Mr. Perfect

Mr. Perfect
Bagian 27


__ADS_3

Sesampainya mereka di rumah Nisa membantu Liliana untuk membersihkan dirinya dan mengganti pakaian dengan pakaian santai saat di rumah, tak lama mereka selesai, kemudian mereka pun makan siang bersama dengan masakan Nisa yaitu sayur bayam dan tempe goreng juga ada tahu bulat, dan ayam goreng juga Nasi putih tentunya,


Mereka makan bersama dengan khidmat tak ada yang berbicara saat makan karena akan tersedak nanti kalau berbicara, seusai makan dan membereskannya lalu Deon dan Nisa mengajak Liliana ke taman belakang untuk melihat bunga di sana mereka duduk di gazebo taman


Belum terlalu siang karena Liliana pulang pukul 9 pagi, dan makan siang lebih awal dari biasanya


" Liliana kamu kenapa sayang dari pulang sekolah kamu murung terus apa ada yang nakal di sekolah " Tanya Nisa pada putrinya itu


" Cerita sama ayah dan bunda nak biar kamu lega Liliana sayang " Ujar Deon sambil mengelus kepala Liliana dengan sayang


" Hmm ayah, bunda apa kalian terpaksa menerima aku sebagai anak kalian atau kalain akan membuangku nanti saat aku udah besar " Tanya Liliana dengan wajah sendu menahan sedih anak sekecil Liliana ia sudah mengerti banyak hal dari anak seusianya


" Kenapa Liliana bilang seperti itu sayang " Tanya Nisa kembali pada Liliana


" Tadi ada yang bilang kalo aku bukan anak kandung kalian lalu dia juga bilang aku tak punya orang tua dan akan di buang karena kalian tak mau aku " Ucap Liliana dengan air matanya yang sudah menetes, begitupun dengan Nisa ia meneteskan air matanya karena sedih melihat putrinya menangis


" Mas " Panggil Nisa pada Deon, Deon yang mengerti perasaan Nisa yang sedih dan campur aduk tak karuan dan perasaan Liliana yang merasa sakit hatinya juga merasa ia tidak di harapkan pun menganggukkan kepala bahwa ia mengerti dengan apa yang terjadi saat ini


" Sayang Nisa bisa ambil kan apa yang kita buat tadi sayang " Ucap Deon pada Nisa


" Baik mas " Jawab Nisa sembari mengusap air matanya lalu pergi ke dalam rumah meninggalkan mereka berdua


" Liliana sayang, putri ayah yang paling baik hati juga cantik dan manis, tidak boleh sedih Liliana kuat anak ayah akan selalu menjadi bintang di hati ayah sama bunda sayang, kamu tidak boleh berkata seperti itu, Liliana punya ayah sama bunda, Liliana punya orang tua dan kamu anak ayah sama bunda selamanya " Jelas Deon semari memeluk Liliana dan mengusap pelan pucuk kepala Liliana


" Benarkah tapi tadi "


" Ssssttt jangan dengarkan mereka sayang, kami sangat menyayangi Liliana, Liliana ingat nama panjang Liliana " Tanya Deon


" Ingat nama panjang Liliana adalah Liliana Angkasa dan Liliana juga punya akta nya " Ucap Liliana polos


" Nah Liliana ingat saat kita membuat nama Liliana sewaktu Liliana bertemu kami, saat itu ayah menganggap Liliana adalah putri ayah dan selamanya akan menjadi putri ayah dan bunda sayang, jadi Liliana tidak boleh sedih oky " Jelas Deon lembut pada putrinya itu yang sudah menghentikan tangisannya, Deon juga merasa sedih tetapi ia mencoba mengerti dan menerima semuanya, menjelaskan kepada nya secara perlahan karena ingatan anak itu sangat kuat dan tajam jadi sebagai kepala keluarga Deon harus kuat untuk putrinya dan juga istrinya


" Iya ayah tapi Liliana masih sedih " Ucap Liliana jujur kepada Deon mengungkapkan isi hatinya


" Sudah sekarang tidak boleh sedih dan menagis ayah dan bunda tadi membuatkan lolipop untuk putri cantik ayah, Liliana mau " Ucap Deon menghibur Liliana agar melupakan apa yang baru saja terjadi

__ADS_1


" Mau aku mau lolipop ayah " Ujar Liliana dengan senyumannya yang sudah senang seketika ia mendengar permen lolipop kesukaannya itu


" Kalau gitu ayo kita ke dalam mengambil permennya buda pasti sudah menunggu kita di dalam " Ucap Deon sembari menggendong Liliana untuk masuk ke dalam rumah .


