
Setelah memutuskan panggilan vidio tersebut Deon pun menceritakan semuanya pada Gilang dan mereka curiga bahwa ini ada kaitannya sama teman mereka yaitu Milla yang baru saja mereka bahas, namun apa maksud dan tujuannya, mereka belum tahu dengan jelas.
Karena Gilang curiga dengan Bram yang menjadi bos nya ia menyelidikinya bos diktator itu ternyata penuh dengan rahasia, dan rahasia yang Gilang tahu ia menjalin hubungan dengan Milla tetapi ia tidak menceritakan pada Deon, dan tadi mereka berpikiran sama, memang sebelumnya Deon tak yakin tetapi ia menjadi yakin setelah perusahaannya di ambil alih oleh Abram Corp dan saat ia mulai dengan butik nya ia bertemu dengan Milla dan telah menikah ia tidak bertemu namun sekarang istrinya menghilang entah siapa yang menculiknya belum di ketahui, tetapi ia yakin dengan feliing nya bahwa itu adalah Gracia Mila walau sebelumnya ia tak mempermasalahkan itu dan membiarkannya saja toh dia juga sudah mempunyai butik pakaian yang ia bangun dengan Nisa.
" Lang lo bantu gue ya, tolong jagain Liliana, gue mau ke belakang bentar " Ucap Deon
" Ya jangan lama lama lo " Jawab Gilang, hanya Gilang yang tidak takut dengan Dekn yang super dingin itu
Deon pun pergi ke ruang kerjanya sambil membawa laptopnya tadi, di dalam ruang kerjanya, ia mengotak atik laptopnya, mencoba melacak Keberadaan Nisa
Setelah beberapa menit ia menemukannya, ia mengetahuinya karena di cincin pernikahan yang di pakai Nisa ia meletakkan gps di sana agar ia mengetahui dimana istrinya berada saat dia tak ada di sampingnya
Di tempat lain di rumah kosong yang terpencil di kota itu terdapat perempuan yang di sekap dan di tali di kursi yang ia duduki
" Euugh, pusing banget, dimana ini " Gumam nya saat sadar dari pingsan nya, ya itu adalah Nisa ya g di culik beberap jam lalu
" Hah tolong tolong " Teriak Nisa meminta tolong dan mencoba melepaskan dirinya setelah mengingat kejadian saat ia di culik dan di bawa kemari oleh dua orang yang berpakaian preman saat di taman tadi
" Sudah sadar ternyata, haii masih ingat aku " Ucap perempuan yang dengan santainya berjalan mendekat ke arah Nisa, dia adalah Milla yang tergila gila akan Deon, maksudnya untuk menghancurkan Deon karena menolaknya maka butik nya akan ia hancurkan, tetapi ia mempunyai cara lain untuk menghancurkan nya yaitu membunuh Nisa agar ia bisa mendapatkan Deon lalu memanfaatkannya demi memperoleh hartanya,
Milla ia menjadi sangat jahat dan kejam setelah bertemu dengan kekasihnya Leon Dirga ia di pengaruhi olehnya dan di saat ia kembali ia bertemu dengan Bram, dan ternyata Bram adalah teman Nisa saat SMA, setelah ia mencari informasinya dan Bram ia menyukai Nisa saat SMA tetapi tak bisa mendapatkannya dan begitu ia tahu bahwa Nisa bersama Deon dan menikah ia kalut dan membenci Deon karena merebut Nisa darinya makan dari itu ia mengambil perusahaannya, dan sekarang ia bekerjasama dengan Milla yang ia temui di cafe saat ia makan siang dengan client nya lalu mencari latar belakang Milla,
setelah ketemu Bram pun mengajak nya bekerja sama, dan dengan senang hati Milla menyetujuinya karena ia juga sangat ingin menguasai harta Deon setelah ia tahu betapa suksesnya Deon. Untuk bisa mendapatkan Nisa Bram bekerja sama dengan Milla, tetapi Bram tidak tahu bahwa Milla akan membunuh Nisa .
