Mr. Perfect

Mr. Perfect
Bagian 13


__ADS_3

Ke esokan paginya karena ini adalah akhir pekan Deon ingin mengajak Niaa untuk pergi ke taman agar lebih santai dan tidak terlalu fokus bekerja karena ia tahu Nisa jika terlalu fokus maka ia bisa melupakan segalanya, seperti makan dan tidur istirahat, juga kadang lupa waktu


Maka Deon ia gin mengajak Nisa bersantai saat akhir pekan untuk menyegarkan fikiran kita dengan hal yang ada di luaran sana.


" Nisa kau sudah bangun, kemarilah aku sudah menyiapkan makanan spesial untuk mu, ayo kita sarapan " Panggil Dekn saat ia melihat Nisa keluar dari dalam kamarnya dan menuju ke meja makan saat ia baru saja selesai menyajikan sarapan pagi nya


" Lhoh Deon kamu masak lagi " Tanya Nisa saat ia mendudukkan dirinya di kursi sambil mengambil sarapannya


" Ya agar kamu banyak makan seperti kemarin " Lontaran itu membuat Nisa sedikit malu karena nya Dekn masak untuknya, padahal itu tidak perlu ia bisa masak untuk makannya saat ia lapar


Ya pagi ini Deon memasak sayur tahu yang ia bumbu pedas dan lauk ayam panggang yang kemarin masih tersisa , lalu keduanya pun memakan sarapan dengan khidmat seperti biasa tidak ada percakapan yang terjadi selama mereka makan di meja makan


Selesai sarapan dan membereskan piring kotor dan sisa makanan mereka, Deon pun menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya dengan baju kasual santai warna hitam lengan pendek dengan jas hitam dan celana panjang hitam, laku setelah selesai ia pun turun danenuju ke ruang tengah karena ia melihat Nisa yang sedang duduk di ruang tengah sambil bermain ponsel


" Nisa kau di sini " Panggil Deon ke Nisa


" Aihh astaga kau mengagetkan ku, ia tapi setelah ini aq ingin membuat bros mawar yang kemarin sudah setengah tinggal setengah lagi kenapa " Ucap Nisa menjawab Deon yang duduk di sampingnya


" Tidak bosan kah kau setiap hari bekerja menjahit dan membuat bros dan semacamnya " Tanya Deon penasaran


" Tidak ini awal kita harus giat biar hasilnya juga memuaskan " Ungkap Nisa


" Tetapi tidak perlu seperti ini kau bekerja terlalu keras lihat dan perhatikan kesehatanmu juga, Nisa " Jawab Deon pada Nisa


" Iya , omong omong kau mau kemana rapi sekali " Tanya Nisa saat ia memperhatikan penampilan Deon


" Aku ingin ketaman hiburan, bioskop, dan kafe dekat sini, apa kau mau ikut " Jawab Deon santai sambil mengambil rubik mirror yang ada di meja saat ia memainkannya kemarin malam sebelum tidur


" Tapi aku harus menyelesaikannya " Ucap Nisa dengan nada sedih, ia juga ingin keluar dan bermain tetapi pekerjaannya yang kurang sedikit harus ia selesaikan agar ia bisa tenang

__ADS_1


" Ganti pakaian mu jika kau ingin ikut dan lupakan pekerjaan saat ini masih ada hari esok Nisa, jangan terlalu keras pada dirimu, ingat kesehatan mu " Jelas Deon pada Nisa ia akan menunggunya


" Lalu itu tidak masalh kah tinggal sedikit Deon kalo tidak selesai besok saat butik buka gimana " Bingung Nisa ia tidak tenang


" Lupakan Nisa sayang, aku akan membantumu mengerjakannya, jadi tenanglah aku akan menunggumu di sini jadi kau ingin ikut " Tenang Deon menjelaskan pada Nisa bahwa ia akan membantunya agar cepat selesai


" Hmm baiklah aku akan berganti pakain sekarang " Jawab Nisa dengan suara rendah hampir tidak terdengar tetapi sedikit Deon bisa mendengarkan suara rendah Nisa yang sangat rendah dan pelan itu


Akhirnya Nisa beranjak dan menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya, ia memakai kemeja hitam dan celana kulot navi juga jaket hitamnya tak lupa ia mengikat rambutnya menjadi satu, dan membawa tas selempang nya yang berwarna hijau mint tak lupa barang barang penting ia masukkan ke dalam tas nya ia memakai sandal sepatu yang jarang biasanya pakai


" Sudah , ayo " Panggil Nisa satu ia sampai di depan Deon


" Ya baiklah Ayo, "


Lalu keduanya pun keluar dari apartemen tak lupa menutup pintu dan menguncinya dan mereka menuju ke garasi tempat motor Deon .