" Wahh anak bunda udah seneng aja " Ucap Nisa berusaha menyembunyikan kesedihannya , tetapi Deon melihat nya dari mata emangnya ia tahu bahwa Nisa masih merasa sedih dengan apa yang terjadi barusan


" Iya dong bunda kan ayah mau kasih lolipop sama Lilian " Ujar Liliana kecil itu


" Baiklah anak bunda yang manis ini dia lolipop nya ada dua warna biru sama pink buat anak bunda yang manis ini " Ucap Nisa memberikan permen lolipop nya yang biasa ambil tadi


" Wahh bunda permen nya besar bentuknya bulat pasti enak " Ujar Liliana girang seraya ingin turun dari dongan Deon, lalu Deon pun menurunkan Liliana dan mengikuti Liliana pergi ke sofa ruang tengah ia duduk di sana sembari memakan permen lolipop tersebut.


Sedangkan Deon nampak mengembangkan senyumnya saat melihat Liliana, namun Nisa masih merasa sedih dengan itu, ia hanya diam menatap putrinya yang asyik memakan permen lolipop nya, sampai menjelang siang Liliana telah menghabiskan dua lolipop yang di berikan padanya itu


" Sayang ini udah siang waktunya bobok ayo bunda temani Liliana di kamar kita bobok siang " Ucap Nisa pada pitrinya Liliana


" Tapi nanti Lilian mau di bacain cerita sama bunda " Ujar Liliana lalu mereka berdua berjalan menaiki tangga untuk menuju kamar putrinya itu yang berada di sebalah kamar nya dan Deon tidur, sedangkan Deon ia menunggu Nisa di ruang tengah sambil membaringkan diri dan menutup matanya


" Ayo tidur bunda akan bacakan cerita untuk Lilian, bunda akan menceritakan tentang si kancil yang mencuri timun "


" Suatu hari ada seekor kancil dan pak tani, si kancil itu suka sekali dengan mentimun dan pak tani mempunyai ladang dengan timun yang sangat banyak dan besar, hingga malam tiba si kancil pun pergi ke ladang pak tani yang mempunyai mentimun ia mengambil mentimun itu sangatlah banyak, hingga ke esokan harinya pak tani pergi ke ladang ia sedih melihat ladangnya yang berantakan dan timun timunnya habis di curi boleh Si kancil itu " Cerita Nisa sembari memperagakan ceritanya dan menirukan suara dari Sin kancil dan pak tani ketika ia menceritakan si kancul pada putrinya


" Laou bunda si kancil itu nakal sekali bunda ia mencuri timunnya pak tani " Ucap Liliana


" Iya lalu Si kancil di hukum karena mencuri, jadi Liliana harus baik hati jangan pernah mencuri ya sayang "


" Baik bunda "


" Ya sudah sekarang kamu tidur " Ujar Nisa pada Liliana, tak lama Liliana pun tertidur, dan Nisa pun mencium kening putrinya lalu pergi meninggalkan kamar Liliana yang sudah tertidur, Nisa menghampiri Deon di ruang tengah yang sedang membaringkan badannya sembari menutup matanya, ia tahu Deon tidak benar benar tidur ia hanya memejamkan matanya saja


" Mas " Panggil Nisa


" Ya apakah Liliana sudah tidur " Tanya Deon


" Udah baru saja dia tertidur setelah aku menceritakan kisah anak anak padanya " Jelas Nisa pada Deon yang bertanya

__ADS_1


" Baiklah sini duduk di sini " Ajak Deon pada Nisa menyuruhnya untuk duduk di samping nya


" Mas aku sedih dengan yang itu apakah ada orang yang berbicara yang tidak tidak padanya di sekolah " Ucap Nisa mengatakan apa yang ada di dalam fikirannya serta yang mengganjal di hatinya


" Tenang sayang pasti ada rumor yang menyebar di sekolah Liliana, yang penting sekarang kita harus menjaga Liliana bersama bukan, ada aku yang akan menjaga kalian jadi kamu tidak usah khawatir lagi "


" Tapi aku masih kepikiran mas " Ucap Nisa


" Sudah ya, saat sekolah Liliana masuk aku akan mengatakan nya pada guru di sana bagaimana " Ujar Deon sembari menenangkan istrinya yang sekarang memeluk dirinya


" Hmmm baiklah, jadi besok "


" Jadi dong kita liburan bersama kita akan menghabiskan waktu bersama dan juga Liliana " Ucap Deon pada Nisa, tak lama Nisa pun tenang dan ia tertidur di pelukan Deon setelah merasa tenang dan ia mengantuk akibat pelukan hangat dari suaminya itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


bagimana bagian yang ini, berikan pendapat kalain yang teman teman,..... jangan lupa untuk vote, like, dan komentar di bawah ya...


salam hangat dari author untuk kalian semua ...

__ADS_1


untuk hari ini selamat berpuasa ya yang sedang menjalankan ibadah puasa untuk menyambut hari raya kurban.... β˜Ίβ˜Ίβ˜ΊπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


__ADS_2