
Malam harinya setelah semuaanya tidur Deon bangun untuk mengecek pekerjaannya besok sebentar karena ia kepikiran dengan kafe nya yang katanya bermasalah, lalu ia berjalan ke ruang kerjanya serelah membuat secangkir kopi americano yang pahit agar ia bisa terjaga , tetapi Nisa yang mengetahui bahwa suaminya bangun membuat kopi juga pergi ke ruang kerja pun mengikutinya ia juga membuat susu hangat untuk suaminya agar setelah selesai minum kopi ia akan minum susu hangat buatan nya supaya tidak terlalu lelah dan bisa tertidur kembali mengembalikan sedikit tenaganya agar besok bisa beraktifitas kembali , karena Deon mempunyai data tahan tubuh buruk jika sudah minum kopi yang rasanya pahit tubuhnya akan lemas karena kurang gula makanya ia mengimbanginya dengan susu untuk menambah gula nya atau permen juga bisa jika di kantor karena tak ada susu di sana apalagi coklat
" Mas, kebiasaan udah malem ini masih aja minum kopi pahit, nih susu nanti di munyn jangan lupa " Tegur Nisa yang tahu tahu sudah ada di sampingnya setelah ia masuk dan duduk serta menyalakan laptopnya
" Kamun ikutin Mas kesini ? " Tanya Deon sambil ia menganggukkan kepalanya dan beralih ia memeluk pinggang Nisa
" Hmmm tadi aku belum tidur makanya ikutin kamu, pasti kepikiran kan "
" Iya, mau cek lagi, kamu tidur aja dulu paling cuman sebentar Mas udah selesai "
" Mau cek apa, kalon permintaan le geluaran dari menejer aku punya, beberpa hari lalu dia minta uang buat perbaikan dapur dan minta lagi buat dekor kafe dan uangnya gak main main awalnya aku gak setuju tapi dia meyakinkan aku, lalu aku setujui tetapi tidak aku berikan jumlah yang biasa minta hanya separuh saja " Jelas Nisa lalu langsung menunjukkan pesan dari chat yang dia punya dari menejer kafe yang bernama Viola itu
" Ohh iya kah kamu gak bulangbsama mas "
" Mau bilang tapi gak ada waktu kamu nya sibuk mulu tapi untungnya aku punya pesannya kalopun udah biasa hapus tapi aku masih punyanya udah aku simpen juga , nih kamu lihat " Tunjuk Nisa sesudahnya membuka pesan tersebut di salah satu folder yang sudah biasa simpan sejak ia mendapatkan pesan tersebut
" Makasih Sayangku sini sini " balas Deon sambil tersenyum kemudian ia mencium pipi Nisa dan setelahnya ia mandik Nisa dalam pangkuan annya sambil ia melihat isi pesan yang di bicarakan Nisa
" Mas lepasin napa nanti kalo Andra bangun gimana " Elak Nisa yang malu karena berada diboangkuan suaminya ya ia masih tidak terbiasa dikalia Deon memangjunya sebab Deon tidak memngkunya lagi setelah ia melahirkan Andra, dulu Nisa lah yang meminta tetapi tidak lagi jadinya ia malu sekarang
" Malu dulu kamu yang minta sekarang malu lagi " Tida Deon pada istrinya itu
" Itukan dulu Mas sayang " kedalam Nisa manja
" Gak papa gak usah malu gitu tambah gemesin tahu kamu tuh jadi pengen cium lagi nanti udah kamu diam aja biar Mas lihat dulu pesannya biar bisa jadi bukti besok, "
" Hmm besok aku boleh ikut kan "
__ADS_1
" Tentu sayang Andra biar di jaga sama Roni di butik " Bapanya sembarinia membaca isi pesan tersebut dan ia memindahkannya di flashdisk kecil untuk barang bukti besok ketika ia ke kafe dan melihat apa yang terjadi di sana juga akan membersihkan kafe dari pekerjaan atau pegawai yang kotor tersebut .
Keesokan harinya setelah mengantar Liliqnan sekolah Deon bersiap dengan pakaian santainya yaitu kaos kasual putih dan juga jas merah nya lalu Nisa ia memakai kemeja kotak kotak lengan panjang dengan rok renda di lengkapi dengan kerudungnya tentunya lalu Andra dengan pakaiannya yang lucu meskipun hanya kemeja dan celana panjang nya yang sesui dengan ukurannya
Mereka bersama menuju ke butik untuk menitipkan Andra dengan Roni lalu Deon dan Nisa ke kafe untuk mengurus masalah kafe tersebut.
" Bos tumben kesini sama Bu bos juga Andra, ada pada Bos " Tanya Rini saat ia melihat Deon dan Nisa juga Andra ke dalam butik bertepatan dengan dirinya yang sedang mengabsen karyawan masuk
" Kafe, Ron tolong bantu saya jaga Andra, saya sama istri saya mau ke kafe sebentar kamu bisa kan, urusan absen karyawan kamu bisa serahkan sama Rini itu partner kamu kan dia " Jelas Deon
" Baik bos " Jawab Roni lalu Roni pun beralih menggandeng Andra dan menyerahkan pekerjaannya pada Rini setelahnya Deon dan Nisa pergi ke kafe
Kriiing...
