
Lia sama sekali tidak fokus dengan pelajaran, dipikirannya terus saja terngiang-ngiang tentang masalah Les Privatnya.
Mamanya tidak pernah main2. Ia tidak bisa membayangkan akan menghabiskan waktu untuk belajar bersama guru privatnya. Walaupun kata mamanya guru les Privatnya seumuran dengannya, ia tetap saja malas. Yang terbayang oleh Lia adalah seseorang yang kutu buku, memakai kaca mata minus, dan cupu.
"Arrgghh" Teriak Lia tanpa sadar seisi kelas mwnoleh kepadanya.
"Kamu kenapa lia? Nggak mau ikut pelajaran saya? Kalau nggak mau keluar!! "
Kata pak dodi yang terkenal ke killerannya disekolah Lia.
"Em eng.. Enggak pak saya minta maaf" Ujar Lia merutuki kebodohannya.
.............
"Li, kantin yuk" Kata Mira mengajak Lia.
"Nggak, kamu aja. Aku males makan" Jawab Lia menelunsupkan kepala dikedua tangannya.
"Yaeelah, elo mah, kenapa lagi nih? Arkan? "
Tanya Mira melihat Lia yang sama sekali tidak bersemangat.
"Nggak, udah sana pergi, titipin salam aku sama Arkan. " Jawab Lia, menutup matanya berniat pergi ke alam mimpi, melupakan masalahnya.
"Yaudah deh terserah elu lah" Finish Mira, kemudian berlalu ke kantin.
..........
"yah, pada full semua lagi mejanya. Gue duduk dimana dong? " Tanya mira pada dirinya sendiri.
"Woii temennya Lia" Mira menoleh sudut kantin pada suara yang memanggil namanya.
"Gue? " Tanya Mira
"Iya elu lah, Masa si Mira anaknya mang ujang penjual sate seberang" Ucap kenzo panjang Lebar.
"Yaelaah biasa aja kali elu, ada perlu apa lu? "
Tanya Mira sarkas dengan tatapan tajamnya.
__ADS_1
"Duduk sini aje, pan udah Full semua neng" Kata Panji dengan senyumannya.
Mira berfikir sejenak, akhirnya ia memutuskan untuk duduk bersama Arkan CS.
"Mau pesen apa? Biar gue yang pesenin" Ucap Raka memandang temannya satu persatu.
"Gue kaya biasa" Ucap kenzo
"Gue Nasi goreng sama Es jeruk kaya biasa yang kita pesen" Celetuk Panji.
"Buset dah nih anak bego banget sih, bilang aja " Samain aja" gitu, pake dijelasin panjang lebar lagi" Kata Kenzo menggelengkan kepalanya.
"Udah² Ken. Elo Ar? " Tanya Raka Pada Arkan yang sedari tadi hanya sibuk dengan game diponselnya.
"Sama" Singkat Arkan.
"Kamu? " Tanya Raka, kali ini pada Mira.
" samain kaya kalian aja deh" Putus Mira. Setelah itu, Raka berjalan untuk memesan makanan.
"Emang yah si Raka kalau cewe aja pake aku-kamu lah kita boro2 kaya gitu mah" Keluh Kenzo.
Kenzo menjitak kepala Panji cukup Keras membuat sang empu merintih kesakitan.
"Sakit bego" Keluh Panji, kesal akan kelakuan Kenzo.
" suruh sapa, elu katain gue Homo? " Santai Kenzo
"Kalian tuh bisa diem nggak sih? Dari tadi cek cok mulu. Kaya mulut perempuan aja" Sarkas Mira yang dihadiahi tatapan tajam oleh Panji dan Kenzo.
"Untung cantik dia" Bisik Panji pada Kenzo, kenzo pun menganggukan kepalanya.
"eh eh apaan2 kalian? Pasti bisikkin gue iyakan, ngaku lo? Bisikin apaan? " Kata Mira menunjuk Panji dan Kenzo.
"Buset dah, galak bener neng" Ujar Panji mengelus dadanya.
" Emang kenapa? Nggak suka lo? " Tanya mira memelototi Panji.
"Nggak usah dibales Ji, tetep aja lo bakal kalah" Bisik Kenzo.
__ADS_1
" elu juga ngapain bisik2 lagi, mau ditendang yah lo? " tantang Mira. Arkan hanya bergeming mendengar perdebatan disampingnya. Sedangkan Kenzo mengucap Istigfhar dalam hati. "Berilah hambamu kekuatan" Batinnya menguatkan diri.
Tak Lama kemudian, Raka membawa makanan mereka dinapan. Mereka makan dengan tenang, hanya bunyi dentingan sendok yang terdengar.
" eh BTW, temen lo si Lia itu kemana? Tumben nggak barengan? " Tanya Kenzo pada Mira.
"Tau, lagi males katanya ke kantin" Jawab mira apa adanya.
" kayanya silia beda deh hari ini, kaya ada masalah gitu" Ujar Raka, kemudian menoleh pada Arkan.
" Ngapain ngeliatin? " Kata Arkan Datar.
"Nggak siapa tau aja lo tau" Jawab Raka.
Mereka pun kembali makan, sampai bunyi bel pertanda semua harus segera masuk kelas.
............
Lia yang terbangun dari tidurnya memutuskan untuk mencuci mukanya, yang mungkin terdapat belek😂. setelah selesai, ia melangkah menuju kelasnya, saat ia melewati koridor tidak sengaja berpapasan dengan Arkan.
"Haii Ar" Ucap Lia melambai kearah Arkan.
"Udah nggak ada masalah lagi kah? " Batin Arkan, kemudian menghentikan langkahnya.
"Mau kemana Ar? " Tanya Lia, pada Arkan yang sibuk memandangi Lia. Perilaku Arkan ini membuat rona merah dipipi Lia.
" Ar, Apaan sih, ngapain mandangnya kaya gitu? " Ujar Lia blusshing.
"Lucu juga kalau blusshing" Batin Arkan,
"Lo lucu"
setelah mengatakan itu Arkan melangkah meninggalkan Lia yang terdiam membeku. Jantungnya hampir copot dari tempatnya.
"Itu tadi beneran Arkan? " Batin Lia.
Harap meninggalkan jejak yah,
Minimal Like sama Coment dong😊😂❤
__ADS_1