
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan dan bukan berganti tahun, sudah enam tahun lamanya Deon dan Nisa menikah kini mereka mempunyai dua anak yang menghiasi hidup mereka, dengan Liliana yang sekarang sudah menduduki bangku sd kelas
6 dan sebentar lagi ia akan menempuh pendidikan smp meskipun usianya tergolong lebih muda dari yang lain dengan usianya yang masih 10 tahun tetapi ia bisa mengejar pelajaran yang lebih tinggi dari kebanyakan orang dengan otak kecilnya yang sangat cerdas itu lalu ia mempunyai adik laki laki yang baru saja mengalami pertumbuhan dengan masih belia sekitar kurang lebih umur 5 tahun nan dan akan memasuki bunut 6 tahun tetapi sifatnya mirip dengan orang tuanya sama persis seperti Deon tetapi adakala ia sangat mirip seperti bundanya Nisa , Ia sangat menggemaskan dan imut, membuat siapa saja terpikat oleh anak kecil yang lucu itu.
Dekn dan Nisa memberikan nama buah hatinya dengan nama yang bagus yaitu Aidan Rajendra Angkasa sekeluarga memanggilnya Andra singkatan dari Aidan dan Rajendra .
Hari ini Dein sibuk di perusahaan nya lalu Nisa sibuk di kafe walaupun ia mengurusnya dari rumah karena si kecil yang aktif, lalu Liliana ada di butik untuk mengusik kebosanan dengan sesekali mengganggu Roni sang asisten Ayahnya ia senang saat ia berhasil membuat Roni kesal dan marah marah tak jelas, entah sifat mana yang mengikuti Liliana setelah sekian lama ia menunjukkan sifat jahilnya yang teramat apalagi ketika mengerjai Roni dan Gilang juga teman temannya di sekolah tak juga ia kerjai walau begitu ia mempunyai banyak teman yang menyayanginya.
Malam tiba, kini mereka semuanya berkumpul di meja makan dengan Nisa yang menggendong Andra di gendongannya sambil sesekali menyuapi bubur ayam khusus atau bubur sun selebihnya meteka menikmati makan malam yang di buat oleh Deon dan juga Liliana, karena Deon sudah berjanji kalo Liliana sudah besar ia akan mengajarinya memasak itupun Liliana yang menginginkannya dulu
" Ayah, gimana masakan Lili enak gak kali ini Liki hanya menambahkan garamnya sedikit dan udah gak gosong lagi kayak pertama kali Lili buat sama Ayah " Ucap Liliana pada Deon ya ia memasak telur ceplok dan sosis goreng sisanya Deon yang mengerjakan dan Deon hanya meminta Liliana menggoreng telur juga sosisnya karena Deon mengajari putrinya memasak dengan membuat masakan yang mudah dulu agar nanti saat putrinya sudah dewasa ia bisa memasak yang lebih dari sekedar masakannya
" Enak sayang, ini udah pas juga kamu udah mulai pintar ya buatnya " Jawab Deon dengan sesekali ia mengekus pucuk kepala putrinya itu
" Bunda gimana masakan Liliana Bun enak kan? " Tanya Liliana pada Nisa
" Yap, ini enak sayang besok coba deh kamu buat masakan lain selain ini, mi ta Ayah ajari, bunda ketagihan nih " Ujar Nisa menyemangati Liliana
" Beneran Bunda, wahh asyikk Ayah besok ajari Lili masak lagi ya Ayah " Ucap Liliana dengan nada yang sedikit manja pada Ayahnya Deon
" Oky putri cantiknya Ayah sama Bunda besok ya kalo Ayah udah pulang kerja atau makan siang Ayah ajari kamu lagi tapi ingat kamu juga jangan capek capek, kerjaan sekolah juga jangan di tinggal nanti kayak kemarin loh " Ingat Ayahnya menyetujui putrinya yang sangat senang ketika belajar memasak
" Siap bos " Jawab Liliana sambil tersenyum senang dengan semuanya lalu mereka melanjutkan makannya lagi.
__ADS_1
setelah makan karena si kecil sudah mengantuk dan akhirnya tidur karena kekelahn bermain dengan sang kakak di ruang keluarga Nisa pun menidurkan nya di kamar nya, ya Nisa tidur dengan si kecil sedangkan Deon ia tidur di kamar bawah di samping kamar tamu tetapi terkadang Deon juga tidur bertiga dengan Nisa dan si kecil Andra dan Liliana sesekali tidur dengan Ayahnya dan bundanya juga Liliana lebih dekat dengan Ayah nya karena menurutnya Ayahnya itu sangat bisa mengerti jika ada masalah atau apapun yang berkaitan dengan nya walaupun ia tidak menceritakannya tetapi Deon selalu tahu jika putrinya mengalami kesulitan.
Dan paling bisa di andalkan oleh Liliana, sedang Nisa Liliana senang dan juga sayang pada Bundanya, juga Liliana akan menempel pada Bundanya ketika ia dalam mode marah atau kesal karena teman temannya di sekolah dan Liliana juga lebih mudah curhat pada bundanya daripada Ayahnya yang kadang ia tak mengerti jalan pikiran Ayahnya itu .
