Mr. Perfect

Mr. Perfect
Bagian 18


__ADS_3

Satu bulan sudah berlalu seperti yang di sepakati sebelumnya hari ini Deon bersama Gilang pergi ke kafe untuk menyerahkan uang transaksi jual beli tanah dan apartement nya, sedangkan Nisa ia menunggu Deon di apartement karena ia tidak sedang bekerja juga ia tidak din perbolehkan bekerja untuk sehari ini dan Juga Nisa sedang mengemas barang barangnya juga Deon, Nisa sudah di beri tahu oleh Deon bahwa mereka akan pindah ke rumah baru siang Ini .


Maka dari itu ia sedang memasukkan baju bajunya dan barang barang ke dalam koper, ia juga memasukkan baju baju milik Deon dan barang barang milik Deon ke dalam koper Deon


Di tempat lain, Transaksi berjalan dengan lancar serah Terima berjalan dengan semestinya tidak ada halangan apapun Deon sudah mendapat seluruh uangnya dari menjual apartement nya begitupula dengan orang tersebut ia juga sudah menerima uang nya dengan menjual tanahnya. Setelah selesai Gilang mengantar Deon kemabali pulang, lalu ia sendiri akan kembali ke kantornya ia sudah izin akan ke kantor pada siang hari pada bos nya dan bisa nya menyetujuinya.


" Makasih loh ya kau sudah meluangkan waktu berhargamu itu " Ucap Deon pada Gilang


" Yap, sudah seharusnya, kau adalah teman ku, ohh iya bagaiman dengan teman perempuan kita apa kau sudah bertemu dengannya aku lupa menanyakannya padamu "


" Dia, ya aku sudah bertemu dengannya satu bulan lalu, dan ia mengatakan semuanya dan ia juga mengatakan perasaannya padaku, tetapi sayangnya aku sudah punya Nisa kau tahu bukan "


" Jadi dia menyukaimu, aku baru tahu "


" Ya sudah kau kembalilah bekerja, ohh iya dua hari lagi aku akan mengadakan syukuran untuk rumah baruku dan juga butik ku yang sudah berkembang banyak, jangan lupa kau datang aku menunggumu " Jawab Deon kemudian ia pergi ke dalam rumah nya atau apartement nya sedangkan Gilang ia melakukan kembali mobilnya menuju kantornya setelah Deon pergi masuk kedalam apartement nya.


" Assalamu'alaikum Nisa aku pulang " Ucap Deon mengatakan salam serta memanggil Nisa

__ADS_1


" Kau sudah pulang, aku sudah menyiapkan semuanya, kita makan dulu ini juga sudah masuk makan siang , aku membiarkanmu semur daging, pasti kau akan suka " Ujar Nisa lalu mereka berdua menuju meja makan dan mulai menyantap makannya


" Wahh ini kau yang memasaknya, lezat sekali, memang masakan kekasihku ini tidak ada tandingannya " Puji Deon saat ia menyantap makanan yang sudah Nisa masakkan itu memang sangat enak dan lezat membuat Deon ketagihan untuk terus memakannya.


" Makanlah pelan pelan masih banyak di dapur kita akan membawanya di rumah baru kita bantu aku sudah meletakkannya di kotak makan " Jelas Nisa


" Kau tidak makan " Tanya Deon saat ia menyadari dari tadi ternyata hanya dia yang makan


" Tidak aku sudah selesai makan tadi aku sudah kenyang karena kau lama sekali pulang maka aku makan duluan tadi " Terang Nisa


" Baiklah, aku sudah selesai makan mari kita berkemas dan pergi sebntar lagi mereka akan datang "


" Terimkasih sayang kau paling bisa membuatku semakin mencintaimu saja, ya sudah kita bereskan ini dulu lalu kita berangkat " Jawab Deon, kemudian mereka memisahkan piring piring kotor tersebut, setelah semuanya bersebab dan bersih, mereka pun membawa koper mereka dan memasukkannya di jok mobil lalu keduanya memasuki mobil Deon, setelah nya Deon menjalankan mobil tersebut menuju ke ruang bari mereka, dan benar saja tak lama setelah Deon pergi orang yang membeli apartement pun datang.


