Mr. Perfect

Mr. Perfect
Bagian 71


__ADS_3

Sesampainya di rumah Deon langsung menuju kamarnya dan membersihkan dirinya sekalian ia mandi dengan air dingin untuk menyegarkan badannya dan fikiran nya yang mulai panas tersebut, sedangkan Nisa ia bermain di taman belakang bersama Andra sambil makan jajanan ringan yang biasa di buat Deon yaitu kue atau roti maringue yang manis dan juga roti boy yang lembut dan gurih.


Setelah Deon selesai mandi ia berganti pakain dengan pakaian santainya ketika di rumah ia hanya mengenakan kaus kasual warna biru langit dan celana panjang saja, Bisa sudah berganti pakain dengan kemeja pendek yang lengan nya hanya panjangnya sebatas siku namun ia juga memakai kerudung dan juga roknya tentu saja


Deon mencari Nisa dan putra kecilnya dan ternyata mereka bermain di taman belakang, namun saat ingin menghampiri keduanya Deon mendapat pesan dari sekolah Lilianan untuk menyuruhnya pergi kesana sekarang, akhirnya ia langsung menghampiri Nisa dan berpamitan pergi ke sekolah sekarang juga.


" Neng sayang " Panggil Deon pada Nisa


" Ehh iya Mas ada apa kok buru buru "


" Maaf ya kamu di rumah dulu sama Andra mas mau ke sekolah Lilianan tadi dapat pesan dari sekolah katanya Lili buat masalah " Ucap Deon menjelaskan


" Ya sudah kamu hati hati perginya, ohh Mas nanti pulang Mas bisa beli bahan dapur juga, bahannya udah mau habis tinggal sedikit tadi aku lupa bilang saat pulang dari buruk dan kafe "


" Hmmm oky nanti Mas sekalian beli sama Liliana, kamu mau apa lagi biar nanti Mas beliin "


" Maunya sih aku kepingin makan bakso beranak Mas kalo ada sama siomay kalo gak ada ya gak papa " Ucap Nisa ia memang ingin makan itu dari dua hati yang lalu tetapi ia lupa bilang dan karena sibuk juga jadi di tunda pinginnya dan baru sekarang kan bilang kalo ia menginginkan hal tersebut pada Deon suaminya


" Baiklah nanti Mas beliin buat semua juga buat kamu, udah ya Mas berangkat "


Pamitnya sambil ia mencium kening istrinya, setelahbitu Deon meninggalkan mereka di taman dan menuju mobilnya lalu melakukan mobil tersebut ke sekolah Liliana .


Sesampainya di sekolah setelah memarkirkan nkbulnya Deon langsung menuju ke ruangan bk di sana dan mendapati ada dua dua siswi dan juga Liliana di sana sedang duduk menatap langit dua orang siswi tersebut nampak tenang dan mereka di temani oleh orang tuanya masing masing


" Salam Pak ada ya, maaf saya barru sampai " Salam Deon langsung dan ia masuk kedalam tanpa mengetuk pintu sebab khawatir dan cemas pada putrinya itu


" Ayaahhh " Panggil Liliana ketika ia mendengar suara Ayahnya masuk lalu ia langsung berdiri dan memeluk Ayahnya ketika Deon mendekat padanya


" Iya sayang putri ayah kenapa? " Tanya Dekn tenang dan lembut Liliana menagis diborlukan Ayahnya

__ADS_1


" Maaf Pak Deon kami memanggil anda karena katanya putri anda membuat ulah dengan kedua temannya " Jelas pak kepala sekolah itu pada Deon


" Benarkah itu sayang " Ucap Deon sembari mengurai pelukannya dan mengusap air mata putrinya yang menetes


" Enggak Ayah Lilin gak buat masalh sama mereka, tapi mereka yang buat masalah sama lili dan sekarang mereka mengadu juga menuduh lili yang buat masalah " Jelasnya dengan suara parau dan serak karena menangis


" Bisa ceritakan Bapak dan Ibu kanapa putri anda mengatakan itu " Ucap Deon dingin


" Begini Pak, anak anda menghina anak saya yang bukan dari kalangan keluarga kaya juga tadi sempat menyiram anak saya dengan minumannya di kantin " jelas si bapak botak, ayah dari salah satu teman Liliana di sana, tetapi Deon melihat ada senyuman sinis dari anak mereka,


" Ohh ya, kalo anda Bu "


