
Deon memeriksa email tersebut sambil memakan dua potong pizza yang ia pesan tadi sampai pagi menjelang dan terdengar suara adzan berkumandang, setelah itu ia menggantikan aktifitasnya, mematikan laptopnya dan segera keluar menuju ke kamarnya dan membersihkan dirinya di kamar mandi selama lima menit dan keluar lalu mengganti pakaiannya dengan pakaian santai nya
Tak lama setelah ia mengganti pakaiannya Nisa pun terbangun ia melihat suaminya sudah rapi dengan pakain rumahnya lalu Nisa juga pergi membersihkan dirinya, Deon melaksankan kewajibannya, Nisa kali ini ia tidak di karenakan sedang datang bulan.
Sesudah Deon selesai menjalankan sholat nya ia menemani Andra yang masih tidur dan menunggu Nisa selesai dari kamar mandi
Nisa keluar dengan menggunakan batrob nya atau baju handuk nya lalu pergi berganti pakainnya , setelah itu ia keluar untuk membangunkan putrinya untuk bangun dan menjalankan kewajibannya.
Selesai itu mereka turun kebawah Lilianan yang juga sudah selesai dengan aktifitas paginya membantu Bundanya untuk membersihkan rumah juga memasak sarapan pagi, sementara Deon menunggu Andra di kamar, ia membaringkan tubuhnya dan mulai mengantuk lagi, akhirnya Deon tertidur di samping Andra yang masih pulas dengan tidurnya itu.
" Bun Ayah belum turun, biasanya Ayah udah turun kalo pagi gini " Ujar Lilianan yang membantu mengiris wortel untuk memasak sayur sop pagi ini
" Capek mungkin, Andra juga belum bangun bisa jadi nanti agak siangan kemarin kan pulangnya malem pasti lelah adik mu itu " Jelas Nisa sang Bunda pada Liliana
" Ya juga sih Bun, ohh ya Bun katanya nanti agak siangan temen ku mau main ke sini boleh kan Bun tadi pagi mereka chat aku katanya mau main " Ucap Lilianan meminta izin pada Nisa
" Boleh, sayang ajak aja teman teman kau main di rumah bunda juga seneng kok " Jawab Nisa sembari ia memasukkan bahan bahan yang sudah di potong potong dan bersih ke dalam panci yang airnya sudah mendidih tersebut lalu memulai masaknya dengan memberi bumbu bumbu sesudah ajar mendidih kembali bersama sayuran yang sudah ada.
" Bun, Ayah kapan ya ajarin Lili masak yang sayuran kayak yang Bunda masak? " Tanya Liliana pada Nisa setelah ia selesai menggoreng tempe dan tahu yang ia lumuri dengan tepung dan ia jadikan sebagai Nugget tempe dan tahu kress juga ia memasak jamur goreng krispi
" Bunda gak tahu sayang, mungkin Atah ajarin kamu yang mudah dulu yang goreng goreng biar kamu bisa atur besar kecilnya api di kompor dan mengatur suhu panasnya kalo udah bisa, baru Ayah ajarin kamu masak yang ada kuahnya kayak Bunda " Jelas Nisa sedikit ragu, masak hanya Deon itu orang yang sempurna, ketika memasak, dengan rasanya, suhu panasnya kematangannya dan lain sebagainya sehingga bisa saja Deon menjadi chef yang terkenal dan makanannya dari itu Deon bisa membangun Kafe nya juga sekarang ini
" Gitu ya Bun, tapi Ayah gak pernah jelasin ke Lili itu "
" Ya kamu tanya Ayah aja itu udah mateng jamurnya sayang di angkat nanti gosong loh " Ingat Nisa yang melihat jamur yang di goreng Liliana sudah matang
" Ehh iya Bun, duhh untung Bunda ingetin kalo gak udah gosong itu jamur kesukaan Lili hehehe " Ujar Liliana lalu ia mengangkat jamurnya dengan serok dan meniriskannya agar minyaknya hilang lalu menaruhnya ke piring plastik
" Bun ini sarapannya kan udah si siapin dan di taruh di meja makan, tapi kok Ayah sama Andra belum bangun sih, biasanya mereka udah bangun apalagi ini udah jam enam lebih hampir setengah tujuh, sesuai dengan masakan Bunda yang udah siap " Ucap Liliana yang dari tadi sudah kepingin makan karena lapar perutnya sudah keroncongan minta di isi lagi
" Kalo gitu kamu makan aja dulu, Bunda mau lihat mereka ke kamar " Suruh Nisa dan Liliana pun mengambil sarapannya dan makan lebih dulu, sedangkan Nisa ia melihat Deon dan Andra di dalam kamar, apakah mereka belum bangun atau masih bermain saat Andra sudah bangun, terkadang Deon bermain main terlebih dahulu dengan putranya itu
__ADS_1
Dan ternyata Nisa melihat bahwa Andra kemungkinan sudah bangun dan hendak membangunkwn Ayahnya dengan cara menaiki badannya dan malah tertidur lagi di atas badan Deon yang terlentang karena kini Deon masih tertidur dan memejamkan matanya dengan satu tangannya memegang tubuh Andra agar tidak jatuh dari badannya tersebut
" Astaga ni dua orang Andra tidur di atas badannya Mas Deon apa gak berat itu Mas Deon tidur sampek gak kerasa ada anaknya di sana " Gumam Nisa dalam hati nya dengan senyuman lalu menggelengkan kepalanya, selanjutnya ia membangunkan Deon
" Mas, bangun Mas udah pagi ini, Mas Deon bangun Mas... " Panggil Nisa sambil menepuk nepuk pipi dan tangan Deon tetapi Deon masih belum bangun juga
Akhirnya Nisa meniup telinga Deon karena jengkel di panggil dari tadi tidak dengar dan masih tertidur pulas , dan aksinya pun memabangunkan Deon , Deon langsung membuka matanya ketika merasakan hembusan hangat di telinganya
" Hmm kenapa Neng " Ujar Deon dengan suara serak bangun tidur dan mata yang masih sayu karena ia masih mengantuk
" Udah pagi itu, ayo sarapan jangan lupa Andra di mandiin emang kamu gak ngerasa Andra berada di atas badan kamu Mas " Tanya Nisa sedikit kesal, pasalnya ia sudah membangunkan Deon tapi tidak berhasil dan tadi padahal ia melihat Deon sudah bangun tapi pas di lihatnya Deon sekarang tidur dan saat ia berbicara Deon pun memejamkan matanya lagi
" Mas Deooonnn.... " panggil Nisa jengkel lalu pergi meninggalkan mereka berdua keluar untuk makan terlebih dahulu bersama Liliana di meja makan dapur.
