia penasaran makanan apa yang ada di meja makan yang di tutupi , lalu ia pun membukanya dan menemukan sebuah note kecil yang bertuliskan permintaan maaf Deon
" Maaf seharusnya aku gak suruh kanu cerita, kamunya jadi sedih, hati aku sakit lihat kamu nangis , sebagai permintaan maaf aku, aku buatin kamu kue ini dan coklat panas ini dan maaf kalo coklat panasnya jadi dingin semoga kamu suka sama kuenya . Tertanda
Deon " Itulah isi dari note tersebut, Nisa pun tersenyum ketika membacanya lalu ia mengambil sendok dan memakan kue tersebut,
Sesaat kemudian Nisa merasa takjub dengan Deon, bukan hanya ia hebat menjadi seorang cek din perusahaannya uang dulu dan ia juga berhasil membangun usahanya kembali dengan butuhnya dan ia juga hebat dalam hal desain gambar dan model, tetapi ia juga pintar memasak segala macam masakan seperi masakan sarapan tadi dan kue yang sedang Nisa makan, setahunnya selama Nisa tinggal di sini Deon hanya beberapa kali masak saja dan itu hanya masakan sederhana seperti nasi goreng atauboseng kangkung dan telur ceplok tapi tadi pagi menu masakan bertambah dan ia baru mengetahuinya , ya karena selama ia tinggal bersama dengan Deon selalu ia yang memasak dan membuat sarapan pagi di gabung sampai makan malam karena hanya satu menu untuk satu hari
Setelah ia menghabiskan kue tersebut Nisa pun meminum coklat panasnya yang sudah mulai dingin itu, walau sudah dingin tetapi rasanya tetapanis dan enak ia tak habis pikir dengan Deon, selain lembut dan pengertian ternyata Deon juga bisa romantis seperti saat ini, membuatkan kue hanya untuk permintaan maaf saja.
Tak lama Setelah Nisa menghabiskan semuanya ia oun keluar dari apart, takbluoaenutupbdan mengincibpintu nya , lalu ia pun memesan taxi online untuk berangkat ke butik Deon.
__ADS_1
Sesampainya di butik Nisa tidak melihat Deon yang biasanya Deon akan memperhatikan lara karyawannya yang sedang bekerja atau ikut melayani pengunjung yang datang, karena masih pagi mungkin belum ada yang datang dan Nisa berfikir Deon ada di ruangannya, sedangkan ia juga menuju ruangannya yang khusus untuk nya dan para karyawan yang sedang menjahit atau membuat pakain serta beberapa aksesoris dan lainnya .