Setelah sampai di rumah baru Deon pun keluar dari mobil dibikiti oleh Nisa yang tercengang dengan rumah yang ia lihat sekarang, bagaimana tidak ini rumah seperti istana, ada halaman yang luas dan hijau din pinggirnya terdapat tanaman hijau dan berbagai bunga di sana itu membuat sejuta dan menyejukkan mata saat memandangnya, lalu ketika ia masuk ke dalam rumah, ia di suguhkan dengan pemandangan interior rumah yang sederhana namun modern, klasik yang sangat mengagumkan baginya,


Deon yang melihatnya hanya tersenyum ia tidak mengatakan apapun, lalu ia memasukkan koper nya ke dalam bilik lamanya yang ada di lantai atas, dan koper Nisa ada di kamar tamu yang ada di bawah tangga ia tahu karena Nisa akan menolak tidur dikamaratas maka ia akan meletakkan nya di kamar tamu karena ia tahu bagaimana Nisa itu

__ADS_1


" Wawww ini seperti istana, warnanya yang klasik tapi juga ada sedikit modern nya tetapi sederhana, pasti Deon yang mendesainnya " Gumam Nisa sambil tersenyum


" Dapurnya seperti dapur kafe saja , setalah kompor dan meja tempat bubu dan bahan masakan di atasnya juga ada almari u tukenyimpan bahan masakan lainnya komplit atas bawah ada dan belang dapur ada meja makannya juga dan sebelah juga ada meja mkan kecil " Gumam Nisa lagi saat ia melihat desain rumah yang Di bangun Deon tersebut, sementara ia mengelilingi rumah tak terasa Nisa sampai di halaman belakang rumah dan jalan belakang rumah itu sangat luas dan sesuka karena banyak tanaman dan kebun sayur serta buah di sana, juga ada kolam renang, serta teras untuk bersantai ada gazebo di halaman tersebut sehingga bisa memandangi pemandangan luas dan sejuk serta menyegarkan mata dan hembusan angin yang semilir akan membuat siapa saja yang menikmati pemandangan ini akan terkena dengan keindahan alam yang ada.


Di tempat lain Dekn sedang Merapikan barang barangnya dan baju bajunya, selebihnya barang yang besar seperti TV yang ia beli dan ia pindahkan sudah di pasang, sekarang hanya tinggalenata pakaiannya saja di dalam almari setelah ia selesai menata barang barang lain di tempat nya.


" Selesai, sudah ohh iya Nisa, ia kemana sekarang tidakkah ia lelah mengelilingi rumah ini " Gumam Deon saat ia selsai dengan kegiatannya menata barang barang dan pakaiannya kedalam almari nya


" Nisa, kau dimana, sayang.. . ' panggil Deon tetapi tidak ada jawaban, akhirnya ia mencari Nisa ke dapur, tetapi ia tak menemukannya, lalu ia mencari kedepan , ruang tengah ruang tamu tetapi tidak ada Nisa di sana


" Nisa. . . Sayang kau dimana, baby. . . " Teriak Deon memanggil Nisa, dia berjalan ke halaman belakang rumah, dan berapa terkejutnya ia melihat Nisa tertidur di gazebo yang ia beri tutup atap di atasnya, ya ia membuat gazebo dengan memberi atap di atas gazebu tersebut agar tidak panas, dan sejuk dengan semilir angin yang berhembus sambil menikmati pemandangan di depannya


" Nisa ternyata kau tertidur di sini, betapa akun khawatir dengamu tadi , mencarimu di sudut rumah aku tak menemukan mu, ternyata kau di halaman belang dan tertidur di sini " Batin Deon sambil menghilangkan kepalanya melihat Betapa intinya saat Nisa tertidur di gazebo, lalu Deon pun mengangkat Nisa menggendongnya dan memindahkannya ke kamar Nisa yang ada di kamar tamu, setelah ia membaringkan Nisa dan menyelemutinya, Deon pun keluar, lalu menuju dapur meletakkan makanan yang di masak Nisa saat di apartemen yang sudah ia jual sekarang.


Setelah itu ia ke halaman belakang dan berenang di kolam renang untuk menghilangkan penatnya, beberapa menit ia selesai dengan berenang ia pergi ke tempat olahraga di rumah nya, benar sekali Deon juga membuat tempat olahraga semacam gim di rumahnya agar ia tidak perlu keluar, ja tetap keluar untuk lari pagi saat hari minggu dan setelah nya saat malam pada hari biasa ia akan berolahraga di rumah dan di ruang olahraga nya.


Hari menjelang sore sewaktu siang ia sudah berolah raga hingga sore tentunya ia tak melupakan kewajiban sebagai umat muslim, Nisa terbangun saat sore ia terkejut bukankah tadi ia tidur di gazebo di halaman belakang rumah tetapi sekarang ia berada di kamar, tak perlu banyak berfikir ia cepat cepat turun dari ranjang nya lalu membersihkan dirinya, karena hari ini ia sedang berhalangan dan tidak sholat maka ia akan cepat sekali mengantuk dan itu merupakan efek atau kebiasaan ketika sedang ada tamu bulanan.

__ADS_1


Sedangkan Deon ia membersihkan dirinya di dalam kamar mandi yang ada di kamarnya, lalu melaksanakan kewajibannya, setelah selesai ia turun kebawah dan mendapati Nisa yang sedang makan di meja makan dapur dengan masakannya tadi.


__ADS_2