
Malam harinya Nisa dan Deon istirahat lebih awal, karena mereka terlihat lelah seharian ini ,
Paginya karena hari ini adalah hari minggu maka Deon bangun lebih awal untuk menyiapkan sarapan, ia memanggang roti isi nutella dan susu vanilla setelah ia sarapan dan menyisihkan aarapan untuk Nisa ia mulai keluar dari dalam apartemennya lalu memulai joging paginya, inilah kebiasaan Deon yang sudah lama tidak ia lakukan, kali ini ia melakukannya
Tak lama setelah Deon keluar Nisa pun bangun dan turun ke bawah, ia melihat piring dan roti panggang juga susu, Nisa dapat menebak bahwa itu adalah sarapan pagi yang Deon buatkan untuknya, namun ia tidak melihat Deon di rumah.
Akhirnya Nisa pun memakan sarapan paginya sendiri, lalu setelah selesai ia membersihkan diri dan ingin melanjutkan kerjanya untuk membuat bros bunga mawar dan anting dari manik manik warna warni dan lain sebagainya karena besok sudah akan bekerja kembali .
Tak lama setelah Nisa bekerja membuat aksesoris itu di sofa ruang tengah ia tidak mengerjakannya di ruang kerja seperti biasa, sambil mendengarkan musik dari ponsel nya sampai Deon pulang dari lari paginya
Deon pulang dan langsung masuk ke rumahnya lalu tanpa menyapa ia pergi ke kamarnya, Nisa yang heran Dengan Deon yang tidak menyapanya seperti biasa pun hanya mengangkat bahunya saja lalu kembali melanjjtkan kegiatannya
Di dalam kamar Deon membersihkan diri ya dan mengganti pakaiannya dengan pakain rumah, lalu ia keluar dan menghampiri Nisa di ruang tengah dan ikut membantu Nisa melakukan pekerjaannya itu
" Deon kau tidak apa " Tanya Nisa setelah ia merasa ada yang tidak beres dengan Deon karena semenjak ia kembali Deon hanya diam dan tidak mengatakan apapun juga
" Hmm tidak " Jawab Deon lesu dengan muka yang sedikit suram seperti marah tetapi ia tahan
__ADS_1
" Jika kau ada masalah ceritalah aku akan mendengarkannya " Ucap Nisa pada Deon dan hanya di senyumin saja oleh Deon tetapi terkesan dengan senyum yang terpaksa,
Karena Nisa kesal dengan Deon yang hanya diam dan tidak berbicara membuat ia semakin kesal karena Deon tidak menceritakannya, satu fakta tentang Nisa, ia bisa membaca raut wajah Deon yang kesal dan marah bercampur rindu juga kecewa menjadi satu dan ingin menangis tetapi ia tahan, dan Nisa tidak tahan melihat itu.
Dengan segera ia merebut bros yang di buat Deon dan meletakkannya di meja, lalu ia membereskan pekerjaannya dan memasukkannya kedalam kotak kembali lalu menaruh nya di atas meja.
