Mr. Perfect

Mr. Perfect
Bagian 91


__ADS_3

Sudah, Satu bulan berlalu semenjak kejadian di rumah sakit, dan kini hubungan keduanya juga semakin hari semakin dekat saja, sedangkan Andra sedang dalam ujian kelulusan sekolah.


hari ini adalah hari terakhir Andra ujian, dan beberapa hari lalu Liliana telah wisuda dan sekarang ia fokus dengan butik dan juga katanya, beberapa hari Dion dan Liliana juga semakin dekat.


Siang ini rencana Liliana ingin pergi ke kantor Dion membawakan makan siang, ya Dion ada jadwal kantor tetapi terkadang juga masih mengajar di kampus.


" Mbak saya titip kafe ya, kalo ada apa apa hubungi saya aja, saya mau pergi sebentar "


" Baik , Non " Jawab menejer kafe tersebut, laku Liliana pun keluar dan pergi ke kantor Dion dengan mobilnya.


Di kantor Dion sedang mengerjakan beberapa berkas penting yang besok akan ada klien dari beberapa perusahaan untuk bekerja sama dengan nya, saat ini Dion ingin meminum kopi nya, tetapi kopi telah habis


Kemudian Dion memanggil sekretarisnya Fiona untuk membuatkannya kopi lagi untuknya.


" Fio kamu keruangan saya sekarang " Teriak Dion dan Fiona pun langsung pergi ke ruangan Dion


" Iya Pak ada apa? " Tanya Fio sopan tetapi di satu sisi ia tersenyum karena terpesona dengan wajah tampan Dion meskipun sudah bekerja selama beberapa tahun ia tetap saja terpesona dengan wajah tampan tersebut.


" Tolong kamu buatkan saya kopi, kopi saya habis takarannya seperti biasa " Ujar Dion, yang masih mengerjakan berkas berkas tersebut ia berbicara tanpa memandang orangnya tetapi Fiona merasakan senang saat Dion ingin di buatkan kopi, ini pertama kali nya, biasanya Dion membuatnya sendiri atau dengan bantuan asistennya yang sekarang sedang bertemu dengan salah satu klien mereka


" Baik akan saya buatkan " Ucapnya lalu ia membawa cangkir kotor itu ke pantri nampaknya Fiona tidak tahu kopi seperti apa yang biasa diminum Dion, sedangkan Dion ia kira Fiona sudah tahu kopi seperti apa yang biasa ia minum karena semua orang yang bekerja baik asisten maupun sekertaris seharusnya sudah di beritahu kesukaan dan apa saja yang berkaitan dengan atasan mereka.


" Ini pak kopi nya silahkan di nikmati " ujar Fiona sembari meletakkan secangkir kopi buatannya ke atas meja kerja Dion


" Baik terimaksih kamu boleh kembali " ujar Dion, dan Fiona pun kembali ke tempat nya.


Tak lama Dion pun meminum kopi nya dan seketika ia pun mengerutkan keningnya dengan rasa kopi tersebut


" haiishh kenapa manis sekali, ini kopi atau apa sih manis banget juga ampasnya kenapa masih ada " Dion menggerutu dan menyingkirkan kopi tersebut.


Di luar Lilianan baru saja sampai di kantor Dion sembari membawa makan siang untuk Dion, ia masuk ke dalam dan menuju meja resepsionis di sana


" Halo mbak apa Pak Dion nya ada? " Tanya Liliana pada resepsionis itu

__ADS_1


" Ada, tetapi anda siapa ya " Balas nya


" Saya temannya, apa bisa bertemu tadi saya sudah buat janji sebelum kemari " Jawab Liliana


" Sebentar ya Mbak saya laporkan dulu " Lalu resepsionis itupun melaporkan pada Dion dan Dion pun langsung kenyuruhnyabuntuk masuk ke ruangannya jika ada yang menghalangi Liliana bisa berteriak memanggilnya itulah pesan Dion pada Resepsionis nya


" Baik silahkan langsung masuk saja ke dalam ruangan Pak Dion, dan pesan Pak Dion jika nanti ada yang menghalangi Mank untuk masuk,bak teriak saja manggil nama Pak Dion " Ujar nya menjelaskan pada Liliana


