
Siang harinya setelah Deon menjemput putrinya di sekolah, mereka pergi ke supermarket terlebih dahulu untuk membeli keperluan dapur yang sudah mulai habis dan bahan bahan untuk membuat kue juga masakan yang akan putrinya pelajari nanti, setelah setengah jam berlaku mereka pulang sehabis membayar barang belanjaan mereka
Tiba di rumah mereka di sambut hanya dengan Nisa yang menemani si kecil bermain gambar gambar atau lebih tepatnya si kecil lagi asik mencoret coret buku tulis dengan spidol maupun pena yang ada ia tidak menagis dan asyik bermain, Andra adalah anak yang tidak gampang menagis atau tidak cengeng ia akan mengais di saat ia mulai kesal atau mengantuk saja
Sesudah mereka bertiga melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim, Nisa yang menidurkan Andra dikamar, sedangkan Deon dan Liliana mereka memulai memasaknya makan siang dan sekalian me gajadi putrinya itu memasak dan membuat kue yang mudah saja
" Ayah kita masak apa Yah Liliana udah gak sabar tahu, " Ucap Liliana pada Ayahnya
" Hmm masak apa ya.... gimana kalo kita oseng terong sama timun rebus, juga ada tahu sama tempe goreng kesukaan kamu kan, ada juga sayur asem,. maunyang mana " Usul Deon memiliki etikanya banyak pilihan menu makan siang yang akan di buat boleh mereka
" Banyak banget, Liliana mau makan sama oseng terong aja sama tahu tempe penyet sambel terasi ajalah kalo gitu sayur asem nya gak usah sama timun rebusnya kan nanti buat kue juga " Ujar Liliana merajuk karena banyak menu yang akan di buat nya membuatnya hanya ingin memakan salah satu menunya saja
" Hahaha baiklah baiklah, sesuai permintaan Tuan putri Mari kita buat, adek potong tahu sama tempe nya ya laku di rendam sama air garam , garamnya secukupnya aja iky terus di goreng bisa kan atah potong terung nya dulu sama buat sambelnya " Ujar Deon memberikan intruksi dan arahan agar putrinya bisa mengikutinya dengan pelan pelan
" Oky Ayah " Jawab Liliana, saking serunya mereka memasak sampai tidak sadar Nisa memperhatikan mereka berdua yang sesekali adu cekcok dan tersenyum juga tertawa akibat jahitan dan canda masing masing , membuat hati Nisa menghangat senang dengan interasi keduanya, Nisa menunggu mereka berdua dengan mengabulkan waktunya di meja makan sambil membaca novel kesukaannya di ponsel ia mendownload aplikasi novel agar tidak perlu membeli buku novel lagi karena ia juga suka membaca novel dengan banyak genre dan Nisa tak bisa juga membeli banyak buku dalam sehari meskipun Dekn bisa saja membelikan semuanya, tetapi Nisa tidak mau , bagiannya ia sangat suka dan senang saat membaca novel secara online malam offline di ponselnya tanpa menghabiskan uang dan hanya paket data saja yang habis sambuk rebahan pun ia bisa membacanya itulah keasyikannya selama beberapa bulan terakhir.
" Wahh sedap sekali baunya, kalian masak apa sih Bu da mau juga dong " Ujar Nisa menghampiri mereka berdua karena ia lihat masakannya sudah selesai tinggal menghidangkannya di meja makan
" Ehh sayang "
" Bunda.. " Jawab mereka berdua secara bersamaan
" Masak oseng tering bunda sama tempe dan tahu penyet sambel terasi, tahu tempe nya Lili lho yang masak Bun cobaik ya, " Ucap Liliana dengan senyum di wajahnya dan memberikan satu potong tele pada Nisa
" Ohh ya, makasih sayang nya Bunda " Jawab Nisa lalu ia memakan tempe goreng buang di berikan oleh putrinya itu
" Gimana Bun enak gak atau ke asinan atau kurang asin Bun ? " Tanya Lilian dengan wajah serius namun imut dan menggemaskan berharap masakannya kali ini enak rasanya
" Enak sayang lebih enak dari buatan Ayah ini, " Ujar Nisa memberikan ulasan pada masakan putrinya sesekali menggoda suaminya itu
" Benarkah, Ayah kata vunda rasanya enak Yah, lebih dari masakan Ayah " Ujar Liliana senang
" Iya sayang, pasti kan Ayah yang ajarin kamu, kalo lebih enak dari Ayah mah, Ayah pasti seneng karena masakan putri Ayah yang terbaik setelah ini " Jawab Deon sembari mengisap lembut kepala putrinya itu
" Ayo sekarang kira makan dulu, buat kue nya nanti habis makan Lili, bantu Ayah sama bunda ya ini makannya kita tatush di meja makan sayang " Ucap Deon dan di angguni oleh Liliana dan mereka pun menghidangkan madaknnya di meja makan, setelah itu ketiganya makan bersama dengan canda tawa dari Liliana, setelah selesai makan Deon dan Liliana membereskan tempat makan mereka lalu baru membuat kuenya.
Sedangkan Nisa ia kembali lebih dulu karena Andra tidur Nisa tidak bisa lama lama menemani mereka, karena Andra akan terbangun begitu Nisa meniggalkannya lama ketika tidur dan akan menangis tidak ada yang menemaninya ia sangat manja dengan Nisa begitu pula dengan Deon juga kakak perempuannya itu.
