Mr. Perfect

Mr. Perfect
Bagian 20


__ADS_3

Sesampainya mereka di butik, Deon dan Nisa pun pergi ke dalam butik nya dan berjalan ruangan kerja Deon, dengan Deon yang duduk di kursi kerjanya lalu mengeluarkan kertas kertas desainnya, Nisa yang duduk di sofa sambil meletakkan bekal kotak makannya ke meja dan ia memilih untuk bermain ponsel nya


" Permisi bisakah saya bertemu dengan yang punya pemilik butik ini " Ucap Satun pelanggan wanita yang ingin menemui pemukik butik tersebut


" Ee sebentar ya mbak saya panggilkan dulu " Jawab karyawan Deon yang bernama Ruri , kemudian ia pun pergi menuju ruang kerja Deon yang berada di lantai atas


" Tok tok tok " Suara pintu di ketuk dari luar


" Masuk " Perintah dari dalam, Nisa yang menjawabnyan sedangkan Deon ia masih sibuk dengan gambar gambar desainnya


" Permisi mbak Nisa, pak bos ada " Ucap Ruri pada Nisa yang mencari Deon


" Ada, emang ada apa di bawah " Tanya Nisa pada karyawan tersebut


" Begini mbak, tadi ada pelanggan yang cari cari gaun tapi gak ketemu temu lalu ia ingin ketemu sama pak bos mbak " Jelas karyawan yang bernama Ruri tersebut pada Nisa


" Ohh ya sudah kamu kembali saja dulu layani pelanggan yang lain, nanti Deon sama saya ke sana " Jawab Nisa


" Baik terimakasih mbak Nisa "


Setelahnya ka pun pwrgi ke bawah dan melayani pelanggan yang lain, di ehangbkeeja Dekn Nisa memberitahukan semua nya pada Deon tentang pelanggan yang ingin bertemu


" Ya sudah kita ke sana " Jawab Deon serelah mendengar cerita Nisa


" Halo mbak Ruri di mana pelanggannya " TanyabNisa saat ia berjalan dan mendapati Ruri tengah memilihkan baju untuk pelanggan lain


" Ehh mbak Nisa sama pak bos , itu mbak orang nya " Jawa Barat Ruri sambil menunjuk tempat pelanggan tersebut


Lalu keduanya pun menunu ke sana, ketempat dimana pengunjung itu yang meminta untuk bertemu dengan nya


" Permisi ada yang bisa saya bantu " Itu adalah suara Nisa sedangkan Deon ia hanya diam sambil memeluk pinggang Nisa


" Ehh iya, eee kamu bos nya " Jawab perempuan tersebut lalu meneliti dari atas sampai bawah


" Gak cocok, dimana bos nya saya kan mau ketemu sama bos kalian " Ucap nya lagi sambil mengecek penampilan Nisa yang hanya memakai pakaian sederhana, karena Nisa hanya memakai celana panjang kulot dan kemeja hitam


" Ada apa ya mbk, anda cari saya " Ucap Deon yang ada di samping Nisa ia membuka suaranya setelah mendengar ucapan orang tersebut


" Saya mencari bos kalian bukan karyawan abal abal yang suka pacaran di butik ini " Ucapnya sarkas

__ADS_1


" Saya bos nya emang anda ingin apa cari saya " Jawab Deon dingin ia ingin sekali marah karena kesal dengan pelanggan yang satu itu, sudah ingin bertemu dengannya tapi tidak memiliki sopan santun dan mengatai Niaa sebagai karyawan abal abal di butik nya ini


" Saya gak percaya pakaian kamu aja gak cocok gak sesuai dengan pakain bos besar, mana ngaku ngaku lagi cih.. " Ujar nya


Sudah cukup Deon mendengar nya ia tak ingin memiliki pelanggan yang tidak menghormati orang lain apalagi masalh pakaian yang selalu ia ributkan sesuai dengan status tinggi dan rendahnya orang lain dengan dirinya


