Mr. Perfect

Mr. Perfect
Bagian 88


__ADS_3

Di tengah percakapan mereka mereka dibkehutkan dengan teriakan dari dalam kamar pribadi Dion yang ada di kantor ruangan itu dan mereka pun dengan cepat melihat bapa yang terjadi di dalam


" Ya jadi begitu Yah, Mah maaf Dion tidak memberitahu kalian " Ujar Dion mengenali perbuatannya tadi karena tidak mengabari orang tuanya saat ia tidak bisa hadir atau telat dalam perjalanan ke kantor


" Aaaaaaa, Ayaahhhh " Teriak dari dalam kamar mengejutkan yang ada di ruangan tersebut


Sebelumnya saat Dion mennjlasakan bagain terakhir dari ceritanya, Liliana bangun dari tidurnya dan menyadari ia ada di ruangan asing tepatnya di dalam kamar entah kamar diapania tak tahu, perasaannya menjadi panik dan takut, singkatnya tadi ia bersama Dosen nya itu tetapi kenapa bisa ada di dalam kamar, gilirannya melayang dan ia reflek berteriak dan memanggul Ayahnya dan menagis lagi sambul memegang kedua lututnya yang ia tekuk dengan kepala yang ia sembuh ya di antara kedua lututnya tersebut


" Liliana, panggil Dion begitu membuka pintu kamar danasuk kedalam bersama kedua orang tuanya dan mendapati Liliana sedang menagis kembali di sana


" Astaga Dion, Mas " Ucap Mamah Novia yang terkejut begitu pula dengan Ayah Dimas


" Pak Dion " Teriak Liliana saat mendengar suara familiar yaitu suara Dion dan ia Dion yang masuk dari luar seketika ia turun dari ranjang dan berlari memeluk Dion dan menangis kembali


Belum juga ia melangkah mendekati Liliana ia dibkehutkan dengan Liliana yang berlari ke arahnya dan memeluknya sambil menagis


" ssttt sudah tenang ada saya tidak perlu takut Liliana, kamu aman di sini " Tenang Dion sambil mengusap pelan punggung Liliana


" A aman, " gumam Liliana terbata sambil sesenggukan menangis


" Ia Liliana kamu aman, tidak yang menyakitimu " Balas Dion lembut


Ayah Dimas dan Mamah Novia saling berpandangan dan tersenyum seketika laku merekaembiaroan kedua orang itu menyelesaikannya dan mereka pergi dari sana dan menunggu keduanya di sofa ruangan Dion .


" Be benarkah Pak, Sa saya takut, hiks... Pak saya takut Pak Dion saya takut " Ucap Lilianaasuh merasa takut yang teramat karena teringat masa lalunya dulu yang tidak menyenangkan


" Tidak perlu takut Liliana, kamu aman saya tidak berbohong, sudah ya jangan mengisahkan lagi, kamu tenang mari ke keluar " Ajak Dion sembari mengurai pelukannya pelan, namun mendapat celengan kepala dari Liliana dan pelukan Liliana semakin kencang


" Pak, saya mau pulang " Icaonya kemudian setelah ia sedikit tenang namin ia masih enggan untuk melepaskan pekukannya


" Liliana... Maafkan saya jika saya membuatmu menangis lagi, saya akan mengantarmu pulang setelah kamu tenang "


" terimaksih Pak " Ucap Liliana


" Kalo begitu bisa saya bertanya " Ujar Dion


" Bapak mau tanya apa " Balas Liliana, mereka masih berpelukan


" Apa kamu bisa memanggil saya selain Bapak Liliana " Ucap Dion mengalihkan pembicaraan nya agar Liliana tidak mengizinkan lagi

__ADS_1


" Bapak. . . Kok anda mengesalkan sih, Bapak mau saya menjadi kurang ajar pada dosen sendiri memanggil Bapak dengan sesuka saya, Pak saya tidak mau " Teriak kesal Liliana langsung melepaskan pekukannya begitu mendengar ucapan dosen aneh tersebut dan menjadi kesal dengannya dalam waktu singkat


" Hahaha kamu bisa menganggap saya teman kamu, kamu tidak kurang ajar, kamu anak yang baik bukankah sudah sayankatakn saya masih muda tidak setuju itu, jika kamu memanggil Bapak saya menjadu sangat tua Liliana " Jelas Dion setelah tertawa jenaka melihat tingkah lucu Liliana yang bisa berubah mood dengan sangat cepat


" Ishhh kalo gitu Bapak mau di panggil apa, akang biar sama tuh kayak akang jual bakso di pinggir jalan " Kesal Liliana pada Dosen nya itu yang membuatnya kesal


