
Malam harinya Gilang datang ke rumah Deon untuk membahas masalah yang ada di butik nya beberapa hari lalu, dan ternyata setelah banyak pengunjung yang datang itu keesokan harinya tidak ada lagi jadi Deon pun meliburkan butik nya lagi dan akan bekerja setelah Liliana masuk sekolah, dan Deon merencanakan untuk membangun kafenya
" Assalamu'alaikum Deon gue dateng nih " Salam Gilang saatsaat ia sampai di rumah Deon dan melihat pintu rumah nya terbuka
Deon dan Nisa yang mendengar suara Gilang pun menjawab nya mereka semua ada di ruang tamu bersama Lilian juga yang tengah duduk di antara mereka berdua sambil memakan camilan churros buatan ayah nya
" Gilang mas " Ucap Nisa
" Waalaikumsalam Warahmatullah, lo masuk aja langsung di ruang tamu gue di ruang tamu," Teriak Deon pada Gilang dengan suaranya yang masik sedikit serak itu
" Gue masuk " Teriak Gilang lalu ia masuk ke dalam rumah Deon dan menuju ruang tamu, di sana ada Deon, Nisa, juga Liliana dan ada camilan juga minuman yang sudah di siapkan di meja ruang tamu lalu Gilang pun duduk di sofa ruang tamu berhadapan dengan Deon
" Enak benar lo ya, udah punya istri juga udah punya momongan lagi, " Celetuk Gilang pada Deon
" Ya gitu lo sendiri masih aja sendiri kagak mau punya gandengan apa ya, cari sono "
" Entar aja lah "
" Keburu jadi bujang tua lo mau "
" Ya kagak elah you mah gitu amat sama temen sendiri "
" Udah udah kalian ini kalo ketemu pasti ledek ledekan debat aja terus, " Lerai Nisa kepada mereka berdua
" Ya maaf " Ucap mereka berdua
" Nisa kamu ajak Liliana main gih mas mau bahas masalah butik sama Gilang "
" Iya tapi nanti harus cerita, awas aja kamu gak cerita sama aku " Jawab Nisa lalu mengajak Liliana pergi dari sana dan bermain di ruang g keluarga
" Mereka udah pergi jadi apa yang mau lo omongin " Tanya Deon pada Gilang
" Nih baca profil sama data data nya " Ucap Gilang memeberikanmu map yang berisi data data dari orang yang mengirim kan Deon email beberapa hari lalu
Di sana tertulis nama Dimas Prawoto dia tinggal di negara B sebelumnya pernah tinggal di negara ini tetapi ia pindah kesana karena bisnisnya berkembang kesat di negara tersebut lalu ia menetap di sana, punya banyak orang suruhan dan banyak koneksi jadi mudah saja untuk mengetahui email atau tempat tinggal Deon dan apa yang dikerjakannya
" Dimas Prawoto kok kayak kenal gue " Gumam Deon
" Ya dia Dimas Prawoto anaknya pak Sugianto guru kita di SMA dulu lo kagak inget apa " Jawab Gilang setelah ia mencari tahu dan mencarinya di buku memori SMA ternyata ia adalah teman SMA nya dulu
" Lhah iya gue lupa , sukses juga tu anak, terus alasannya ngirim email ke gue apaan lo wong isinya aja kosong cuman ada nama dia doang tapi gue gak kepikiran kalo itu Dimas " Jelas Deon pada Gilang
" Kok dodol ya tu anak "
" Nah loh dodol garut udah ada nomer HP nya kagak sih lo cari " Tanya Deon
" Ya ada tuh di belakang nya lo coba aja telpon siapa tahu di angkat jangan lupa kerasin " Jawab Gilang
Lalu dengan cepat Deon menelpon nomor itu dan di angkat oleh pemiliknya ia mengeraskan suaranya agar terdengar
" Halo... " Jawab orang di sebrang sana
" Halo juga lo Dimas kan ya " Tanya Deon begitu di angkat oleh orang yang di teleponnya