Paginya Dein berangkat terburu buru karena ada klien dari perusahaan yang ingin bertemu dan mengadakan rapat dadakan Gilang pun baru tahu dini hari tadi dan ia langsung menghubungi Deon, dan Roni ia juga menghubungi Deon kalau ada klien lagi yang ingin bertemu lagi ini tetapi Deon meminta Roni untuk menghendelnya selama Roni bisa mengatasinya Deon bisa sedikit merasa tenang dan Roni pun bisa di andalkan seperti Gilang
" Sayang aku pergi dulu ya jangan lupa kunci pintunya kalo ada apa apa hubungi Mas oky " Pamit Deon pada Nisa dan sebelum pergi ia mencium kening istrinya juga putra mereka yang sedang bermain robot robotan dan di angguki oleh Nisa
" Bunda Lili juga berangkat ya udah telat soalnya, Bun Ayah juga udah nunggu di depan kan " Ujar Nisa seraya menyalimi punggung tangan Nisa sebelum berangkat ke sekolah di antar oleh Deon
" Iya sayang hati-hati jangan nakal di sekolah " Ucap Nisa memberi wejanga sebelum Liliana sampai diluar sana dan ia melihat putrinya itu menganggukkan kepalanya sembari tersenyum manis kearahnya
" Udah siap sayang " Tanya Dekn begitu ia melihat putrinya masuk ke mobilnya
" Udah Ayah ayo berangkat " Jawabnya, kemudian Deon melakukan mobilnya menuju ke sekolah Liliana dan setelah mengantar Liliana ia langsung melakukan mobilnya menuju perusahaan nya karena sudah di tunggu oleh yang lainnya di sana.
" Mereka masih menunggu Tuan, Tuan Gilang menyuruh saya menjemput Tuan tadi dan mengantarkan Tuan ke ruang rapat " Jelas nya pada Deon
" Ahh baiklah kau boleh kembali ke pekerjaanmu aku akan menemui mereka sekarang " Perintah Deon pada Damian
" Baik " Jawab Damian setelah mengantar Deon dan sampai di depan pintu ruang rapat, kalau Damian pergi dari sana jika tidak ia akan kena mental oleh tatapan intimidasi dari Gilang dan juga Deon yang membuatnya merinding dan panas dingin
" Permisi, maaf saya telat kalian lama menunggu " Ujar Dekn begitu masuk dan langsung duduk di tempatnya yaitu di depan para karayawan semuanya dan juga di samping kliennya
__ADS_1
" Tidak Tuan, " Jawab mereka semua kecuali Gilang
" Baik Mari kita bahas rapat kali ini " Ujar Gilang dan di setujui oleh mereka semuanya dan ada kliennya juga
" Gilang katanya ada klien pagi ini dimana mereka dan rapat ini dari tim desain bukan " Ujar Deon pada Gilang
" Ya mereka di sebelah mu Deon aku menggabungkannya karena klien kita tidak mempunyai banyak waktu mereka harus segera pergi karena ada masalah mendedak, mereka memberitahukan mu sebelum kau tiba tadi " Jelas Gilang hanya Gilang yang bisa menyebut Deon tanpa panggilan pak atau tuan ,
" Baiklah, lalu kita akan bahas klien dulu kau bicaralah" Perintah nya untuk Gilang dan Dekn hanya akan mendengarkannya saja dan mengamati nya
" Baik, dengan Bapak Rendra dan juga Ibu Vio ada yang bisa kami bantu dengan anda di sini "
" Ya jadi begini, saya dengar Pak Deon ini mempunyai kage di sebelah butik nya, saya ingin menyewa nya untuk acara ulang tahun perusahaan saya sebentar lagi, dan bisaha kalian menyiapkan menu nya " Ujar nya memulai membicarakan bisnis
" Baik lalu ada lagi yang ingin anda sampaikan "
" Tidak kira kira kalian bisa tidak karena ini bisnis semoga lancar "
" Tidak masalah, kaminusahagan yang terbaik buat Anda Pak Rendra, ohh ya lalu acara itu di adakan kapan dan jam berapa " Tanya Gilang pada kliennya itu
" Hati Sabtu pukul delapan malam "
" Baik, dan masalh pembayarannya anda bisa mentransfer nya di nomor yang sudah ada di kertas perkenalan yang saya beri tadi jika tidak anda juga bisa langsung bertransaksi di sini "
__ADS_1
" Ya, kami akan segera mentransfer nya, terimaksih saya izin pamit karena ada masalah yang merupakan dadak jadi kami tak bisa lama lama di sini "
" Sama sama, Gilang antar klien kita, " Ucap Deon, lalu Gilang mengantar Klien tersebut pergi ke luar dan sejenak Deon langsung memulai rapat nya , tak lama selama kurang lebih Lima belas menit dan Gilang hanya mendengar separuhnya saja karena ia di tinggal rapat okeh Deon saat mengantarkan kirn tadi dan rapat di bubarkan juga Deon yang segera pergi pulang untuk memberitahukan istrinya itu karena yang mengurus kage adalah istrinya makan ia akan membacakan nya dengan Nisa di rumah sekarang.