Mr. Perfect

Mr. Perfect
Bagian 83


__ADS_3

Sedangkan di sekolah Andra sekarang sudah waktunya istirahat, dan Andra beserta kedua tannya pun pergi ke kantin, untukrmesan makanan dan jajanan mereka saat istirahat sambil santai santai.


" Bas lo pesen sana deh " Ujar Vero menyuruh Bastian untuk memesan pesanan mereka begitu ketiganya duduk di kursi bangku kantin yang ada di pojokan ya karena tempatnya sudah penuh dan hanya tersisa di pojokan saja


" Lhah kok gue kemaren gue udah ya, ya gantian lo lah " Jawab Bastian tak terima dengan perkataan Vero sedangkan Andra hanya mendengarkan kedua temannya itu yang sedang cekcok karena masalh memesan makanan saja


" Kalo kalian tetep cekcok mennfing aku aja deh yang pesen " Ucap Andra menengahi pertengkaran mereka yang sebenarnya mereka tidak benar benar bertengkar hanya saja berdebat karena masalh sepele saja


" Gak gur ada yang mau gue omongin sama lo, udahlah Bas lo pesen aja nih gue traktir " Putus Vero sembari menyerahkan uangnya untuk mentraktir kedua temannya itu.


" Ya udah deh iya gue yang pesen, nah gue tanya kalian mau pesen apaan? " Ucap Bastian sedikit kesal


" Soto nya mang didin, sama es teh " Ucap Vero


" Samain aja Bas biar gak ribet " Ujar Andra , setelahnya Bastian pergi untuk memesan pesanan mereka .


" Katanya mau ada yang lo omongin ke gue apaan Ver ? " Tanya Andra pada Vero


" Ya, gue gak tahu sih kan lo punya kakak perempuan tuh , nah Abang gue baru pulang dari luar negri urusin kerjannya bokap, dia ngelanjutin perusahaannya di sini sambil ngajar di kampus XX dia minta gue cariin jodoh soalnya nya orangtua gue pengen banget tuh si Abang gue cepet cepet nikah " Cerita Vero pada Andra


" Yang bener aja deh lo Ver, ohh ya kalo gak salah kampus yang lo bicarain tadi tuh kampusnya kakak gue kenapa sih " Ucap Andra tidak tertarik dengan bahasan nya bersama Vero


" Wahhh kebetulan banget tuh, jangan jangan mereka udah tahu dong udah kenalan gitu "


" Ya mana ku tahu Vero Dimas prayoga " Ucap Andra menyebutkan nama lengkap Vero


" Emang abang lo namanya siapa sih Ver ? " Tanya Bastian tiba tiba karena ia sudah datang dan mendengar percakapan mereka lalu memberikan mereka pesanan mereka


" Abang gue namanya Dion Prayoga "


" Lhah bentar deh lo anaknya pak Prayoga, " Ujar Andra merasa sedikit terkejut mendengarnya memang sih namanya Vero ada Prayoga nya tetapi Andra kira ada nama Prayoga lagi kan namanya Prayoga banyak


" Iye kenapa emang, emang ada Prayoga kain selain keluarga Prayoga yang sempat keja sama, sama perusahaan Angkasa Corp "


" Lhah kok, kemaren nih ya kita sekeluarga bahas keluar ko sama ayah gue yang sempet kerja sama dulu "


" Ya gue tahu udah, tapi masak sih lo gak tahu kalo ayah gue yuh punya dua anak putra "

__ADS_1


" Mana gue tahu Vero "


" Kalian makanan udah di atas meja masih aja cerita, punya gue udah abis, bisa bisanya ya kalian bahas kerjaan kantor bentar lagi bell ini " Serah Bastian yang sudah menghabiskan soto nya tinggal menghabiskan es tehnya sambil menangis dengarkan pembicaraan keduanya


" Heheh maaf maaf "


akhirnya mereka memakan pesanan mereka sambil bercerita, dan anehnya Andra sempet seneng juga jika kakaknya bisa mengenal Abangnya Vero tetapi ketika ia pikirkan kembali mungkin itu tidak bisa sebab Lilianan sangat cuek terhadap laki laki ya meskipun itu teman sekalipun, sampai bel masuk berbunyi . dan mereka sama sama menuju kelas.