" Lhah iya gue ketahuan dong " Jawabnya sambil cekikikan di sebrang telpon itu Gilang dan Deon yang mendengar pun tergelak tak percaya, bisa bisanya mereka masuk jebakan batman dari temannya itu yang sudah lama tidak bertemu dengan nya dan tiba tiba saja menghubungi mereka dengan cara yang tak terduga
" Asem, gue kira siapa lo ternyata Elo Dimas dodol "
__ADS_1
" Wahh maksud anda apa ya pak Dimas, jangan jangan orang-orang yang datang itu kerjaan anda ya " Ucap Deon dengan nada kesal dan juga serak
" Tuh napa suara serak amat, " Jawab Dimas yang ada di telpon orang yang mengirimkan email pada Deon
" Gara gara lo gue capek seharian, kemarin baru juga liburan ehh lo kerjain dasar lo ya kagak berubah sama sekali " Ujar Deon
" Lhah lo abis liburan ternyata, sama siapa kan lo gak ada gandengan ama setan "
" Heh sekate Kate sampean bicara gue udah punya istri, lo kali yang belum ada gandengan kayak si Gilang "
" Lhah napa jadi gue dodol gue diem bae ya dari tadi "
" Bahasa campuran kalian kagak berubah ya, masih pakek bahasa campuran aja "
" Ya gimana lagi emang adanya kita gini , terus masud lo itu apaan woii jelasin " Itu suara Gilang ya dia juga kesal
" Tenang bray dua hari lagi gue ke negara lo, kita bisa ngumpul di sana, ohh iya gue mau ngomong sama Deon "
" Omong apaan lo "
" Serak banget suara lo, lo ada tahu Gracia Mila kagak di sana pernah ketemu gak " Tanya nya di sambungan telpon
" Milla ya gue ketemu sama dia dua kali tapi gak ketemu lagi ampek sekarang kenapa emang "
" Hati hati lo dia psiko tahu, satu tahun lalu dia datang ke negara gue, lalu pacaran sama temen gue di sini nah temen gue udah punya tunangan, tapi dia selingkuhin pas tunangannya batalin pertunangan dia ya dia Terima dengan senang hati dan pacaran tuh sama Milla, dua hari sesudahnya, perusahaannya langsung bangkrut dan Milla pergi gitu aja, lalu tunangannya temen gue ilang gak tahu dimana pas ketemu udah is dead gak bernyawa, gue kan bantu selidikin tu nenek sihir tahunya dia bunuh tuh cewek karena tahu rahasianya kalo Milla cuman mau deketin temen gue buat ancurin perusahaannya doang kerjasama sama orang gak tahu siapa dia misterius banget gak bisa gue nemuin data datanya kosong " Jelas Dimas panjang kali lebar kali tinggi
" Oohh " Jawab Deon dan Gilang bersamaan
" Ehh kamvret kalian gue udah cerita panjang panjang cuman oh doang jawabannya dasar edan "
" Mulut lo jaga, " Ucap Deon
" Lang lo kepikiran gak sama dia, pikiran kita sama kan ya " Ujar Deon sama Gilang
" Nah iya gue juga mikir nya itu " Jawab Gilang
" Apaan dah kasih tahu gue lah ya " Ucap Dimas di sana karena mendengar percakapan mereka, ohh iya di sambungan telpoitu mereka bertiga berbicara bersama karena suaranya yang mereka kerasakan atau di lokspeker
" Kenal Damian Bram Wijaya kagak you " Tanya Gilang pada Dimas di sambungan telepon
" Dimas gimana kalo sambungin telponnya ke vidio call aja di laptop gue biar gampang diskusinya " Saran Deon
" Damin Bram Wijaya, lahh iya tahu dia pemilik perusahaan Abram Corp yang sampek keluar negri juga sering muncul di TV , ya silahkan di sambungin " Jawab Dimas
Lalu beberap menit kemudian mereka pun bervidio call dengan Dimas di laptop milik Deon setelah menyambungkan telpon nya dengan Vidio call dengan Dimas
" Muka lo kok gak berubah sama sekali sih yon " Ujar Dimas pada Deon
