Mr. Perfect

Mr. Perfect
Bagian 90


__ADS_3

Di dalam perjalanan tak Adan percakapan, keduanya hanya diam, yang satu fokus menyetir dan satunya hanya memandang ke luar jendela, Tiba-tiba ponsel Dion pun berdering karena ada telpon dari Mamahnya


" drrrttt.... drrrttt.... drrrttt.... "


" Halo, Assalamu'alaikum Mah, ada apa ? " Jawab Dion mengajar telpon tersebut ia memberhentikan mobilnya di depan gerbang karena sudah sampai di depan gerbang kampus.


" Nak, Dion kamu cepat ke rumah sakit ya, Ayah mu ada di rumah sakit " Ujar Mamah Novia panik pada Dion di sambungan telepon tersebut.


" Rumah sakit, Ayah sakit, iya bentar Mah Dion ke sana sekarang " Ucapnya lalu ia segera mematikan panggilan telponnya, talk lama setelah oanggukan telpon mati Dion mengirim pesan pada temannya di kampus bahwa ia tidak masuk karena utusan keluarga, sedangkan Liliana ia terkejut saat mendengar kata rumah sakit ia juga mengirim pesan pada sahabatnya kembali bahwa ia juga tidak masuk sejujurnya ia ingin ke kampus karena sudah sampai tetapi mungkin Dosennya panik dan tidak ingat juga ia membutuhkan teman makanyabia akan diam saja, dan mengikuti Dosen Aneh ini membawa nyanke mana.


" Pak, " Panggil Liliana ketika Dion menyalakan kembali mesin mobilnya hendak pergi ke rumah sakit


" Lili, Maaf kita akan ke rumah sakit, Ayah saya di sakit " Jelasnya


" Tetapi kampus bagaimana pak? " Tanya Liliana ia hanya ingin menyakan pendapatnya


" Jika kamu ingin ke kampus kamu boleh pergi, jika ikut kita akan pergi sekarang " Jawab Dion ia memberi Liliana pilihan ingin ke kampus atau pergi bersamanya


" Pergi saja pak, Mamah nya Pak Dosen sendiri di sana " Ujar Liliana pelan


" Baiklah, Maafkan saya, kakubharus ikut dengan saya dan tidak jadi ke kampus karena saya "


" Saya sudah minta izin untuk tidak masuk kampus hari ini, Bapak tidak perlu minta maaf, tadi pagi saja sudah telat, sekalian aja bolos kan " Ucap Liliana lalu ia menyenderkan badannya di kursi yang biasa tempati itu.


" Sekali lagi maafkan saya " Balas Dion dan Liliana hanya berdehem saja, selanjutnya Dion melakukan mobilnya kembali, meskipun panik dan ingin segera sampai dan melihat kondisi Ayahnya Dion harus tetap tenang ia mengendari mobilnya dengan kecepatan sedang karena ia juga membawa Liliana bersamanya .


Tidak lama perjalanan mereka menuju rumah sakit, akhirnya mereka tiba juga di rumah sakit, setelah memarkirkan mobilnya meteka berdua turun dan masuk ke ruang rumah sakit, bertanya pada resepsionis dimana ringan Ayahnya berada, ketika sudah tahu keduanya pun langsung ke sana untuk melihat bagaimana keadaannya.


" Mah, bagaimana keadaan Ayah sekarang? " Tanya Dion panik kepada Mamahnya yang menunggunya di luar kamar rawat


" Halo Tante, gimana keadaan Om sekarang? " Ujar Liliana sembari mencium tangan Tante Novia


" Akhirnya kamu datang Nak, Ayahmu sidahblebih baik tadi saat ke kantor ia kecelakaan sebab ada mobil yang ingin menabraknya lalu Ayah mu banting stir dan nabrak pembatas jalan, tapi sudah din periksa oleh dokter, katanya tidak papa hanya luka ringan, sekarang Ayah mu sedang tidur " Jelas Mamah Novia pada Anaknya


" Hahha untung saja, Mamah bikin akun khawatir tahu " Ujarnya


" Ohh iya, Liliana kamu gak ke kampus kenalan ikut Dion kesini? " Tanya Mamah Novia heran Liliana datang ke sini dengan Dion, yang seharusnyanaidah berada di kampus sejak tadi pagi


" Tante, tanyakan sendiri pada Pak Dosen aneh saja Dan Lili malas bahasnyan, sebel sama Dia Tante" Ujar Liliana pura pura kesal dan merajuk pada Mamah Novia dengan bibir yang sedikit di manyunkan, sedangkan tersangka nya Malah tersenyum tak bersalah


" Dion, jelaskan kenapa Liliana bisa ikut kamu " Pinta Mamah Novia pada putra nya itu

__ADS_1


" Ya radin pagi saat akan ke kampus di tengah jalan Diin lihat Liliana sedang nunggu angkot di halte sebab mobilnya mogok setelah itu Diin mengajaknya berangkat bareng Mah " Jelasnya


