
Keesokan harinya Nisa bangun terlebih dahulu ia ingin membuat angunkan Deon yang sekarang sudah sah menjadi suaminya itu, tetapi ia urungkan karena Deon tidur dengan sangat lelap mungkin ia kelelahan kemarin, akhirnya Nisa pun pelan pelan melepaskan pelukan tangan Deon yang memeluk perutnya, setelah lepas tanpa mengganggu tidur Deon Nisa pun beranjak dari tempat tidur untuk membersihkan dirinya,
Selesai membersihkan dirinya ia pun pergi untuk membuat sarapan di dapur, Nisa berencana untuk memasak roti panggang dengan isian selai keju dan coklat serta susu panas untuk putrinya juga kopi untuk Deon, selesainya membuat sarapan selanjutnya Nisa pergi ke kamar Liliana untuk membangunkan putrinya tersebut karena ia akan pergi ke sekolah
" Sayang Lilian bangun nak udah pagi nanti kamu telat loh ke sekolahnya " Panggil Nisa sembari menepuk pipi Liliana pelan, karena merasa terusik Liliana pun akhirnya bangun dan membuka matanya
" Enggh bunda, Liliana mau libur " Ucap Liliana ia tak ingin masuk sekolah sebab ia ingin bersama mereka
" Kenapa sayang besok kan sekolah Liliana juga libur nanti kita jalan jalan sama ayah " Bujuk Nisa pada putrinya itu
" Benarkah besok jalan jalan, kalo gitu Liliana mau
sekolah " Ucap Liliana setelah Nisa mengatakan besok akan jalan jalan karena libur sekolah dan di angguki okeh Nisa
" Sekarang kita mandi lalu ganti pakain seragam sekolah Lilian, terus sarapan sama ayah sama bunda " Ucap Nisa, selanjutnya Lilian pun mandi di bantu oleh Nisa , selesai mandi dan berganti pakaian menjadi seragam sekolah untuk TK kecil , dan menata buku juga kelengkapan sekolah lainya keduanya pun turun ke bawah menuju meja makan di dapur
" Lilian duduk dulu di sini bunda mau bangunin ayah dulu "
" Siap bunda " Jawab Lilian dengan senyum mengembang menghiasi wajahnya
Lalu Nisa pun kembali ke atas ke kamar nya untuk membangunkan Deon yang masih tidur , ternyata sesampainya di kamar ia tak melihat suami nya itu
" Mas, mas kamu dimana mas " Panggil Nisa pada Deon, tak lama Deon pun ke luar dari dalam kamar mandi mengenakan handuk yang ia lilitkan di pinggangnya
" Ya ada apa Nisa " Jawab nya
" Ahhh " Teriak Nisa terkejut seketika saat ia melihat Deon belum mengenakan pakain dan hanya mengenakan handuk dan keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah
" Mas pakek dulu bajunya " Ucap Nisa gugup karena ia kali pertama melihat tubuh atletis laki-laki dan itu adalah Deon, Nisa sempat melihat sekilas sebelum berbalik badan karena terkejut, ia melihat tubuh atletis Deon yang mempunyai otot yang kokoh juga roti sobek di perut nya atau six pek
" Sudah belum sih " Ucap Nisa bertanya pada Deon karena tak ada suara dari Deon lalu ia mencoba memberanikan diri untuk membalikkan badan dan menatap Deon
Deon yang sudah selesai memakai pakain ia hanya diam sembari menatap Nisa yang sekarang telah menjadi istrinya itu.
Ketika Nisa membalikkan badannya dan membuka matanya untuk melihat Deon, seketika Deon dengan cepat mencium pipi istrinya lalu dengan cepat pergi keluar dan menuju meja makan di dapur, karena putrinya sudah menunggu sedangkan Nisa ia sangat malu dan sedikit kesal dengan tingkah Deon padanya
" Ihhhh Deonn asal cium aja sihh ahh kan aku jadi malu, ihhh kesel kesel kesel sama kamu.... " Teriak Nisa dengan Nada manja yang menggemaskan Deon yang masih bisa mendengarkan karena ia berhenti sejenak di pintu kamar saat akan turun kebawah, membuat Deon mengembangkan senyumnya ia senang berhasil mengerjai istrinya itu di pagi hari tetapi tak melunturkan sikap sayang nya pada Nisa dan juga Liliana
" Hai putri ayah yang manis udah siap aja " Panggil Deon saat sampi di meja makan laluencium kening putrinya itu
" Iya dong yah, bunda mana " Tanya Liliana
__ADS_1
" Bunda sedang turun ke sini, ayo makan sama sama setelah ini kami akan mengantar Liliana ke sekolah " Ucap Deon lalu ia mengambilkan satu roti panggang yang masih panas untuk Liliana dan memberikan segelas susu hangat
Lalu keduanya pun makan bersama sedangkan Nisa ia membereskan tempat tidurnya, setelah beres ia turun kebawah menuju meja makan dan duduk di hadapan Deon ikut makan bersama mereka,
Ia membuat tiga roti panggang selai coklat untuk Liliana dan dua selai keju untuk nya dan suami nya itu, ia membuatkan Liliana susu hangat dengan rasa vanila kesukaan Liliana, dan kopi latte untuk suaminya sedangkan ia minum coklat panas
Setelah mereka selesai sarapan dan membereskan piring kotor sisa makanan mereka, lalu Deon dan Nisa mengantarkan Liliana ke sekolahnya. Sesampainya di sekolah Liliana mereka pun mengantarkan Liliana menuju ke kelas karena masih awal ia masuk meskipun sudah satu bulan terkadang Liliana masih takut karena tidak memiliki banyak teman