Teriakan jengkel Istrinya membuat Deon membuka matanya sepenuhnya meskipun ia masih ngantuk karena dari tengah malam sampai pagi ia tidak tidur dan baru saja tertidur , tanpa pikir panjang Deon langsung membangunkan Andra putranya yang masih tidur di atas nya
" Andra bangun nak, Putra Ayah bangun dong kita sarapan di bawah " Panggil Deon lembut pada sang putra tak lama mata yang terpejam pun membuka matanya dan turun dari atas badan Deon
" Iya Ayah juga, tapi nanti Bubda marah marah loh, sekarang yuk Ayah bantuin kamu mandi terus sarapan bareng Ayah di bawah " Ajak Deon kembali dan di angguki oleh Andra, selang waktu Lima menit sepuluh detik Andra sudah siap dengan bajunya, juga sudah wangi, Deon hanya mencuci mukanya saja sebab ia sudah mandi tadi pagi sekali, lalu keduanya turun ke bawah namun Nisa dan Liliana tidak ada, mungkin mereka sudah selesai makan dan pergi ke taman belakang
Sesampainya di meja makan Deon mengambilkan makan untuk Andra dan dirinya, keduanya pun makan bersama dengan sekali Deon menyuapi nya karena Andra makan dengan bermain mobil mobilan kecil yang ia bawa dari kamarnya saat keluar tadi.
" Ayah, udah Andla udah kenyang " Ucap Andra pada Deon karena ia sudah kenyang lalu Deon ou dengan segera menghabiskan sisa makannya dan makanan Andra sekian , selanjutnya ia membereskannya dan menyusul Nisa yang mungkin di taman belakang.
Namun saat hendak pergi dengan Andra yang ia gendong ia mendengar suara ketukan pintu di depan lalu membukanya dan ternyata itu adalah dua teman Putrinya Liliana
" Salam Om Liliana nya ada Om katanya ini rumahnya " Ucap salah satu teman Liliana
" Kalian teman Lili, ? " Tanya Deon pada mereka
" Iya Om kami berdua temannya Liliana Om " Jawabnya
__ADS_1
" Ada kalian masuk saja, saya akan panggilkan Liliana sebentar " Ucap Deon lalu ia mempersilahkan Teman teman nya Liliana masuk ke dalam dan menyuruhnya duduk di ruang tamu, ia memanggil Liliana di kamar
" Liliana, ten kamu datang nak " Panggil Deon namun tak ada sahutannya dan Deon pun membuka pintunya dan masuk ke dalam mencari Liliana, namun ia tak menemukannya, lalu Deon pergi ke taman belakang dan ternyata Liliana bersama Nisa di taman belakang sambil menikmati semilir angin pagi dan buah srowberi di taman tersebut
" Liliana, tan kamu sayang mereka menunggu di ruang tamu, sana gih, jangan lupa ambilin minuman sama jajannya juga buat teman kamu " Panggil Deon iaendudukkan dirinya di samping Nisa dan Andra yang berada di pangkuannya setelah sampai di taman belakang lalu menghampiri mereka berdua
" Udah sampai, makasih Ayah, oky Lili masuk dulu mau nemuin teman temen Lili dulu, dada Bunda, dada adek ku sayang " Ucap Liliana lalu menjawil pipi Andra dan langsung mendapat tepisan dari Andra, dan Liliana pun hanya terkekeh menanggapinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bagaiamana pendapat kalian di bagian yang ini temen temen semua, apakah kalian suka, jika tidak author gak maksa kok, berikan ulasan ya saran kalian semua
dan Author mengucapkan terimakasih untuk kalian yang sudah setia membaca karya author ya... 🙏🙏
Dan jangan lupakan berikan Tanda Like, Vote, dan komntar kalian di bawah ya..
__ADS_1
Dalam hangat dari Author untuk kalian semuanya.... 😍😍🥰🥰💞💞💞💞