Mr. Perfect

Mr. Perfect
Bagian 6


__ADS_3

Keesokan harinya di kantor Deon sedang membahas laporan laporan kerja tetapi, perasaan Deon tidak tenang dan gelisah, Nisa yang menyadari itu hanya bisa tersenyum menenangkan Deon


" Bos ini laporan kayaknya kok salah sih jumlah uang perusahaan habis dan semua saham kita di tarik oleh semua infestor dari satu minggu lalu itu bukannya saat kamu gak bisa masuk kantor kan " Ucap sekertaris Deon


" Hah masak ia, coba cek laporan yang itu, aku ngerasa ada yang aneh " Serah Dion karena sempatsempat terkejut, karena masalah kantor yang mendadak tidak seperti sebelumnya


" Lah bos, bos perusahaan mu kok jadi perusahaan milik Abram Corp " Ini maksudnya gimana, aku gak dapat laporan apa apa tentang bini semua dari para karyawan juga, apa ada yang main belakang terus merebut perusaan diam diam "


" Tuh kan aku gak tahu, aku juga gak dapat laporan sama sekali, apakah di kantor ini ada penghianat dan mencoba menghancurkan kan ku dengan merebut perusahaan ku ini dengan cara seperti itu "


" Deon " Panggil Nisa


" Iya Nisa ada apa " Jawab Deon


" Aku kemarin sempat dengar percakapan duan karyawan kamu saat di pantri, mereka mengatakn akan membuatmu hancur dengan perusaan mu yang sudah menjadi milik Abram Corp dengan cara mereka yang diam diam mengikis semua yang perusahaan danengatakan yang tidak tidak pada para infestor dan mereka mengatakn bahwa mereka juga berhasil mengambil tanda tangan mu kemarin di laporan yang mereka tunjukkan padamu dengan mengatakan kami harus menandatangani laporan itu tanpa membacanya, karena kamu sudah percaya pada mereka " Jelas Nisa pada Deon


Dan sekertaris nya, ya yang membahas laporan laporan itu hanya Deon dan sekertaris nya saja karena karyawan lainnya bekerja seperti biasa

__ADS_1


" Bos apa mungkin itu Surya sama Nicholas bos, mereka mencoba bekerja sama untuk ini semua "


" Memang mereka, dan ya perusahaan ini sudah bukan milik ku lagi, dengan susah payah aku membangunnya sekarang hilang, berikan n pengumuman pada semuanya bahwa perusahaan ini menjadi perusahaan milik Abram Corp dan Aku tidak berhak lagi, informasi selanjutnya mungkin akan datang sebentar lagi " Ucap Deon dan segera di kerjakan okeh sekertaris nya itu,


Benar saja tidak lama setelah pengumuman itu Presedir Abram Corp datang ke perusahaan Deon


" Mereka membahas masalah perusahaan itu dan ternyata benar Abram Corp merencanakan itu karena ia ia akan mengambil alih perusahaan jika tender dari seminggu blaku angkasa Corp gagal mendapatkannya, dan perkataan dan kesepakatan itu telah ada dan di buat boleh dia karyawan yang menangani kerja sama tersebut dan sekarang terjadi hal itu, mau tak mau Deon mninggalkan perusahaan nya itu dengan wajah datar gak tembok tetapi hatinya sangat sakit, ia mengetahui kebusukan karyawannya yang baru saja ia ketahui tadi dan masalah yang muncul , Deon langsung mengendarai mobilnyaeninu rumah atau apartemen nyan bersama Nisa yang duduk di samping nya, sejak keluar dari kantor nya yang sekarang milik perusahaan lain karena kelicikan karyawannya sendiri Deon menjadi banyak Diam tak banyak bicara


Lalu sekertaris nya dan semua karyawan yang ada tidak akan kekurangan dari perusahaan itu karena kesepakatan mengatakan perusahaan dan semua karyawan menjadi miliknya kecuali Presedir dan asisten pribadinya kalo ia mempunyainnya.


