
Keesokan harinya seperti biasa mereka sarapan bersama setelah itu Deon mengantarkan Nisa yang mengantar Liliana pergi ke sekolah lalu setelah itu keduanya ke butik mereka, karena hari ini pengunjung berdatangan.
" Roni hari ini kamu kedatangan partner kerja namanya Gilang, dia temen saya juga orang kepercayaan saya, nanti tolong kamu jelaskan semuanya ya " Perintah Deon ia memanggil Roni ke ruangannya untuk itu
" Siap boss pasti kalo gitu saya akan kembali bekerja sekarang boss "
" Baiklah kembalilah bekerja dan jangan lupa tugas mu "
" Baik boss " Jawab nya lalu setelah itu Roni keluar dari ruangan Deon dan Deon pun melanjutkan pekerjaannya dengan di temani oleh Nisa uang duduk di sofa sambil memainkan ponsel Deon yang banyak permainan nya, sedangkan miliknya hanya ada dua permainan saja jadi ia meminjam ponsel suaminya untuk mainan game di ponsel Deon
Tak lama Gilang datang dan di sambit hangat dengan Roni yang kebetulan melihatnya ada seorang yang memakai jas makan ia berpikir itu adalah Gilang teman dari boss nya itu.
" Selamat pagi menjelang siang pak " Salam Roni menghampiri Gilang yang tengah mencari seseorang
" Ya selamat pagi juga "
" Maaf Pak, bapak ini apakah teman boss saya pak Deon " Tanya Roni sopan
" Ya saya Gilang teman boss kamu dan saya mulai bekerja hari ini " Jawab Gilang dengan cool
" Baiklah pak, anda bisa ikut saya berkeliling terlebih dahulu , dan akan saya jelaskan semuanya, setelah itu anda dapat bekerja " Jelas Roni pada Gilang
" Baiklah, mari kita mulai " Ujar Gilang
" baik Mari ikuti saya pak "
Laku Roni mengajak Gilang untuk berkeliling di dalam butik Deon sambil Roni menjelaskan beberapa bagian dan menjelaskan tentang bagaimana memasarkan atau berkomunikasi dengan pelanggan atau pengunjung yang ada di sana juga menjelaskan tentang model pakaian dan aksesoris untuk mempromosikan pada pengunjung atau pelanggan yang ingin membeli nya
` Emang si Deon ini ahlinya, dia bisa milih orang yang benar benar bisa di percaya walu sebelumnya ia mengatakan ragu tapi ia hanya tidak ingin aku menjadi kecil hati gara gara orang ini lebih bisa di percaya dan ini sesuai dengan kriteria elit yang di inginkan Deon selama ini ` Isi batin Gilang yang sedari tadi memperhatikan dan mengamati Roni , mulai dengan menyambutnya dengan sopan, dan sekarang dengan cara kerjanya yang profesional walau masih baru hanya di latih saat butik ini buka sampai sekarang Gilang merasa kagum dengan pilihan Dekn yang sekarang.
" Apakah sudah selesai " Tanya Gilang pada Roni saat mereka bejalan ke rak lain yaitu rak bagian aksesoris dan semacamnya
" Jika anda sudah paham semuanya makan sudah selesai pak, tugas saya juga sudah selesai " Jelas Roni pada Gilang yang bertanya padanya
" Ya saya memang sudah paham tapi masih ada sedikit yang membuat ku bingung " Ucap Gilang pada Roni ia hanya ingin mengetesnya saja sebenarnya
" Tanyakan saja pak kalo saya bisa saya akan menjawab nya " Jawab Roni
__ADS_1
" Baik, yang ingin saya tahu kenapa produk yang akan di beli atau di bicarain kita harus menjelaskan kelebihan dan kekurangan nya, serta menjelaskan tentang kain atau jahitan yang ada baik dan tidak nya awet tidaknya " Tanya Gilang meskipun ia sudah tahu jawabannya
" Ohh kalo itu supaya konsumen bisa mengetahui bahwa barang yang kita beli ini memeliki kualitas yang bagus, baik buruknya itu tergantung penggunaannya pak, menjeladkan semua kekurangn dan kelebihan barang produk itu sudah tugas kami untuk memberikan yang terbaik untuk pelanggan " Jawab Roni menhelaskan maksud dari pertanyaan Gilang yang di ajukan padanya
" Baiklah kalo begitu saya sudah paham, anda bisa kembali bekerja, saya hanya ingin bertanya dimana ruangan boss mu itu, ada yang ingin ku icarakan dengan nya " Ujar Gilang
" Di sana pak, mohon maaf sebelumnya jika ada bicara saya yang kelewatan atau salah mohon di maklumi karena saya juga masih amatiran " Ucap Roni
" Santai saja pak, kita partner bukan makan tak usah terlalu formal dengan ku, kau bisa menggunakan bahasa mu yang biasanya aku tak ada masalah " Jelas Gilang pada Roni, setelah itu Roni noun mengembangkan senyumnya karena merasa kagum dengan Gilang yang bisa memahami perasaannya karena sejak tadi ia merasa sangat gugup dan sungkan pada Gilang, lalu setelah itu Roni pamit dan pergi dari hadapan Gilang untuk melanjutkan pekerjaan nya.