" Ya lalu, bagaimana bisa sampai kamu ajak Liliana ke sini bukannya seharusnya kalian sudah sampai kampus ? " Tanya Mamah Novia heran


" Pagi tadi di rumah kan gak ada makanan Mamah sama Ayah aja udah ke kantor, Dan Veri juga udah berangkat, Diin kan gak ada jadwal ngulang jadi berangkat agak siang Mah, tapi kenapa nyang di rawat Ayah bukannya kalian berangkat ke ka tor bersama ya "


" Ohh iya Mamah lupa, bahan makanan juga habis ya, mamah juga lupa gak masak, tadi emang sepet ke kantor bentar karena ada yang ketinggalan Mamah pulang lagi sama Ayah, tapi Mamah suruh Ayah ke kanit lagi dan Mamah akan nyusul karena ada rapatendadak, pas di jalan terjadilah kecelakaan dan Mamah di hubungi oleh pihak rumah sakit jadi Mamah ke sini " Jelas Mamah Novia pada Dion


" Lanjutin ceritamu Duin kenpa sampai kamu bawa Liliana kesini, harusnya dia belajar di kampus kan "


" Ya karena tadinDuin gak sarapan, perut keroncongan daripada di kampus nanti gak fokus, Dion berhenti sebentar di warung untuk sarapan " Jelas Dion kembali


" Tante maaf menyela " Ujar Liliana memotong pembicaraan keduanya


" Ya sayang ada apa "


" Jadi tadi saat mobil Lili mogok udah kesiangan terus nunggu angkot gak ada tapi Lili udah izin kalo misalnya Lili telat ke kampus, terus ketemu sama Pak Dion jadinya kita berangkat bersama tante " Jelas Liliana singkat padat dan jelas mencangkup semuanya


" ohhh jadi gitu, lalu kenapa bisa kanubijut sama Anak kurang adem ini sayang "


" Ihh Masalah, masak Duin dikata kurang asem, ganteng gini juga " Tajuk Dion pada Mamahnya


" Hihihi Pak Dosen Lucu " Gumam Lluanan pelan, setelah itu ia melanjutkan penjelasan nya


" Ya sebenarnya tadibkitanudah sampai di depan kampus Mah, tapi tiba-tiba Mamah telpon sirih ke sini cepat " Sambung Diin sebelum Liliana berbicara


" Ohh ya, terus kenapa kamu gak suruh Liliana ke kampus saja "


" Tante, karena Liliana udah telst, ya sekalian aja Liliana bolos, cuman di kampus ikuti materi dikit lalu kerjain skripsi akhir selesai dan kan gak ada jadwalnya jadi asdos nya Dosen aneh juga Tan, toh Lili juga udah izin, jadinLikinikut ke sini aja " Jelas Liliana pada Mamah Novia


" Ohh begitu Ya sudah, Dion karena kamu sudah disini, Mamah mau pulang sebentar buat masakin Ayahmu, dan bawa ganti ke sini, kamu jaga Ayah mu baik baik " Ujar Mamah Novia


" Iya , Mamah gak mau di anter Dion "


" Gak usah Mamah udah lesen taxi, kamu tunggu di sini sama Liliana, kalo ada apa apa kamu telpin Mamah ya "


" Iya Mamah ku cantik, "


" Tante hati-hati di jalan Tan "


" iya sayang kamu tolong jagain anak tante ya kalo nakal jewer aja kupingnya pasti nurut kok "

__ADS_1


" Sila tante kalo Pak Dosennya nakal nanti Lili jewer biar gak nakal "


" Mamah " Kesel Dion, seterusnya Mamah Novia noun balik pulang, tinggal lah di sana Dion dan Liliana mereka berdua masuk ke kamar rawat pasien , di lihatnya Ayah Dirga masih tidur mungkin efek dari obat bius yang di berikan dokter padanya.


Liliana dan Dion duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut, lalu Liliana mendesah pelan ,e arik dan membuang nafasnya panjang dan detik berikutnya ia memejamkan matanya dan tak lama tertidur, sedangkan Dion ia mengeluarkan laptopnya untuk memeriksa beberapa data di kantor , karena tidak ada pekerjaan lain selama ia menunggu Ayahnya bangun dan Mamahnya kembalinya, ia mengerjakan berkas berkasnya yang tertunda tersebut, ia juga menyelimuti Liliana yang tertidur dengan posisi duduk bersandar di sofa. dengan jasnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Cerita bersambung ya teman teman, ikuti terus ceritanya, dan jangan lupa dukung author dengan kalian memberikan komentar dan saran kalian juga like sama vote nya ya....


Salam hangat dari Author untuk kalian semuanya,... 🥰🥰💞💞💞💕💕

__ADS_1


__ADS_2