" Ceritalah Deon aku tahu kau ada masalh maka ceritalah agar kau merasa lega "
" Tidak, Aku tidak ada masalah, aku tidak papa Nisa " Jawab Deon dengan pelan pada Nisa
Karena Nisa sudah kesal karena Deon tak ku Jung mengatakannya akhirnya pun Nisa memeluk Deon dari samping dan menepuk nepuk punggung Deon agar merasa tenang
" Apa kau sudah tenang sekarang " Tanya Nisa selembut mungkin dengan Deon
" Ehemmm ya trimakasih " Jawab Deon pelan
" Ingin bercerita "
__ADS_1
" Bolehkah "
" Tentu ceritakanlah aku akan mendengarkannya "
Lalu kemudian Deon pun melepaskan pelukannya dan mulai menceritakannya, saat ia akan pulang dari lari paginya tadi
Ternyata saat tadi akan pulang ia bertemu dengan teman lama yang ia sukai sejak kuliah tetapi tidak sempat berpacaran karena saat ia akan mengutarakan perasaannya dulu ia terlambat karena seseorang yang ia sukai sudah memiliki kekasih dan itu adalah temannya, bukan Gilang tetapi teman Deon yang lainnya selain Gilang, lalu tadi perempuan itu datang kepada Deon dan ia ingin berbicara berdua saat mereka berbicara, perempuan tersebut mengatakan bahwa dia dulu sempat menyukai Deon tetapi ia tidak bisa mengatakannya karena ia di paksa oleh kekasihnya yang merupakan teman Deon tersebut, mengancam melenyapkan orang orang yang wanita itu sayangi termasuk Deon, karena ia tidak ingin itu terjadi wanita itu pun hanya bisa menerima ia berpacaran dengan teman Deon, lalu sekarang ia kali ingin bisa mendapatkan Deon setelah ia bebas dari laki-laki yang menjadi kekasihnya itu
Sedangkan Deon ia merasa sedih dan kecewa karena seseorang yang ia cintai tidak mengatakan apapun saat dulu ia bertanya tentang perasaannya pada temannya itu benarkah ia mencitai temannya itu, karena Deon bisa melepaskan jika seseorang itu memang mencintai laki laki lain selain dirinya makan ia juga akan senang, dan setelah lama tidak bertemu laku sekarang mereka di pertemukan kembali, Deon juga merasa rindu dengan kebersamaannya selama masa kuliah dulu, dan karena ia sudah memiliki Nisa dalam hatinya ia pun sudah tidak memiliki perasaan apapun, karena dulu ia berteman denganya juga dengan teman temannya , lalu sekarang ia tengah gelisah dengan kehadiran nya bagaimana jika hubungannya dengan Nisa bisa saja putus karena seseorang dari masa lalu yang ingin mendapatkannya kembali setelah ia tahu dulu Deo pernah menntukainya dan mencintainya dalam diam, ia mengetahuinya dari Gilang saat seminggu lalu setelab ia kembali dari luar negri, Gilang tidak mengatakan apapun pada Deon karena ia berfikir, ia berteman dan tidak memiliki perasaan apapun .
Setelah Deon menceritakannya pada Nisa ia pun merasa lega, dan ia tertidur di paha Nisa yang duduk sambil membelai rambutnya lembut setelah menceritakannya
Nisa mendengarkan cerita Deon dengan tenang sambil membelai rambut Deon
" Tidak masalah, sebesar apapun dan sebanyak apapun masalah dan rintangan di depan ada pun kesalh pahaman, kita harus saling percaya, membicarakan dengan baik baik, kita bisa menghadapinya bersama makan tidak akan ada masalah dan akan baik baik saja " Ucap Nisa, ia tahu Deon tidur tapi ia juga tahu bahwa Deon juga mendengarkannya bicara, karena sebenarnya Deon tidak benar benar tidur ia hanya memejamkan matanya sesekali ingin membukanya tetapi lama lama ia pun tertidur juga akibat usapan lembut Nisa .
Setelah beberapa menit Deon bangun dari tidurnya dan ia melihat Nisa yang tertidur dengan bersandar di sofa laku Deon pun memindahkannya di kamar agar Nisa merasa nyaman dengan tidurnya,
__ADS_1
Kemudian Deon keluar dari kamar Nisa setelah ia membaringkan Nisa di ranjang kamar Nisa dan menyelimuti nya, lalu Deon pun melanjutkan pekerjaan Nisa yang tertunda ia mengerjakannya dengan cepat namun hasilnya juga tidak mengecewakan karena Deon bisa belajar lebih cepat dari dugaan nya hanya dengan melihat dan mengamatinya Deon pun sudah bisa melakukannya dan hasilnya lumayan bagus, setelah selesai ia memasukkannya lagi di kotak tak akan di masukkan kedalam plastik besok oleh karyawan lain di butiknya.