" Wahh disini rame sekali " Ucap Nisa dengan ceria setelah sampai dan mereka memarkirkan motornya lalu pergi berjalan jalan dan mengelilingi tempat tersebut


" Apa kau suka " Tanya Deon pada Nisa yang tak hentinya mengagumi yang ada di depannya itu


" Ya suka, disini rame banyak pengunjung dan permainan nya banyak sekali " Jawab Nisa antusias


" Mau naik permaian "


" Boleh "


" Tentu apapun yang membuatmu senang kita lakukan " Jawab Deon tersenyum sambilbia mengelus pucuk kepala Nisa dengan lembut dan penuh perhatian


" Kalo naik itu boleh " Tanya Nisa pada Deon, ia ingin naik permainan rollercoaster

__ADS_1


" Kau ingin naik itu, baiklah naik saja, aku akan menunggumu di sini " Jawab Deon ia inginenemani tapi karena permainan yang dipilih Nisa ia ragu karena Deon takut dengan ketinggian


" Kau tak ikut, atau kau takut " Ucap Nisa


" Takut, " Tajam jujur Deon ia tak ingin berbohong kata bagaimanapun juga ia memang takut dengan ketinggian


" Baiklah kalo begitu mari bermain perahu di sana " Ajak Nisa sambil menggandeng tangan Deon ia berjalan menuju tempat perahu yang di kayuh itu


Dan akhirnya mereka bermain dan mengayuh perahu sampai di tengah danau lalu kembali lagi, setelahnya Nisa ingin bermain di rumah hantu, dan Deon pun menyetujuinya


" Pelan pelan Nisa kau tak takut bermain di rumah hantu " Tanya Deon penasaran, karena Nisa sangat ingin bermain di sana lalu ia pun menyetujuinya dan mereka sekarang berjalan menyusuri jalanan dan tempat yang terdapat di rumah hantu tersebut sampai ke luar dari sana


" Ya sebenarnya sedikit takut, tapi kan ada kamu jadi aman " Jawab Nisa


" Hahhh kau ini "


" Krieet, wahahaha" Suara pintu kiri ruang itu berbunyi dan terdengar suara tawa yang menyeramkan tetapi tak ada yang muncul


" Aaahh" Teriak Nisa takut dan kaget mendengar suara tersebut, dan langsung saja ia memeluk tubuh Deon yang memang lebih tinggi darinya dan tepat berasa di samping nya


" Kau takut " Ejek Deon, iya karena Deon nampak biasa saja tak ada rasa takut sedikit pun dan selama mereka berjalan mereka tidak menemukan hantu bohongan atau orang yang muncul dengan make up hantu karena aura Deron yang nampak berbeda yang dimana auranya nampak begitu dingin dan membuat orang di sekitarnya merinding ketakutan atau menggigil hanya karena tatapan elang Deon yang tajam seperti mata pisau serta aura yang menekan kuat .


Setelah keluar Nisa pun bernafas lega karena berhasil keluar, permainan itu tampak menantang tapi ia tidak ingin mengulanginya lagi, bikin jantungan kata nya dengan Deon


Kemudian selesai itu, mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan nya ke bioskop, Nisa ingin menonton kartun Luca, cerita hewan moster laut ikan yang lucu itu


Di dalam bioskop nampak rame pengunjung juga ada beberapa pasangan yang nonton film tersebut dengan mesra , berbeda dengan Nisa dan Deon, keduanya nampak menikmati film tersebut sambil memakan popcorn yang mereka beli juga minuman yang mereka bawa sampai film itu selesai, dan mereka pergi ke kafe di lantai bawah


Sama seperti ucapan Deon saat di rumah tadi mereka pergi ke tama hiburan, bioskop dan kafe karena hari juga sudah siang, maka mereka pun makan siang di kafe tersebut.

__ADS_1


__ADS_2