" Terimaksih kalo begitu saya permisi " Ucap Liliana, kemudian ia pergi dan berjalan ke ruangan Dion, benar saja sebelum Liliana memegang pintu hendak membuka pintu ruangan Dion ada yang mencegat nya yaitu sekertaris Fuin yang kebetulan melihatnya dan ia menghentikannya


" Siapa Anda seenaknya saja masuk ke ruangan Pak Dion " Sarkas Fiona pada Liliana


" Suka-suka saya, situ siapa, kenal aja enggak tahu aja baru seenaknya aja sama orang " kesal Liliana ia kesal, dengan Fiona yang menghalangi nya untuk masuk ke ruangan Dion


" Saya sekertaris nya, dan lagi saya calon istrinya anda siapa, pergi dana Pak Dion tidak menerima tamu " Ujar Fiona dengan percaya diri pada Liliana


Karena Liliana sudah kesal ia pun akhirnya berteriak memanggil Dion


" Dion, aku mau masuk, tapi gak bisa, Dion " Terima Liliana keras


Liliana yang mendengar suara itu pun berteriak kembali, karena ia tidak bisa masuk sebab Fiina masih menghalangi di depan pintu masuk ruangan Dion


" Mas Dion " teriak Liliana kembali dan iaendengar suara dari dalam


" Iya sebentar sayang " jawab Duin dengan suara yang sedikit keras, setelah menarush ke meja kembali ya meskipun masih berantakan, ia bergegas membuka pintu ruangannya menyambut Liliana yang sudah datang.


" Sayang, maaf ya tadi aku ketiduran, Fiina kamu kembalilah bekerja, dan ini bawa kopi nya pergi " Ujar Duin menyerahkan secangkir kopi yang masih hangat hanya berkurang satu tegukan saja karena Fion tak meminumnya lagi, ta Dion membuka pintu setelah meletakkan berkas berkasnya ke meja sehari membawa secangkir kopi yang di buat Fiona .


" Mas tadi dia bilang kalo dia adalah calon istri kamu " Adu Liliana sedikit manja, mereka sama-sama masuk ke ruangan dan menutup pintunya sedangkan Fiona ia merasa kedal dan marah, pada Liliana sekarang.


" Tidak, dia hanya mengaku saja, bukankah calon nyonya Dion ada di sini sekarang " Bujuk rayu Dion agar Liliana tidak kesakitan kembali


" Hmm ini aku bawakan makan siang, pasti lapar, ohh iya aku tadi juga sempaen beli kopi kesukaan kamu ini, kamu makan biar aku bereskan meja kamu " Ujar Liliana, Dion pun memakan bekal yang di bawakan Liliana, dan Liliana merapikan meja kerja Dion sekalian merapikan berkas berkasnya.

__ADS_1


Tidak lama Liliana selesai merapikan juga Dion selesai makan siang juga minum kopi nya, setelahnya Liliana menyuruh Dion untuk tidur dan istirahat sejenak ia akan kembali ke kafe serta butiknya namun Dion melarangnya, akhirnya mereka tidur di kamar pribadi Dion yang ada di dalam kantornya.


* * * * *


Sudah Lewat beberapa bulan dan sekarang hubungan Dion dan Liliana semakin serius, Andra juga menjadi semakin dewasa, ia kuliah sembari memegang perusahaan Deon Ayahnya, dan tepat hari ini adalah hari bahagian keluarga Deon, yaitu jari pernikahan putrinya dengan Dion


Setelah melakukan ijab kabul, dan resepsi pernikahan keduanya pergi ke rumah yang sudah Dion bangun sebelum harinoernikagan mereka, rumah mereka tidak jauh dari rumah orang tua Dion, dan keduanya menghabiskan malam panjang di sana


Kedua keluarga pun nampak bahagia dan turut senang dengan pernikahan mereka juga hubungan tali kekeluargaan dan silaturahmi semakin erat.


Setelah perjalanan panjang melewati rintangan Akhirnya mereka bisa bersama satu sama lain, saling mencintai, menyayangi, dan saling melengkapi satu sama lain menjadi sebuah keluarga yang bagaiamana mesin di terpa badai, keduanya akan menghadapinya bersma, menjaga kepercayaan dan keharmonisan tuanya tangga mereka.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Cerita sudah selesai ya teman teman jika bagian akhirnya kutang memuaskan kalian, author minta maaf ya , jangan lupa berikan like dan komentar kalian


Dalam hangat dari Author untuk kalian semua nya....💕💕💞💞💞


__ADS_2