
Keesokan paginya barang-barang yang di pesan Deon pun sampai, lalu Deon pun menerimanya dengan senang hati, begitupun dengan Nisa, ia amat sangat senang melihat mesin jahit dan selama macam perlengkapan nya itu sudah sampai.
" Waahh mesinnya dan barang yang di pesan Deon sudah sampai " Ucap batin Nisa dengan senyum yang mengembang.
" Mari kita bereskan dan tata di ruangan yang ada " Ucap Deon membuyarkan keterkejutan Nisa dan kekagumana Nisa saat melihat barang dan mesin mereka datang
" A ahh iya iya mari kita kira bereskan " Jawab Nisa menyudahi keterkagumannya itu lali ia membantu Deon membereskan dan menata barang barang tersebut di ruang tengah khusus, yaitu ruang tengah yang ada di samping ruang kerja Deon, yang sebelumnya ia ingin menjadikannya gudang tapi tidak jadi dan ia kosongkan sampai sekarang ia berfikir untuk menjadikannya tempat memulai bisnis pakaiannya ini
Mereka menaranya dengan semangat yang tercetak jelas di wajah mereka, serta senyuman keduanya yang tidak luntur sedikitpun meski lelah, sampai akhirnya mereka berdua selesai menaranya dan merapikannya.
" Akhirnya selesai juga " Ucap Deon
" Hmm iya akhirnya selesai " Sambung Nisa " Lalu setrlah ini apa? " Tanya Nisa sudah tak sabar lagi
" Kau memang sangat tak sabaran ya, kita istirahat dulu besok lagi kita pikirkan setelah ini apa "
" Baiklah aku mengerti, kalau begitu aku akan istirahat sebentar, sangat lelah, juga hari ini mataharinya sangat terik " Ucap Nisa
" Benar, memang terik dan panas " Sambung Deon
Kruyuk... Kruyuk... Kruyuk... Suara perut Nisa yang berbunyi sedikit keras karena ia sangat lapar sehabis membereskan perlengkapan untuk menjahit dan sebagainya
" Kau lapar " Tanya Deon sambil ia tersenyum melihat ke arah Nisa yang sedang menundukkan kepalanya
" Ma maaf " Ucap Nisa menahan malu nya , ia meruntuki dirinya sendiri di dalam hatinya , kenapa perutnya harus berbunyi saat masih mersama Deon dan berbunyi cukup keras membuat nya malu tak biasanya ia kelaparan samapai perutnya berbunyi seperti itu
__ADS_1
" Tidak papa, mari keluar dan pesan makanan, omong omong aku juga sangat lapar kau tahu, kita merapikan nya dari tadi tanpa istirahat sungguh menghabiskan tenaga " Ungkap Deon agar Nisa bisa lebih tenang karena masalah perutnya yang Berbunyi karena lapar
Kemudian mereka berdua pun keluar dan menuju ruang tengah dan duduk di sofa sambilenyalakan TV untukereka tonton sedangkan Deon ia mengeluarkan ponselnya guna untuk memesan makan siang untuk mereka berdua makan siang ini.