" Ya tidak masalh bagus juga " balasnya sambil tersenyum


" Dasar aneh, ihh jangan senyumm ngeselin.. . . " Ucap Liliana menjadi sangat kesal sekali ketika melihat Dion tersenyum dengan sangat tampan dan manis tersebut


" Kenapa tidak boleh, apakah saya tampan "


" Terlewat " Ceplos Llalubiaenuto mulutnya karena keceplosan sudah dia malu tetapi kalah dengan rasa kesalnya pada Dion


" Benarkah " Goda Dion tersenyum kembali


" Ihhh Bapak, maunya Bapak tuh apa sih, tadi bikin Lili takut, sekarang bikin Lili kesel tadi aha lembut sekarang somplak " Ucap Liliana keceplosan lagi


" Ups maaf om ehh maaf Pak Lili keceplosan lagi , ihh nih mulut lemes amat kayak emak-emak komplek gara gara Dosen aneh " ucap Liliana dengan suara rendah di lanjutkan dengan gumaman tetapi Dion bisa mendengarnya dengan jelas, ia berkedip beberapa kaki saat mendemgar itu namun tak lama suara tawa lolos dari dosen tersebut.


Seketika Liliana malu dan ia berjingkon dna menutupi wajahnya yang memerah karena malu, tak lama tawa Dion mereda dan mengajak Liliana dari dalam kamar ke sofa di ruangan tersebut, persisnya di kantor Dion.


" sudah, ayo keluar, ini sudah saya gatau siang mau sore lagi " Ajak Dion dan lalu keduanya pun kekuar dari dalam kamar menghampiri kedua orang tua Dion yang hanya duduk menunggu mereka datang, sebenarnya mereka mendegar percakapan keduanya dan keduanya pun mengerti sekarang, karena putranya dan mahasiswinya itu sedang pendekatan tetapi keduanya terkejut dengan tingkah putranya.


Saat mendekati kedua orang tua Dion Liliana mengedarkan pegangan tangannya pada lengan Dion ia masih sedikit takut saja.


" Pak " Panggil Liliana pelan pada Dosennya Dion


" Tidak perlu takut mereka orang tua saya, tadi kamu panggil saya apa Liliana "


" ihh Bapak ngeselin, sukanya bikin saya kesel mulu, " Ujar Liliana kembali, mereka sudah tidak formal seperti di kampus dan mereka seperti teman sekarang karena Liliana menggunakan basa santai.


" Ya hanya kamu, ayo " Balasnya, setelah sampai mereka duduk di sofa berhadapan dengan Mamah Novia dan Ayah Dimas


" ha halo Tante, Om, saya Liliana mahasiswinya Bapak Dion " ujar Liliana memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya dan menyalimi kedua tangan orang tua dari Dosen nya itu


" iya kami sudah tahu sayang, si anak nakal ini kamu gak di apa apain kan sama Dia "Balas Mamah Novia


" Tidak Tante " Ucap Liliana

__ADS_1


" Ohh iya kenalin nama Tante Novia dan ini suami Tante namanya Om Dimas " Ucap Mamah Novia langsung akrab dengan Liliana


" Iya, halo Om Dimas " Sapa Liliana


" Halo juga Liliana "


" Mah, Yah udah mau sore nih Liliana gak boleh pulang malem sama Ayah nya Diom harus anter pulang " Selamat Duon karena ia mendapat pesan dari Deon Ayah Liliana


" Ya sudah antar sana awas kalo sampek lecet anak orang, jangan di apa-apain " Peringatan Ayah Dimas


" Iya Yah, Dion tahu " Balas nya dengan nada malas


setelah berpamitan dengan kedua orang tua dari Dion atau Dosen aneh itu kemudian Dion mengantar Liliana pulang ke rumah Liliana menggunakan mobilnya, sampai tiba di rumah Liliana mereka hanya becanda di dalam perjalanan dengan ucapan kocak Dion dan kekesalan Liliana dengan nada yang seperti anak kecil sedang merajuk .


Sesampai di rumah Liliana, Liliana mengucapkan terimakasih pada Dion, lalu setelah Dion meninggalkan rumahnya, Liliana masuk kedalam rumah, dan mendapati kedua orang tuanya dan adiknya ada di ruang tamu sedang menunggu nya datang.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Cerita bersambung ya teman teman, ikuti terus ceritanya, dan jangan lupa dukung author dengan kalian memberikan komentar dan saran kalian juga like sama vote nya ya....


Salam hangat dari Author untuk kalian semuanya,... 🥰🥰💞💞💞💕💕


__ADS_2