Sesampainya di rumah Deon memasukkan mobilnya ke garasi, lalu ia menuju dan masuk ke dalam rumahnya dan berjalan ke arah kamarnya, Nisa pun mengikuti nya dari belakang, ia tahu saat ini Deon sangat hancur dan butuh dukungan


" Nisa aku sudah tak mempunyai apapun lagi sekarang kalo kamu pergi pergi saja aku tak akan menahanmu " Ucapnya sendu


" Deon sudah jangan bersedih aku ada, kau bisa bangkit lagi, " Ucqp Nisa sambil memeluk Deon dan mengusap punggungnya


Dan seketika Deon membalas nya dengan memeluk Nisa erat , Nisa pun menenangkan Deon hingga Deon menjadi tenang .

__ADS_1


Setelah tenang, Deon pun memikirkan kembali, apa yang harus ia lakukan sekarang, ia tidak bisa seperti ini terus menerus dan menyusahkan Nisa, dan orang yang ada di sekitar nya, termasuk Gilang walaupun Gilang tetap bekerja di perusahaan itu tetapi Gilang juga teman sekaligus sahabatnya, dan Gilang tidak akan bisa terus membantunya juga


" Nisa, maaf apakah aku keterlaluan jika aku menanyakan apa kau tidak sekolah atau kau sudah lulus sekolah, karena kau terlihat lebih muda dari ku " Perkataan Deon saat malam tiba dan mereka sedang menikmati teh malam bersama dan menikmati acara televisi


" Ohh tidak aku sudah lulus SMA , aku tidak melanjutkan sekolah lagi karena tidak ada biaya dan aku juga langsung bekerja menjual kopi di kedai itu tapi sekarang sudah tidak, kenapa memang " Jelas Nisa dengan jujur, ia tidak masalah karena Deon menanyakan itu, ia juga tidak akan berbohong dan memang itulah kenyataan nya


" Jadi sekarang kau umur berapa? " Tanya Deon lagi


" Hmmm umur ku, kau berapa " Tanya Nisa kembali saat Deon menanyakan usianya sekarang


" Aku 25 tahun " Jawab Deon


" Ohh usiamu kurangi lima dan itulah usiaku " Jawab Nisa


" Ohh iy iy, tetapi aku baru melihat mu berjualan kopi saat kemarin dan langsung di rusak oleh paman mu yang kejam itu , lalu dimana kau sebelumnya " Ucap Deon lagi


" Ya aku baru berjualan seminggu dan hasilnya ya kau tahu sendiri, sebelumnya aku belajar dan ikut kursus menjahit , dan kebetulan ini sudah selesai dan aku bisa berjualan lalu kejadian itu tak terduga ya sudah " Jawab Nisa

__ADS_1


" Kau bisa menjahit pakaian atau semacamnya " Tanya Deon antusias, dan di jawab anggukan oleh Nisa, setelah itu Deon pun bisa tersenyum Lega, ia tahu apa yang ia inginkan sekarang, iya dulu Deon juga sempat belajar desainer saat kuliah, namun ia tidak mendalaminya, tapi ia banyak membaca buku dan suka sekali membuat desain gambar, walau sebenarnya jurusan nya adalah bisnis, ia belajar desain di luar sampai ia paham akan teori dasar dan pola nya, namun untuk praktek ia belum pernah mencobanya mungkin ia bisa menggunakan keahliannya yang suka fashion tersebut, dan untungnya Nisa bisa menjahit, maka bebannya akan berkurang sedikit, ia kan bangkit kembali dan menunjukkan bahwa dia bisa walau harus terjatuh terlebih dahulu.


Lalu malam pun semakin larut, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk memastikan TV dan menuju kamar masing masing untuk tidur, tetapi setelah sampai di kamar Deon tidak bisa tidur, dan akhirnya ia membongkar lagi kardus yang berisikan buku-buku dan kertas gambar yang ia simpan selama kuliah saat ia belajar desain dan model berbagai macam pakaian yang ia pelajari saat itu.


__ADS_2