" Ayo masuk ayah sama bunda akan mengantar Liliana ke kelas " Ucap Nisa dan di angguki oleh Liliana
Sampai gerbang sekolah Deon melihat anak anak sebaya dengan Liliana yang juga sedang masuk ke kelas di antar oleh ibunya lalu ada juga teman teman sekelas Liliana yang menghampirinya untuk masuk ke dalam kelas
" Hai Lili, kau belum berani masuk kelas sendiri ya, ayo sama aku " Ucap anak tersebut pada Liliana
" Hmmm baiklah , bunda aku masuk kelas sendiri ya bersama teman ku " Ucap Liliana pada Nisa
" Iya sayang, oohh iya nama kamu siapa nak " Tanya Nisa pada teman Liliana yang menghampirinya itu
" Nama aku Suci tante "
" Baiklah Suci tante tutup Liliana ya " Ujar Nisa pada suci dan di angguki boleh Suci
" Sayang jangan nakal ya, kalo ada yang nakal sama Liliana bilang aja ke bu guru ya, belajar yang pintar anak bunda " Ucap Nisa sembari mencium pipi gembul Liliana dengan mensejajarkan tingginya dengan Liliana
" Ayo kembali katanya besok jalan jalan " Ucap Deon pada Nisa
" Lhoh kamu kok tahu kan aku belum kasih tahu " Inari Nisa sedikit kaget dengan ucapan Deon
" Tadi Liliana yang bilang saat sarapan ia ingin jalan jalan besok katanya libur sekolah " Jelas Deon
" Maaf seharusnya aku beritahu kamu dulu, tadi aku cuman asal bilang agar Liliana mau sekolah " Ungkap Nisa pada Deon sembari mereka berjalan kembali ke mobil setelah mengantar Nisa ke dalam sekolah
" Tidak, kau tidak perlu minta maaf sayang, wajar Liliana masih anak anak, karena kita masih libur dan butik juga aku liburkan selama seminggu, kita bisa jalan jalan bersama, bukan hanya untuk Liliana saja tapi untuk kita semua, ia pasti akan senang " Terang Deon ia tahu istriya itu tidak bermaksud untuk membohongi putrinya untuk membujuk Liliana agar ke sekolah maka dari itu Deon juga akan mengajak mereka berdua jalan jalan dan liburan menikmati momen kebersamaan mereka.
Sesampainya dirumah Dein dan Nisa pun memulai aktifitas mereka, di mulai dengan Nisa yang memasak untuk makan siang dan malam mereka nanti, lalu membantu Deon untuk membersihkan rumah dan menyiram bunga yang di tanam Deon di taman belakang rumah, lalu membuat permen lolipop untuk Liliana agar ia tidak makan permen sembarangan karena Liliana beberapa kali pernah memakan permen lolipop yang di jual di depan sekolahnya ke esokan harinya iya pun jatuh sakit dan batuk maka dari itu Nisa dan Deon membuatkan permen untuk putri tercinta mereka juga aneka camilan untuk di bawa esok hari saat mereka berlibur.
Di sekolah Liliana merupakan gadis kecil yang polos dan juga ceria ia juga sangat pintar dan cerdas, sehingga banyak anak anak yang iri dengan nya ada yang suka ada yang tidak
" Hei Liliana dimana orang tuamu ku lihat kau sendirian apa tidak punya teman " Ucap anak lain yang duduk bersama Liliana untuk menunggu jemputan pulang sekolah dari orang tuanya
" Aku punya teman, ayah dan bunda ku ada di rumah, kenapa " Jawab Liliana polos
__ADS_1
" Hooo aku dengar kau bukan anak kandung mereka " Ucap nya lagi karena beberapa orang pernah melihat Liliana yang dulu saat ia mencoba kabur dari penculikan lalu di angkat anak oleh Deon dan Nisa
" Lalu kenapa mereka sangat menyayangi ku " Ucap Liliana tak terima karena ia yakin ayah dan buda nya sangat menyayanginya
" Hahaha ya karena kau masih kecil kalau udah besar kau akan tahu sendiri dibuang " Ejek nya untuk mengolok Liliana
" Kau juga kecil tahu, tidak itu tidak akan mungkin "
" Dasar Liliana gk punya orang tua awas saja kau ya " Ucap anak SD itu, ya di sana ada Tk dan SD juga dan yang berbicara pada Liliana adalah anak SD
Hati Liliana sedih dan sakit ketika mendengar ucapan itu dan tak lama ia pergi karena sudah di jemput sekarang tinggal lah Liliana sendirian di sana karena teman lain sudah pulang dari tadi .
Namun sesaat kemudian Deon dan Nisa datang untuk menjemput Liliana dan mereka pulang bersama, di dalam perjalanan Liliana tampak murung, Nisa serta Deon mengetahui itu, mereka akan berbicara pada Liliana saat di rumah mungkin ia kelelahan saat bermain dengan temannya pikir mereka.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Liliana anak manis ya kawan kawan ia juga polos dan ceria
bagaimana bagian yang ini gaiyhs apa kalian suka, beri komentar pendapat anda dan juga saran kalian semuanya ya....
__ADS_1
jangan lupa beri like dan komentar di bawah juga vote cerita aq..
salam hangat dari author untuk kalian semua 😊😊😊😊