Mr. Perfect

Mr. Perfect
Bagian 33


__ADS_3

Karena Nisa mengabaikan Deon, akhirnya Deon pun memutuskan untuk sarapan roti tawar saja dan air putih, setelah mereka selesai sarapan, akhirnya mereka pun berangkat menuju ke sekolah Liliana untuk mengambil rapot nya.


Di dalam perjalanan Nisa dan Deon tak berbicara satu sama lain sedangkan Lilian memilih diam dan memandangi pemandangan jalan yang ramai akan kendaraan bermotor, sepeda dan mobil yang lewat


Tak selang berapa lama mereka pun sampai di sekolah Liliana, dan Liliana langsung pergi bermain bersama teman tannya setelah turun dari dalam mobil.


Kemudian keduanya pun pergi ke aula yang sudah di sediakan di sekolah untuk acara penerimaan rapot hari ini, setelah sampai Deon masih diam ia belum menyapa Nisa sama sekali, padahal Nisa sudah kesal karena Deon tadi pagi, di tambah ia kesal karena Deon yang mode cuek dan dingin seperti sekarang, ia tak biasa dengan Deon yang dingin dan cuek.


" Ishh itu kulkas apa apa sihh dari tadi diem mulu, gak ngomong sama sekali, sebel deh ya gak suka gak suka, aku gak suka " Gerutu Nisa dalam hatinya ia kesal tapi tak ia ungkapkan dengan kata kata hanya di dalam hatinya dengan muka yang cemberut


Sebenarnya Deon mah gak tega kali kalo cuek dan dingin sama Nisa, masalahnya sekarang ia berada di luar, dan banyak pasang mata yang memandang , sedangkan Deon itu sangat risih jadi pusat perhatian, makanya ia sedang mode dingin dan cuek dan sangar dengan tatapan mata tajamnya, sesaat Deon melirik Nisa yang sedang cemberut dan kesal, ia tersenyum tipis amat sangat tipis hinga tidak ada yang menyadarinya ia tersenyum, dengan cepat ia mencium pipi gembul istrinya itu


Semua wanita dan orang-orang yang melihatnya pun langsung mengalihkan perhatian mereka , dengan kelakuan Deon yang mencium istrinya di depan umum awalnya semua memuji Deon karena ketampanan Deon, tetapi sayangnya Deon punya gandengan,


ibu ibu janda atau atau guru yang masih muda yang bekerja di sekolah tersebut mungkin seumuran dengan Nisa pergi dari sana mencari udara segar atau duduk menjauh, di sana sudah tersedia tempat duduk jadi saat mereka sampai ya mereka langsung duduk lah ya


" Ishh mas banyak yang lihat tahu " Kesal Nisa ia pun semakin mengerucutkan bibirnya membuat Deon terkekeh karena gemas


Ditempat lain Liliana yang sedang bermain bersama teman temannya pun merasa ia tidak di pedulikan apakah ia mempunyai salah pada teman temannya itu atau ada hal lain ia tak tahu karena sejak tadi ia ingin ikut bermain tetapi selalu di abaikan dan di larang juga di suruh pergi


" Aku boleh ikut main sama kalian " Tanya Lilian pada salah satu teman kelas nya


" Enggak kamu gak boleh ikut kita udah pas mainnya kamu pergi aja sana " Ucap salah satu temannya


" Tapi kenapa kan aku juga teman kalian "


" Gak usah di dengerin kita pergi aja yuk " Ucap yang lain lalu mereka meninggalkan Lilian di sana dan Lilian akhirnya duduk sendirian di taman bermain sekolah di ayunan, ia nampak sedih karena teman temannya menjauhinya, Lilian pikir ia mempunyai salah pada mereka tapi ia tak tahu apa salahnya


Di aula tempat Deon dan Nisa, setelah pembukaan acara dan petuah petuah dari wali kelas dan kepala sekolah juga guru lainnya mereka membagikan rapot tersebut, setelah menunggu beberapa jam, iyalah lama kan pasti ada pengumuman tentang perkembangan mereka di sekolah kan ya..


Deon dan Nisa menerima rapot anaknya Lilian, Deon menyerahkan rapot itu pada Nisa, sementata ia mencari putrinya dari tadi ia bisa melihat anak anak sebaya Lilian bermain tetapi ia tak melihat Lilian di sana . Iya kan anak you ada di ayunan bermain sekolah pak Deon ..

__ADS_1


" Neng Nisa kamu ke mobil duluan aja ya mas mau cari Liliana dulu " Ujar Deon pada istrinya itu


" Hmm jangan lama, " Jawab nya


" Kenapa " Tanya Deon penasaran


" Gak lihat banyak yang lihatin kanu apa " Ucap Nisaasih sedikit jengkel pasalnya suaminya itu selalu di tatap oleh orang sekitar terutama ciwi ciwi


" Iya sayang nya aku , mas gk lama kok cuman sebentar cari Lilian sayang " Jelasnya agar istrinya itu tak kesal lagi lalu ia pergi meninggalkan Nisa sendirian.