Tak berapa lama pesanan pun datang, seperti biasa Nisa menerima pesanan tersebut dan membawanya ke dapur untuk menyiapkan makanan nya setelah siap ia membawa nya ke ruang tengah atau ruang TV untuk bersantai dan keduanya pun memakan makanan yang mereka pesan itu dengan sangat lahap, karena lapar jadi tidak lama mereka telah usai menyantap makan siang mereka,
Sesudahnya mereka membereskan kannya dan Deon pun meminum air putih, dia terbiasa minum air serelah makan, begitupun dengan Nisa ia juga melegakan tenggorokan kannya dengan air sesudah makan
Selesai itu keduanya pun bersantai dan meregangkan ototnya dengan tidur dan berbaring, sementara Nisa berbaring sambil mendengarkan musiknya di ponsel, sedangkan Deon ia menghubungi temannya Gilang dengan ponselnya di teras rumah
" Gilang haloo" Ucap Deon di sambungan telpon
" Ya haloo ada apa " Tanya Gilang sesudah ia mengangkat telpon dari Deon
" What apa butik, kau... " Ucapan Gilang terpotong ia tak jadi meneruskan ucapannya saat mendengar ucapan yang di lontarkan Deon padanya
" Diamlah kau berisik sekali, aku akan jelaskan itu nanti sekarang aku butuh bantuanmu u tuk mencari gedung dan tempat untuk menjadikan usaha butik ku " Jelas Deon panjang lebar pada Gilang di sebarang sana
" Haaahhh baiklah, tapi kau harus janji itu tuk menjelaskan semuanya kau tahu , awas kai jika ingkar janji "
" Iya iya sudah sana aku mau istirahat " Setelah itu sambungan telepon pun terputus dan berakhir selanjutnya Deon memasuki rumah nya karena ia berada di teras saat menghubungi Gilang, dan sekarang ia bisa mengistirahatkan tubuhnya di kasur empuk yang ada di kamarnya
Lalu Nisa ia sendiri bosan karena tak melakukan apapun setelah selesai beberes perabotan dan alat alat untukenkahit nya lalu ia membuka ponselnya dan melihat drama china kesukaannya yang sedang tayang hari ini
Sampai malam tiba mereka masih bersantai santai ria setelah makan malam meteka kembali ke kamar mereka dan melanjutkan aktivitas mereka untuk bersantai dan sebagainya, Nisa yang melanjutkan maraton drama china, sedangkan Deon ia mencoba untuk mencari desain desain dan menggambarnya di kertas gambar
__ADS_1
Sampai larut akhirnya mereka ketiduran.
Lalu mengenai kantor perusahaan Deon ia tidak lagi mempermasalahkannya dan menginginkan nya kembali walau nama perusahaan tidak berubah tetapi pemiliknya sudah berubah dan Deon tidak ingin mengambilnya lagi karena sudah bukan miliknya lebih baik ia melepaskannya, itu mengurangi beban yang di fikirkan Deon, lalu untuk sekarang, Deon akan fokus mengerjakan dan membangun lagi usahanya di bidang lain dan ia hanya kan fokus untuk tujuannya itu.
Paginya setelah mereka selsai sarapan merekapun bersiap untuk melanjutkannya, melanjutkan pekerjaan mereka dengan hati yang riang.
" Deon apa yang sedang kau lakukan " Tanya Nisa dengan nada suara rendah tetapi terdengar lembut dan menggoda di telinga Deon yang sedang menggambar beberapa desain dan model pakaian
" Ahhh kau membuatku merinding, jangan buat nada bicara seperti itu, " Ucap Deon menahan gejolak rasa yang belum pernah ia rasakan
" Hmmm lalu kau sedang apa kau belum menjawab pertanyaan ku Deon " Ucap Nisa kembali dengan nada berbeda tetapi masih sama di telinga yang di dengarkan Deon
" Yaahh aku sedang menggambar desain dan model pakaian " Jelas Deon sambil menghela nafas panjangnya
" Baiklah kalau sudah selesai bisakah aku melihatnya " Pinta Nisa pada Deon dengan suara centil "
" Centil... Iya tentu " Geram Deon ia tak habis fikir dengan Nisa bagaimana bisa wanita itu merubah suaranya dengan berbagai macam nada suara yang membuatnya mengandung gejolah ingin mencubit bahwa ia sampai gemas di buat nya dan merinding saat mendengar nada bicara Nisa yang kada g bisa berubah sesuai mood dan kemauan Nisa saat berbicara padanya tetapi ia akan mendengar nada suara dingin dari Nisa saat ia berbicara pada orang asing atau orang lain.
" apa " tanya Nisa saat Deon menyerahkan hasil desain gambarnya
" bukankah kamu ingin melihatnya " ucap Deon dengan suara rendah khas nya ya g membuat Nisa berkedip kedip karena baru kali ini ia mendengar suara rendah Deon yang terdengar **** menurut nya
lalu Nisa pun menerimanya dan melihat gambar desain serta model yang di gambar Deon,
" wahh tak kusangka Deon sangat ahli menggambar " monolog Nisa sambil tersenyum saat melihat berbagai macam gambar desain dan model pakaian yang di gambar oleh Deon .
__ADS_1