
Keesokan harinya, Deon bangun lebih awal ia tampak sangat bersemangat hari ini, berbeda dengan kemarin.
Perubahan yang di tunjukkan lumayan besar, setelah ia bersedih karena kehilangan perusahaan yang susah payah ia bangun, hari ini ia sudah melupakannya, tidak ia tidak melupakannya namun ia menjadikan itu sebagai pelajaran agar ia tidak mengulangi kesalahan yang sama, ia berfikiran untuk melepaskannya, dan memulai nya dari awal kembali dengan benar.
" Hari ini sangat cerah, mendukungku lebih bersemangat untuk memulai kembali, hahh semangat, kau pasti bisa " Monolog Deon menyemangati dirinya sendiri, ia segera membongkar kardus yang berisikan banyak buku dan kertas gambar itu setelah ia membersihkan dirinya, dan sekarang ia berada di ruang kerjanya sambil membongkar buku-buku nya itu
Sedangkan Nisa ia juga sudah bangun, setelah membersihkan dirinya ia menuju dapur untuk mempersiapkan sarapan paginya,
" Masak apa pagi ini, cuacanya cukup cerah juga, suasana dan awal baru " Ucap Nisa dalam hati nya sambilenyiaplan bahan masakan untuk ia masak pagi ini
Dan Nisa ia menemukan bahan masakan yang lumayan banyak sehingga ia sedikit bingung untuk memasak apa, di dalam lemari es ada sawi putih, telur, daging ayam, wortel, kacang panjang, dan juga tomat
" Aihhh masak apaan nih, sawi, wortel , telur, daging ayam, kacang panjang, tomat, apaan ya.... Ahh iya sayur sop aja yang mudah trs telurnya aku bumbu bali dan ayamnya goreng krispi pasti enak banget tuh mantab " Monolog Nisa lalu ia menyiapkan bahan bahan lainnya untuk membuat bumbu masakan, seterusnya ia berkurang dengan bahan masakan dan bumbu di dapur.
Setelah satu jam lamanya ya karena ia masak berbagai macam masakan akhirnya masakan pun selesai, lalu ia menghidangkan menu masakan tersebut ke dalam wadah untuk di letakkan dan di sajikan di meja makan, tak sampai lima menit ia selesai menata makanan nya di meja makan, setelah itu ia memanggil Deon untuk turun dan sarapan.
" Deon, turunlah kita sarapan " Teriak Nisa dari bawah, dan Deon yang mendemendengarnya dari ruang jerjanyanyang berada di lantai satu atau dekat dengan kamar tamu langung keluar dengan kaca mata nya dan rambut acak-acakan, yang benar saja ia memulai lagi dari awal membongkar bukunya dan membacanya kembali, karena lupa makan ia harus membacanya lagi dan mempelajarinya ulang agar dia berhasil.
" Iya aku tahu, baiklah kita sarapan " Jawab Deon sambil berjalan ke arah meja makan, di sana sudah ada Nisa yang sudah menyiapkan sarapannya, ia sudah mengambil nasi, dan sayur nya lebih dulu, kemudian setelah Deon sampai, Deon langsung mengambil piring dan nasi serta telir yang sudah di bumbu beserta ayam krispi nya
__ADS_1
" Kau dari mana, rambutmu acak-acakan dan kau memakai kaca mata sejak kapan " Tanya Nisa pada Deon sambil ia memakan sarapannya
" Makan dulu nanti setelah makan akan ku jelaskan " Jawab Deon dan Nisa pun mengangguk dan menyetujuinya, selanjutnya hanya keheningan dan suara dentingan sendok dan piring saja, tak ada percakapan keduanya, sampai mereka selesai makan dan membersihkan tempat makannya
Keduanya telah selesai makan dan membereskannya, lalu Nisa memandangnya meminta penjelasan Deon, Deon yang sadar saat ia minum air putih, pun langsung menghentikannya dan meletakkan gelas air nya begitu ia selesai minum
" Hmm aku berencana untuk memulainya lagi tapi tidak dengan perusahaan properti yang selama ini aku bangun, aku akan mulai dari awal Nisa, dengan keahlian ku yang lain, kau juga bisa membantuku karena untuk itu aku butuh bantuanmu, bisakah kau ikut aku sekarang " Jelas Deon pada Nisa yang terus memandangnya sambil duduk di kursi dapur setelah mereka selesai makan
" Kemana "
" Ruang kerjaku "
" Kau akan tahu nanti "
" Baiklah ayo " Jawabnya sehari bangkit dari duduknya, lalu mereka berdua pun berjalan bersama keruang kerja Deon, yang di penuhi dengan kertas gambar di mejanya serta buku-buku di kursinya.