Nisa pun menunggu Deon di dalam mobil sambil melihat rapot putrinya, dan ternyata semuanya baik ia senang dan bangga pada putrinya itu.


Beberapa menit mencari akhirnya ia menemukan putrinya sedang bermain ayunan dan melempar batu kerikil di taman bermain sekolah, selanjutnya Deon pun menghampiri putrinya untuk di ajak pulang


" Sayang kau disi ternyata ayah cariin loh, ayo pulang, bunda udah nunggu di dalam mobil " Ujar Deon mengajak putrinya untuk pulang setelah ia menemukannya dan menghampirinya , lalu Liliana pun turun dari ayunan dan berjalan bersama Deon menuju mobil dan pulang ke rumah.


Sesampainya di rumah Liliana langsung memasuki kamarnya menghiraukan kedua orang tuanya yang sedang berjalan mengikutinya


" Kenapa mas Lilian dari tadi diam aja gak kayak biasanya " Ucap Nisa ia tidak tahu ada apa dengan putrinya itu


" Neng sayang ada apa " Tanya Deon saat sampai tetapi jawaban Nisa hanya gelengan kepala karena Liliana tidak mau cerita


" Liliana sayang " Panggil Deon pada putrinya yang sedang tengkurap di ranjang kasurnya setelah pulang dari sekolahnya tadi


" Liliana " Panggil Nisa tetapi tetap tidak ada jawaban


" Mas, gimana terus ini " Tanya Nisa yang mulai khawatir pada putrinya


" Kamu tenang ya, sekarang kita keluar aja dulu nanti kalau udah tenang kita tangan lagi oky, ayo " Ujar Deon, kemudian Deon dan Nisa berdiri dan hendak keluar dari kamar tetapi Deon dengan pendengaran nya yang tajam mendengar ada suara isak tangis kecil


" Mas Deon " Panggil Nisa pada Deon yang berhenti di tengah pintu

__ADS_1


" Iya, neng keluar aja dulu ya, buat makan siang neng udah mau siang " Jelas Deon pada Nisa dan di setujuu oleh Nisa, begitu Nisa pergi ke dapur Deon masih berada di kmar putrinya ia kembali duduk di pinggir ranjang putrinya itu


" Liliana sayang nya Ayah kamu kenapa nak " Panggil Deon kembali karena ia juga khawatir pada putrinya jangan sampai kejadin yang dulu pernah ia alamat di alamat oleh putri ke kecilnya itu, yaitu di jahuinoleh orang orang


" Bunda.. Liliana kangen bunda.. " Ucap Liliana lirih tetapi Deon masih bisa mendengar nya


" Sini peluk ayah, kita ke luar ya, nemenin bunda masak " Ajak Deon pada Liliana, lalu Liliana pun mendekat ke arah Deon dan memeluknya, Deon menggendong Liliana untuk ke luar dari kamar menuju dapur menemani Nisa memasak makan siang mereka.


" Mas, Liliana kalian di sini " Tanya Nisa saat ia melihat Deon dan Liliana duduk di kursi yang ada di meja makan dapur


" Iya " Jawab Deon singkat ia memangku putri kecilnya itu


" Yasudah kalian tunggu sebentar bunda masak dulu " Ucap Nisa lalu ia melanjutkan memasaknya


" Bunda, ayah kalau ada temen yang gak suka sama kita apa kita akan di tinggal pergi " Tanya Liliana tiba tiba, dan Nisa langsung menoleh ke putrinya,, sedangkan Deon ia langsung berubah menjadi lebih dingin tetapi masih bisa ia kontrol karena tak ingin Liliana takut saat melihatnya , Nisa yang mengetahuinya hanya mampu menghela nafas nya panjang saat melihat sorot tajam dari tatapan mata Deon suaminya yang teringat akan dulu saat ia di jahui oleh semua orang waktu kecil


" Tidak sayang tidak semua orang akan seperti itu, yang penting kamu harus baik sama semua orang meskipun mereka tidak, pasti ada yang suka sayang, kamu jangan sedih ya, biarin saja mereka ya " Jelas Nisa menghampiri putrinya saat ia masih memasak tetapi tenang saja Nisa mematikan kompornya dan beralih untuk memangku Nisa dan mengambilnya dari Deon lalu ia mengajak Liliana pergi ke taman untuk bersama dan melihat taman bunga di taman , sedangkan Deon ia melanjutkan masak makan siang nya yang di tinggal istrinya, masih dalam perasaan yang tidak menentu setelah mendengar apa yang di katakan oleh putrinya.


.


.


.


.


.


.


Bagaimana bagian cerita aku yang ini teman teman kalian suka gak, tolong beri pendapat dan saran kalain ya..

__ADS_1


dan jangan lupa untuk beri author, suka dan komentar di bawah ya, agar author lebih semangat lagi buat cerita nya...


salam hangat dari author untuk kalian semuanya... 😊😊🥰🥰💞💞💞


__ADS_2