" Roni, sini kamu " Panggil Deon saat ia melihat Roni habis dari luar mengantar pelanggan karena ia tidak menjahit, ya soalnya jahitan yang biasa kerjakan sudah selesai tinggal menunggu penilaian dari Nisa untuk mengusir awakmu nya ia melayani pelanggan lain yang ingin membeli pakain ataubgaun yang ada di butik


" Iya ada apa pak bos " Jawab Roni saat ia di panggil oleh Deon dan langsung menghampirinya


" Bilang sama pak satpam di luar seret wanita ini pergi dan hapalkan wajahnya kalo dia berani datang lagi jangan izinkan ia masuk ke dalam, " Ucapnya sedikit keras agar pelanggan itu dengar


" Baik Pak bos " Jawab Rini lalu ia langsung melaksanakan perintah Deon


" Ehh apa apaan kamu, berani kamu sama saya, awas kamu ya " Ucap wanita tersebut saat ia di seret keluar oleh dua satpam yang di panggil okeh Deon melalui karyawan nya


" Sudah kita kembali saja " Ucap Deon pada Nisa yang melihat bapa yang terjadi di butik Deon


" Deon kenapa tadi pelanggan nya kamu usir kan bisa bicara baik baik " Tanya Nisa penasaran setelah sampai di ruang kerja Deon dan keduanya duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut


" Itu adalah pelajaran untuk nyan, jadi kita harus bisa menjaga sikap kita pada orang lain lihat dia tidak menghargai ku sebagai bos dengan pakaian yang pakai dan dia malah mengatai mu tadi, juga orang itu hanya melihat penampilan luar, sangat sombongnya dan angkuh, aku tak butuh pelanggan yang seperti itu apa kau mengerti Nisa sayang " Jelas Deon menjelaskan maksud ia mengusir pelanggan tersebut


" Ohh baiklah, ohh iya kamu tidak makan ssudah waktunya makan siang " Ujar Nisa karena hari juga sudah siang yang menunjukkan waktu istirahat dan makan siang


" Ada apa ini pak bukanlah saya sudah bilang bunguk kalian usir dia " Ujar Deon saat ia tiba di luar butik tak bertanya pada satpam di luar yang berusaha untuk mencegah wanita itu kembali masuk ke dalam


" Lepaskan aku, ahh kau memang anak kurang bawang, bisa bisanya kau melakukan ini pada ku dasar Deon sengklek " Teriak wanita itu pada Deon


" Sebentar , pak bisa lepaskan dia "


" Anda kenal saya, siapa anda sebenarnya " Tanya Deon penasaran pada wanita itu karena mengatainya sengklek dan wanita itu mengetahui namanya


" Kau tak ingat dengan bibimu ini yang dari luar negri hah " Ucap nya menyerah lalu melepaskan topeng kulitnya


" Bibi Rosa. . . Kau.. . " Teriak Deon terkejut dengan bibinya yang menyamar itu laku mereka berpelukan, senyum cerah terbit di bibir Deon dan Rosa bibinya


" Beraninya anak manja seperti dirimu tak mengabari ku kalao perusahaan yang kau bangun sidah hilang berada di tangan orang dan kau punya butik yang sudah mencapai luar negri beritanya yang ada di intragam banyak sekali yang mengatakan itu hahh kau punya cabang atau tidak " Tanya Rosa sambil menjewer telinga Deon


" Aduhh bibi. . Kau masih kejam dengan ku.. . , tidak aku tak mempunyai cabang, benar kah apa sampai ke luar negri berita yang aku buat di instagram " Jawab Deon laku melepaskan jeweran bibinya itu

__ADS_1


" Masuk bi kita ke ruangan ku, Nisa pasti sudah menungguku dari tadi " Ucapnya


" Ohh jadi dia Nisa namanya, hmm bagus bagus ya kamu " Terang Rosa dan hanya di jawab senyuman menyebalkan dari Deon


" Nisa, kau sudah selsai menyiapkan semuanya " Tanya Deon saat sampai di ruangannya dan melihat makanan sudah tersaji di meja depan sofa


