Mr. Perfect

Mr. Perfect
Bagian 74


__ADS_3

Setelah memesan pesanan dari kedua anaknya dan pesanan di antar, lalu keduanya pun pulang ke rumah. sampai di rumah Deon langsung menunubke kamar nya yang berada di bawah dan menggantiboakainnya dengan oakain tidur yang tipis, lalu ia tidur untuk mengistirahatkan badannya yang sakit dan lelah tersebut, sedangkan Nisa mereka makan siang bersama Liliana juga Andra.


Setelah makan siang kedua anaknya itu memakan pesanan mereka yaitu tortilini juga churros, setelah habis barulah mereka tidur siang. Saat keduanya tidur siang Nisa pun melihat kondisi suaminya yang masih tidur di kamar bawah


" Mas " Panggil Nisa pada Deon untuk membangunkan nya tetapi Deon hanya menjawabnya dengan deheman saja, ketika Ia mendengar suara dari istrinya yang memanggilnya itu


" Bagaimana dengan Mas apakah sudah lebih baik atau perlu dokter " Ucap Nisa sambil menyentuh dahi Deon dan untunglah sudah lebih baik, wajahnya sudah tidak pucat lagi dan panasnya juga sudah turun, namun masih butuh banyak istirahat agar cepat sembuh, kemudian Nisa ikut tidur di samping Deon dan menemaninya .


Keesokan paginya Deon sudah jauh lebih baik, namun ia masih butuh waktu supaya sembuh total, sebenarnya pagi ini dan siang ini ada klien nyang ingin bertemu namun karena ia tidak bisa akhirnya Deon menyambungkannya dengan laptopnya dan bekerja dari rumah, dengan cara vidio call.


Setelah mengantar Kedua anaknya pergi ke sekolah, ia berada di rumah sendirian karena Nisa menemani Andra seperti biasa di depan kafe .


Sebelum bekerja Deon membuat camilan terlebih dahulu dan minumannya, ia berencana untuk membuat kukis, roti boy, juga puding alpukat lalu minumnya ia akan membuat jus jeruk dan kiwi serta air putih saja


Selama satu jam lebih Deon membuatnya akhirnya roti boy dan kukus telah jadi, sedangkan pusingnya nya masih ia dinginkan di dalam kulkas, minumannya ia hanya membawa jus kiwi sedangkan jus jeruknya ia menaruhnya di dalam kulkas, mungkin untuk nanti


Setelah selesai barulah Deon menuju ruang kerjanya sanbil membawa nampan yang berisikan dua mangkuk camilan juga satu gelas jus. Kemudian Deon bergabti pakain dengan kemeja polos warna hitam lalu di lengkapi dengan jasnya yang berwarna merah yang suda ada di ruang kerja tersebut.


Kemudian ia menghubungi Roni dengan menggunakan chat dari laptopnya karena sudah biasa sambungkan, kebetulan dengan waktu ini ia bertemu dengan kliennya yang sudah ada di kafe untuk pertemuan namun karena Deon bekerja dari rumah makan ia akan menyambungkannya di ruang kerja, dengan Roni sebagai asistennya yang menggantikannya bertemu langsung di sana


" Halo Ron kamu ada di kafe kan ini dengan laptop kerja saya yang ada di kantor tadi saat saya suruh kamu baea untuk menemui klien saat ini " Ucap Deon di sambungan tersebut, karena sekarang sudah menyambung dan mereka bisa bertatap muka karena menggunakan aplikasi duo untuk vidio call nya dan untuk bekerja, Robi yang sudah stay di kafe dengan laptop Deon seperti apa yang di perintahkan untuk nya pun langsung menjawab panggilan saat ada panggilan atau notifikasi masuk di laptop tersebut


" Iya Halo Bos, sudah saya sudah di lafe tinggal tunggu orangnya datang Pak Bos, " Jawabnya dari sana


" Baiklah, kamhbpesan saja dulu biar gak bosan saya juga sudah menyiapkan camilan saya " Gurau Deon pada Roni sang bawahan nya tersebut


" Pak bos mah, udah saya gampang ini juga saya sudah lesab minumannya cuman belum dateng, " Ya sudah paling sebentar lagi pesanan kamu dan klien kita akan datang sebentar lagi " ucao Deon di sebrang telpon yang menggunakan laptop tersebut


Tak lama pesanan yang diblesan Robi datang juga klien mereka yang ingin bertemu juga datang pas sekali seperti perkataan Bosnya atau Deon hingga Roni hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.