Suara bel kafe ketika pintu di buka dan bertepatan dena para karyawan dan menejer kafe yang baru saja datang di kafe serta membersihkan kafe sebelum mereka membuka kafe tersebut
" Suruh semuanya datang ke kantor saya sekarang saya tunggu " Ucap Deon dingin super duper dingin dengan tatapan mata tahan elangnya tanpa senyuman dan Nisa hanya bisa tersenyum kaku ia seolah tertekan dengan aura itimindasi dingin dari suaminya itu karena ia tidak pernah mendapati suaminya yang seperti itu kecuali ketika ia di kantor Deon dulu dan saat berada di kuar tetapi sedingin dan tahan seperti ini
" Mas tenanglah " Ucap Nisa mencoba menenangkan suaminya dan sesaat Deon perlahan lahan menjadi sedikit tenang dengan usapan halus Nisa di lengannya ketika ia berjalan menuju kantor yang ada di kafe tersebut.
Tidak lama Deon sampai di kantor lalu mereka masuk dan duduk di kursi kerjanya dengan Deon yang memangku Nisa kembali, sedangkan Nisa ia hanya menuruti suaminya sebab suaminya butuh ketenangan sekarang agar tidak meledak dengan ia nada diboangkuan suaminya maka ia bisa menenangkan suaminya dengan pelukan atau mengelus di punggungnya dengan lebih mudah dan Deon juga memangku Nisa sebab ia tidak mau meledakkan amarahnya sekarang juga memeluk Nisa menjadi obat penenang paling ampuh untuknya, agar memudahkan ia memeluk istrinya itu maka Deon memangkunya, karena ia belum sepenuhnya tenang.
Sesaat setelah nya menejer kafe beserta paran karyawan datang dan masuk ke kantor Deon lalu mereka berdiri berjejer di hadapan Deon yang memangku Nisa dengan tatapan tajamnya
" Ada Bos apa ada yang salah " Ujar menejer kafe takut takut ada apa apa ia cemas apakah mereka tahu apa yang dilakukannya selama ini di kafe
" Saya tidak akan basa basi dengan kalian, saya hanya akan bertanya satu kali dengan kalian semuanya dan jawablah pertanyaan saya dengan jujur tanpa harus di tutupi " Ujar Deon dingin dan juga datar terlihat dengan cara pengucapannya
__ADS_1
" Bagian dapur mana "
" kami di sini Tuan bos " Jawab mereka serempak
" Apakah dapur ada perbaikan "
" Tidak Tuan tidak ada perbaikan karena dapur baik baik saja " Jawab penanggung jawab dari dapur pada Dekn mewakili teman temannya yang berada di dapur juga
" Lalu saya akan bertanya biasa semuanya, apakah ada dekorasi baru atau apapun mengenai kafe "
" Tidak ada Tuan kafe seperti sebelumnya dengan dekorasi dan pengaturan dari Tuan Bos juga Bu Bos " Jawab salah satu karyawan pelayanan di sana
" Jadi tidak ada masalh di kafe "
" Tidak ada Tuan apa nada masalah " Jawab menejer kafe itu gugup
" Lalu kenapa mk akun meminta uang sebanyak itu itukan dekorasi kafe dan perbaikan dapur menejer " Ujar Deon lalu ia melepaskan Nisa dan Nisa bisa berdiri di samping suaminya sesaat ia berbalik dan mengalahkan laptopnya dan menunjukkan isi pesan di sana juga data pengeluaran bulan ini juga pemasukannya pada seluruh karyawan dan menejer kafe yang ada di hadapannya sekarang ini.
" Lalu ini maksudnya apa,? apakah anda bisa menjawab Pertanyaan saya " Ujar Dekn dan para karyawan sudah bisik bisik bagaimana busa ada selisih miring dan dana kengekharan sebanyak itu tetapi tidak ada apa apa dengan kafe
" Maaf Bos saya, saya... "
" Sudah cukup! saya tidak menerima alasan apapun dari anda menejer Viola, sekarang juga anda saya pecat dana jangan lupa tanggung akibatnya dari perbuatan anda saya sudah melaporkan anda pada pihak berwenang untuk kasus penggelapan dana dan korupsi din kafe saya, sekarang kemari barang barang anda dan oergi dari kafe saya sekarang. " Ujar Deon dengan nada sedingin es dan datar juga menggema di seluruh ruangan tersebut sedangkan Nisa hanya bisa memeluk suaminya agar tenang
" Baik Bos, maaf saya salah saya akan menanggungnya, saya permisi " Jawabnya lesu dan penuh dengan penyesalan tetapi juga ia cukup terkejut bagaiman bisa Bisnyabitubtahu kalo ia berbuat ulah din kafe Bos nya itu padahal sudah ia pastikan tidak ada yang tahu
Sepertinya sangat menejer Deon menjadi kan salah satu pegawai sebagai wakil menejer sebagai menejer dan wakil menejer bertugas mencari penggantinya lalu mereka kembali bekerja lagi, lalu Deon dan Nisa oergi dari kace ke butik untuk menjemput Andra di sana sebelum mereka pulang ke rumah.
__ADS_1