
Setelah Deon membangunkan Liliana dan menunggunya hingga siap terus keduanya pun turun kebawah untuk sarapan bersama karena Nisa sudah menyiapkannya sarapan sayur lodeh yang belum ia coba sama sekali selama ia mengenal Nisa saat pertama kali bertemu hingga hari ini barulah ia memakan sarapan sayur lodeh buatan Nisa
" Sayang apa kau sibuk hari ini? " Tanya Deon pada Nisa
" Enggak Mas kenapa " Jawab Nisa sembari ia memakan sarapannya
" Enggak papa tanya aja, nanti aku mau ajak kalian keliling taman di deket sini " Terang Deon yang juga menyuapkan nasi dan sayur ke dalam mulutnya , sedangkan Liliana tampak senang ia makan dengan tenang walaupun sebenarnya tidak di perbolehkan berbicara saat makan Deon pada dan Nisa berbicara saat mereka sudah selesai dengan makannya, namun tadi mereka berdua berbicara saat makan Liliana berencana untuk mengingat kan kedua orang tuanya namun tak lama makanan atau sarapan yang mereka makan sudah habis dan Deon mencuci piring nya begitu pula dengan Nisa bundanya ia juga sudah membersihkan tempat makan nya , kini tinggal dirinya yang belum selesai dengan sarapannya.
" Ayah, Bunda kenapa pucat Yah " Ucap Liliana saat melihat Nisa yang pucat setelah selesai makan
" Sayang kamu kenapa hmm , " Tanya Deon melihat ke arah istrinya setelah mendengar ucapan dari putrinya
" Gak tahu mas tiba tiba aja mual, gak enak banget tapi saat aq deket sama kamu mual nya ilang gitu aja " Jelas Nisa menerangkan apa yang ia rasakan sekarang, memang tadi setelah makan ia merasakan mual dan ingin muntah tetapi saat Deon bertanya dan mendekat mual tersebut hilang begitu saja dan ia baik baik saja
" Benarkah kalo begitu kita tidak jadi ke taman saja, kita main di taman belakang aja, Liliana kamu gak papa kan untuk saat ini kita di rumah, sepertinya Bunda sedang sakit sayang " Ujar Deon sekalian memberikan pengertian kepada Liliana karena mereka tidak jadi keluar lantaran Nisa sedang tidak enak badan
" Gak papa Yah kan Bunda sakit nanti di sana malah tambah sakit kalo gitu aku mau main lego di taman belakang sama Bunda, sama Ayah aja " Tutur Liliana
" Hmm, pintarnya anak Ayah yasudah kalian ke sana dulu Ayah bawakan maianannya. " Suruh Deon, lalu Nisa dan Liliana pergi ke taman belakang rumah terlebih dahulu sedangkan Deon ia mengambil makanan Liliana terlebih dahulu lalu segera menyusul keduanya.
" Ini dia mainannya kamu main dulu ya sayang " Ujar Deon pada putrinya begitu ia sampai di gazebo taman menghampiri istri dan anaknya yang sedang memandangi bunga dan melihat kupu kupu yang terbang kesana kemari serta kupu kupu yang hinggap di beberapa bunga dengan warna yang cantik
" Iya Ayah " Jawab Liliana setelah nya ia main dengan mainannya di taman sambilenikmati pemandangan dan kupu kupu yang terbang di sana
" Mas badan aku gak enak banget rasanya pusing " Ucap Nisa, kemudian Deon meraih kepala Nisa untuk ia senderkan di lengannya namun Nisa menyenderkan nya di dada bidang Deon , karena ia merasakan nyaman dan ingin menyenderkannya di dada bundang suaminya itu
" Sudah kamu tidur saja sebentar biar nanti aku yang mengawasi Liliana " Ucap Deon lembut sambil mencium pucuk kepala Nisa
__ADS_1
" Mas, aku pengen cilok keju Mas " Ucap Nisa tiba-tiba pada Deon, seketika Deon terpaku dengan permintaan istrinya
" Cilok keju, sayang mana ada " Jawab Deon yang heran dengan permintaan istrinya ya mana ada cilok rasa keju
" Ada kan Mas yang buat, aku pengen itu sekarang Mas! " Ujar Nisa kesal dan meminta Deon untuk membuat nya
" Baiklah Neng sayangnya Mas, kamu jaga Liliana sebentar ya Mas buatkan kamu cilok nya " Jawab Dekn yang pasrah dengan permintaan istrinya yang agak anaeh menurutnya tetapi mau rak mau ia harus membuatkannya karena dari nada bicara Nisa Deon tahu jika aja tak membuatkannya maka Nisa akan merajuk dan tidak akan mau tidur dengannya malam ini .