" Pagi pak apakah anda dengan Pak Roni " Sapa orang tersebut yang kebetulan itu adalah perempuan


" Ehh Pagi juga Bu silahkan duduk, saya sudah pesanan minumannya, benar saya dengan Roni, dan anda dengan Ibu Sinta "


" Iya benar, terimaksih, lalu dimana Tuan Deon " Tanya nya pada Roni setelah ia duduk dan mengambil berkas di tasnya lalu ia menaruhnya di meja kafe


" Ada tapi mungkin dia tidak bisa datang secara langsung, tetapi Anda tenang saja Tuan Deon juga akan hadir dengan vidio call jadi anda tidak perlu khawatir " Jelas Roni dan di jawab anggukan oleh kliennya tersebut serta senyuman saja, sedangkan di tempat lain Deon terlihat sangat santai mendengarkan percakapan kedua orang yang ia dengarkan melalui duo vidio call tersebut meskipun tidak melihat orangnya langsung ia hanya melihat Roni yang berbicara tanpa menatapnya dan Deon juga mendengarkan mereka sambil memakan kukis juga roti yang ia buat tadi.

__ADS_1


Tidak Lama Rini mengatakan pada Deon untuk menemui klien mereka yang sudah datang dan dan duduk di sana setelah Rini memulai percakapan mereka.


" Pak Bos klien kita sudah datang bisakah Bos menemuinya dengan tatap muka di sana " Ucap Roni sambil bercanda sedikit dengan Bosnya itu karena ia melihat Bosnya dengan santai sambil memakan camilannya juga minumannya di ruang kerjanya yang ada di rumahnya


" Ya harapkan laptop nya ke klien biar aku bisa melihatnya, Roni " Jawab Deon disertifikasi anggukannya


" Selamat pagi Nyonya, maaf ko disi saya tidak memungkinkan untuk bertemu langsung jadi saya menggunakan vidio untuk menyapa Anda " Sapa Deon dengan tangan yang ia angkat hingga ke sejajar dengan dagunya


" Tidak apa apa Tuan, saya memaklumi nya, saya hanya sebentar untuk bekerja sama dengan butik Tuan " Jelas si klien pada Deon


" Baiklah bekerja sama dengan butik saya, untuk acara apa atau anda ingin memesan, atau ingin berinvestasi di butik saya "


" Tidak, Tuan saya hanya ingin memesan pakaian gaun pernikahan tema dan modelnya sudah ada dan saya sudah menyerahkannya pada asisten anda Tuan " Jelas jlien yang bernama Sinta pada Deon


" Ohhh, Iya Nyonya lalu acara tersebut di adakan hari apa dan pukul berapa agar pengiriman tidak tertunda juga tidak melet di saat hari itu tiba " Ucap Deon kembali pada Kliennya, namun saat si klien akan menjawab Dekn mendapat notifikasi dari kantor Gilang juga menyambungkannya di aplikasi duo untuk vidio call nya karena jliennya yang ingin bekerja sama sudah hadir, Gilang sudah tahu sebab kemarin ia juga sudah di kabari oleh Deon seperti Roni, mereka di kabari oleh Deon kemarin malam lalu Deonenerima panggilan vidio call dari tulang dan menggabungkannya menjadi panggilan group karena menggabungkannya


" Tuan itu " Ucap Si klien yang dari kafe ketika ia melihat tampilan wajah Gilang dan melihatnya menata beberapa berkas di meja dan berjejer jejer karena hari ini juga akan ada rapat tentang pemasaran barang yang di distributor kan. "


" Tidak papa hari ini memang jadwal saya bekerja di kantor anda teruskan saja mereka bisa menunggu " Ucap Deon


" Baiklah Tuan, acara tersebut masih dua minggu lagi di hari sabtu pagi pukul delapan " Jawab nya


" Baik Bos, supa kami akan melakukan yang terbaik " Jawabnya , lalu Deon mematikan satu sambungan setelah selesai dan tinggal sambungan dari Gilang yang masih ada , Deon tidak tahu lagi dengan yang di kafe karena sisanya di urus oleh Roni, bukan karena apa iya tidak berpamitan dengan klien kafe, karena Yang dari kantor sudah menunggu juga ia akan melakukan rapat juga jadi terburu buru agar cepat selesai dan ia bisa menikmati camilannya yang belum ia makan setelah menerima panggilan kerja nya itu


