
Malam harinya setelah isya' dan setelah Deon dan Nisa selesai melaksanakan sholat, Gilang dan Roni pun datang ke rumah Deon, lalu Deon mempersilahkan mereka untuk masuk dan duduk di ruang tamu, sementara itu Nisa ke dapur untuk mengambilkan mereka minuman dan juga camilan atau makanan ringan yaitu teh susu hangat dan juga keripik singkong.
Sedangkan Liliana ia sedang berada din kamarnya belajar dan mengerjakan pekerjaan rumahnya atau pr dari sekolahannta, juga membaca buku pelajarannya agar ia bisa lebih memahami pelajaran yang di ajarkan di sekolahan pada esok hari.
" Silahkan di minum dan makan gak usah malu anggap saja rumah sendiri " Ucap Nisa sembari duduk setelah menyajikan minuman dan makanan ringan di atas meja dan mengembalikan nampan yang ia pakai ke dapur.
" Ya silahkan, gak perlu malu di sini, santai saja " Lanjut Deon karena memang Roni yang belum pernah kesini merasa gugup dan malu sedangkan Gilang ia sudah biasa dan mengambil lalu memakan keripik singkong nya itu
" Iya Pak Bos " Jawab Roni singkat
" Lalu bagaimana kelanjutannya, bukankah besok mereka mengambilnya ? " Tanya Deon pada Gilang dan Roni
" Iya Pak Bos, asisten mereka yang akan mengambil gaun dan jas nya saat siang hari di Mini Kafe saya yang akan mengaturnya " Jelas Roni karena memang Dein yang menturuh Rini untuk tugas tersebut
" Ya baik, lanjutkan saja, dan kamu Gilang gimana rekkritmen kerja kafe nya apa sudah selesai atau belum apakah ada hal yang belum kau tahu " Ucap Deon berganti menanyai Gilang
" Sudah sembilan puluh sembilan pesen selesain tinggal menejer kafe nya aja belum ada yang pas dan cocok dan mereka semua juga ramah dan kerja mereka bagus setelah aku tes. kemarin. " Jelas Gilang pada Deon
" Baiklah kalo begitu lanjutkan pekerjaan kalian " Ucap Deon pada mereka
" Ohh ya Lang tadi pagi aku dapat pesan dari nomor pribadi dan email agak aneh sih tapi aku udah minta tolong sama Dimas " Lanjut Deon meneritahu Gilang bahwa ia menerima lesan dan email yang membuatnya harus mencari siapa pengirim tersebut.
" Lagi, terus masalahnya kali ini apaan ? " Tanya Gilang dan Roni hanya diam mendengarkan mereka saja sebab ia tak tahu permasalah nnya dan hanya meminum minuman yang telah di sajikan dan camilan keripik singkong nya yang ada di atas meja ruang tamu tersebut.
" Gak tahu pastinya gimana tapi katanya perusahaan Angkasa bangkrut ya emang apa hubungannya sama aku gitu kan udah di ambil juga lalu tuh orang kepanasan bilangnya ke aku "
" Aneh juga sih kan perusahaannya udah bukan perusahaan kamu terus maksudnya itu apaan " Gumam Gilang setelah mendengar penjelasan dari Deon
" Mungkin ya pemiliknya itu dia pengen tahu kamu akan beli dan ambil alih lagi atau enggak itu perusahaan nya " Ceplos Roni pada mereka
" Lhah iya mana saya tahu, kan orangnya gak bilang dia yang punya " Jawab Gilang
" Bisa jadi, bisa enggak, Gilang kan katanya pak Bos udah cari tahu dalangnya melalui temannya pasti mereka akan dapat informasi nya segera " Jelas Roni
__ADS_1
" Ya ya benar juga tapi bisa saja salah karena belum pasti jangan suka menuduh orang itu gak baik, dan besok saya akan mengadakan syukuran di butik dan kafe karena istri saya sedang hamil tolong di atur " Ucap Deon
" Wahh benarkah, hebat you udah berapa minggu kandungannya? " Tanya Gilang
" Pak Bos hebat selamat Pak Bos " Ucao Roni memberi selamat pada Deon
" baru beberapa hari sih ya makanya kalian nyusul dong, Gilang you kan udah pantes banget buat nikah kenapa gak nikah nikah ya " Sindir Deon dengan halus pada Gilang
" Belum ketemu jodoh aku, dan kamu Roni gimana punya pasangan gak "
" Kok saya sih, ya jelas enggak lah " Jawab Roni dan mengundang tawa mereka
" Gimana rasanya istri kamu hamil pasti susah kalo ngidam " Ucap Gilang pada Deon
" Ya ada enaknya ada enggaknya tapi kalo kamu seneng ya seneng aja nikmatin aja semuanya " Jawab Deon karena memang itu yang ia rasakan dari awal Nisa hamil dan ngidam
" pengen juga aku, bentar lagi punya ponakan nih kita Ron " Kata Gilang sambil menyenggol Roni
Nisa yang sedari tadi diam sambil menya der ke suaminya tidak mengatakan apapun dan ternyata ia tertidur saat Deon memulai pembicaraan mereka dan dengaan hati hati Deon memindahkan kepala istrinya untuk di baringkan di sofa sedangkan ia pindah duduk di samping Gilang.