" Anak anda menumpahkan kuah panah ke pakain anak saya Pak, saya tidak Terima anak saya di buly seperti itu padahal anak saya baik tidak mengganggu nya " Sewot si Ibu rempong itu tapi Deon juga melihat tatapan mata yang mengejek dari keduanya


" Liliana, sayang bisa kamu ceritakan sekarang nak bagaimana mereka mengganggumu " Ujar Deon lembut pada putrinya


" Ayah mereka mengatakan kalo Liliana bukan orang baik karena mereka tahu kalo Lilianan bukan anak kandung Ayah, saat Liliana mau pergi mereka mau menuangkan minuman pada Lili tapi belum sempat temen liki langsung menuangkan minumannya ke mereak dan satunya lagi, Liliana gwk kenal siapa dia tahu tahu dia mau buat likianan jatuh gak sengaja kuah bakso yang di atas meja tumpah karena dia naruhnya di pinggir meja Yah , dan aneh nya temen Lilinyqng numpahin minuman dan yang mengingatnya karena membela Lili dia gak kena marah dan gak di panggil ke sini tapi malah Lili yang kena padahal Lili gak ngapa-ngapain mereka Yah " Jelas Lilianan panjang lebar pada sangat Ayah


" Ada Pak memang kenapa "


" Bisa kita lihat cctv nya sekarang mungkin kejadian ini ada di cctv " Ujar Deon dan ia menatap kedua orang yang duduk dengan wajah sok tak bersalah dan angkuh tapi nyatanya mereka seperti orang ketakutan terlihat dari bibir mereka yang pucat dan mata mereka yang melotot tajam karena terkejut


" Bisa mari "


Akhirnya mereka melihat cctv yang ada di kantin sekolah, lalu kejadian tersebut terekam oleh cctv dan masalh selesai dengan Liliana yang tidak bersalah lalu kedua temannya itu mendapatkan hukuman skors selama tiga hari untuk merenungkan kesalahannya dan kedua orang tua mereka pun juga menyesal karena mereka salah menuduh orang, setelah masalh selesai Deon mengajak Liliana untuk pulang saja sebab Ian khawatir Liliana masih syok dengan kejadian ini.


" Masalah sudah selesai, Pak boleh saya membawa putrinsaya pulang sekarang sepertinya dia masih syok dengan kejadian ini, dan lebih penting kejadian seperti ini jangan sampai terjadi lagi kalo bisa lebih perhatikan murid murid anda, saya permisi " Ujar Deon tanpa menunggu jawabnya Deon langsung keluar dari ruangan lalu Liliana mengambil tasnya di kelas dan mereka pun pulang ke rumah, sebelum pulang ke rumah untung saja di depan jalan sekolah Liliana ada yang jual siomay dan bakso tapi bukan bakso beranak seperti yang di inginkan Nisa akhirnya Deon mengirim pesan pada istrinya kalo bakso beranak nya tidak ada adanya bakso biasa dengan mie pangsit.


Dan ternyata Nisa tidak mempermasalahkan itu ia pun senang meskipun pangsit dengan bakso dan bakso nya bukan bakso betanak ia tetap ingin karena itu juga bakso hanya bakso biasa pokoknya ada bakso nya dia tidak mempermasalahkan nya

__ADS_1


" Lilian Ayah mau beli siomay masa pangsit bakso kamu mau juga ? " Tanya Deon sembari ia memberhentikan mobilnya di dekat warung bakso dan abang siomay tersebut


" Boleh Ayah lagian aku juga pengen makan itu dari kemarin tapi belum sempat beli " Ujarnya


" Ya sudah Ayah mau beli dulu kamu mau ikut atau disini "


" Ikut " Jawabnya, keduanya turun dari mobil dan menuju ke warung bakso


" Bang sayang beli pangsit bakso nya tiga saus sama sambalnya di pisah " ujar Deon pada abang penjual bakso


" Siap den silahkan duduk dulu " Jawab si penjual


" Yah Ayah kan masih beki bakso, aku beli siomay nya gimana "


" Boleh ini uangnya, hati hati " Jawab Dekn pada Liliana, lalu Liliana pergi untuk membeli siomay tersebut sedang Deon menunggu pangsit bakso nya selesai.


.


.


.


.


.


.


Cerita masih bersambung ya teman berikan saran dan pendapat kalian, jangan lupa berikan like dan komentar kalian di bawahnya tinggalkan jejak..

__ADS_1


Salam hangat dari author untuk kalian semuanya... 😍😍🥰🥰💞💞💞


__ADS_2