sedangkan Gilang ia menuju ruangan Deon yang ia tanyakan ke Roni, sesampainya di depan pintu Gilang mengetuk pintunya
" Tok.. tok.. tok.. " Suara pintu terketuk
" Masuk " suara berat dari dalm menyuruh masuk dan seketika Gilang pun membuka pintunya dan masuk ke dalam ruangan kerja Deon dan ia menutupnya kembali setelah masuk ke dalam
" Mas ada Gilang loh " Panggil Nisa pada suaminya itu yang masih sibuk dengan laptop nya dan desain desainnya ,
" Ohh iya neng sebentar " Jawab Deon laku segera menyimpan data dan file tersebut lalu mematikan laptop nya kemudian menghampiri Nisa dan Gilang yang sudah duduk di sofa ruangan tersebut
" Udah lama kah you datangnya " Tanya Dekn pada Gilang sedangkan Nisa ia mengambilkan minum untuk mereka
" Biasa aja kali, ang awalnya ku ragu tapi lama lama aku tahu bahwa Roni emang bisa di andalkan " Jelas Deon pada Gilang
" diminum ini minumannya " Ucap Nisa setelah selesai mengambilkan minum u tuk mereka dan menaruhnya di meja yang ada, lalu Nisa duduk di samping suaminya itu
" Kebetulan banget nih ada minuman jus Jeruk kayak nya seger, gue minym ya " Ujar Gilang
" Ya munym aja kali ribet amat dah lo " Jawab Deon ia pun juga ikut minum
" Emang the best dah istri lo pinter banget buat minuman " Puji Gilang pada teman sekaligus sahabatnya itu
" Ya emang makanya cari istri sana biar ada yang masakin "
" Emang segampang yang lo Kate apa ya enggak lah yaouu "
" Hahaha iye iye dah serah mu aje lah "
__ADS_1
" Mas aku mau jemput Liliana sekarang sekalian beli makan siang " Ucap Nisa pada Deon karena sebentar lagi jam pulang sekolah Liliana akan segera tiba
" Iya neng hati hati, ini uangnya buat beli makan siang buat semuanya, sekalian buat Gilang yang kerja hari ini " Ujar Deon memberikan beberapa lembar uang seratus ribuan pada Nisa , dan di anggukinoleh Nisa lalu ia pun keluar dari ruangan suaminya itu dan berjalan keluar butuk untuk mencari taksi online yang telah ia pesan tadi saat di dalam untuk menjemput Liliana di sekolahnya
" Kagak usah repot kau, kerja aja belum udah di sambut aja gue "
" Kebiasaan di sini kalo ada karyawan atau orang yang masuk dan kejahatan harus di sambut supaya betah kerja di sini dan memberikan kesan ramah, kalo ora g orang di sini emang ramah ramah orang nya gak kayak kantor yang kerjaannya tegang nuku pusingbutusin kertas dan angka kan "
" Iya juga sih apa yang lo kata, emang orang di sini ramah semua, saat gue tadi keliling samsat asisten lo siapa namanya gue gak tanya lupa "
" Namanya Roni partner kerja lo, kan kerjanya sip sip pan pulang tetap malam karena waktu kerja pagi sampai siang dan siang sampai malem "
" Nah itu, jadi lebih bisa santai juga "
Sambil menunggu Nisa kembali dengan Liliana mereka menghabiskan waktu untuk mengobrol santai sambil bekerja, sudah lama keduanya tak melakukan hal hal yang sederhana meskipun bekerja dan mengobrol berdua makan dari itu mereka sangat senang hingga lupa waktu bahwa Nisa sudah datang dengan Liliana dan masuk ke dalam ruangan kerja Deon suaminya tersebut.
Ini dia pich gambar jus jeruk nya yang seger kalo kalian minum pas panas panas kayak gini temn teman... 🍹🍹🍹
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai semuanya, bagaimana bagian yang ini teman teman jika ada berikan saran kalian ya..
__ADS_1
Dan jangan lupa berikan author like, vote, dan komentar di bawah ya..
Salam hangat dari author untuk kalian semuanya... 😊😊🥰🥰💞💞💞