Di tempat Deon sekarang setelah berhasil menemukan lokasinya ia segera memberitahukan Gilang
" Gilang gue tahu lokasinya, kita kesana sekarang " Ucap Deon
__ADS_1
" Tunggu Dimas jangan gegabah dia punya dua orang di belakangnya " Ujar Gilang
" Hah lo cari infonya "
" Hmm dari cerita Dimas tadi orang misterius di belakang Milla adalah Bram Wijaya itu saat perusahaan lo di ambil tapi saat pembunuhan tunangan teman nya Dimas dia adalah Leon Dirga seseorang yang terkenal di dunia bawah dia pacarnya Milla sekarang tetapi obsesi Milla hanya harta dan dia suka memainkan perasaan orang gue baru tahu dari Dimas tentang itu, " Jelas Gilang pada Deon
" Gimana ceritanya tuh curut satu bisa tahu, katanya data nya gak ada dan bersih kok bisa tahu siapa yang ada di balik nya nah kan aneh tuh orang " Ujar Deon bingung
" Iya awalnya gue juga bingung pas dia bilang gitu, ternyata dia belum selesai ceritanya, lanjutnya pas ia menjadi cari datanya karena gak ada dan bersih ia meminta bantuan dari temannya yang lebih jago dan lebih berkuasa, akhirnya dapat info itu " Terang Gilang menjelaskan semuanya pada Deon
" Hahh trus ini gimana gue khawatir sama Nisa dia pasti sama Milla gue yakin 100℅ sam tu nenek lampir, karena waktu pertama ketemu dia mau gue jadian sama dia ya gue tolak lah kan gue udah punya Nisa dan lo kan juga tahu gue gak suka di sentuh, sama permpuan lain selain Nisa "
" Bisa jadi dia mau balas dendam sama lo untuk hancurin hidup lo karena ia gak bisa mendapatkan apa yang dia mau "
" Aaargghh, terus piye iki mumet sirah ku, " Teriak Deon dengan bahasanya jarang di ucapkan yaitu bahasa Jawa
" Jawanya keluar udah, tunggu Dimas terus kita kesana sambil bawa polisi "
" Gue udah keluar dari kantor kali dan sekarang mah gue pengangguran gimana dong " Jawab Gilang, ia baru saja memberikan surat pengunduran dirinya kemarin dan sekarang ia menjadi pengangguran, Gilang kekuar dari kantor setelah ia tahu bahwa Bram bos nya itu ternyata dalang di balik semuanya masalah perusahaan
" Kerja aja di butik jadi asisten gue mau, entar Roni biar jadi pegawai biasa aja, gue kurang yakin sama Roni, padahal udah gue jadiin asisten gue tuh anak " Jelas Deon pada Gilang
" Nah boleh tuh jadiin satpam aja kan buat menjaga, dia juga asisten lo kan pas dong nanti butik lo udah semakin terkenal Deon jadi harus ada bodyguard nya biar gak kecolongan kayak dulu lagi " Terang Gilang sama Deon dan Deon hanya menganggukkan kepalanya saja
Di tempat Nisa ia sedang dalam kondisi yang memprihatinkan setelah ia bertatap muka dengan Milla
" Ka kamu yang waktu itu di supermarket kan, " Tanya Nisa ketakutan dengan suara yang bergetar menahan tangis
__ADS_1
" Yes babe i'm " Jawab Milla dengan seringaian nya yang tampak mengerikan dan membuat Nisa semakin bergidik sebenarnya dia tidak takut dengan senyuman iblis Milla melainkan jijik ia belum pernah melihat senyuman yang selebar itu tapi bukan senyum tulus melainkan senyum jahat yang menjijikkan
" Apa mau mu hah kenapa kau bawa aku ke sini dasar perempuan gak tahu diri " Ucap Nisa dengan suara keras yang sedikit ia serakkan karena ia tak ingin suara lantang Indang nya berbicara makanya memaki suara jeleknya saja
" Mau ku kau tak tahu.... Aku hanya ingin kau menghilang dari sini dan aku akan mendapatkan apa yang ku mau termasuk Deon " Ucapnya garang
" Hahahaha kau sungguh tak tahu malu, mana mungkin mas Deon mau sama jelmaan lampir kayak kamu " Ejek Nisa dengan kata katanya yang keluar
" Jangan sok tahu kau "
" Plak plak plak " Suara tamparan terdengar Milla mendapat Nisa sebanyak tiga kli hingga membuat sudut bibir Nisa berdarah,
" Ternyata tamparan nenek sihir itu kuat sekali ahh mas Deon cepatlah kemari mas aku tak aku takut " Ucap Nisa dalam hatinya, ia meneteskan air matanya dan matanya mulai berkunang kunang karena tamparan Milla yang tidak main main dan selanjutnya ia pun pingsan lalu Milla menyuruh dia orang suruhannya tadi untuk menjaga Nisa sedangkan ia pergi dari sana dan ia mengirim pesan ancaman pada Deon karena Nisa ada di tangannya sekarang.
.
.
.
.
.
.
Bagaimana dengan bagian cerita aku ini teman teman, bagus gak, berikan pendapat dan saran kalian ya, dan baca cerita selanjutnya ya ceritanya masih bersambung...
__ADS_1
Dan jangan lupa berikan author tanda suka, like, komentar di bawah ya..
Salam hangat dari author untuk kalian semua... 😊😊🥰🥰💞💞💞