Tak terasa mereka mengobrol cukup lama hingga pukul sepuluh malam dan Gilang serta Roni pun berpamitan untuk pulang, setelah merekan pulang Deon menutup pintu rumahnya dan menguncinya lalu ia mengangkat istrinya yang sedang tertidur ke kamar mereka.
Selanjutnya setelah membaringkan dan menyelimuti Nisa di kamar dan tempat tidur nya ia keluar untuk mengecek putrinya yang sejak tadi berada di atas kamar dan belajar
" Liliana " Panggil Deon seraya membuka pintu kamar putrinya itu dan Deon melihat bahwa putrinya sedang tertidur di tempat tidur dengan meja belajar yang masih berantakan, lalu Deon membereskan dan merapikan nya lalu ia menyelimuti putrinya dan mencium kening putrinya dan berlalu keluar setelah nya.
Dan Deon kembali ke kamarnya, merebahkan badannya memeluk istrinya Nisa dari samping dan tertidur menyusul istrinya yang sudah sampai dan mengarungi alam mimpi.
Di tengah malam Nisa terbangun dan membangunkan Deon ia minta u tuk di buatkan mie instan karena ia ingin memakannya dan merasa menu itu sangat menggugah selera
" Mas bangun Mas, Mas Deon " Panggil Nisa pada Deon dan Deon yang merasa terpanggil pun membuka matanya dan bertanya pada Nisa
" Kenapa Neng, ada yang mau Neng minta? " Tanya Deon lalu ia duduk di ranjangnya dan bersandar di sandaran tempat tidur
__ADS_1
" Mau mie instan godok, Mas, ada sayurannya, ada telur mata sapi nya ada sosisnya ada keripik nya juga nasi putihnya sedikit " Terang Nisa pada Deon
" Sayang kamu lagi mengandung gak baik makan mie instan kan ada bumbu micinnya " Jelas Deon
" Bumbunya bisa mas buatkan sendiri kalo gitu tapi aku pengennya makan mie instan mas, " Ucap Nisa memulai dengan nada manja, dan sekarang bila dalam mode manja pada Deon
" Ya sudah kamu tunggu di sini atau ikut ke dapur gak baik kalo makan di tempat tidur Sayang " Ucap Deon
" Ikut " Jawab Nisa, kemudian mereka jekuar dan menuju dapur, sementara Deon membuatkan mie instan godok dengan apa yang diinginkan istrinya itu, Nisa menunggunya di meja makan sambil menelungkupkan kepala nya di balik kedua lengannya yang biasa taruh di atas meja, karena Deon akan membuat bumbunya sendiri makan waktu membuatnya juga agak lama, namun Deon tetap membuatkannya karena tak ingin Nisa sedih dan malah menangis karena hormon ibu hamil suka berubah ubah itu dan kadang naik juga kadang turun makan Deon harus siap siaga selalu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bagaimana dengan kalian bagus gak cerita aku di bagian ini teman teman, berikan pendapat dan saran kalian ya...
Dan jangan lupa berikan tanda Like, Vote, Dan juga komentar kalian di bawah ya, tinggalkan jejak kalian
Salam hangat dari author untuk kalian semuanya... 😊😊🥰🥰💞💞💞
__ADS_1