" Sudah masuklah dan makan, makan siang mu " Jawab Nisa pada Deon sambil iaemakan makan siangnya


" Masuklah bi.. " Ucap Deon menyuruh bibi nya itu masuk


" Haloo ketemu lagi " Ujar Rosa ia masuk dan menyapa Nisa


" Ehh iya masuk , Deon dia " Tanya Nisa ia penasaran siapa orang yang Dekn suruh masuk tersebut, ia cantik seperti dari luar wajah nya asing tak seperti warna negara lokal tetapi pakaiannya sama seperti pakaian pelanggan yang diusir Deon apakah tebakan Nisa benar bahwa itu adalah pelanggan sebelumnya tadi wajahnya berbeda atau mungkin hanya pakaiannya saja yang sama


" Dia adalah bibi Rosa dari luar negri Amerika, baru datang dua hari lalu dan menyamar sebagai pelanggan tadi sempat aku usir dan bibi marah " Jawab Deon enteng lalu duduk di samping Nisa memakan makan siangnya nyang sudah di siapkan oleh kekasihnya itu


" Dasar anak kurang bawang kau ya " Gerutunya Rosa lagunya menuju kursi kerja Deon dan duduk di sana


" Salam bibi, maaf tadi , ohh iya saya Nisa bibi " Ucap Nisa sopan pada Rosa


" Ya ya tidak masalah aku hanya mengujinya tadi dan pekerjaannya lumayan bagus, dan jangan sampai seperti saat perusahaannya hilang lagi di ambil orang " Jelasnya sambil menyindir Deon yang sedang makan siang dengan tenang di sofa


" Tidak bi ada Nisa di sini itu tidak akan terjadi " Ujar Deon pada Rosa


" Kau tak menawarkan bibimu ini teh " Sindir nya


" Tidak ada teh di sini, sebentar lagi kami pulang bibi belum melihat rumah ku bukan, bibi menginap di hotel kan dan langsung ke sini dengan wajah palsu bibi tadi yang jelek itu " Ujar Deon mengejek bibinya


" Kau awas kau ya... Dasar anak kurang bawang " Kesal Rosa


" Deon kau tak baik seperti itu, dia bibimu " Ucap Nisa merasa tak enak


" Kita biasa seperti itu jadi tidak masalah, makananmu sudah habis bukan " Tanya Deon dan di jawab anggukan oleh Nisa


" Kalo gitu Mari pulang , kita akan mengajak bibi juga lalu siapkan makanan untuk bibi " Ujar Deon ia memang seperti itu tidak akan menyiapkan makanan u tuk bibinya di butik nya dan akan menyiapkannya di rumah nya karena ia tahu bibinya itu sangat pemilih dan ia tidak suka kalo minuman tersebut di buat di tempat yang tidak bersih atau tempat yang berdebu, bibinya itu juga tidak mau minum minuman kalo di siapkan dari beli di luar ia lebih suka membuatnya sendiri maka dari itu Deon mengajak Nisa dan bibinya pulang ke rumah agar bisa membuatkan makanan dan minuman u tuk bibinya yang mungkin saja kelelahan di jalan


" Baiklah kalo begitu kau tunggu di luar bersama bibi, aku akan membereskan ini dulu " Jawab Nisa setelah mendengarkan perkataan Deon


" Tidak kita pergi bersama "

__ADS_1


Setelah Nisa selesai membereskan wadah makannya lalu mereka pun pergi ke luar bersama begitu juga dengan bibi Rosa, ia mengikuti dua anak yang lagi di mabok cinta, Dekn sudah menyerahkan butik nya pada Roni seperti biasa.


dan ternyata bibi nya Deon tadi menyamar sebagai pelanggan untuk menguji Deon apakah Deon bisa tegas dengan orang yang kurang ajar atau hanya berdiam diri menerima jika ia di tindas dan tidak di hargai agar Dekn bisa lebih baik menjaga perusahaannya atau butik nya yang sekarang agar kejadian itu tak terulang lagi.


__ADS_2