" Dodol, kenapa kamu gak pamit sama kliennya sih Yon " Ucap Gilang pada Deon sambil menunggu klirnnya datang yang masih dalam perjalannya menuju ke ruangan tersebut Deon menjawabnya sambuk meminum jus nya


" Biarnitu di urus Roni, katanya klirn mau kerja sama kantor di bagian pemasaran kan ? " Tanya Deon santai pada Gilang


" Hmmm iya, bentar lagi sampai di sini , tuh mereka dateng " Ucapnya karena si klien yang datang sambil membuka pintu nya


" Selamat datang dengan bapak Handoko dan ... " Sapa Gilang laluenghentikan sapaannya karena tidak tahu nama sang asisten dari kliennya tersebut


" Dia asisten saya, Doni " Jawab si klien


" Iya dengan Tuan Handoko juga Tuan Doni selmat datang di kantor ini, silahkan duduk " Ucao Gilang sekali lagi dengan merubaboanggulab nya dengan Bapak menjadi Tuan


" Iya salam juga dengan Tuan Gilang " Balas jkirn tersebut dengan menyebutkan nama Gilang, lalu mereka duduk di kursi yang sudah di sediakan , lalu Gilang memutar laptopnya menjadi di hadapan pak Handoko dan asistennya laku Gilang keluar dari kantor

__ADS_1


" Salam saya Deon mungkin Asisten saya Gilang sudah keluar ruangan sekarang " Salam Deon pada kliennya yang di kantor


" Iya, Salam juga, perkenalkan saya Handoko dan ini asisten saya Doni, kamu dari perusahaan ×× yang ingin bekerja sama dengan bagian pemasaran Anda untuk pengiriman barang "


" Iya, Tuan saya sudah mendengarnya dari asisten saya, kalo beh tahu kenapa anda ingin bekerja sama di bagian pemasaran "


" Karena saat ini saya tertarik di bidang pengiriman Tuan juga perusahaan saya juga ada di bidang pengiriman karena pengiriman berbagai macam barang Tuan " Jelasnya pada Deon


" Kalo begitu saya ingin melihat berkasnya dulu, Asisten Anda bisa memberikan berkas dokumen pada Gilang asisten saya di luar dia sedang menunggu di depan ruangan di samping pintu sambil berdiri dengan kopi " Jelas Deon Handoko si klien pengiriman


" Baik, " Lalu Handoko menyerah asistennya untuk menyerahkan berkas dokumen tersebut ke asisten Deon diluar seperti prkataan Deon, sedangkan di dalam Deon menerima kerja sama Handoko dengan baik lalu Handoko pun pergi keluar di sana memang ada asistennya yang sudah menyerahkan berkas tersebut kepada Gilang yang memang berdiri di samping pintu sambil memegang kopi namun saatnya melihat tidak ada kopi yang fiboegang karena kopinya sudah habis dan gelasnya sudah di buang karena yang di pakai adalah gelas plastik, Gilang sedang melihat dan membaca berkas tersebut lalu setelahnya mengatakan ia menerima juga akan bekerja sama dengan baik di bidangboengiriman tersebut.


Kemudian Handoko dan Dini asistennya berpamitan untuk pergi karenanurudanannya sudah selesai, selanjutkan setelah kepergian klien tersebut para karyawan yang menunggu segera masuk ke dalam ruangan untuk rapat bagian pemasaran begitu pula dengan Gilang, vidio call tersebut masih bersambung dengan Deon yang memakan camilan nya di ruang kerjanya di rumah ia hanya melihat ruangan yang sepi kosong terisi lagi dengan karyawannya di bagian pemasaran untuk rapat kali ini.


Gilang yang sudah masuk ia menyambungkan laptopnya di monitor sehingga Deon bisa melihat semuanya , dan rapat pun di mulai.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Cerita masih bersambung ya teman teman, tunggu kelanjutannya...


dan jangan lupa berikan pendapat dan saran kalian juga tinggalkan jejak kalian...

__ADS_1


Berikan tada like juga kim ntar di bawah ya..


Salam hangat dari author untuk kalian semuanya... 😍😍🥰🥰💞💞💞💞


__ADS_2