Di kampus Lilianan bersama dengan temanya yang bernama Vita dan juga Juwita sedang minum jus di kantin kampus


" Ishh kalian tahu gak sih , si dosen baru itu seenaknya sendiri suruh aku jadi asistennya tahu di beberapa materi pelajaran " kesalahan Liliana pada kedua temannya yang sedang mendengar ceritanya, mereka hanya bertiga biasanya berumur empat bersama Vivian tetapi hari ini Vivian tidak masuk sehingga hanya mereka bertiga saja


" Ya enak dong Li kan dosennya ganteng masak lo gak suka sih "


" Nah iya gue aja kepingin nah lo udah di tawarin juga malah gak suka gimana sih, nikmatin aja lah "


" Mana bisa Vit, Wit, kalian gak tahu sih tuh dosen dingin banget kalo sama gue, ya kadang sih kayak ayah gue kalo lagi marah atau gak suka gitu "


" Masak sih kan dia humoris banget di kelas juga hangat, perhatian perasaan gak ada dingin dinginnya deh "


" Iya bener tuh "


" Hushh Li gka boleh nanti orangnya dateng gima.. naa" Belum juga selesai mengatakan ada Pak Yoga di belakang Lilianan sehingga Juwita langsung menunduk dan Vita menyelesaikan kata katanya dengan orlandojuanda takut di marahi oleh dosen tersebut karena tatapannya yang sedikit tajam menuju ke arah mereka


" kalian kenapa sih, biarin aja kali, gue kesel tahu sama dia, ihhh " Kedalam Liliana tetapi kedua temannya hanya memandang diam danenatap satu sama lain tidak mau menjawab,


" Jawab dong, elah malah diem tatap tatapan kalian tuh kenapa sih " Bingung Liliana, lalu tak lama ia merasakan tangan yang mengacak rambut nya sedikit lalu ia berdiri dan menikah ke belakang dan...


Deg....


Jantung Liliana berdetak cepat ua kesulitan untuk menelan salivanya ia tak tahu bahwa dosen yang ia katainya ada di belakangnya dan pantas saja kedua temannya itu takut dan bersikap aneh


" Pak...pak.. Pak Dion, " Ucap Liliana gugup setengah mati karena tatapan elang Pak Yoga padanya


" Hahahah bunglon ya, bagus banget kamu namainya, ikut saya ke kantor sekarang " tawa renyah Pak Yoga, setelah itu nada bicaranya kembali dingin dan tegas menyuruh Liliana ke kantor nya , setelah mengatakan itu Pak Yoga pergi meninggalkan mereka begitu saja ia sempat ke kantin untuk membuat eli air minum namun tak sengaja ia mendengar percakapan Liliana dengan kedua temannya dan ia pun menghampirinya


" Mampus aku, gue duluan, kalian sih kenapa gak bilang dari tadi, gue kan yang kena " ucao Liliana sedangkan kedua temannya hanya cengengesan saja karena tidak tahu harus mengatakan yang bagaimana ketika tiba tiba Pak Yoga berada di belakang Liliana dengan tatapan tajamnya walaupun sedikit tetapi isa membuat keduanya terdiam menunduk takut .

__ADS_1


sesampainya di ruang dosen Liliana ragu untuk masuk ia sedikit takut dengan dosen tersebut karena baru saja tadi di kantin ia mengatasinya bunglon yang bisa berubah rubah, karena Liliana tidak kunjung masuk, Pak Yoga pun membuka pintu ruangannya dan menyuruh Liliana masuk ke dalam, setelah masuk, ternyata dugaan Liliana tidak terjadi kenyataan, ia berfikir ia akan di marahi dan di hukum akibat mengatai dosen, tetapi ia malah di suruh untuk merapikan berkas berkas materi yang akan dibilang nanti setelah istirahat di kelasnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Cerita masih bersambung ya, teman teman ikuti terus cerita aku...


Dan jangan lupa berikan like serta komentar di bawah ya...

__ADS_1


Dalam hangat dari author untuk kalian semuanya... 😍😍🥰🥰💞💞💞💞


__ADS_2