Setelah meninggalkan dia perempuan yang ia sayangi yaitu istri dan putrinya di taman ia masuk kedalam rumah dan langsung menuju dapur, mengambil bahan bahan untuk membuat cilok nya
Dan Deon juga mengambil keju yang ada di dalam kulkasnya, saat bahan bahan sudah ada semuanya kini Deon dengan cepat membuat adonan ciloknya dengan bahan tepung terigu dan tepung pati dengan sedikit air hangat juga garam secukupnya tak lupa merica bubuk sedikit dan kaldu bubuk agar rasanya semakin enak.
Setelah adonan jadi Deon membentuknya menjadi bulat bulat laku memasukkannya potongan keju ke dalam adonan tersebut hingga adianan habis, sesudahnya ia merebus air untuk memasak ciloknya dan mengambil wadah untuk ciloknya yang sudah jadi nanti,
Selama kurang lebih 15 menit cilok cilok tersebut telah jadi dan Deon menatanya di piring, lalu ia membuat sambal kacangnya dengan bawan sambel kacang yang ia beli dari warung depan rumahnya tadi saat ia merebus ciloknya, setelah jadi ia menuangkan sedikit sambal kacang tersebut ke tantangan cilok yang ia tara di piring dan ia meletakkannya di nampan dengan sunduk atau tusuk sate agar mudah untuk memakannya nanti
begitu sampai Nisa langsung merebut nampan tersebut dari suaminya dan memakan cilok nya sampai habis dengan kurun waktu 10 menit dan cilok tersebut ludes tak tersisa, setelah memakan semuanya, Nisa meneguk air putih nya sampai habis juga.
Liliana dan Deon yang melihat Nisa yang makan seperti belum makan saja padahal tadi Nisa makan sarapan dengan nya, sekarang ia menjadi tercengang saat melihat Nisa menghabiskan ciloknya yang sebanyak satu piring itu
" Ayah Bunda kenapa? bukankah tadi Bunda sudah makan banyak lalu sekarang Bunda menghabiskan semuanya sendirian " Bisik Liliana di telinga Deon ia bertanya pada Deon dan sudah tidak ingin bermain lagi saat melihat Deon membawa cilok ia juga ingin memakannya tetapi ia melihat Nisa menghabiskannya maka ia tidak berani untuk meminta nya
" Tidak papa sayang nanti Ayah buatkan lagi ya, biarkan Bunda mungkin Bunda masih lapar makannya ia menghabiskannya " Terang Deon, lalu Deon mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada bibinya untuk memberitahukan ke adaan Nisa saat ini dan balasan bibinya adalah Nisa sedang isi yang artinya ia akan segera menjadi Ayah lagi untuk yang ada di kandungan istrinya dan Liliana akan segera menjadi kakak nanti.
Begitu selesai dengan pesan bibinya Deon memesan cilok untuk Liliana yang ia melihat bahwa putrinya juga ingin memakannya tetapi colok yang biasa buat untuk istrinya ada kejunya sedangkan Liliana ia tak suka keju yang di campur dalam makanan ia lebih suka keju yang ia makan langsung tanpa di campur terkecuali saus keju yang di cocol dengan makanan seperti churros atau semacamnya
" Neng sayang ke dalam yuk udah panas nanti kamu capek " Ajak Deon pada Nisa dan di setujui oleh Nisa, setelah membereskan mainan putrinya, mereka pun kembali ke dalam rumah dan mereka duduk di sofa ruang tengah sambil menunggu pesanan Deon datang Liliana bermain bongkar pasang, sedangkan Nisa ia memainkan permainan yang ada di ponsel suaminya itu sambil menyenderkan kepalanya diboundak suaminya yang duduk dengan tenang sambil melihat acara TV.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bagaimana teman teman bagian yang ini , makasih untuk saran kalian semuanya dan untuk teman teman semoga kalian tambah suka ya baca cerita aku
Berikan peluk dapan dan saran kalian ya, dan jangan lupa berikan Like, vote, komentar di bawah ya
Salam hangat dari author untuk kalian semuanya... 😊😊🥰🥰💞💞💞
__ADS_1