__ADS_1
" Ayah kira mau buat kue apa nih Yah Liki belum pernah buat Kue kan kita belajar masaknya baru beberapa hari kemarin Yah " Ucap Liliana sedih karena ia takut kuenya rasanya tidak enak dan ia gagal membuatnya
" Hei jangan sedih dong kan ada ayah yang ajarin kamu, pasti rasanya lebih enak dari buatan Ayah, kita buat yang gampang aja, kalo buat kue brownis Liliana mau gak " Tawar Deon memberikan semangatt juga pada putrinya itu untuk belajar memasak dan membuat kue
" Brownis, boleh Yah tapi Liki takut kali gak bisa " Ucap nya menghilangkan senyumnya lagi ketika sudah terbit sebentar saat mendengar kue bownis
" It's oky sayang pelan pelan pasti bisa ada Ayah " Jelas Deon memberikan sembangt lagi, dan di angguki oleh Liliana lalu ke duanyaboun terlalu dalam membuat kue tersebut
" Sayang taruh tepung terigu nya ke dalam wdah ini ya seperempat dana gak udah banyak banyak bisa di hitung sendok dengan jumlah lima sapai enam sendok cukup sayang " perintah Deon memberikan intruksi pada Liliana dan Liliana pun mengikuti perintah Ayahnya
" Lalu apa lagi Yah ? " Tanya Liliana setelah memasukkan tepung terigu ke dalam wadah mangkum dengan ukuran sedang
" Masukkan satu butir telur sayang, lalu susu cair nya di takar sekitar 150 ml secukupnya jangan sampai ke enceran atau ke kentalan ya " Ucap Deon memberikan arahan pada Liliana
" Udah, terus sekarang apa "
" ohh iya masukkan juga gula pasir nya secukupnya sama garam setengah sendoknya teh "
" Udah Yah "
" Udah terus apalagi Ayah "
" Masukkan coklat cair nya sama minyak sayur dia sendok makan "
" Oky Yah siap, terus di aduk lagi kan sampai rata "
" Iya nak " Jawab Deon, sementara Liliana mengaduk Deon menyiapkan kukusannya agar mudah
" Udah Yah, " Ucap Liliana pada Ayahnya
" Tunggu kukusannya panas ya, kamu potong potong dulu buahnya, yang mau kamu buat hiasan nanti Ayah akan kukus kuenya dulu " Ucap Deon laku membawa kuenya dan memindahkannya ke loyang kue dan mengukusnya setelah kukusannya panas lalu Deon membersihkan mangkuk tersebut di wastafel
" Udah, masih lama ya matangnya? " Tanya Liliana yang tak sabar ingin mencicipi bagaimana rasa muenya nanti
" Hmm masih sayang sini duduk dulu pasti capek " Ajak Deon agar Liliana duduk terlebih dahulu
' Ohh iya Yah hari Sabtu temen Likioada ya g ulang tahun katanya sama ulang tahun perusahaan Ayahnya juga, Liliana di undang ke sana tempatnya di kafe milik Ayah dan temanya harus pakek baju warna hitam Yah Liliana kan gak punya bantu hitam " Ucap Liliana memberitahukan pada Ayah nya bahwa Hari Sabtu temannya ulang tahun dan ia di undang ke sana dengan teman pakain yang serba hitam atau elegan namun manis mungkin maksudnya itu
__ADS_1
" Boleh Sayang nanti Ayah siapkan pakain kamu, suruh bunda ukur kamu ya terus kasih ke Ayah biar Ayah suruh Om Roni buatin gimana "
" Oiya Ayah besok deh nanti Liliana bilang sama Bunda kalo Bunda udah bangun, kan Bunda tidur nemenin Andra "
Tak lama Deon mematikan kompornya dan membuka tutup panci laku mengangkat kie brownis nya dan melepaskannya dari lo yang di tarush ke dalam piring setelah di potong beberapa bagian lalu Liliana memberika susu coklat juga buah buahan di atasnya lalu siap di hidangkan
" Ayah coba ya " Ucao Deon laku mengambil sendok dan memakan kue brownis nya satu yang dibayar oleh putrinya
" Gimana Yah, enak gak buatan Liliana " Tanya Liliana harap harap cemas dengan jawaban Ayahnya
" Hmmm perfect, sayang ini sempurna Bunda pasti suka cobain deh kamu juga pasti suka rasnya lier di mulut " Ucap Deon banngga dengan putrinya meskipun ia mengajarinya dengan sekali arahan tetapi Liliana mampu mengimbanginya dan menyesuaikannya dan Deon sangat senang dengan itu
" Hmm Nyammm..., enak Yah, Ayah bener Liliana bisa buatnya, yeyy Liliana bisa buat kue Ayah.. yeyyy " Teriak Liliana girang setelah mencicipi kue buatannya sendiri lalu memeluk ayahnya karena senang dan ia juga sangat senang ketika di ajari masak oleh ayahnya tersebut , Deon hanya tersenyum manis dan membalas pelukan putrinya yang senang dengan hasil karyanya sendiri katika berhasil membuat kue brownis tersebut.
.
.
.
kue brownis yang di buat Liliana ya teman teman
.
.
.
.
.
Jangan lupa berikan like, komentar, dan Vote ya teman teman
Salam hangat dari author untuk kalian semuanya... 😍😍🥰🥰💞💞💞
__ADS_1