" Emang gini muka gue, "
" Ya udah lanjutin " Ucapnya
" Damian Bram Wijaya adalah bos gue sekarang karena perusahaan Deon di ambil alih oleh nya beberapa bulan lalu "
" Masak sih gimana ceritanye itu perusahaan lo bisa di ambil sama tuh orang " Tanya Dimas
" Lo kan banyak koneksi pasti mudah dong nemuin permasalahan perusahan gue, cari tahu aja masalah di perusahaan Angkasa Corp pasti ketemu " Jawab Deon
__ADS_1
" Lah iya gue gak kepikiran "
" Yah dasar lo somplak sih " Ujar Gilang
" Terus lanjut dong ahh kalian nih cetita setengah setengah gue kan gak tahu, " Ucap Dimas pada mereka berdua di vidio call tersebut
" Sebelum Gilang dan Deon menjawab mereka di kagetkan dengan Suara Liliana yang lepas karena teriakan panggilannya pada Deon
" Ayaahhhhh, ayaaahhh, ayaaaahhhh " Teriak Liliana keras
" Suara nya keras sekali siapa tuh, kaget gue siapa Lang " Tanya Dimas yang tersadar dari keterkejutanbya setelah mendengar teriakan dari Liliana
" Gue juga kaget tahu, itu si Liliana, anak Deon " Jawab Gilang
" Ayaahhh " Teriak Liliana lagi dan menghampiri Deon lalu memeluk Deon dengan air matanya yang sudah membanjiri pipinya yang tembem itu
" Sayang ada apa, kenapa nangis hmm " Ucap Deon memeluk Liliana sambil mengelus punggung putrinya itu
" Lang, Dimas gue tinggal bentar ya kalian lanjut aja " Ujar nya dan di angguki mereka dan juga Dimas yang ada di vidio call, setelah Deon pergi mereka melanjutkan obrolannya
Deon mengajak Liliana ke dapur dan duduk di kursi yang ada
" Ada apa sayang, mana bunda " Tanya Deon sama Liliana
" Ayahh, ta tadi pas main sama bunda di taman, ada dua orang badannya gede terus mau bawa bunda pergi, Likiiudah narik bu da tapi gk kuat dan sekarang mereka memiliki ada bunda, ayaahhh bunda, ayahh bunda, bundaa ayahh " Cerita Liliana yang terus mengais sambil memanggil Nisa bundanya yang dibawa pergi
" Liliana tahu bagaima mereka bisa masuk taman milik ayah "
" Me mereka loncat pager " Terang Liliana masih sesegukan laku Deon menenangkan Liliana di pelukannya, tak lama Liliana tertidur karena lelah menangis, kemudian Deon membawanya ke kamarnya untuk menidurkan Liliana yang sudah terlelap, setelah di rasa aman dan Liliana nyenyak, Deon pun keluar dari dalam kamar menghampiri Gilang yang masih ada di ruang tamu dengan muka garang nya dan rahangnya yang mengeras, matanya menggelap auranya sangat dingin
" Udah selesai mana Liliana " Tanya Gilang saat mendapsti Dekn duduk di sampingnya
" Tidur " Ucap Deon dingin
" Dimas dua hari lagi lo kesininya " Tanya Deon tiba tiba
" Ya kenapa lo "
" Bisa gak lo kesininya sekarang aja gue butuh bantuan lo sama Gilang juga, ohh iya jangan lupa bawa mainan tembak tembak an jangan beneran " Ujar Deon dingin dan tenang walau suaranya serak dan sekarang bertambah serak dan dalam
" Oky, kalo gitu kita tutup aja vidio call nya gue berangkat sekarang " Dimas pun menjawab karena menyadari sorot mata Deon yang tajam, lalu panggilan vidio pun terputus.
.
.
.
.
.
.
berikan saran dan pendapat kalian ya bagaimana cerita aku di bagian yang ini, kalian suka gak..
dan jangan lupa berikan author suka ya, juga komentar di bawah biar author tambah semangat lagi
__ADS_1
salam hangat dari author untuk kalian semuanya ya... 😊😊🥰🥰💞💞💞