Mr. Perfect

Mr. Perfect
Bagian 15


__ADS_3

Ada banyak fakta yang belum di ketahui oleh Nisa, ternyata Dekn suka dengan kopi latte dan americano, juga makanan manis, dan tentang rasa masakan Deon yang hampir seperti sef di restoran dan cafe ternama.


Ia baru mengetahui setelah bertanya karena penasaran pada malam ini ia tidak menemukan sosial media Deon juga artikel Deon dulu waktu ia menjabat sebagai cek di perusahaannya namun sekarang ia sebagai desainer handal yang akan memantau pekerjaannya saja dan membuat desain pakain dan aksesoris lainnya juga Nisa yang turut membantunya untuk menjahit pakaiannya dan membuat aksesoris dengan karyawan lain karena itu juga keinginan Nisa.


Keesokan paginya seperti biasa Deon bangun lebih awal dan memasak sarapan pagi, ia hanya memasak omset sayur gubis yang di campur dengan telur juga nasi goreng dengan kacang polong dan suwiran daging ayam


, mereka makannya dengan tenang, setelah selesai dan membereskannya keduanya pun berangkat ke butik bersama.


Setelah sampai Nisa dan para karyawan langsung mengerjakan pekerjaannya, sedangkan Dekn ia berencana untukennuak apartement nya dan membeli tanah untuk ia bangun rumah, iya tidak membelinya melainkan membangunnya karena ia ingin desain rumahnya sendiri agar sesuai dengan apanyangbia inginkan,


" Nisa aku akan pergi dengan Gilang hati ini ada sesuatu yang harus ku lakukan tidak apa apa kan jika kau di sini sebentar dengan para karyawan lain " Ucap Dekn menghampiri Nisa di ruang kerja di butik tersebut


" Iya aku tidak apa apa, pergilah dan selesaikan urusanmu, jangan lupa hati hati " Jawab Nisa pada Deon lalu melanjutkan lagi kegiatannya yang mengemasi aksesoris tersebut kedalam kantung plastik dan kotak


Drtt... Drtt... Drtt...


Suara po sel Deon berbunyi dan dengan segera ia menjawabnya


" Haloo kau di mana aku di depan butikmu " Suara Gilang menggema di panggilan telpon tersebut


" Ishh jangan teriak napa sihh you, ini aku sedang keluar " Jawab Deon di panggilan tersebut lalu memutuskan segera


" Lama amat kamu keluarnya " Ucap Gilang saat ia melihat Deon yang baru saja keluar dan menghampirinya


" Ya maaf, tapi gak lama kan, ya udah yuk berangkat mereka katanya udah nunggu di kafe Morena " Ucap Deon pada Gilang, pihh ia hari ini Gilang izin cuti karena stress dengan pekerjaannya dan kebetulan Deon ingin bertemu dengan salah satu orang yang ingin membeli apartemen nya , mereka menaiki mobil Gilang menuju kafe Morena .


" Lo yakin mau jual apartement mu ke mereka " Tanya Gilang pada Deon saat perjalanan menuju kafe


" Ya dan gue mau bangun rumah sendiri toh tabungannya udah cukup dari aku dulu yang sebagai CEO trs ini di tambah butik, dan rencananya gue juga mau usaha buka kafe kecil di deket rumah sihh seperti mini kafe jualannya di depan rumah jadi gak usah capek capek gitu "

__ADS_1


Jelas Deon pada Gilang


" Lah terus butik lo gimana De "


" Nah itu butik gue yang urus , karyawan lain juga udah bisa njahit bagus, trs Nisa yang akan urus mini kafe nya, gue khawatir kalo dia kerja terus kayak gini, tubuhnya gk kuat akhir akhir ini dia kurus baget baru aja gue masakin dia sarapan tiap hari, dan baru juga gue lihat nafsu makannya bertambah "


' wahh jago juga lo ya, nih udah sampai turun yuk temuin mereka "


Setelah sampai keduanya pun turun dari mobil dan memasuki kafe, di sana sudah ada orang yang menunggunya, kemudian Gilang dan Deon menghampiri mereka


" Pagi pak, maaf kami terlambat " Ucap Deon sopan pada mereka sambil menjabat tangan nya


" Tidak, tidak pak Deon kami juga baru saja sampai , mari duduk "


" Baik terimakasih , ohh iya perkenalkan saya Deon dan ini teman dan sahabat saya Gilang "


" Ya , dan perkenalkan juga saya Saga dan ini asisten saya Ayu "


Lalu mereka pun membiarkan aran sil jula apartement dan tanah, tak lama mereka pun setuju dengan kesepakatan tersebut, apartemen Dekn akan di serahkan satu bulan lagi dan tanah akan di jual dan di serahkan besok agar Deon cepat membangun rumahnya dan bisa menempatinya, setelah rumah Deon jadi makan apartement Deon pun akan di serahkan pada mereka yang membelinya.


" Baiklah jadi anda akan langsung membangun nya dari sekarang benar pak Deon "


" Ya anda tidak perlu khawatir data akan segera menyelesaikannya "


" Baiklah saya setuju dan untuk uang mukanya anda dapat memberikannya besok saat ada membeli tanah saya di sana besok bagaimana "


" Baik terimakasih sebelumnya saya sangat senang mendengarnya, semoga tidak ada halangan apapun untuk transaksi besok "


" Ya begitupula dengan saya, kalau begitu saya pamit dulu, masih ada urusan yang harus saya selsaikan "

__ADS_1


Lalu mereka pun pergi setelab percakapan bisnis itu


Dan setelah mereka pergi Deon pun memesan minuman pada pelayan karena tadi ia tak sempat memesan karena harus membicarakannya dan orang yang berbicara usbis tadi juga tidak memesan apapun lalu langsung membahas transaksi bisnis jual tanah dan apartement


" Iya ada yang bisa saya bantu " Ucap pelayan tersebut setelah di panggil oleh Deon


" Ya mbak saya pesan kopi latte satu, you pesen apaan " Tanya Deon pada Gilang


" Es kopi hitam aja "


" Nah itu mbk jadi saya pesan kopi latte satu sama es kopi hitam satu "


" Baik di tunggu ya mas " Jawab pelayan tersebut lalu ia meninggalkannya


" Oii broo jadi you mau bangun rumah sendiri pakek desain rumah yang sering gue lihat di meja kantor lo dulu iyakah "


" Nah lo tahu itu udah dari dulu sih gue pengen bangun rumah sendiri tapi baru kesampaian sekarang "


" Bagus sih menurut ku, desain yang lo buat juga bagus trs untuk interior dan warna serta perabotan nya "


" Ya buat lagi lah , kecuali barang barang di apartement yang gue buat dulu dan TV yang gue pasang bakal gue pindahin ke rumah baru gue kalo itu udah jadi "


" Gak nyangka gue, kalau gue bisa lihat lo yang sekarang, dulu aja lo dingin banget sekarang cerewet udah ketemu oawang nya "


" Hmm terserah dah, noh minum pesanan lo udah dateng tuh "


" Punya you juga kali ahh lo mah gitu "


Mereka berdua pun meminum pesanannya yang sudah datang, lalu setelah habis mereka membayarnya di kasir dan pergi, Gilang mengantar Deon kembali ke bitiknya, sedangkan dirinya akan kembali pulang kerumahnya dan mengistirahatkan dirinya serta fikirannya yang mulai kusut seperti benang kusut, karena pekerjaannya yang tak kunjung selesai akibat boss diktator di kantornya.

__ADS_1


__ADS_2