Setelah sampai Nisa sampai tercengang melihat timpukan buku di kursi sofa dan kertas berserakan di meja sampai jatuh ke lantai
" Deon ini apa banyak sekali buku dan kertas di sini " Tanya Nisa pada Deon dan Deon menjawabnya. Dengan tersenyum pada Nisa, lalu tak lama ia menjelaskan semuanya
__ADS_1
" Ini adalah buku-buku desain yang aku pelajari dari saat aku kuliah dulu, dan kertas itu adalah kertas gambar yang berisi berbagai macam gambar yang aku buat saat mempelajarinya dan aku akan mempelajarinya lagi dan memulai dari awal, tapi untuk praktek atau membuat nya aku tak pernah sekali pun, maka dari itu aku butuh bantuan mu, apa kau mau " JelasDeon dengan senyumannya sambil ia merapikan kertas-kertas tersebut dan menaranya rapi di meja
" Wahh jadi kau juga belajar Desain , baiklah aku mau aku akan membuatnya dan kau yang akan mendesain nya kelihatannya ini menyenangkan " Jawab Nisa dengan senang, sebab ia juga suka jika di suruh membuat berbagai macam pakaian dengan model dan desain yang baru tapi ia tidak bisa membuat desainnya ia hanya bisa membuat nya karena Deon bisa membuat berbagai macam desain pakaian maka ia langsung menyetujuinya dan ia mendukung keputusan Deon untuk memulainya dari awal.
Bahkan karyawan sera temannya atau sahabatnya saja tidak tahu bahwa Deon bisa membuat Desain atau menyukai fashion sebelumnya, dan mungkin ini adalah awal baru untuk Deon mengembangkan keahliannya di bidang yang ia sukai dan yang ia kuasai selama ini.
" Apakah sahabat mu Gilang tahu bahwa kau menyukai bidang ini " Tanya Nisa ragu
" Tidak ada yang tahu, karena aku tak menunjukkannya pada siapapun dan mungkin kali ini aku akan menunjukkannya dan mengembangkannya lagi "
" Sungguh hebat, aku mendukung mu, semoga ini awal yang baik " Ucap Nisa lalu ia tersenyum manis ke arah Deon
" Terimakasih, kalau begitu Mari kita belajar lagi agar tidak ada yang bingung nanti " Ajak Deon pada Nisa dan Nisa menyetujuinya
Selanjutnya merekapun membaca buku nya lagi dan mempelajarinya ulang dengan sangat serius sambil duduk di sofa, dan di temani oleh suara musik agar tidak bosan, dan benar saja selera musik Deon sungguh tak terduga, ia menyukai semua genre musik asalkan itu asyik dan bagus juga enak di dengar, di telinga jika tidak cocok maka ia akan menggantikannya, Nisa pun hanya menghilangkan kepalanya saj ia hanya akan menikmati musik yang ia dengarkan itu walau ia tak menyukainya tetapi nadanya yang nampak enak u tuk di dengar ia tidak mempermasalahkannya.
Sampai menjelang siang mereka baru selesai mempelajari dari beberapa buku dan Deon baru saja selsai dengan beberapa gambar di kertas gambar nya ia sudah membuat banyak sketsa gambar hanya butuh mencocokkan dan memperbaiki lagi untuk bisa di pakai dan di buat agar hasilnya memuaskan
Sedangkan Nisa ia sudah paham dengan teorinya dan sekarang ia akan memahami teorinya yang menjelaskan berbagai macam pola pakaian yang beranega ragam model dan bagaimana membuat pola pakaian nya itu dan ia sedikit demi sedikit mulai paham dengan penjelasan Deon saat ia tidak mengerti, dan Deon pun dengan senang hati menjelaskannya , di dalam ruang kerja Deon juga ada sebuah papan tulis dan Untuk Nisa menjelaskan di papan tulis membuatnya mudah untuk memahaminapanyang di terangkan oleh Deon, Deon yang mengerti karena Nisa sast ia menjelaskan padanya di awal Nisa sama sekali tidak mengerti lalu ia beralih menjelaskannya di papan dan dugaannya benar Nisa lebih mengerti jika di jelaskan dengan tulisan dan gambar di papan tulis tersebut.
__ADS_1
Karena hari sudah siang mereka mengakhiri kegiatannya nya dan mereka keluar dari ruang kerjanya, untuk memakan makan siang nya, ya makan siang mereka adalah menu sarapan tadi pagi, karena Nisa memakan untuk mereka makan tiga kali sehari agar tidak memasak lagi ketika akan makan siang dan malam, menunya hanya satu untuk satu hari dan akan di ganti ke menu lain di hari berikutnya, agar tidak kehabisan membuang buang makanan jika tidak habis .